
" Kau tidak terlihat seperti biasanya ? kenapa diam saja ?" Tanya Rain yang merasa heran dengan suaminya yang terus saja diam sejak mereka keluar dari restoran tadi.
" Ah, Aku baik-baik saja sayang. " Jawab Brandon.
Walau sebenarnya dia sendiri merasa aneh dengan tawaran Rain.
Aneh saja rasanya mendapatkan tawaran dari Rain.
Kenapa rasanya Brandon merinding saat Rain yang mengajaknya berperang seperti itu ? Apa nanti juga mereka benar-benar akan berperang dan yang memimpin peperangan mereka adalah istrinya itu ?
Rain yang naik ke atasnya dan bergerak liar ?
Di saat Brandon tengah memikirkan bagaimana persoalan perang mereka nanti, Ponselnya berdering dan itu panggilan telepon dari Daddy-nya yang tiba-tiba saja mengatakan bahwa mereka tengah menunggunya dan Raina di rumah baru mereka.
Brandon semakin menerka-nerka apa yang terjadi.
Apa Mommy dan Daddy-nya pergi dari rumah Grammy ? Terkadang Brandon juga berpikir kenapa bisa nenek dari Daddy-nya begitu membencinya sejak kecil ?
Sementara Oma dari Mommy-nya, Wanita yang telah di sakiti ibu kandungnya bisa menerima dan mencintainya dengan tulus. Brandon sangat merasa beruntung memiliki Mommy seperti Mommy Airin Granada.
" Kenapa ?" Tanya Rain yang merasa heran karena suaminya langsung murung.
" Apa tidak menyukai ku ? apa kesal dengan ku karena aku--"
" Berhenti menyalahkan diri mu My Rain, Bahkan tidak pernah sedetik pun aku tidak menyukai mu, Karena pada kenyataannya aku sangat-sangat mencintai. Jadi tidak kah aku terlalu bodoh jika aku tidak menyukai wanita seindah diri mu ?"
Bugh...
" Mulai lagi membual mu. Jangan membuat ku mual dengan semua kata-kata dari pabrik gula mu itu. Menyebalkan !" Rain langsung mengalihkan pandangannya.
Yang tadinya dia menatap ke Brandon, Kini dia lebih memilih menatap jalanan yang mereka lewati.
Entah mengapa sampai saat ini, Jika Brandon memujinya dan mengatakan hal manis padanya itu membuat kerja jantung Rain semakin menggila dan tak karuan.
" Sayang, My Rain..."
" Kemudikan saja mobilnya dengan baik. Aku belum punya anak, Aku tidak ingin mati muda. Nanti tidak ada yang menghabiskan uang mu. Lalu bagaimana jika kamu menjadi duda lagi ?"
__ADS_1
Cit..
Brandon langsung menghentikan laju mobilnya dan langsung menyerang bibir tipis istrinya yang sejak tadi berbicara panjang lebar.
Yang membuat Brandon tidak terima adalah Rain yang bicara soal kematian. Demi Tuhan, Brandon sangat takut yang namanya kematian.
Bukan dia takut dengan kematiannya, Tapi Brandon takut dengan kematian tentang Rain. Bagaimana jika Rain ?
Tidak ! Brandon tidak akan membiarkan itu semua.
Brandon akan meminta pada Tuhan untuk tidak mengambil Rain darinya.
Jika Tuhan menginginkan Nyawa Rain, Tolong ambil juga nyawanya. Agar Brandon bisa selalu bersama istri tercintanya.
" Apa-apaan ini huh ? Kamu mencium ku seperti orang kesetanan ! Bibir ku sampai kebas !" Rain merasa kesal karena Brandon menciumnya dengan sangat menuntut.
Apalagi ini masih di jalan. Bagaimana jika mereka di tangkap polisi lalu lintas dan di duga tengah melakukan hal mesum di dalam mobil ?
Walau pun mereka sudah menikah, Tapi tidak kah itu memalukan bagi mereka ?
Lain yang di pikirkan Rain, Lain pula yang di pikirkan suaminya.
Dia pun langsung meminta maaf pada istrinya dan mengusap bibir Rain yang membengkak akibat ulahnya tadi.
" Maaf kan aku sayang, Maaf kan aku Rain. Aku tidak bermaksud seperti itu. Hanya saja--"
" Apa ? apa yang membuat kamu melakukan itu pada ku ? Katakan jika aku salah. " Brandon menggelengkan kepalanya karena bukan dia yang salah.
