
" Jangan sampai aku membanting ponsel kamu ya By..." Ancam Rain dari tempat duduknya saat melihat suaminya yang masih asyik dengan ponselnya.
" Sebentar Sayang, Ini tanggung. Kami hampir saja menang melawan Jupiter. " Jawab Brandon pada istrinya yang masih sibuk dengan kegiatannya di meja makan.
" Aku hitung sampai tiga. Jika sampai dalam hitungan ketiga kamu juga tidak sampai di sini, Jangan salahkan aku jika aku akan meledakkan perusahaan game milik planet raksasa itu. " Mau tidak mau Brandon mengakhiri game yang tengah berjalan demi istrinya.
Dia tidak ingin jika sampai istri bar-barnya itu menghancurkan milik adiknya sendiri.
Terlebih dia tau, Bahwa istrinya tidak pernah main-main dengan apa yang di katakan ya.
Lagi pula ini sudah waktunya makan malam, Jadi tidak ada waktu lagi untuk menundanya.
" Jangan membuat ku marah ! Kamu harus makan. Jika tidak ingin makan ya sudah, Tidak perlu lagi mendekati Ku. " Brandon pun langsung ciut dan memeluk istrinya.
Bukan dia suami takut pada istri, Tapi Brandon menghargai istrinya.
Karena menurut Brandon, Suami istri itu harus saling menghormati, bukan saling menakuti.
" Jangan marah My Rain, My Love, My Heart. Mereka mengajak ku bermain. Taruhannya lumayan, Satu buah mobil Audi terbaru. "
Brak !
Rain menggebrak meja makan mereka saat mendengar taruhan yang di katakan suami ya.
" Sayang kenapa ?" Tanya Brandon yang merasa heran dengan istrinya.
" Sudah ku katakan jangan bergaul dengan lintah darat itu. Dia itu menyebalkan. Dia pandai sekali memeras harta milik ku. Dia itu ingin melihat ku miskin dan marah-marah. " Brandon langsung memeluk istrinya dan menciumi puncak kepalanya.
" Apa pun itu harta ku semua milik kamu sayang. Jadi aku tidak akan melakukannya lagi jika kamu tidak setuju. " Di saat keduanya tengah asik dengan makan malam mereka, Ponsel Brandon berdering dan itu panggilan dari adiknya yang paling menyebalkan itu.
Brandon tidak berani mengangkatnya karena melihat tatapan tajam dari istrinya yang menatap tajam ke arahnya.
" Aku tidak akan mengangkatnya sayang. " Brandon mengangkat kedua tangannya ke atas pertanda bahwa dia tidak akan menjawab panggilan telepon dari aduk iparnya yang bungsu.
__ADS_1
" Kak, Kenapa kau--" Jupiter tidak berani melanjutkan kata-katanya saat melihat siapa yang menjawab telponnya.
Wanita berambut putih, Wanita yang sangat menyeramkan di keluarganya.
" Hemm, Kak Rain, Di mana kak Brandon ? Aku--"
" Berhenti menghubunginya ! Kami masih makam malam. Apa maksud mu mengajak suami ku bermain game ? Kau bahkan mengajak taruhan satu buah mobil Audi, Apa kau berencana untuk memeras suami ku ? apa kau tidak tau bahwa aku bisa melakukan apa pun jika aku menginginkannya ?" Jupiter langsung pucat pasi saat mendengar apa yang di katakan kakak perempuannya itu.
Dia tau siapa Rain, Jika ada penguasa pertama dan penguasa kedua, Maka penguasa ketiganya adalah Raina.
Jangan tanyakan lagi bagaimana kejamnya seorang wanita berambut putih itu.
Dia bisa saja meledakan perusahaan gamenya, Atau membanting laptopnya.
" Kau mau mematikan teleponnya, Atau aku---"
Tut...tut...Tut...
Prak !
Rain melempar ponsel suaminya begitu saja di meja makan makan mereka di dekat balkon kamar.
Maka jalan satu-satunya adalah Brandon yang kembali makan sebelum sang nyonya kembali murka.
Rain sendiri, Dia hanya bisa menghembuskan nafasnya lelah.
