
" Jangan macam-macam ! Seharian ini kalian sudah membuat ku kesal tanpa tau penyebabnya !" Rain sudah terlanjur kesal pada ke empat saudara laki-lakinya.
Karena kak Matheo sudah pulang ke Indonesia makanya Rain hanya tinggal dengan ke empat saudara laki-lakinya yang sangat berbeda perangainya.
" Sudah diak saja. Jangan banyak bicara Rain ! Kau sudah terlalu banyak bicara hari ini. "
" Tapi kalian membuat ku kesal satu haria ini, Dan kenapa pula mata ku harus di tutup seperti ini ? Jika ingin memberikan ku surprise, Kalian salah. aku sedang tidak ulang tahun. " Jawab Rain lagi dengan kesalnya.
Dia benar-benar sangat kesal dengan keluarganya ini, Entah apa yang mereka rencanakan.
Tapi yang pasti hal itu membuat Rain kesal setengah mati.
" Tutup saja mulutnya dengan lakban jika dia tidak bisa diam. "
" Kakak..." Rain merengek layaknya anak kecil pada Sky.
Dia benar-benar kesal satu harian ini, Apalagi saat Rain mengetahui bahwa Brandon menemui keluarganya tapi tidak menemuinya.
Kurang ajar sekali pria gondrong itu. Lihat saja nanti bertemu, Rain tidak akan tinggal diam.
Dia akan memberi Brandon pelajaran karena telah berani membuatnya menunggu dan merindu pria itu.
Lihat saja nanti, Rain akan melakukan sesuatu padanya.
" Hey, Tunggu jangan lepaskan pegangan ini, Aku takut jatuh. Bagaimana jika nanti aku--"
Deg !
Jantung Rain berdetak kencang saat merasakan sebuah tangan besar yang menggenggamnya.
Ini bukan tangah saudaranya, Ini bukan tangan mereka. Rain tau ini tangan siapa.
Ini adalah tangan buaya gondrongnya, Buaya Belanda kesayangannya.
" Kemana saja kau hah ? Kau bisa bertemu dengan mereka tapi tidak bisa bertemu dengan ku. Kau bisa memberikan kartu mu pada Jupiter, Tapi kenapa tidak menemui ku ?" Brandon tersenyum saja mendengar bahwa kekasih hatinya ini sedang menumpahkan rasa kesalnya.
" Brandon Smith kau mendengar ku atau tidak ?" Brandon belum menjawabnya sampai tiba-tiba Rain mencubit lengan berototnya.
" Hey ! Kau mau membawa ku kemana ? Jangan main-main Brandon ! Aku bisa berteriak dan menghajar mu. " Rain sudah hendak membuka ikatan di kepalanya, Namun dengan cepat Brandon menahannya.
" Nanti dulu Sayang, Kita belum sampai. "
__ADS_1
" Tapi mau kemana ? Jangan macam-macam Brandon ! Aku akan berteriak jika kau melakukan hal yang tidak-tidak !"
" Percaya padaku Rain, Aku tidak akan macam-macam sayang. Percaya pada kum " Akhirnya Rain diam.
Dia terus berjalan sampai tiba-tiba Brandon menghentikan langkah mereka dan membuka ikatan di kepalanya.
Rain kaget saat melihat apa yang ada di depan matanya saat ini.
Apalagi saat Brandon berlutut di depannya dan mengambil tangannya.
" Raina Queen Alexander Guero My First Love. Kau tau aku sudah menantikan hal ini sejak lama. Aku berusaha sekuat tenaga ku untuk menjadi pria paling hebat yang akan memenangkan hati mu. Dan kini, Aku berlutut di hadapan mu saat ini, Untuk meminta mu menjadi istri ku. Menemani ku di sisa umurku, Berjalan bersama ku dan hidup bahagia bersama keluarga kecil kita nanti. " Rain tidak bisa berkata apa-apa lagi saat melihat Brandon yang mengeluarkan kotak cincin dari sakunya, Dan betapa bahagianya Rain saat melihat cincin yang sangat indah itu.
" Rain, Jika kamu berpikir bahwa aku berkata hal seperti ini seperti pemilik pabrik gula, Maka biarlah seperti itu. Biarlah aku menerimanya. Tapi jangan katakan semua ini bohong, Karena selama ini aku tidak pernah berbohong pada mu Rain. Jadi..." Brandon mengambil nafas sejenak dan menatap ke arah kekasih hatinya.
