Im The Queen ( Raina Queen Alexander )

Im The Queen ( Raina Queen Alexander )
Saudara


__ADS_3

Brandon tidak tau lagi harus bagaimana saat ini, Dia tidak bisa menghentikan tangisan sang istri yang sejak tadi menangisi kehidupan mereka.


Apakah ini sudah saatnya dia berpisah dengan Cloud ?


Kenapa Cloud memilih tinggal di Indonesia ? Kenapa tidak di Eropa saja ? Jika Eliza tidak ingin tinggal di London ya susah tidak apa-apa.


Tapi jangan tinggal di Indonesia Juga, Bagaimana jika Rain merindukannya nanti ? Apa dia bisa pergi sendiri mengendarai pesawat itu untuk menemuinya ?


Tidak kan ?


Maka untuk itu dia terus bersedih sejak tadi. Itu hanya tentang Cloud saja, Bagaimana jika Raina tau bahwa Papa-nya akan tinggal di Swiss nanti ?


Mungkin dia akan kembali menangis seperti ini.


Brandon pun terus saja mencoba untuk menghentikan tangis Raina karena sejak tadi istrinya tidak berhenti menangis.


" Sayang sudah, Kita akan pergi ke Indonesia kapan pun yang kamu mau, Aku berjanji untuk itu. " Raina menggelengkan kepalanya karena bukan itu yang di inginkannya saat ini.


Dia menginginkan penjelasan dari Cloud kenapa lebih memilih Indonesia ? Kenapa tidak di Eropa saja.


Masih banyak negara di Eropa yang membuat mereka tidak akan bertemu dengan keluarga Eliza. Lalu kenapa harus memilih negara yang sangat jauh ini ?


" Apa kita tidak bisa tinggal di sini juga ? Dulu waktu Cloud sudah selesai sekolah lebih dulu dari pada aku pun kami masih sering bertemu karena dia akan selalu datang ke apartemen ku untuk menemani ku di sana. Dia juga sering memasak untuk ku. Jadi kenapa dia tega meninggalkan aku ?" Raina masih saja menangis karena memikirkan keadaan ini.


Tidak tega dengan ke adaan istrinya membuat Brandon harus memilih untuk memberi tahu Cloud tentang keadaan istrinya saat ini.


Bukan bermaksud untuk menganggu malam pertama Cloud dan juga Eliza, Tapi keadaan Raina semakin memburuk karena terus menangis sejak tadi.


" Sebentar sayang, Aku akan keluar. " Brandon pun meninggalkan Raina di dalam kamarnya karena dia harus menemui Cloud demi istrinya.

__ADS_1


Dengan berat hati Brandon harus mengetuk pintu kamar Cloud demi istrinya walau dia tau bahwa saat ini Brandon merasa tidak pantas melakukan hal ini.


" Apa apa Kak ?" Tanya Cloud saat dia membuka pintu kamarnya. Eliza juga ikut bersama suaminya dan melihat siapa yang baru saja datang.


" Maaf sebelumnya Eliza, Tapi aku mohon izinkan Cloud untuk bicara pada Raina ku. Saat ini Raina ku terus saja menangis karena memikirkan Cloud akan meninggalkannya. Aku mohon, Tolong temu Raina kali ini saja. " Melihat Brandon yang seperti itu membuat Eliza tidak tega dengan keadaan kakak iparnya


Lagi pula mereka sudah sepakat untuk tidak membahas soal malam pertama bukan ? Jadi kenapa tidak untuk menemui Raina ?


" Pergilah temui Cece. Cece pasti merasa sakit sangat sedih saat ini. " Cloud menatap pada istrinya yang menampilkan senyuman indah miliknya.


Melihat anggukan kepala dafi istrinya membuat Cloud merasa lega bisa meninggalkan istrinya sebentar dan menemui Raina.


Dia mencium kening Eliza sebelum meninggalkan wanitanya.


'" Kunci saja pintunya. Aku bisa masuk dengan kartu ini nantinya. "


" Pergi lah. Jika aku tidur lebih dulu boleh ?" Cloud mengangguk dalam senyumannya.


Tak lama Cloud menyusulnya dan dia membuka kan pintu kamar mereka di hotel mewah ini.


" Masuk lah, Istri ku di dalam. " Cloud paham dan langsung masuk ke dalam kamar Raina.


Dan banar saja apa yang di katakan kakak iparnya tadi, Bahwa saat dia masuk ke dalam kamar Raina, Kembarannya sedang menangis dan itu sangat menyakiti hati Cloud yang mendengarnya.


