Im The Queen ( Raina Queen Alexander )

Im The Queen ( Raina Queen Alexander )
Nyawa Kucing


__ADS_3

Raina menatap datar pada pria bernama Alexander yang sejak tadi juga menatap datar ke arah mereka.


Bukan hanya kepadanya saja, Tapi juga kepada semua orang di sana terutama pada Mama-nya.


Bahkan kini Raina juga melihat interaksi ke-dua lansia itu membuatnya muak seketika.


" Lebih baik kita ke rumah Dad Mario saja Hubby. Percuma saja kita di sini aku menangisi nasib calon anak ku yang akan tidak akan memiliki kakek ternyata kakeknya masih hidup. Bahkan terlihat sangat sehat sekali setelah menghadapi maut. " Brandon tidak berani menjawab ucapan istrinya yang terlihat kesal seperti itu pada Papa-nya.


Bukan hanya Pada Raina saja, Tapi Mama mertuanya pun begitu demikian. Mama Tarisa juga menatap sengit pada pria yang memang terlihat lebih sehat dari pria yang baru saja sadar dari perjalanan panjangnya.


Brandon pun menatap tak percaya pada pria itu. Dia jadi berpikir jauh saat ini.


Apakah Papa mertuanya itu berteman dengan malaikat maut ? Karena menurut yang dia tau, Papa mertuanya itu sudah tidak terhitung lagi berapa jumlah peluru yang menembus kulitnya.


Sementara Brandon satu pun tidak memiliki bekas luka apa pun di tubuhnya selain luka habis kecelakaan waktu itu yang membuatnya koma selama hampir 7 bulan lamanya dan melewatkan begitu banyak kehidupan sang wanita kecintaannya.


" Jangan kan berteman dengan malaikat maut, Bahkan malaikat maut saja pun takut pada Papa mertua mu itu ! " Brandon langsung menatap pada Kakak iparnya yang memiliki wajah tak kalah sengitnya saat ini.


Dia cukup tercengang dengan apa yang di katakan kakaknya. Apa Sky bisa membaca pikiran ?


Apa mereka ini keturunan cenayang ?


" Yang pasti aku bukan keturunan cenayang. Aku keturunan pria bernama Cristian Alexander Guero--"


" Yang sangat menyebalkan !" Sumpah demi apa pun Brandon semakin kaget di sini.


Kenapa sepertinya mereka tengah berada di jalur konflik saat ini ?


Di mana terdiri beberapa kubu di sini atau lebih tepatnya dua kubu yang saling mempertahankan daerahnya masing-masing.


" Hey ! Apa maksud mu mengatakan aku menyebalkan ? apa kau benar-benar berharap aku mati iya ? apa kau ingin sekali menjadi janda kaya dari seorang Alexander iya ?" Alex tidak terima dengan apa yang di alaminya saat ini.


Kenapa Tarisa mengatakannya menyebalkan ?

__ADS_1


Tidak tahu kah wanita itu jika dia sangat ingin memeluk wanita itu ?


Sehari tidak bertemu saja rasanya Alex sudah sangat merindukan wanitanya itu.


Tapi apa yang di dapatnya ? Bahkan Tarisa tidak menanyakan kondisinya.


" Ayo keluar. Sebentar lagi ada ledakan bom atom di sini. " Markus pun memimpin jalan untuk anak-anak itu keluar dari ruangan pria yang dia tau bahwa pria itu sangat merindukan istrinya.


Hanya saja gengsinya yang setinggi langit itu membuatnya enggan terlihat lemah di mata banyak orang.


Padahal Markus yakin seratus persen dan berani mempertaruhkan seluruh harta kekayaan Alexander untuk di sumbangkan pada orang-orang tidak mampu bahwa saat ini pria itu sangat merindukan istrinya.


Wanita yang di jeratnya puluhan tahun lalu dengan hutang yang sebenarnya tidak ada sama sekali.


Wanita yang baru saja bekerja selama 3 hari di sebuah hotel mewah milik pria itu sendiri.


Di panggil ke ruangan kerjanya dan langsung di pecat tanpa sebab dan tak lama terbelit hutang lalu di paksa untuk menjadi pelayannya.


Bukan pelayan, Markus meyakini itu bukan sebuah pelayanan karena dia yang mengetahui semua itu juga tidak akan membenarkan soal pelayanan tersebut karena yang dia tau Alexander mencintai wanita itu maka dia berusaha menjeratnya sebisa mungkin.


Markus juga merasa sangat bersyukur bahwa pria yang telah menyelamatkan hidupnya itu memiliki kehidupan yang sempurna saat ini.


