
" Kita sedang apa di sini ?" Tanya Raina pada seluruh keluarganya yang sedang mengintip bagaimana cara Cloud berinteraksi dengan Eliza wanita yang begitu malang.
" Aku tidak tau sayang. " Jawab Cloud pada sang istri karena memang dia tidak mengerti apa yang mereka lakukan saat ini.
" Apa kita tengah menyaksikan adegan sinetron ? Seperti yang sering di tonton kak Diandra ?" Diandra melihat ke arah Raina yang menyebut namanya.
Ya walau memang benar apa yang di katakan Raina tapi setidaknya jangan di katakan di depan keluarga besarnya karena itu sangat memalukan.
Apa kalian tahu wahai penduduk noveltoon, bahwa Diandra adalah penikmat sinetron ikan terbang ?
Ya Diandra adalah fans berat sinetron ikan terbang.
" Aku jadi penasaran bagaimana saat Cloud malam pertama nanti ?"
Plak !
" Jangan berkata seperti itu. Bagaimana pun Cloud adalah putramu juga. " Alex menatap Sengit pada istrinya.
Tarisa selalu saja melakukan kekerasan dalam rumah tangga apa adanya.
" Yang berkata bahwa Cloud bukan anakku itu siapa ? Aku tidak mengatakan bahwa Cloud bukan putraku. Jadi kenapa kamu memukul ku ? Kenapa kau selalu melakukan kekerasan dalam rumah tangga padaku ?" Apakah mereka akan kembali menyaksikan drama rumah tangga antara Alexander dan Tarisa ?
" Sudahlah ayo kita berjalan-jalan. Kita menikmati makanan-makanan enak. " Raina langsung mengajak suaminya pergi dari rumah itu dan kembali menikmati kebersamaan mereka.
Karena memang mereka pergi ke Indonesia untuk tujuan jalan-jalan dan menikmati kuliner.
Tapi ternyata mereka malah di sibukkan dengan acara pernikahan antara Cloud dan juga Eliza.
Sementara di bawah sana, Cloud masih menggenggam tangan Eliza dan saling melemparkan senyuman.
Dia bisa bernafas lega saat ini karena Eliza telah menerima lamarannya dan siap menikah dengannya.
" Apa ingin berjalan-jalan ? Aku bisa membawamu keliling kota ini. " Eliza menatap ke arah Cloud dengan senyuman di wajahnya.
" Ke mana ? " Tanya Eliza pada Cloud.
" Ayo aku akan membawamu jalan-jalan. Kita bisa menikmati makan malam di luar. " Eliza mengangguk dan ikut bersama Cloud yang membawanya.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan di dalam mobil keduanya tadi lempar senyum dan canda tawa.
Entah kenapa rasanya beban di punggung kok sudah berkurang saat melihat Eliza tersenyum bahagia seperti ini.
Karena saat ini melihat Indonesia tersenyum adalah tujuan hidup kelak yang utama baginya .
" Apa kamu bahagia ? " Eliza tersenyum pada Cloud dengan sangat indah.
" Kita mau ke mana ? ini masih siang dan kamu mau ngajak makan malam ? Yang benar saja. " Suara Eliza mengalun dengan indah di telinga Cloud.
Wanita yang cantik, tutur bahasa yang lembut, dan Ketulusan hatinya lah yang membuat Cloud jatuh cinta padanya.
" Kita bisa ke pantai. Aku akan mengajak mu bermain di sana. Kamu tidak pernah keluar dari rumah saat di London. Kita juga jarang bertemu karena setiap kali aku ingin mengajak mu pergi kamu selalu menolak. " Eliza menyesal karena telah mengabaikan pria tulus ini.
Dia merasa sangat bersalah dengan sikapnya selama ini pada Cloud.
" Maaf..." Cloud malah tersenyum dan menyentuh kepala Eliza dan mengusap rambutnya.
" Tidak Apa-apa. Aku baik-baik saja selama kamu juga baik-baik saja. " Eliza merasa sangat malu sekali dengan apa yang telah di lakukannya selama ini telah membuat Cloud merasa berjuang sendiri untuknya.
