
Wuss...
" Papa !" Teriak Rain saat mereka sudah di sambut sebuah sendal terbang saat pertama kali memasuki rumah besar itu.
Beruntung Brandon bisa menghindar, Jika tidak pasti kepalanya sudah menjadi sasaran atas sendal pria tua itu.
" Kemana pun kalian, Itu tidak akan menjamin kalian bisa lari dari pantauan seorang Alexander. " Rain hanya memutar bola matanya dengan malas saat mendengarkan omongan Papa nya.
" Setidaknya Rain bisa menjalani hari tanpa pengawal dan pantauan itu lebih menyenangkan dari pada bersama pengawalan. "
" Apa kau yakin Papa tidak tau ? " Rain maju mendekat pada Papa nya yang tengah menikmati secangkir susu jahe hangat bersama mantan asistennya.
" Apa yang Papa ketahui selain kami menginap di hotel tersebut ? Apa Papa seyakin itu ?" Alex terdiam karena ada beberapa hal yang tidak di ketahuinya dari kegiatan buaya gondrong dan Ratu hujan itu.
" Terserah ! Yang pasti kalian sudah pulang !"
" Jika Papa tidak mengikuti kami, Mungkin saat ini kami sudah berada di Jerman. Kenapa harus terus memantau ? Apa pekerjaan Uncle Markus tidak ada hingga mengirimkan banyak anak buah untuk menjaga di setiap sudut ? Apa Uncle ingin menjadi ahli matematika saat ini ?" Markus hanya bisa mendesah lelah karena Wanita ini adalah jelmaan pria menyebalkan Versi perempuannya.
Dan versi laki-lakinya adalah Sky, Bedanya hanya di gen mereka saja.
" Apa kau tidak tau seberapa menyebalkan pria yang kau sebut Papa Rain ? Jika tidak biar Uncle jelaskan."
" Tidak perlu Uncle. Karena siapa pun tau seberapa menyebalkan nya Papa kami. "
" Dan pria menyebalkan ini lah yang membuat kalian hadir putri ku tersayang. " Jika sudah begini Rain malas melanjutkan pembicaraan di antara mereka lagi.
Karena bagaimana pun dia tetap kalah, Satu-satunya orang yang bisa mengalahkan Papa-nya adalah Sky kakaknya.
Maka Rain lebih memilih masuk ke kamarnya saja, Dari pada di sini harus terlibat pembicaraan aneh bersama dua pria lanjut usia yang masih memiliki pesona dan nama di Negara ini.
Lebih baik dia pergi bersama Brandon saja, Karena Jujur saja, Tubuhnya masih sangat lelah dengan semua ini.
" Ayo masuk. Mendengarkan para pria lanjut usia kita juga akan ketularan tua nantinya, Jadi lebih baik kita ke kamar dan istirahat. "
" Ya, Istirahat lah. Jangan lagi memikirkan gaya baru untuk kalian praktekan. " Rain melotot menatap ke arah Papa-nya karena membicarakan soal ranjang mereka.
" Apa salahnya ? Karena sejak dulu Rain sudah mendengarkan suara-suara menyeramkan itu. Jadi apa salahnya jika sekarang Rain yang merasakannya. Ayo Sayang kita masuk ke kamar, Jangan lupa hidupkan peredam suaranya, Agar suara nakal kamu tidak terdengar sampai keluar. " Brandon hanya tersenyum kaku mendengarkan jawaban istrinya.
__ADS_1
Sementara Alex, Emosinya sudah mendidih mendengar jawaban dari putri satu-satunya yang membuat kepalanya ingin meledak saat itu juga.
" Ayo sayang, Kamu hebat bisa bertahan hingga pagi, Apalagi---" Rain sengaja melirik ke arah Papa-nya yang bersiap meledak saat itu juga.
" Raina Queen Alexander Guero ! "
" Papa salah, Karena Raih sekarang menjadi Raina Queen Smith, Papa harus ingat itu. "
Skak !
Alex melupakan hal itu karena dia baru menyadari bahwa putrinya sudah menikah dan Bayat gondong itu lah suaminya.
" Ayo, " Rain mengajak suaminya pergi ke kamarnya.
