
" Sudah sayang, Kamu sudah cantik bahkan sangat luar biasa. " Ucap Brandon yang menghampiri istrinya yang masih berada di depan meja riasnya.
Rain hanya menatap malas pada suami gondrongnya itu.
Brandon selalu mengatakannya cantik, Tidak pernah sekali pun Rian mendengar bahwa Brandon mengatakannya jelek ?
" Memangnya pernah kami mengatakan aku jelek ? aku rasa tidak pernah !" Brandon malah memeluk tubuh istrinya dari belakang dan mencium puncak kepala Rain.
Dia memang tidak pernah mengatakan Rain jelek, Karena memang menurut Brandon hanya Raina lah wanita paling cantik di seluruh belahan bumi ini.
Karena hanya Rain, Rain, dan Rain lah yang ada di hatinya dan akan selalu Rain saja.
Tidak untuk yang lainnya lagi.
" Kamu memang yang tercantik sayang. "
" Ya aku tau itu. Maka dari itu aku akan menunjukan kesan pertama yang baik bagi keluarga mu jika aku ini memang cantik. Tapi jangan sampai mereka menghujat ku ya, Jika sampai mereka menghujat ku atau kamu, Jangan salahkan aku jika aku akan membakar mereka dengan kata-kata pedas dari bibir ku. Aku tidak perduli apa kata orang seperti yang kamu katakan, Kita tidak hidup dari belas kasih orang lain, Jadi jangan pernah perduli apa kata orang. " Brandon mengangguk dan tersenyum pada istrinya.
Betapa bahagianya Brandon bisa memiliki istri seluar biasa ini, Di mana kebanyakan wanita akan manja dan mungkin terkesan lemah, Tapi tidak bagi istrinya.
Dia adalah wanita terkuat yang pernah di temui Brandon dan Brandon akan selalu jatuh cinta pada sosok hujan terindahnya.
" Lakukan apa pun yang membuat mu nyaman My Rain, Karena aku tidak ingin membebani apa pun itu pada mu. Aku selalu mengatakan pada mu untuk membahagiakan diri mu saja. Melihat mu bahagia dan tersenyum itu adalah sumber kekuatan ku. "
" Dasar direktur pabrik gula ! Sudah ayo berangkat. Awas jika kamu berani membuka kancing kemeja mu ini, Aku akan--"
" Oke, Anything for you My Rain..." Ucap Brandon untuk yang terakhir kalinya karena mereka akan ke rumah utama keluarga Smith.
Keluarga besar suaminya, Dan Rain ingin melihat apa yang ada di sana nantinya.
Setelah menempuh perjalanan dari rumah baru mereka ke rumah utama yang memakan waktu sekitar 45 menit, Akhirnya Rain dan Brandon sudah sampai di rumah utama keluarga Smith.
Keluarga paling tersohor di Amsterdam Belanda.
" Ayo sayang..." Rain menatap curiga pada suaminya yang terlihat menarik nafasnya dalam dan menghembuskan nya membuat Rain curiga.
__ADS_1
Entah apa memang, Tapi perasaan Rain memang tidak bisa di bohongi bahwa Rain melihat dan merasakan bahwa suaminya ini sedikit tidak nyaman mungkin.
" Katakan jika kamu tidak nyaman, Maka saat itu juga aku akan membawa kamu pulang. " Rain hanya tersenyum saja karena kemungkinan besar bahwa dugaannya benar.
" Aku yang tidak nyaman atau kamu ?" Brandon terdiam, Karena dia tau bahwa istrinya ini pasti merasakan apa yang di rasakannya.
Diamnya Brandon menjadi sebuah jawaban bagi Rain bahwa suaminya ini pasti merasa tidak nyaman.
" Jika benar mereka mengusik kehidupan rumah tangga ku dan memojokkan mu atau aku, Jangan salah kan aku jika aku benar-benar akan membakar habis mereka hingga ke sel urat nadi mereka. Aku bersumpah untuk itu. " Rain menggenggam erat tangan suaminya dan memberikan kekuatan bagi buaya gondrongnya yang memiliki pabrik gula termanis di dunia ini.
Bukan hanya suami saja yang harus melindungi istrinya, Tapi bagi Rain, Istri juga harus bisa melindungi harga diri suaminya, Maka itu yang akan Rain lakukan untuk suaminya kelak.
Mereka berdua sudah di sambut oleh barisan pelayan di rumah megah ini, Tidak jauh berbeda dengan apa yang berada di rumahnya juga.
Tapi Rumah megah ini terlihat masih sangat kuno menurut Rain, Karena arsitekturnya masih memegang kuat jaman prasejarah mungkin.
" Kuno !" Cibir Rain saat melihat masih banyak patung-patung jaman dulu yang berada di rumah ini.