" Raina Queen Alexander Guero, Will You Marry Me ?"
Tes...
Jatuh air mata Rain saat mendengar kata-kata yang begitu indah keluar dari bibir Brandon.
Rain merasa menjadi wanita yang paling beruntung di dunia ini karena di perlakukan seistimewa ini oleh Brandon.
" Rain..."
" Yes I Will. " Jawab Rain dengan menganggukkan kepalanya sambil berlinang air mata.
Dia menangis haru dengan semua ini, Semua lamaran yang di berikan Brandon padanya.
Brandon pun merasa lega setelah mendengar bahwa lamarannya di terima Rain.
Walau dia juga tau jika Rain tidak akan menolaknya.
Tapi tetap saja dia merasa deg-degan dengan hal ini.
" Thank you Rain..." Ucap Brandon setelah berhasil menyematkan cincin kedua di hari manis tunangannya.
Dia sangat bahagia bisa mewujudkan impiannya bersama Rain.
Tanpa pikir panjang lagi, Rain langsung memeluk tubuh tegap Brandon.
__ADS_1
Dia menumpahkan tangis harunya di dalam dekapan pria gondrong itu.
Rain benar-benar merasa bahagia saat ini, Karena dia bisa memiliki Brandon sendirian seperti keinginannya.
" Terima kasih karena telah mencintai ku Brandon, Terima kasih karena telah memilih wanita sombong ini menjadi calon istri mu. Terima kasih karena telah membuat ku merasa bahagia di cintai pria seperti mi Brandon, A-aku menyayangi mu Brandon. Aku menyayangi mu. " Tangis Rain semakin pecah saat dia berhasil menyatakan perasaannya pad Brandon.
Rain merasa hatinya semakin tenang dan damai saat merasakan kehangatan ini.
" Sstt....Jangan menangis sayang, Jangan menangis Rain. Jangan meneteskan air mata mu sayang. Aku tidak akan membiarkannya. " Kedua tangan Branson menangkup wajah Rain dan menghapus air mata yang mengalir di pipinya.
" Biarkan aku menangis. Karena aku tidak akan menangis lagi setelah ini. " Rain masih memeluk erat tubuh Brandon sampai tiba-tiba terdengar suara gemuruh tepuk tangan ikut memeriahkan suasana malam ini.
" Hey ! Sudah jangan terus berpelukan ! Aku sudah lapar. " Alex langsung membuatkan acara tersebut karena dia merasa kesal saat melihat sepasang anak manusia yang masih saling berpelukan.
Mendengar suara Papa nya yang menyebalkan seperti itu membuat Rain kesal karena acaranya di rusak oleh Mantan penguasa itu.
" Jangan katakan hal yang bertentangan dengan hati kamu, Katakan saja jika kamu juga ingin menangis melihat Rain. " Alex tidak menjawab ucapan dari istrinya.
Karena memang apa yang di katakan Tarisa itu memang benar.
Dan Saat kedua mata mereka saling bertemu, Di sana Rain melihat wajah sendu papa nya yang menatap dalam ke arahnya.
" Papa...."
" My Rain..." Jawab Alex dengan suara bergetar.
Melihat itu, Rain pun langsung berlari menghampiri Papa nya dan langsung memeluk tubuh pria tua itu.
" Papa..." Tangis Rain semakin pecah saat berhasil masuk dalam pelukan Papa nya.
Begitu juga dengan Alex, Dia gak kalah eratnya memeluk sang putri kesayangan.
" Teruslah bahagia sayang. Terus lah tersenyum untuk kami. Jangan biarkan tangis mu menghancurkan segalanya. Dan jadilah hujan terindah untuk kami semua. Karena kamu adalah hujan terindah Papa. Kamu adalah hujan yang di anugrahkan Tuhan pada Papa. I love you so much My Rain. " Semua ikut meneteskan air matanya saat melihat interaksi antara ayah dan anak tersebut.
Bagaimana harunya mereka dengan saling memeluk dan mengutarakan perasaan keduanya.
Hal itu pula lah yang membuat semua orang merasa haru. Terutama Brandon yang berjanji akan selalu mencintai hujan terindah keluarga Alexander.
" Aku berjanji akan mencintai mu sepanjang usia ku Rain. Aku janji itu. "
...💛💛💛 ...
__ADS_1