
Raina di ajak Brandon untuk pergi ke apartemen.
Entah apa maksud suaminya ini, Tapi yang pasti Rain cukup terhibur dengan fasilitas apartemen mewah suaminya ini.
Di mana semuanya sangat lengkap dan terlihat sangat aestetik.
Tapi tunggu, Kenapa suaminya mengajak Rain utuk ke sini ?
Apalagi saat melihat Brandon yang sudah membuka bajunya dan membuka tirai di ujung sana.
Terlihat sudah punggung kekar itu yang di penuhi dengan tatto dan apa yang di ambil suaminya ?
Cat, Kuas, dan canvas ?
Sejak kapan suaminya ini pandai menulis ? kenapa dia tidak mengetahuinya ?
" Sejak kapan kamu pandai melukis ?" Tanya Rain sambil memeluk tubuh suaminya dari belakang.
Brandon tersenyum menerima pelukan dari istrinya.
" Sejak aku selalu mendapatkan foto tentang kami, Aku selalu memikirkan kamu. Hingga akhirnya aku masuk ke dalam kelas seni privat dan akhirnya aku bisa melukis wajah cantik kamu sayang."
Blush...
Merah wajah Rian mendapatkan jawaban dari suaminya.
Kapan sih suaminya ini tidak bersikap manis ?
" Lepaskan saja sayang, Jangan di tahan. "
Plak !
__ADS_1
" Auhh...sayang..." Pekik Brandon saat kembali merasakan punggungnya di pukul sang istri.
" Kenapa memukul sayang ? Kenapa suka sekali memukul ku ? Apa kau berniat melakukan kdrt pada ku ? " Rain hanya mencebik saja.
Dia mengingat bagaimana jika Papa-nya di pukul Mama Tarisa dan akan selalu mengatakan Mama-nya melakukan kdrt padanya.
" Jangan berlebihan, Lebih baik selesaikan saja lukisan kamu. Aku ingin melihat ruangan ini. " Rain menuju kamar utama di dalam apartemen tersebut sampai dia memasuki ruangan yang memiliki pintu kaca.
Entah apa konsepnya, Tapi Rain penasaran saat melihat beberapa lukisan yang di tutupi lain putih tersebut.
Dan betapa terkejutnya Rain saat memasuki ruangan itu dan melihat betapa banyaknya lukisan dan foto tentang dirinya.
Rain mengingat setiap foto yang ada di sana dia di mana dan senang apa.
Bahkan yang lebih parahnya lagi, Kenapa Brandon bisa memiliki begitu banyak foto tentang dirinya yang terpajang di sana.
" Dia benar-benar mencintaiku sampai sebegini jauhnya ? Tapi bagaimana jika suatu saat aku tidak bisa membahagiakannya ? Aku jauh dari kata sempurna. Sementara dia ? Dia memiliki segalanya dan sangat sempurna di mata semua orang. " Rain berbicara pada setiap foto yang ada di sana.
Sampai dia melihat sebuah foto di mana saat itu adalah saat kelulusannya dan dia hanya di temani Papa-nya saja karena saat itu Mama-nya tengah sakit karena terus memikirkan keadaan kakaknya.
" Hubby..." Rain kaget saat kini gantian Brandon yang memeluknya dari belakang.
Bahkan dia juga mendapatkan kecupan manis di puncak kepalanya.
" Saat itu, Saat aku mendapatkan foto itu, Aku sedang berada di Italia. Aku mendapatkan kabar bahwa kamu menangis setelah kelulusan mu. Hari di mana aku mendapatkan kabar bahwa kamu lulus dengan nilai yang sempurna, Aku ikut bangga dan bahagia dengan pencapaian mu. Tapi aku bersedih karena saat itu aku tidak bisa memeluk mu dan membantu mu untuk mengusap air mata mu atau hanya sekedar memberikan tissu saja. Hati ku benar-benar sedih saat itu sayang. " Merek berdua berdiri di dekat jendela besar yang dari sana mereka bisa langsung melihat pusat kota.
Apalagi kini salju mulai turun, Dari sini mereka juga bisa melihat dengan jelas buliran-buliran halus itu mulai turun dan menutupi bagian bumi.