Brandon pun hanya bisa tersenyum dan pamit pada kedua pria tua yang masih terlihat tampan di usia senjanya.
" Brandon dan Rain permisi Pa, Uncle Markus. " Pamitnya dengan lembut.
Tapi tidak dengan jawaban yang di terimanya.
" Pergi kau ! Dasar buaya gondrong !" Usir Alex pada menantu pria satu-satunya itu.
" Rain !" Mana wanita itu perduli lagi ?
Dia terus saja berjalan menaiki satu-persatu anak tangga yang melingkar dengan indah menuju lantai dua tempat di mana kamar mereka berada.
Dan Brandon saat pertama kali masuk ke dalam kamar Rain, Dia hanya melihat keseluruhan ruangan itu di dominasi dengan warna putih dan Baby blue, Karena dia tau bahwa itu warna kesukaan istrinya.
" Kenapa di sana saja ? Ayo masuk. " Brandon semakin melangkah masuk ke dalam kamar istrinya.
Brandon terus melangkah masuk ke dalam kamar istrinya dan melihat dengan serius setiap sudut kamar istrinya yang luas itu.
Sampai di mana mata Brandon menatap pada sebuah Rak yang di sana tersusun dengan rapi setiap kotak hadiah yang pernah di berinya.
Brandon kembali melangkah menuju rak tersebut, Lalu dia memegang salah satu kotak berwarna baby pink yang terpajang dengan rapi.
" Rain..."
__ADS_1
" Aku rasa kamu sudah tahu itu punya siapa. " Brandon mengangguk mendengar jawaban dari istrinya.
Raina pun menghampiri suaminya yang membuka kotak tersebut dan melihat surat di dalamnya.
" Itu surat dari orang yang sangat menyebalkan ! Surat pertama yang ku terima dan entah mengapa melihat warnanya saja aku sudah ingin muntah. " Brandon hanya tertawa mendengar jawaban dari istrinya.
" Dulu aku kira kamu suka warna pink seperti wanita kebanyakannya. Lagi pula itu surat yang di tulis anak umur 13 tahun untuk anak usia 11 tahun yang begitu angkuh dan sombong. Gadis kecil yang berani memukul kepala ku dengan kotak bekal miliknya. "
" Itu semua karena kamu yang nakal ! Kenapa jahat dengan William ? Dia salah apa dengan mu ?" Brandon ingat ini.
dia ingat anak culun yang sering di bully ya dulu.
" Aku marah karena dia bisa dekat dengan kamu tapi aku tidak. Padahal dulu aku selalu ingin dekat dengan kamu. " Brandon mengingat bagaimana dulu dia yang terus berusaha mencari perhatian gadis sombong itu.
Tapi tidak pernah berhasil.
" Apa kamu tau ? Dia adalah pria pertama yang melamar ku ? Dia mendatangi Papa ku dan meminta ku untuk menjadi istrinya. " Brandon melepaskan pelukannya pada tubuh sang istri.
Lalu saling berhadapan dan menatap satu sama lain.
" Rain, Katakan itu tidak benar sayang. "
" Apa yang tidak benar ? Itu memang benar bahwa dia mendatangi Papa dan melamar Kim Bahkan dia yang pertama sebelum Darius. " Wajah Brandon semakin kesal mendengarnya.
" Bahkan dia semakin tampan sekarang. Wajahnya tidak culun lagi, Bahkan rambutnya---ehmphh...." Bibir Rain langsung di bungkam oleh bibir tebal suaminya yang menciumnya dengan rakus.
Brandon tidak memberi celah bagi istrinya karena dia merasa kesal karena Rain menyebut tampan pada pria lain.
Brak !
" Kunci pintunya !" Ucap Cloud dengan tegas saat melihat saudarinya tengah berciuman panas dengan sangat intim begitu.
Mendengar suara pintu yang di banting dan seseorang yang berbicara di balik pintu tadi, Baik Rain dan Brandon keduanya yang kaget langsung melepaskan tautan bibir keduanya.
" Cloud ?" Tanya Brandon pada istrinya dan Rain hanya mengangguk saja.
" Kamu saja yang tidak bisa menahannya !" Ucap Rain dengan kesal pada suaminya yang mencium bibirnya dengan sangat ganas tadi.
__ADS_1
...💛💛💛...