" Selamat datang Tuan Muda Brandon, Anda dan Istri anda sudah di tunggu di Ruang Makan, Karena Nyonya besar Emily sudah menunggu Tuan sejak tadi. " Mereka berdua sudah di sambut oleh orang kepercayaan keluarga Smith yang Brandon sendiri juga malas sebenarnya berada di sini jika tidak Mommy-nya yang meminta.
Pintu besar itu sudah di buka, Dan apa yang di lihat Rain ? Ruangan ini memang masih kuno sekali.
Seperti castil jaman dulu.
" Kenapa tidak sekalian saja kita pakai baju jaman Holland, Biar lebih berasa jaman dulunya. "
" Jangan seperti itu sayang, Grammy tidak seasyik itu untuk di ajak bicara. " Brandon memperingati istrinya agar tidak bicara sembarangan dan membuatnya di anggap tidak sopan di sini.
Karena ya seperti itu, Grammy ( Nenek ) Brandon tidak bisa menerima semua itu.
" Bau-bau intimidasi sudah tercium sangat jelas di sini. Jangan sampai mereka mengusik ku lebih dulu. " Brandon paham, Dia menggenggam tangan istrinya dan menciumnya dengan mesra.
" Selamat malam Grammy, Semuanya. " Brandon menundukkan kepalanya pada keluarganya, Tapi tidak bagi Rain.
Karena pantang baginya menundukan kepala pada siapa pun selain keluarganya.
__ADS_1
Itu lah yang di katakan Papa nya, Apalagi jika melihat orang itu jahat, Jangan pernah menundukkan kepala mu karena itu sama saja menghina Papa mu.
" Sayang, Beri salam pada Grammy. " Ucap Brandon dengan lembut pada istrinya.
Rain pun mengangguk, Dia memberikan salam pada keluarga suaminya seperti biasanya saja.
Mengucapkan salam perkenalan pada umumnya, Tapi itu di anggap salah oleh wanita tua yang di panggil Grammy oleh suaminya tadi.
" Kau tidak menundukkan kepala mu terhadap ku ?" Rain mengangkat sebelah alisnya saat baru saja dia duduk di kursi yang di siapkan suaminya, Dia sudah di ajak adu mulut oleh nenek tua itu.
" Apa ini di sebuah kerajaan ? Jika iya bisa beri tahu aku kerajaan apa ini ?"
" Sayang, Sudah..." Rain langsung melirik ke arah suaminya yang terlihat ingin membelanya tapi langsung di salahkan oleh beberapa orang di sana dan termasuk Grammy tadi.
" Apakah ini wanita yang selalu kau puja ? bahkan di bawah alam sadar mu saat berhadapan dengan ajal ?"
" Brandon Minta maaf atas nama istri Brandon Grammy. " Dongkol rada hati Rain saat dia mendengar suaminya meminta maaf atas namanya.
Untuk apa ? Rain tidak salah ! Jadi untuk apa Brandon meminta maaf ?
" Aku tidak salah sayang, Jadi untuk apa kamu meminta maaf atas nama ku ? Apa kesalahan ku ?" Tanya Rain yang merasa tidak terima suaminya di perlakukan seperti itu.
Apalagi saat Rain merasakan genggaman tangan suaminya dan gelengan kecil dari Brandon untuk tidak meneruskan ini.
Tapi bukan Rain jika dia bisa menurut begitu saja.
" Keras kepala ! "
" Jangan pernah berani menilai ku jika kau tidak tau siapa aku !" Rain mulai tersulut emosinya dan menunjuk salah satu pria seusia suaminya mungkin yang dengan berani mengatakannya keras kepala.
" Turunkan tangan mu, Kau telah lancang berani menunjuk cucu ku seperti itu. " Rain menatap wanita tua itu.
Apa saat ini mereka akan di adu ? mereka ingin adu mekanik dengan seorang Raina Queen Alexander Smith ?
" Aku lancang ? Tolong telaah semua ini dengan baik Nyonya. Aku tidak mengenalnya dan dia juga tidak mengenal ku walau rasanya tidak mungkin jika dia tidak mengenal ku. Karena di Eropa ini, Siapa yang tidak mengenal putri satu-satunya dari Klan Alexander ? Aku rasa tidak ada yang tidak mengenal ku atau pun keluarga besar ku. Jadi atas dasar apa dia berani mengatakan bahwa aku keras kepala ? Jika pun iya aku keras kepala, Dia tidak berhak mengatakan apa pun itu tentang pribadi ku ! " Ruang makan itu mulai panas karena apa yang mereka hadapi saat ini bukan wanita biasa.
__ADS_1
Melainkan keturunan keluarga paling berpengaruh di London bahwa seluruh daratan Eropa itu.
...🐊🐊🐊...