" Apa kamu tau sayang ? Saat itu aku bisa saja menemui mu kapan pun aku mau. Tapi aku tidak bisa melakukannya. Aku selalu di hadang oleh orang-orang papa mu. Bahkan pernah sekali aku nekad menemui mu saat liburan di Boston karena saat itu aku juga sedang di Nevada. Aku bisa saja menemui mu, Tapi aku mendapatkan pengawalan ketat dari mereka. Yang membuat ku hancur lagi saat itu adalah aku yang ingin menemui mu di Spanyol, Tapi aku kembali gagal karena perusahaan ku yang hancur oleh Tangan luar biasa papa mertua. Aku harus kembali bersusah payah untuk menaklukan segalanya demi kamu. " Rain mendengarkan dengan seksama apa yang di jelaskan suaminya.
Dia tidak menyangka jika Brandon bisa sejauh itu memantaunya.
" Lebih sakit lagi hati ku saat kamu di cium oleh pria brengsek itu Rain, Rasanya aku ingin mematahkan seluruh tulangnya karena telah berani mencium kamu. Aku marah sayang. Aku benar-benar marah saat itu.
__ADS_1
" Tapi bukan aku menerimanya. Aku hanya tidak menyangka jika dia bisa melakukan hal itu pada ku. Jika aku tau dia akan mencium ku, Maka aku akan menolaknya. Enak saja dia mencium ku sembarangan. " Jawab Rain yang merasa tidak terima dengan apa yang di katakan suaminya.
Brandon tidak berpikir bahwa rain menerima ciuman itu bukan ?
" Jangan bilang kamu berpikir bahwa aku menerima ciuman itu. " Brandon menggelengkan kepalanya karena bukan seperti itu maksudnya.
Dia tidak bermaksud seperti itu.
Hanya saja dia merasa tidak terima dengan semua yang di lakukan Darius pada Raina.
Apalagi dia tau bagaimana Darius yang begitu terobsesi dengan istrinya.
" Aku bahkan pernah di tantang olehnya untuk bertanding di ring, Tapi aku saat itu dalam keadaan pemilihan kaki ku. Jadi aku tidak menjawabnya " Rain sedikit kaget dengan cerita suaminya..
Bermasalah dengan kakinya ? kenapa ?
Kenapa Rain tidak mengetahui tentang ini ?
" Kenapa dengan kaki kamu ?"
" Aku koma selama hampir 7 bulan sayang. Bahkan saat aku sadar kakiku di nyatakan lumpuh sebelah kirinya. Aku menjalani terapi rutin, sampai suatu ketika aku mendapatkan kabar dari sekretaris ku bahwa aku mendapatkan tamu di bawah. Mereka tidak mengatakan siapa, Tapi saat mereka masuk aku sangat terkejut karena yang adalah Papa mertua dan paman Markus. Papa mertua menghantam kaki kiri ku dengan keras hingga terdengar seperti patah tulang. Aku menjerit hebat, Tapi setelahnya aku bisa berjalan lagi. " Rain semakin tidak percaya dengan apa yang di katakan suaminya.
" Kapan Papa datang menghampiri kamu ?"
" Aku lupa, Tapi yang pasti saat itu Papa meminta imbalan sebuah Lexus terbaru tipe yang paling tinggi untuk apa yang telah di lakukan ya. " Raina tidak terima dengan apa yang di lakukan Papanya.
Kenapa Papa-nya meminta mobil pada Branson saat itu ?
Bahkan mereka belum memiliki hubungan apa pun.
" Aku tau mobil itu. Lexus terbaru berwarna silver. " Brandon mengangguk.
" Papa bilang itu sebagai tanda jadi atas hubungan kita sayang. Bahkan Papa juga meminta ku untuk menunjukan berapa banyak harta yang ku miliki. Yang aku sendiri pun tidak tau seberapa banyak yang ku miliki. " Rain semakin menatap tak percaya pada suaminya.
__ADS_1
Apa Papa-nya memeras Brandon dan menjadikannya sebagai jaminan ?
...🐊🐊🐊...