Padahal selama ini dia juga berusaha keras untuk menguatkan hatinya untuk Cloud.
" Kita ke pantai saja. Setelah acara pernikahan nanti aku akan mengajak mu berlayar di laut lepas. Kita akan menikmati semua itu sendiri. Aku bisa mengendarai yacth. "
" Aku ingin naik kapal bersama mu. Kata mereka kamu bisa mengendarai kapal, Pesawat, helikopter dan apa lagi yang kamu tidak bisa lakukan ? apa naik paralayang bisa ?" Tanya Eliza lagi pada Cloud.
Sementara Cloud merasa bahagia karena Eliza semakin ke sini semakin terbuka dengannya.
" Kita akan melakukannya nanti. Aku akan mengajak mu kemana pun yang kamu inginkan. " Eliza mengangguk.
Selama perjalanan mereka, Cloud terus saja menggenggam tangan Eliza hingga saat mereka sampai di pantai yang sangat terkenal di kota besar ini, Cloud langsung mengajak Eliza keluar dari sana.
" Panas, Apa kamu tidak memiliki topi ? Apa ingin membelinya ?"
" Terserah, aku tidak memiliki uang sama sekali. " Miris sekali hati Cloud saat dia bergelimang harta dan uangnya banyak, Eliza tidak memiliki apa pun dalam hidupnya.
maka Cloud akan bertekad untuk bisa membahagiakan Eliza dengan apa yang di milikinya.
__ADS_1
" Aku memang tidak sekaya kak Sky dan kak Matheo, Begitu juga aku memang tidak segagah Brandon kakak ipar ku, Tapi aku akan berusaha untuk membahagiakan mu dengan apa yang ku miliki. Maka mulai sekarang katakan pada ku apa yang kamu inginkan maka aku akan membelikannya untuk mu. " Mata Eliza berkaca-kaca mendengar apa yang di katakan Cloud padanya.
Dia merasa sangat bahagia sekali dengan apa yang di milikinya saat ini karena Cloud adalah miliknya.
" Jika saja di sini bisa mencium mu dengan bebas, Aku akan mencium mu El..." Ucap Cloud sambil mengusap air mata di pipi calon istrinya.
Dia hanya bisa mencium kening Eliza sebagai tanda bahwa dia sangat mencintai wanita itu.
" Sekarang jangan bersedih lagi karena aku akan berusaha untuk membahagiakan mu. Aku akan berusaha untuk itu semua El, Aku akan berusaha untuk membahagiakan mu selama hidup Ku. "
" Terima kasih..." Eliza semakin menangis di dalam pelukan Cloud.
Begitu juga dengan Cloud, Dia juga membalas pelukan dari Eliza yang terlihat sangat rapuh saat ini.
" Aku bahagia bisa memiliki kamu. Terima kasih karena mencintai aku dengan tulus. " Cloud mencium puncak kepala Eliza yang masih menangis dalam pelukannya saat ini.
" Sudah jangan menangis lagi " Cloud melepaskan pelukannya dan berjongkok di depan Eliza.
" Mau apa ?"
" Ayo naik, Aku akan menggendong kamu. " Eliza langsung menggeleng karena dia tidak mau di gendong oleh Cloud.
Orang-orang akan menatap aneh pada mereka nantinya.
" Sudah naik saja. Aku akan menggendong kamu. "
" Tapi malu. " Ucapnya lagi karena banyak orang di sekitar mereka berdua.
Tapi Cloud sama sekali tidak beranjak dari tempatnya hingga mau tidak mau Eliza naik ke punggung Cloud dan langsung memeluk leher pria itu.
" Mereka melihat ke arah kita Cloud. "
" Biarkan Saja. Aku akan membiarkan mu untuk memanggil ku Cloud. Tapi tidak jika kita sudah resmi menikah nanti. " Eliza cukup kaget mendengar apa yang di katakan Cloud padanya.
Sebenarnya Cloud ingin dia memanggil dengan sebutan apa ?
" Aku harus memanggil mu apa ?"
__ADS_1
" Waktu mu masih ada 6 hari dari sekarang, Jadi pikirkan lah mulai dari sekarang. "
...🐊🐊🐊...