
Setelah acara fitting baju pengantin untuk Eliza tadi dan Raina yang menguras isi dompetnya dengan barang-barang mahal yang di belinya di mall tadi, Akhirnya mereka pulang ke rumah sebelum jam makan malam.
Saat jam makan malam telah tiba dan mereka semua sudah berada di meja makan dan selesai berdoa, Setiap wanita masing-masing menyiapkan makanan untuk para pria mereka tapi tidak dengan Raina karena Brandon takut perut istrinya yang terantuk pinggiran meja makanya dia saja yang mengambil makanan untuk Raina dan dirinya sendiri.
Begitu juga dengan Eliza, Dia berusaha menjadi istri yang baik untuk Cloud dan menyiapkan makanan untuk pria itu.
" Gege ingin apa ?"
Byur...
Alex menyemburkan air dari dalam mulutnya saat mendengar panggilan yang di sematkan calon menantu China itu pada putranya yang paling tampan.
" Papa tidak apa-apa ?" Diandra yang dekat dengan Papa mertuanya berusaha memberikan tisu pada pria tua itu dan beruntung di terima oleh pria menyeramkan itu.
Alex masih menatap pada Eliza yang terlihat ketakutan saat di tatap oleh Papa mertuanya seperti itu.
Yang mana membuat Cloud menengahi itu semua.
" Pa, Kenapa harus menatap Eliza seperti itu ? Apa yang salah dengan ini semua ?"
" Aku tidak mengatakan itu salah. Aku hanya terkejut saja !"
" Raina juga tidak mengerti karena Eliza memanggil Rain dengan panggilan Sao Sao !" Diandra hanya tersenyum melihat raut wajah Papa mertuanya dan adik iparnya.
Dia mengerti panggilan seperti itu karena dia paham betul dengan silsilah keluarga seperti mereka ini.
" Jangan sampai kau memanggil ku dengan panggilan Gong Gong, Jika sampai kau berani memanggil ku seperti itu aku akan membelah kepala mu dan mengeluarkan isi kepala mu. " Tarisa hanya tersenyum saja mendengar Omelan dari suaminya.
__ADS_1
Dia begitu bahagia sekali dengan semua ini. Ternyata ada yang berani memanggil suaminya dengan panggilan seperti itu. Walau belum terjadi tapi rasanya itu sangat memuaskan bagi Tarisa.
" Ah... Xi Fu...Sini sayang, Biar Po Po peluk sini. " Alex hanya bisa memutar bola matanya malas melihat drama kolosal seperti ini.
Sudah seperti drama jaman dinasti jaman dulu seperti itu.
" Hentikan drama ini ! Kalian pikir ini jaman Dinasti Han ? "
" Ah ..Biarkan saja Papa mertua mu ya Xi Fu, ayo makan. Hidangkan makanan untuk Gege mu oke ?" Eliza tersenyum kaku saat mendapatkan pelukan dari ibu mertuanya.
Tapi saat melihat tatapan tajam dari Papa mertuanya Eliza menunduk karena takut.
" Jangan menatap menantu seperti itu sayang. Jangan membuat menantu ku takut !"
" Terserah mu Tarisa ! Terserah mu. " Alex malas berdebat lagi dengan istrinya.
" Gege mau apa ? Ayam goreng mau ?" Eliza kembali menawarkan pada Cloud apa yang ingin di makan calon suaminya.
" Ambil kan saja El, Tolong sambalnya juga. " Eliza mengangguk dan mengambilkan apa yang ingin di makan calon suaminya.
Mereka makan dengan hening tanpa ada suara apa pun lagi.
Alex merasa paling tidak semangat di sini karena dia merasa bahwa panggilan China itu tidak cocok dengan wajahnya yang bule dan begitu menyeramkan itu.
Panggilan China seperti itu cocok untuk Cloud, Thunder dan Sky, Jika untuk dia, Matheo dan Jupiter rasanya itu sangat memalukan sekali.
" Makan El, Habiskan makanan mu. Jangan membuat Papa kembali memarahi mu. " Eliza terpaksa menghabiskan makanannya karena takut di marah Papa mertuanya.
__ADS_1
Kini, Eliza dan Cloud tengah berada di balkon atas dan saling memeluk dengan selimut yang membungkus tubuh mereka berdua.
Bukan melakukan hal yang tidak-tidak. Mereka hanya saling memeluk dan minum susu hangat yang menemani mereka berdua.
" El..."
" Ya..."
" Aku sudah melihat beberapa rumah yang ada di sini, Aku telah memilih ya beberapa dsn hanya tinggal pilihan mu saja." Eliza semakin memeluk tubuh pria yang telah begitu tulus mencintainya.
" Jangan yang terlalu besar. Aku hanya ingin memiliki rumah sederhana. Di mana ada taman kecil di sana untuk aku berkebun menanam bunga, Aku sangat menyukai rumah yang sejuk seperti ini. Tapi jangan sebesar ini juga. " Cloud mengelus kepala Eliza dengan penuh kasih sayang karena memang dia menyayangi wanita yang akan menjadi istrinya ini.
Kesederhanaan yang di miliki Eliza lah yang membuatnya jatuh hati dan jatuh cinta padanya.
Sikap polos Eliza yang mampu mengalihkan pandangan Cloud sati banyaknya wanita yang siap untuk menjadi pendampingnya.
" Aku ingin memiliki anak kembar juga, Apakah aku bisa memiliki anak ? Apa Tuhan akan memberikan ku anak-anak yang luar biasa seperti kamu ? Kamu kembar dan aku juga kembar, Bisa kah kita mendapatkan anak kembar ? Jika tidak pun ya tidak apa-apa. Aku sudah sangat bahagia jika tuhan memberikan anak pada ku.. "
" Percaya lah bahwa Tuhan itu akan memberikan anak pada. Jika tuhan tidak memberikan anak pada kita, Masih banyak anak panti asuhan yang membutuhkan uluran tangan kita. Mereka juga bisa menjadi anak kita El, Di mana aku dan kamu juga anak kita nanti akan hidup bersama dengan bahagia. "
" Tapi pekerjaan kamu ? aku tidak ingin kembali ke London Ge, Aku tidak ingin. "
" Kita tidak akan kembali tinggal di sana. Dia hanya akan sesekali datang ke sana. Papa juga sudah memutuskan akan tinggal di Swiss bersama Mama. Mereka akan menikmati masa tua di sana. Di mana rumah itu adalah rumah yang pernah di tempati oleh Nenek dulu. Mama ingin tinggal jauh dari keramaian kota. Mereka ingin hidup dengan bahagia di masa tua dengan penuh kebahagiaan. " Eliza merasa sedih dengan berita yang di sampaikan Cloud padanya, Bahwa Papa dan Mama mertuanya akan tinggal di Swiss.
" Papa sudah memikirkan ini sejak lama. Papa akan mengikuti keinginan Mama yang ingin tinggal di tempat di mana mereka bisa berjalan dengan bergandengan tangan tanpa rasa takut akan bahaya yang mengincar pada mereka. Mama sangat ingin tinggal di tempat tidak ada satu orang pun yang mengenal Papa dengan segala kekuasaannya. "
...🐊🐊🐊...
__ADS_1