Im The Queen ( Raina Queen Alexander )

Im The Queen ( Raina Queen Alexander )
Cari Mati


__ADS_3

Rain tengah mengendarai mobil sport milik suaminya menuju perusahaan buaya gondrong tercintanya.


Dia begitu bahagia hari ini karena dia telah bersusah payah sejak pagi berkutat di dapur bersama Mom Airin untuk membuatkan makan siang untuk Brandon.


Akhirnya, Apa yang di kerjakannya penuh dengan perjuangan berhasil.


Rain bisa membuat dua menu makan siang untuk suaminya.


" Tidak ada yang tidak bisa di lakukan seorang keturunan Alexander. Aku Raina Queen Alexander, Dan aku tidak terkalahkan. " Gumamnya dengan penuh kesombongan.


Persetan dengan apa yang orang lain katakan untuk dirinya.


Dia tidak hidup dari omongan orang lain dan dia juga tidak sukses dengan omongan sampah mereka.


Terserah orang di luar sana ingin mengatakannya sukses karena akses dan nama besar Papa nya.


Mana dia perduli. Bukan kah Papa nya bilang bahwa dia akan menyiapkan jalan yang mulus untuk anak-anaknya ?


Bahkan Papa nya tidak akan membiarkan jalan mereka ada batu besar.


Jika pun ada batu yang menghalangi jalan mereka, Maka seroang Alexander sendiri lah yang akan menyingkirkan batu tersebut agar jalan para keturunannya tidak terjal.


Dan kini, Rain tengah menikmati jalan yang sudah di persiapkan Papa nya.


" Ya, Hallo By, Ada apa ?" Tanya Rain menjawab panggilan telepon dari suaminya.


Dia memakai earphone di telinganya untuk berkomunikasi dengan suaminya.


Terdengar di sana bahwa Brandon menanyakan keadaannya, Di mana dia dan sudah sampai mana ?


Brandon khawatir karena Rain tidak memakai pengawal pribadi mereka.


Bahkan Rain juga mengendarai mobil sportnya sendiri.


" Lalu menurut kamu mobil sport itu harus memakai supir ? Hello sayang ku, Tidak kah kamu sadar berapa banyak kursi yang ada di Lambo mu ini ? Apa kamu akan membiarkan ku duduk di samping supir atau pengawal mu ?"


" Tidak ! Aku tidak akan membiarkannya. " Jawab Brandon begitu saja karena mana dia mau Rain duduk di dekat supir atau pun pengawalnya.


Berdekatan seperti itu. Tidak akan Brandon biar kan begitu saja.


" Ya sudah, jadi kenapa masih cerewet jika aku membawa mobil sport ? Jika lecet atau kecelakaan aku bisa menggantinya. Lalu masalahnya di mana ? Sudah lah jangan berlebihan aku akan---"


Brak !


" Shut ! What the f*CK ?" Umpat Rain saat tiba-tiba mobilnya di salip begitu saja hingga menyebabkannya menabrak mobil yang ada d depannya.


" Rain, Sayang...ada apa ? My Rain, Kamu kenapa sayang ?" Brandon sudah panik saat mendengar suara hantaman yang cukup keras.


Apalagi Brandon juga mendengar umpatan kasar yang keluar dari bibir istrinya.

__ADS_1


" Raina, Sayang...Ada apa Rain ? Hallo, Raina ?" Brandon panik saat tidak mendapatkan jawaban apapun lagi dari istrinya.


Sementara Rain yang berada di dalam mobilnya menatap marah pada mobil Jeep putih yang menyalip mobilnya.


Yang membuat Rain tidak habis pikir bahwa tidak ada satu orang pun yang keluar dari mobil tersebut hingga membuat jiwa gila Rain langsung bangkit begitu saja.


Jiwa kegilaannya yang sudah lama tidak di salurkannya kini dia mendapatkan sebuah permainan untuk segera di selesiakannya.


" Kalian salah orang jika sampai menargetkan ku !" Raina mengikat rambut panjangnya yang menjadi kebanggaannya dan juga yang menjadi kesukaan sang suami tercinta.


" Mati lah kalian jika membuat ku marah." Gumamnya pagi yang keluar dari dalam mobil dengan meletakan kaca mata hitamnya di atas kepala.


Rain hanya memakai celana pendek dan kaos press body dan blazer hitam di luarnya.


Bukan hanya itu saja, Bahkan Rain juga hanya mengenakan sendal jepit saja untuk ke perusahaan suaminya.


Siapa yang berani melarangnya ?


Blam !


Rain membanting pintu mobilnya begitu saja dan langsung menghampiri mobil yang berada di depannya.


