
Setelah Brandon membersihkan dirinya, kembali masuk ke ruangan istrinya.
Tempat dimana Raina tengah di rawat intensif dan semoga akan segera sadar.
Luka di keningnya sangat parah, Hingga menyebabkannya harus mengalami operasi kecil dan menjahitnya.
" Rain Sayang, Kapan kamu akan sadar ?" Tanya Brandon yang menatap sendu pada kekasih hatinya.
Tidak ada lagi yang terlihat indah di wajah istrinya saat ini.
Bukan Brandon mengatakan Raina jelek, Tapi melihat begitu banyak luka yang ada di wajah istrinya membuat hati Brandon terasa sangat sakit.
Dia merasa gagal menjadi suami yang baik bagi istrinya hingga menyebabkan terbaring di ranjang pesakitan seperti itu dengan banyak luka di seluruh tubuh istrinya.
Brandon benar-benar merasa gagal melindungi kekasih hatinya saat ini.
" Jangan terus menangisinya. Dia bukan wanita lemah. Hidupnya sudah di tuntut keras selama ini. Jadi dia bisa melewati semua ini. Yakin lah. " Papa Alex menepuk bahu menantunya karena dia tau bagaimana rasanya berada di posisi Brandon karena Alex lebih dulu mengalami hal seperti itu.
Papa Alex cukup kaget melihat wajah menantunya yang lembab seperti itu dan ternyata pukulan cukup keras hingga membuat luka lebam di wajah buaya gondrong itu.
Dia jadi penasaran bagaimana jika Rain tau bahwa wajah suaminya lebam seperti itu ? Pasti ratu hujan itu akan mengamuk.
" Aku rasa pukulan yang di berikan Cloud cukup keras hingga menyebabkan luka membiru seperti itu di wajah mu. " Brandon menatap Papa mertuanya yang tersenyum mengejek padanya.
Dia belajar banyak dari sosok pria sombong di hadapannya ini, Karena dia tau setiap apa yang keluar dari bibirnya memiliki arti tersendiri yang membuat kita termotivasi dengan penuturan katanya.
Dan Rain juga pernah bilang padanya, Bahwa cara papa-nya yang menunjukan kasih sayangnya itu berbeda dari pada orang kebanyakan.
Papa Alex akan memakai dan mengumpat, Tapi sebenarnya, Umpatan itu adalah bentuk kasih sayangnya sebagai kepala rumah tangga di mana dia lah contoh dan tolak ukur dari semuanya.
Papa Alex adalah papa yang terhebat kata Rain. Dia begitu hebat dalam melindungi anak-anak dan orang-orang terdekatnya.
__ADS_1
Maka Rain begitu bersyukur bisa menjadi anak seorang Alexander Guero yang sangat terkenal di daratan Eropa itu.
" Jadilah pria tangguh yang hebat untuk istri mu. Kelak kau juga harus menjadi ayah yang hebat. Kau adalah perisai bagi keluarga mu sendiri. Jadi kau harus sehat. Jika kau sakit, Siapa yang akan melindungi istri mu jika bukan kau sendiri ? Tangan mu hanya dua dan kau tidak bisa melindungi mereka bersamaan. Tapi gunakan kedua tangan mu untuk mengatur agar bisa karena kedua tangan mu bisa melindungi banyak orang. " Brandon masih menatap pada mertuanya.
Dia merasa sangat beruntung bisa memiliki mertua yang hebat seperti papa Alex. Pria hebat dengan segala kehebatan dan ketangguhannya.
" Terima kasih Pa, Brandon sangat berterima kasih untuk itu. " Alex hanya tersenyum menatap menantunya.
Yang di pikir Brandon papa mertuanya tersenyum tulus padanya, Padahal yang terjadi sebenarnya adalah, Alex tengah merencanakan sesuatu yang memang tengah di rencanakannya saat ini
" Itu tidak gratis menantu ku. Tolong belikan aku jam RM keluaran terbaru. Aku tidak ingin kalah dengan asisten sombong itu. Jadi aku yang harus lebih dulu memilikinya. " Brandon pun mengangguk.
Dia menuruti apa yang di inginkan papa mertuanya itu karena menurut Brandon itu tidak seberapa.