Demi Tuhan Brandon tidak pernah menganggap Rain salah.
" Kamu tidak salah sayang, Kamu tidak salah sama sekali. Aku hanya tidak suka jika kamu mengatakan soal kematian, Aku mohon jangan katakan hal mengerikan itu. "
" Kenapa ?" Tanya Rain pada suaminya yang terlihat menatap sendu padanya.
Brandon pun langsung mengambil tangan istrinya dan menggenggamnya dengan erat.
" Jangan pernah lagi membicarakan sial kematian sayang, Aku mohon. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika hidupku tanpa mu. Aku tidak bisa. Jika pun bisa aku menentang takdir, aku akan melakukan itu untuk mu. Tapi aku sadar jika aku hanya manusia biasa. Aku bukan dewa yang bisa mengutarakan perasaan ku pada Tuhan dan menentangnya. Aku hanya manusia biasa yang begitu mencintai istri ku. Jadi jika Tuhan mengambil mu dari ku, Tolong bawa aku saat itu juga Rain. Bawa aku bersama mu sayang. " Rain tidak menyangka jika Brandon bisa sedalam ini mencintainya.
__ADS_1
Bahkan setiap tutur kata yang di katakan suaminya tadi itu benar-benar membuatnya terharu.
Apalagi mata Brandon yang mulai berkaca-kaca setelah mengatakan hal itu padanya.
Rain menjadi semakin merasa beruntung bisa di cintai pria seluar biasa ini, Brandon suaminya.
" Ah sudah lah. Nanti jika aku mati aku akan mengajak mu. Begitu juga jika kamu mati, Jangan lupa untuk mengajak ku pergi bersama mu. Karena bagi kami, Keturunan Alexander hanya memiliki satu pasangan saja hingga akhir hayat kami. Jadi bahagia kan aku dulu sebelum kita mati bersama. "
" Tapi My Rain--"
" Huh ! sudah lah. Ayo jalan lagi. Aku ngantuk. Ini sudah malam. Bagaimana jika nanti kita kemalaman? Aku mengantuk dan tidak jadi membuat mu mendesah hingga pagi ?" Rahang Brandon ingin lepas dari tempatnya saat mendengar omongan absurd dari istrinya.
Dia tidak menyangka jika Raina yang terkenal sombong dan angkuh bisa bicara seluar biasa ini ?
Brandon tidak bisa membayangkan bagaimana jika Rain mengatakan itu pada pria lain, tidak akan Brandon biarkan itu semua terjadi.
Karena hanya Brandon lah yang bisa memiliki Rain seutuhnya.
Tidak siapa pun lagi.
" I-iya kita pulang sayang. Lagi pula Mommy dan Daddy sudah berada di rumah kita. "
" Apa ?! " Tanya Rain dengan keras saat mendengar apa yang di katakan suaminya.
Bahwa kedua mertuanya sudah menunggu mereka di rumah ?
Lalu kenapa suaminya masih diam saja ?
" Sudah cepat jalankan mobilnya ! Ada apa mereka pulang ? Eh maksud ku datang ke rumah kita ? Apa mereka ingin membujuk kita untuk kembali ? Jika iya aku tidka ingin kembali. Karena pantang bagi ku menjilat ludah ku sendiri. Apalagi di depan keluarga kamu yang sombong itu. Bahkan rasanya aku ingin mencekik leher Grammy mu itu, Atau tidak mencongkel kedua mata pria yang berani menatap pada ku. "
" Siapa sayang ? Siapa yang berani menatap ku ? Katakan pada ku siapa yang berani menatap mu sayang. " Kenapa Brandon bisa melewatkan ini semua ?
Kenapa dia tidak tau bahwa ada salah satu pria lain yang berani menatap pada istrinya ?
" Jangan pikirkan aku. Pikirkan saja apa yang akan terjadi besok. Pegang ucapan ku, Jika mereka tidak datang ke perusahaan kamu besok, Maka selama satu Minggu penuh aku yang akan memimpin pertempuran. Aku yang akan memuaskan mu di ranjang setiap malamnya, Tapi jika--"
" Sudah, ayo kita pulang. " Brandon langsung memutuskan pembicaraan di antara mereka berdua karena memang Brandon merasa malu dengan apa yang mereka bicarakan saat ini.
__ADS_1
Terlebih lagi Rain yang semakin ke sini, Malah semakin ke sana dan itu membuat Brandon salah tingkah di buatnya.
...🐊🐊🐊...