Cloud berjalan perlahan ke arah tampar tidur dan duduk di sampingnya.


Si elusnya dengan penuh kasih sayang puncak kepala saudarinya dengan lembut sampai Raina langsung mengalihkan pandangannya.


" Cloud ..." panggilnya dengan suara yang begitu lirih.

__ADS_1


Air mata masih menghiasi wajah cantiknya, Perempuan yang selalu bergonta ganti warna rambut itu menatap sendu padanya.


" Hey, Kenapa ?" Tanya Cloud saat melihat Raina yang menangis dan langsung memeluknya.


" Kenapa ?" Tanya Cloud lagi susah membalas pelukan saudarinya.


Dia tidak menyangka jika Raina akan sedih seperti ini.


" Kenapa meninggalkan ku sendirian ? Aku di Belanda, Lalu kau ? Kenapa memilih tinggal di sini ? Kenapa tidak di Eropa saja jika tidak ingin tinggal di London ? Kalian bisa tinggal di negara lainnya, Di Jerman mungkin ? Belanda juga atau di Paris. Bukan kah di Paris kita juga punya hotel di sana ? Kenapa tidak memilih tinggal di sana ? atau ayo tinggal bersama ku saja di Amsterdam, Kalian bisa tinggal di rumah ku juga. Brandon pasti kan mengijinkan kita untuk tinggal bersama. " Cloud hanya tersenyum saja menanggapi saudarinya saat ini.


Dia merapikan anak rambut Raina dan mengusap air matanya.


" Rambut mu sudah ada yang hitam Rain, Ayo kita cat rambut lagi. Aku akan menemani mu besok. Sekalian kita jalan bersama Eliza, Dia belum paham daerah sini. " Raina menggelengkan kepalanya karena dia tau bahwa Cloud tengah mengalihkan pembicaraan mereka saat ini.


" Jangan mengalihkan pembicaraan Cloud, Aku sedang serius dengan mu. "


" Aku juga serius. Kamu pikir aku tidak serius ? Rambut kamu sudah ada yang hitam ini, Nanti kamu akan jelek seperti kata mu jika rambut mu hitam. " Raina tetap menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin membicarakan hal itu sekarang.


" Dengarkan aku Rain..." Cloud menatap ke arah mata Raina dan memegang ke&dua bahu saudari sekandungnya itu.


Berharap apa yang akan di katakan ya pada Raina bisa di mengerti wanita ini.


" Kamu dan aku, Suatu saat kita memang harus berpisah Rain. Kamu sudah menikah dan mendapatkan pria sehebat kak Brandon bukan ?" Raina mengangguk.


Hanya pada Cloud lah dia bisa menjadi dirinya sendiri tanpa malu sedikit pun seperti saat ini.


" Dia tampan, Dia gagah, bertato dan juga sangat mencintai mu. Dia juga memiliki hati yang begitu luar biasa, Lalu doa mu yang mana lagi yang tidak di kabulkan oleh tuhan ? Aku sudah menikah dengan Eliza Rain, Sekarang dia tanggung jawab ku, Dia istri ku dan akan menjadi prioritas ku saat ini. Bukan maksud ku untuk melupakan mu, Tidak ! Itu tidak benar karena aku akan selalu ada untuk mu. Tapi berbeda dengan saat ini Aku dan kamu sudah memiliki kehidupan masing-masing dan itu kenyataannya. Kita sudah tidak bisa sedekat dulu lagi karena memang kehidupan rumah tangga kita. Walau aku yakin Eliza akan baik-baik saja saat ini, Dia tau apa yang kamu rasakan. Tapi aku juga ingin menjadi suami yang bisa membahagiakan istri dan anak-anak ku. "


" Tapi bagaimana dengan aku ?" Tanya Raina lagi dengan air mata yang mengalir di pipinya.

__ADS_1


" Aku mencintainya karena dia lah wanita yang bisa membuat ku jatuh cinta Rain. Dan kamu, Kamu adalah separuh hati ku dan itu kenyataannya. Aku dan kamu sudah terbiasa berbagi apa pun sejak kita di dalam kandungan, Jadi mau bagaimana pun itu kamu akan tetap menjadi pemilik hati ku, Tapi tidak seluruh nya lagi karena saat ini ada Eliza juga yang harus menjadi tujuan utama ku. "


...🐊🐊🐊...


__ADS_2