Im The Queen ( Raina Queen Alexander )

Im The Queen ( Raina Queen Alexander )
Kemesraan


__ADS_3

Setelah acara lamaran tadi, Di mana saat Brandon berlutut di depannya dengan begitu gagah dan memintanya sebagai calon istrinya.


Dan dengan luar biasanya, Rain tidak sanggup menolak pesona luar biasa seorang buaya gondrong kesayangannya itu.


Rain juga bingung, Kenapa Brandon bisa seluar biasa itu ?


Kini, Keduanya tengah menikmati musik yang mengalun dengan indah, Keduanya berdansa di taman yang sudah di sulap dengan begitu indah untuk acara pertunangan mereka berdua.


Rain memeluk leher Brandon dengan begitu mesra. Senyum tak pernah luntur dari bibir Brandon.


Dia terus saja tersenyum setelah berhasil melamar wanita yang paling cantik di muka bumi ini bagi seorang Brandon Smith.


" Kenapa terus menatap ku seperti itu ? Kau membuat mu malu. "


" Kamu sayang, Mulai sekarang tolong biasakan hal itu untuk ku. " Rain hanya mencebik saja mendengar apa yang di katakan Brandon padanya.


" Tidak ! "


" Itu bukan perintah yang bisa di tolak sayang, Tapi itu sebuah keharusan yang memang patut kamu turuti. Jadi biasakan itu semua untuk ku. Oke ?"


" Terserah !" Brandon tau, Jika Rain sudah mengatakan terserah itu berarti ' Iya ' Karena Brandon tau, Raina memang tipe perempuan yang sulit mengutarakan isi hatinya.


Maka dari itu harus Brandon lah yang membimbingnya agar bisa merubah sifatnya menjadi lebih baik lagi.


Bukan berarti Brandon menganggap bahwa sifat Rain buruk. Hanya saja, Mereka terutama dia harus bisa merubah kata-kata kasar yang sering keluar dari bibir mungil sang tunangan.


" Katakan apa yang kamu inginkan Rain ? Pesta pernikahan seperti apa yang kamu impikan ?" Rain kembali menatap wajah sang tunangan, Dia sedikit berpikir tema pernikahan seperti apa yang di inginkan ya ?


Rain tidak pernah memikirkan pernikahan seperti apa yang di inginkan ya, Atau lebih tepatnya pernikahan impian, Karena Rain tidak tau seperti apa juga pernikahannya nanti.


" Aku tidak memiliki pernikahan impian. " Brandon mengusap pipi Rain dengan lembut sambil menampilkan senyuman indah miliknya.


Apalagi melihat lesung pipi Brandon, Rasanya Rain tidak ingin membagi Brandon pada siapa pun, Apalagi sampai Brandon tersenyum untuk wanita lain selain dirinya.


" Kenapa ?" Tanya Brandon dengan begitu lembut.


Bahkan sangking lembutnya suara Brandon sampai membuat kerja jantung Raina tidak baik-baik saja.


" Apa kau-Maksud ku kamu sering tersenyum seperti ini untuk orang lain selain aku ?" Brandon cukup aneh dengan pertanyaan dari tunangannya ini, Apa maksud dari pertanyaan Rain ?

__ADS_1


" Maksud kamu sayang ?"


" Sudah lah, Lupakan !" Rain tidak ingin melanjutkan lagi pertanyaannya karena dia tidak ingin Brandon mengetahui bahwa dia cemburu jika sampai Brandon tersenyum untuk wanita lain.


Tapi bukan Brandon namanya jika dia tidak mengerti apa maksud dari wanita cantik yang masih memeluk lehernya ini karena mereka memang masih berdansa berdua saja.


" Aku bahkan tidak pernah melirik wanita di sekitar ku sayang. Melihat Sheera telanjang di depan ku juga aku tidak akan terpancing olehnya. Bukan berarti dia tidak pernah memancing ku, Tapi aku bertahan karena aku mencintai mu. Tidak karena mu pun aku tetap tidak bisa mencintai Sheera karena memang aku hanya menganggapnya sebatas teman. Tapi pertemanan ku di salah artikan olehnya. " Raut wajah Rain terlihat tidak percaya.


Tapi Brandon tau itu, Siapa yang percaya ? Brandon pun mungkin tidak akan percaya jika berada di posisi Rain saat ini.


" Aku tidak meminta mu untuk percaya atau tidak, Tapi itu memang kenyataannya Rain. Aku tidak pernah menyentuhnya sedikit pun dengan sadar, Atau pun tidak sadarnya Aku. " Musik sudah selesai.


Bersamaan dengan itu pula mereka menyudahi acara dansa romantis yang di lihat seluruh tamu undangan, Tapi tidak romantis bagi Alex tentunya karena Tarisa sang istri tidak ingin di ajak berdansa dengannya.


