
Eliza yang melihat Cloud sudah menunggunya di halaman pun langsung meminta maaf pada calon suaminya yang telah menunggunya.
Bahkan pria itu juga membawa tas miliknya yang tadi di hina oleh calon Papa mertuanya.
" Maaf, Membuat kamu menunggu lama. " Cloud tersenyum manis pada Eliza yang baru saja datang karena tadi wanitanya kembali ke kamar untuk mengambil ponsel.
" Its oke, Tidak ada yang tertinggal lagi ?" Eliza menggelengkan kepalanya.
Melihat apa yang di pakai Eliza, Hati Cloud merasa miris melihatnya.
Bagaimana bisa Eliza memakai gaun murah seperti itu ? Sementara dia bergelimang harta.
Bahkan tas yang di katakan Papa-nya tadi bahwa tas Eliza adalah tas untuk untuk membawa anak ayam.
Jelek, Buluk dan murahan.
" Jangan di ambil hati omongan Papa. Beliau memang seperti itu. " Eliza mengangguk dan tersenyum.
Dia membalas genggaman tangan Cloud yang memberikan kehangatan baginya.
" Sekarang kita fitting baju pengantin lalu kita belanja. "
" Untuk apa ?" Tanya Eliza Cloud yang sudah berjalan menggandeng tangannya saat ini.
Terdengar helaan nafas dari Cloud yang menandakan bahwa dia begitu merasa miris dengan Eliza.
" Tau ini apa ?" Cloud mengambil dompetnya dan menunjukannya pada Eliza.
Eliza mengangguk dengan polos pada calon suaminya.
" Itu dompet. "
" Lalu isinya ?" Eliza cukup heran dengan pertanyaan dari Cloud yang bertanya tentang isi dompet miliknya yang Eliza tau itu pasti dompet mahal.
" Itu isinya uang kamu. Lalu banyak kartu di sana. " Jawabnya dengan polos.
" Dan mulai sekarang ini menjadi milik kamu. Lakukan apa pun yang kamu inginkan dengan kartu itu. " Cloud meletakan dompetnya di tangan Eliza yang membuat wanita itu semakin heran.
" Aku punya uang kok. Ini. " Dia mencari dompetnya yang semakin membuat hati Cloud teriris sakit karenanya.
__ADS_1
" Bagaimana bisa orang kaya seperti mu tidak memiliki apa pun El ? Bahkan tas mu ini di katakan tas murahan yang di pakai para petani untuk mengantongi anak ayamnya ? Apa ini El ? Apa sebegitu susahnya hidup mu di sana ?" Eliza menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin membuat calon suaminya merasa bersalah seperti ini.
" Jangan memikirkan aku lagi oke. Bukan kah kita ingin fitting dan berbelanja ? Maka ayo lakukan itu sekarang. " Eliza langsung manarik tangan Cloud untuk memasuki mobil yang akan membawa mereka ke butik tempat mereka akan mencari gaun pengantin yang indah untuk wanitanya.
Cloud ingin membuat Eliza merasa bahwa dia itu special. Cloud ingin membuat Eliza bahagia dengan pernikahan mereka nanti.
Maka Cloud ingin memberikan yang terbaik untuk Eliza.
" Apa itu enak ? terlihat sangat menyegarkan sekali. " Eliza menunjuk beberapa stand minuman yang mereka lewati karena itu adalah stand es kekinian yang lagi hits di kalangan anak muda jaman sekarang.
" Kita akan membelinya nanti. "
" Tidak. Itu coklat, Aku alergi coklat. " Cloud mengalihkan pandangannya sejenak pada Eliza yang mengatakan bahwa wanita itu alergi coklat.
Tapi selama ini Cloud selalu mengirimkan makanan enak dan beberapa cake coklat karena dia pikir setiap wanita akan menyukai coklat.
" Sejak kapan El ?" Tanya Cloud pada Eliza yang tersenyum getir.
" Sejak kecil. Tapi karena tidak ingin mengecewakan mu, Maka aku memakannya. Sebenarnya aku pernah masuk rumah sakit saat memakan cake dari kamu. " Sakit sekali hati Cloud mendengar apa yang di katakan Eliza.