Dia kesal setiap kali Jupiter memerasnya. Jika dulu Jupiter akan sulit menguras hartanya karena takut, Maka kini tidak lagi.
Jupiter langsung meminta pada suaminya, Karena dia tau bahwa Brandon akan memberinya.
" Makan lah. Kamu belum makan sejak siang tadi, Ini buahnya. Nanti aku akan menemani mu olahraga bersama. " Rain kembali Melunak saat melihat suaminya yang tidak banyak bicara lagi.
" Maafkan aku. Aku selalu terpancing emosi jika berurusan dengan planet raksasa itu. " Brandon menjadi tidak tega dengan istrinya yang merasa bersalah seperti itu.
" Aku tidak marah sayang. Kamu juga tidak bersalah karena aku yang salah. Aku melupakan bahwa kamu juga belum makan dan banyak menghabiskan tenaga tadi. bahkan kamu tidak tidur setelahnya. " Brandon pun ikut merasa bersalah dengan istrinya.
" Sudah lah. Ayo makan, Ini enak daging lokal memang, Tapi menurut ku ini enak. Tapi jangan pernah masukan olahan daging merah di meja makan kak Sky jika tidak ingin dia menghancurkan seluruh isi meja makan tersebut. " satu fakta lagi yang baru di terimanya.
__ADS_1
Bahwa kakak iparnya tidak memakan olahan daging merah.
" Jangan heran. Kami tidak pernah memakan olahan daging jika satu meja makan dengannya. "
" Kenapa ?" Tanya suaminya penasaran dengan fakta baru dari istrinya.
" Entah lah. Kami juga tidak tau. Kak Sky itu hampir bisa di katakan vegetarian. Dia lebih suka makan sayur dan buah. Semenjak dia menikah juga lebih suka minuman susu jahe hangat. " Brandon mengangguk.
" Jangan meminta ku untuk membuatkannya, Karena aku tidak bisa. Bahkan menyalakan kompor saja aku tidak bisa. Jadi jangan meminta hal yang sulit ku lakukan. " Senyuman suaminya sudah menjawab semuanya.
" Aku meminta kamu menjadi istri ku bukan untuk ku jadikan pembantu. Aku menikahi mu untuk ku jadikan ratu ku sayang. Jadi--"
" Bahagiakan diri mu dengan apa yang ku miliki. "
" Hahahah....kamu sudah paham dengan apa yang akan ku katakan sayang. " Brandon tertawa keras saat mendengar istrinya yang langsung memotong ucapannya bahkan Rain juga hafal dialog yang sering di ucapkan Brandon pada istrinya.
" Halah, Sudah lah. Jangan membahas soal itu lagi. Ayo cepat habiskan makanan kamu. Aku ingin melihat bagaimana kamu olahraga dan membakar semua kalori yang kamu makan ini. " Brandon pun menerima suapan yang di berikan istrinya
Rain begitu sabar membantunya makan, Bukan karena dia tidak bisa makan sendiri
Tapi dia membiarkan saja apa yang di lakukan istrinya selagi itu masih dalam tahap wajar dan hanya Brandon juga yang di perlakukan seperti itu oleh Raina.
" Besok dan seterusnya aku akan mengantar makan siang ke kantor walau bukan aku yang memasaknya ! Jangan menolak. Awas saja kalau menolak. "
" Iya sayang. Mulai besok dan seterusnya aku tidak akan menerima undangan makan siang dari client karena aku akan makan siang bersama istri tercinta ku. "
" Cium aku. " Brandon pun melakukannya.
Di mengecup bibir istrinya, Bukan hanya kecupan saja, Tapi Brandon malah menahan tengkuk istrinya dan malah memperdalam ciuman mereka hingga keduanya saling bertukar Saliva dan makanan yang ada di mulut Brandon dan Rain menerimanya.
" Hi...dasar ! Aku minta ciuman, Bukan lumayan seperti itu !" Gerutu Rain pada suaminya yang telah ******* bibirnya hingga habis seperti tadi.
" Tapi kamu menikmatinya sayang. "
" Huh ! Dasar buaya gondrong. Pemilik pabrik gula. "
" Dan aku mencintai mu sayang..."
__ADS_1
...🐊🐊🐊...