Belum sampai Rain ke mobil tersebut, Dua orang berbadan besar keluar dari mobil tersebut.


Rain menatap sengit pada mereka berdua yang terlihat sangat menyeramkan bagi orang lain mungkin.


Tapi tidak baginya karena menurut Rain mereka tidak menyeramkan sama sekali.


" Kau yakin bisa membawa ku ? Bawa aku jika kau bisa !" Rain melipat kedua tangannya di dada dan menatap remeh pada kedua pria tersebut.


Tidak suka di remehkan seperti itu, Bisa itu langsung melancarkan aksinya untuk membawa Rain pada bos mereka.


" Eits...Kau kurang cepat botak !" Rain langsung mengelak saat pria yang di sebutnya botak tadi ingin menarik tangannya.


" Aku saran kan pada mu untuk berhenti. Aku kasihan pada kalian berdua jika sampai kehilangan salah satu organ kalian. Aku pernah membelah perut manusia dan mengeluarkan isi perut mereka dengan tangan ku sendiri. Apa kalian ingin merasakannya ?" Mereka tidak percaya dengan apa yang di katakan wanita cantik itu.


Tidak mungkin dia bisa mengalahkan mereka berdua bukan ?


Apalagi tubuhnya yang kecil seperti itu. Mustahil bagi mereka untuk wanita itu mengalahkan keduanya.


Melihat tatapan remeh dari orang itu membuat Rain kesal.


Dia paling benci di tatap seperti itu. Dan dia tidak menyukainya.


Tanpa aba-aba Rain langsung melancarkan aksinya pada salah satu pria itu.


Bugh...


" Sialan beraninya kau !" Pria botak itu menggeram karena rahangnya terasa panas karena telah di hantam olah kaki mulus wanita itu.

__ADS_1


" Jangan sampai aku membuat mu mendesah di bawah ku. Kau telah berani membuat ku marah. "


Bugh...


" Jangan pernah membuat ku marah sialan ! Kalian tau siapa yang sedang kalian hadapi saat ini huh ? kau bahkan bisa membuat kalian--Lepaskan aku sialan ! jangan pernah menyentuh ku !" Rain langsung berontak dan melancarkan aksinya.


Dengan gerakan cepat dia langsung bisa memutar tangan pria itu dan mematahkannya begitu saja hingga terdengar bunyi yang sangat nyaring.


Kretak !


" Aaahhhkk..!"


" Sialan ! Kau akan mati. " Teman pria yang baru saja menjerit itu langsung ingin menghajar Rain.


Namun Rain langsung menghempaskan pria yang baru saja di patahkannya tulangnya oleh Rain dan langsung berduel dengan pria botak itu.


Bugh...


" Bajingan !!!" Teriak Rain saat wajahnya di pukul oleh pria itu.


Rain yang sudah terbakar emosi pun semakin brutal menyerang pria botak itu hingga membuat pria itu tidak menyangka dengan apa yang di lihatnya saat ini.


Gerakan wanita itu sangat cepat hingga membuatnya tidak bisa menangkis pukulan bertubi-tubi yang di layangkan pria itu.


Bugh...Bugh...Bugh...


Krak !


" Aahhhkkk !" Jerit pria botak itu saat kepalanya di putar oleh Rain hingga membuatnya menjerit kesakitan.


Tidak sampai sampai di situ saja, Rain juga sudah menjerat leher pria itu dengan tangannya hingga membuat nafas pria itu mulai tersengal dan hampir kehilangan nafasnya.


" Le-paskan aku. "


" Katakan pada ku siapa yang menyuruh kalian untuk mencelakai ku sialan ? katakan pad aku siapa ?" Teriak Rain merasa marah dengan kedua pria itu.


" Kami--Aahhkkk...." Pria botak itu kembali menjerit saat merasa lehernya di sayat oleh sebuah pisau yang entah sejak kapan berada di tangan wanita iblis itu.


" Katakan pada ku siapa ? Atau kalian ingin mati saat ini juga ?"


" Aahhkk...Lepaskan !"


" Katakan siapa yang menyuruh kalian bajingan ! katakan pada ku ! " Raina sudah tidak bisa mengontrol emosinya lagi saat pria itu tidak juga ingin mengatakan yang sebenarnya.


" Nyonya Eve Smith. " Rahang Rain mengetat saat mendengar apa yang di katakan pria botak itu.


Dia tidak bisa lagi mengontrol dirinya. Dia harus segera membuat perhitungan dengan orang tua itu.


Di akan membuat wanita tua itu menyesal karena telah berani berniat mencelakainya.

__ADS_1


...🐊🐊🐊...


__ADS_2