Eliza masuk rumah sakit dan dia tidak mengetahuinya sama sekali. Apa dia setidak penting itu bagi hidupnya ?
" Mulai sekarang katakan semua pad aku El, Jangan ada apa pun lagi yang kamu sembunyikan dari ku. "
" Baik Gege..." Jawabnya dengan sangat tulus.
Bahkan Cloud dapat melihat senyuman indah penuh dengan kebahagiaan di wajah wanitanya saat memanggilnya dengan sebutan Gege seperti itu.
" Apa El ? Katakan sekali lagi. Aku ingin mendengarnya. " Eliza menggenggam tangan Cloud dan memberikan senyuman indah pada pria yang tengah fokus pada kemudinya itu.
" Gege...I love you..." Tubuh Cloud bagai di siram air dingin saat mendapatkan kata cinta dari Eliza seperti itu.
Betapa bahagianya Cloud saat ini. Gege, Panggilan yang di sematkan Eliza padanya itu sangat manis sekali.
Eliza China, Cloud juga keturunan China, Maka panggilan Gege itu sangat berkesan sekali baginya.
" Aku menyukai panggilan itu El, Panggil aku seperti itu terus. " Mereka terlihat sangat bahagia saat ini.
Begitu juga dengan Cloud. Namun saat mereka tengah saling bercerita, Ponsel Cloud berbunyi dan itu panggilan dari Raina.
" Angkat saja El, Katakan aku sedang menyetir. " Eliza pun mengangkat sambungan telepon dari Raina.
__ADS_1
" Kenapa meninggalkan ku ? Aku ingin ikut dengan mu juga Eliza !" Suara Raina begitu menggelegar hingga membuat Eliza menjauhkan ponsel milik calon suaminya.
Sementara Cloud hanya tersenyum saja melihat Eliza yang kaget saat mendengar suara dari saudari kembarnya.
" Ya, Cece ? Ini Eliza. " Raina terdiam saat mendengar panggilan yang di sematkan Eliza calon istri Cloud padanya.
Panggilan apa itu ? Raina yang begitu modern tidak mengetahui apa yang di katakan Eliza padanya.
" Siapa Cece yang kau maksud ? aku Raina ! Saudari kembar calon suami mu !"
" Iya aku mengerti. Tapi setau ku panggilan kakak kandung dari pihak suami itu bukan kah aku harus memanggilnya dengan panggilan Cece ? Itu yang aku tahu dalam silsilah keluarga di China. " Semakin heran Raina dengan adik iparnya ini.
Dia tidak mengerti apa pun istilah dari gen ibunya. Karena memang dia tidak mengerti sama sekali.
" Jangan memanggil ku dengan panggilan seperti itu ! Aku memang anaknya orang China, Tapi aku tidak mengerti panggilan yang kau sematkan pada ku tadi. Aku tidak mengerti sama sekali. Jadi jangan katakan itu lagi pada ku. "
" Tapi Cece--"
" Berhenti mengatakannya atau aku akan mengadukan mu pada Papa ? Mau ?" Eliza hanya mengangguk saja saat mendapatkan ancaman dari Raina seperti itu karena memang dia tidak berani pada calon Papa mertuanya.
Melihat dan menatap matanya saja Eliza tidak berani karena menurutnya itu terlalu menyeramkan.
" Maaf kak, Aku tidak bermaksud seperti itu. "
" Halah, Sudah Lah. Katakan pada calon suami mu itu di mana kalian berada. Aku ingin ikut. " Eliza memberikan ponsel Cloud dan memegangnya.
Sementara Cloud masih fokus pada kemudinya.
" Apa Rain ? Jangan membuat Eliza takut dengan mu. "
" Aku tidak peduli. Aku ikut dengan mu, Jika kau tidak mengizinkannya maka aku akan marah pada mu. "
" Nanti aku kirimkan lokasinya, Biarkan aku menyetir dulu untuk saat ini. "
" Oke !"
Tut !
Raina langsung memutus sambungan telepon begitu saja saat sudah mendengar jawaban dari Cloud.
...🐊🐊🐊...
__ADS_1