Markus juga selalu mendoakan pria itu untuk bisa dan memiliki kehidupan yang lebih baik dan selalu dalam lindungan Tuhan.


Karena pria itu pula lah dia bisa memiliki semua ini dan juga istri luar biasa seperti Lisa.


Memikirkan Lisa membuatnya benar-benar sangat merindukan mochi kesayangannya itu.


" Ahhh...Aku merindukan mu Mochi ku. " Markus memilik untuk menyewa ruangan di selah Alex dan memerintahkan anak buah Mario untuk berjaga di seluruh lantai yang telah di kosongkan itu karena ada Alex yang menempati lantai ini.


Kembali ke ruangan pria yang baru saja selamat dari maut itu, Dia tengah menatap datar pada wanita yang dia tau bahwa sejak tadi wanita itu menahan tangis dan kesalnya sekaligus.


" Kau tidak merindukan ku ?" Tarisa masih diam di tempatnya tanpa ingin melakukan hal apa pun.

__ADS_1


Melihat Tarisa yang seperti itu membuatnya menghela nafasnya panjang karena dia tau apa yang tengah di rasakan istrinya saat ini.


Dia tau bahwa wanita itu pasti sangat terpukul melihat keadaannya tadi.


Sialan ! kenapa aku harus tidak sadar kan diri setelah di operasi. Aku kembali melihat air mata kesedihan di mata indah itu.


Alex mengumpat dalam hatinya karena dia merasa bahwa dia tidak sekuat dulu lagi. Kenapa dia harus muntah darah hanya karena sebuah peluru yang menembus kulitnya.


" Kemarin lah, Aku tau bahwa kau merindukan ku dan ingin memeluk tubuh ku lagi bukan ?" Alex merentangkan ke-dua tangannya agar Tarisa datang padanya.


Namun dia mendapatkan penolakan dari Tarisa yang membuatnya heran dan kaget sekaligus.


" Kenapa ? kenapa kau tidak ingin memeluk ku ? Apa kau sudah tidak mencintai ku lagi iya ? Apa kau sudah tidak ingin bersama ku lagi ? Tau kau sudah tidak---" Ucapan Alex langsung terhenti saat dia merasakan bahwa bibirnya telah di hisap dan di lummat oleh Tarisa.


Alex yang mendapatkan ciuman dari Tarisa hanya bisa diam sambil membalas apa yang di lakukan istrinya.


Karena Alex tau bahwa saat ini Tarisa tengah melampiaskan kekesalan hatinya. Ciuman yang menyiratkan sebuah ketakutan di dalamnya dan Alex sadar bahwa itu karena dirinya.


Satu-satunya alasan Tarisa menangis adalah Alexander.


" Maafkan aku. " Ucapnya dengan tulus setelah mereka melepaskan tautan bibirnya.


Dia mengusap air mata yang mengalir deras di mata istrinya.


Dia juga memberikan kecupan manis di keningnya.


" Maafkan aku yang selalu membuat mu menangis ketakutan seperti ini. Aku mohon bersabarlah. Setelah anak-anak hidup dengan baik aku akan mengikuti keinginan mu untuk hidup sederhana. Aku mohon tunggu setelah mereka berumah tangga dan memiliki kehidupan yang lebih baik. Aku mohon bersabar lah untuk paling lama satu tahun lagi. Cloud akan menikah dan setelah itu aku akan ikut dengan mu. Aku akan ikut tinggal di mana pun yang kau inginkan. "


" Kamu berhutang banyak pada ku. Bukan kah kamu pernah mengatakan bahwa kamu akan membayar setiap air mata ku yang jatuh ? aku tadi lupa menghitungnya. Jadi berikan saja aku mutiara pink dari laut Selandia baru. Kamu harus membelikan itu semua untuk ku. Aku ingin memiliki gelang itu dan bukan hanya untuk ku saja. Kamu harus membelinya banyak. Karena aku ingin setiap wanita klan Alexander memiliki itu. Termasuk cucu-cucu ku juga !" Alex hanya bisa berdecak kesal mendengar permintaan Tarisa.


Tapi dia akan menurutinya.


" Kau itu matre sekali. Semakin tua kau semakin menghitung segalanya dengan uang. "

__ADS_1


" Biarkan saja. Aku menyadari kebodohan ku di masa lalu yang tidak mengerti bagaimana cara menghabiskan uang mu yang tidak ada habisnya itu. Jadi biarkan aku membaginya dengan para menantu dan cucu wanita ku. "


...🐊🐊🐊...


__ADS_2