" Jangan merayu ku, Kau menyebalkan dan aku membenci mu !"


" Kamu selalu mengatakan ku menyebalkan dan membenci ku tapi tetap tidur bersama ku dan memeluk tubuh ku semalaman. Belum lagi soal sarapan kami yang sejak dulu hingga sekarang tetap seperti itu. Roti isi selai coklat keju. Delapan parutan keju Prancis terbaik dan empat sendok selai coklat dan roti Gandung terbaik dari Swiss. Lalu apa lagi ? apa perlu aku menjelaskan semuanya lagi ?" Alex langsung menatap wajah tua istrinya yang masih terlihat cantik di usia tuanya seperti ini.


Tarisa masih menjadi yang terbaik untuk Alex dan akan selalu menjadi yang terbaik.


Karena hanya Tarisa lah yang bisa mengerti dirinya luar dan dalam.


Tarisa nya memang benar-benar seorang malaikat bagi kehidupan Alex dan juga anak-anak mereka.


Alex mencebik kesal saat melihat bagaimana tangan sepasang anak muda itu saling bertautan.


Ini di taman, Bukan di pinggir jalan yang ingin menyebrang. Lalu kenapa masih bergandengan tangan ?


Kenapa tidak bisa lepaskan saja ? Toh juga Raina masih sehat dan sangat sehat untuk berjalan sendiri. Lalu kenapa masih saja bergandengan tangan seperti itu ?


" Apa kalian ingin menyebrang jalan ?" Rain kaget mendengar pertanyaan dari Papanya.


Menyebrang jalan apa maksudnya ?


" Tidak bisakah membiarkan mereka ? Jangan mengganggunya ? Kamu juga seperti itu sayang. "


" Aku tidak seperti itu ! Tidak !" Alex tetap lah seorang Alexander yang tidak ingin di katakan sama oleh orang lain.


Termasuk dengan putranya sendiri pun dia tidak ingin di katakan sama. Satu-satunya yang di inginkan Alex hanya lah Tarisa dan akan selalu Tarisa.

__ADS_1


" Tapi Tarisa--"


" Sudah malam, Ayo pulang aku mengantuk, Lagi pula anak-anak juga sudah pada pulang. Lalu untuk apa lagi kita di sini ? "


" Kita akan pulang bersama Rain. Aku takut jika buaya Belanda ini menggoda Rain dan mengambil kesempatan dalam kesempitan. " Alex sengaja mengatakan hal itu karena entah kenapa dia selalu ingin dekat dengan putrinya akhir-akhir ini.


Apalagi pernikahan Rain akan di adakan sebentar lagi.


Kurang dari sebulan Rain akan menjadi seorang istri dari Brandon, Dan saat itu pula lah nanti Alex akan merasa kehilangan putrinya.


Alex belum puas menikmati waktunya bersama Raina, Tapi kini Rain sudah akan menikah dengan lelaki pilihannya. Lelaki yang memang Alex sendiri lah yang memilihnya untuk sang hujan.


Karena Alex tau, Seberapa besar Brandon mencintai Raina, Begitu juga sebaliknya.


Hanya Saja Rain belum menyadari semua itu.


" Oh Come on Pa, Rain tidak seburuk itu. Lagi Pula Brandon juga tidak akan melakukan hal itu pada Rain. Trust me. " Ucap Rain mencoba meyakinkan Papanya.


Padahal yang sebenarnya adalah Alex hanya ingin bersama putrinya.


" Ya sudah ayo pulang, Benar kata Papa sayang. Ini sudah malam, Dan sebaiknya ayo kita pulang. "


" Huek ! Aku ingin muntah mendengar semua ini. "


" Muntah kan saja ! Tidak ada yang melarangnya. Lagi pula Papa juga seperti itu dulu dengan Mama. Bahkan kami sering mendengar suara-suara menyeramkan dari kamar Papa dan Mama dulu. "


Skak !


Alex tidak bisa lagi menjawab apa yang di katakan Rain karena memang itu benar adanya.


" Kan, Lihat ? Anak-anak kembali mengungkit hal itu kan ? Memalukan !"


" Hey ! Kau Tarisa Mama nya anak-anak China ! Kau bernai sekali mencubit ku hah !" Alex merasa kesal saat Tarisa pergi setelah mencubit lengannya.


" Biarkan saja mereka. Jadi jangan heran melihat orang tua ku seperti itu nantinya. "


" Its oke Rain, Aku mengerti sayang. "


Blush...

__ADS_1


Wajah Rain merona karena lagi dan lagi Brandon membuatnya tersipu dengan sentuhan tangan besarnya di pipi lembutnya.


...💛💛💛 ...


__ADS_2