Lagi pula apa salahnya jika Brandon menurutinya karena memang jika dia bisa.
" Baik Pa, Kirimkan saja tagihannya ke perusahaan Brandon, Nanti sekertaris Brandon yang akan mengurusnya. " Alex menatap pongah pada Brandon.
Jika begini dia sudah tidak perlu berpura-pura lagi untuk terlihat baik di depan buaya gondrong tampannya sang ratu hujan.
" Baik jika begitu. Aku akan mengirimkan tagihannya pada mu. " Papa Alex langsung pergi meninggalkan menantunya yang masih menunggu anaknya yang masih belum membuka matanya.
Alex tidak ingin berlama-lama di sana karena dia juga merasa sedih melihat keadaan ratu hujan keluarganya.
Sementara di luar sana, Anak-anak keluarga Alexander hanya menatap malas pada penguasa itu.
Terlebih lagi Sky, yang selalu menjadi musuh papa-nya sendiri.
" Lihat lah gayanya, Sudah seperti orang susah saja meminta jam yang bahkan harganya tidak sebanding dengan keuntungan yang di dapatnya dari royalti perusahaan. Tapi dasarnya jiwa matrenya saja yang tidak bisa di kendalikan. " Sky kembali mencibir Papa-nya yang tidak menganggap sedikit pun perkataannya.
" Aku rasa papa terlah berhasil kembali membuat kakak ipar kembali mengeluarkan uangnya. Apa kita juga harus memeras uang pria kaya itu ? mumpung istrinya sedang sakit. "
__ADS_1
Plak !
Jupiter menatap kakak terbaiknya, Siapa lagi jika bukan Cloud.
Dia menatap tak percaya dengan Cloud yang untuk pertama kalinya memukul dirinya seperti ini.
Cukup keras juga pukulannya.
" Kak..."
" Kenapa kau malah terlihat senang di saat saudari mu tengah terbaring tak sadarkan diri seperti itu di dalam sana ?" Jupiter hanya menunduk tidak berani menatap para kakaknya.
Dia takut menjadi bahan pukulan tiba-tiba yang akan membuat tubuhnya remuk redam nantinya .
" A-aku tidak bermaksud seperti itu kak. Hanya saja memang aku terlihat kesal karena aku hampir saja menang bertaruh game waktu itu, Tapi kak Rain mengancam akan meruntuhkan perusahaan game ku. Jadi aku takut kak. " Semua kakaknya hanya menatap malas pada adik bungsu mereka.
Mereka juga heran, Kenapa Rain bisa pelit seperti itu sementara suaminya itu kaya raya. Dia juga kaya tapi kenapa bisa pelit seperti itu.
" Setidaknya dia tidak pernah menyusahkan orang lain. Sesedih apa pun dia tidak pernah mengeluh pada siapa pun. Aku pernah melihatnya menangis saat dia merasa lelah dengan hidupnya. " Mereka semua melihat ke arah Thunder yang terlihat jarang bicara tapi kali ini dia berbicara pada mereka semua.
" Apa kalian ingat waktu kecil Rain pernah mengatakan ingin menjadi Cinderella ? Hanya saja tidak ada yang bisa menemaninya karena kita semua laki-laki. " Mereka kembali mengenang masa lalu di mana mereka yang selalu menemani Raina bermain.
Tapi karena mereka semua laki-laki, Jadinya sejak saya itu pula lah dia menjadi lebih menutup dirinya dan tidak ingin bermain lagi dengan dengan mainan anak perempuan pada umumnya karena semua saudaranya laki-laki.
" Aku tidak tau kak. " Ke-tiga kakaknya menatap tajam pada sih bungsu.
" Kau belum lahir saat itu. Lagi pula mana kami mau bermain dengan mu. "
" Kakak...." Rengek Jupiter pada kakaknya yang bernama Sky karena selalu seperti ini.
" Jika kau ingin ikut kami, Bantu kamu untuk mewujudkan impian sederhananya. "
__ADS_1
" Baik, Aku akan membelikan gaun indah untuk wanita berambut putih itu. Aku ingin dia bangga dengan ku karena aku lah yang memberikannya. "
...🐊🐊🐊...