
Brandon menatap tak percaya dengan apa yang di lakukan istrinya tadi pada Emson sepupunya.
Kini dia duduk berada si samping istrinya dan menatap kedua tangan Rain yang masih terkepal dengan erat.
Bukan hanya itu saja, Tapi tangan istrinya itu terlihat memerah karena habis memukul rahang Emson.
Brandon mendekat dan berlutut di bawah Rain yang duduk di sofa. Di ambilnya tangan sang istri tercinta dan di usapnya dengan penuh kelembutan seakan tau bahwa itu sakit.
Cup...
" Jangan lakukan itu lagi sayang. Aku bukan ingin membelanya karena sama sekali aku tidak membelanya. Tapi aku tidak ingin kamu terluka karena aku sayang. " Rain menatap wajah suaminya yang terlihat sendu dan menatap sedih pada tangannya yang bekas memukul manusia yang mencemari udara itu.
" Aku tau kamu bisa mengatasinya. Tapi kesabaran mu itu. Aku kesal dengan sikap mu yang terlalu baik dengan orang lain. Mereka itu sejenis lintah darat. Tidak tau malu !"
" Sekali lagi jika aku mengetahui bahwa mereka datang untuk memeras mu. Maka aku sendiri yang akan datang untuk memeras darahnya hingga habis. " Brandon hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan berat hati.
Dia tau siapa istrinya. Bahkan dia juga tau bagaimana sepak terjang Rain selama di New York.
Yang bahkan katanya, Rain pernah membunuh seseorang yang hendak melecehkan seorang wanita.
Luar biasa sekali memang istrinya ini.
" Jangan melakukan apa pun yang bisa menyakiti mu sayang. aku mohon jangan. Aku tidak ingin gagal menjadi suami karena membiarkan mu terluka. aku akan sangat merasa berdosa jika sampai membuat mu terluka karena aku. Jad aku mohon jangan lakukan lagi. " Melihat suaminya yang begitu khawatir dengan keadaannya membuat Rain merasa bersalah juga.
Dia tidak merasa sakit sedikit pun. Itu terjadi karena tangannya yang begitu putih dan mulus hingga membuatnya langsung terlihat memerah karena telah menghantam manusia perusak udara itu.
" Sudah Lah. Aku lapar habis marah-marah. jadi biarkan aku makan lebih dulu. setelahnya bisa membahas ini lagi. " Akhirnya Brandon mengajak istrinya pergi ke restoran untuk mereka makan siang.
Bahkan Brandon juga sengaja membawa supir karena dia ingin terus berduaan dengan istrinya.
Tidak sedikit pun Brandon melepas tautan kedua tangan mereka. Dan Rain membiarkan saja sapa yang di lakukan suaminya karena dia tau bahwa Brandon tidak akan pernah melepaskannya walau Rain yang meminta.
" Hati-hati sayang. " Boleh lah Rain mengumpat sekarang ?
Kenapa kesannya Brandon memperlakukan Rain seperti orang yang sedang sakit ?
" Aku hanya memukul wajahnya dengan tangan ku. Bukan aku sakit keras. Lagi pula bagaimana jika aku hamil ? Apa aku harus menggunakan kursi roda juga ?"
__ADS_1
" Mungkin. Karena untuk meminimalisir keadaan sayang. " Rain tidak habis pikir dengan suaminya ini.
Bagaimana bisa Brandon memperlakukannya seperti orang lumpuh ?
" Terserah mu saja. " Balas Rain yang memang sudah malas dengan suaminya itu.
Mereka memasuki restoran mewah tersebut hingga membuat banyak pasang mata menatap ke arah mereka berdua.
Siapa yang tidak mengenal Brandon di Kota besar ini, Tapi siapa juga yang tidak mengenal putri satu-satunya dari klan Alexander yang sangat terkenal itu.
Maka mereka menjadi pusat perhatian banyak orang.
Apalagi banyak mata yang menatap penuh minat dan kekaguman pada suaminya.
Rain tidak menolak pesona Brandon, Tapi hatinya cemburu jika suaminya di tatap seperti itu.
Walau dia tau bahwa suaminya hanya mencintainya saja.
Tapi tetap saja, Rasa cemburu itu tidak bisa di pungkiri begitu saja.
Raina cemburu dengan semua itu.
" Jangan hiraukan mereka sayang. Aku hanya milik mu saja. " Luar biasa sekali buaya gondrongnya ini.
Dia bisa menenangkan hati Rain yang sedang membara sejak tadi hanya dengan kata-kata sederhana yang sangat berarti untuknya.
Brandon membawa Rain duduk di meja kosong, Mereka sengaja tidak memesan ruangan VIP karena memang itu keinginan istrinya.
Dia ingin menunjukan pada semua orang, Bahwa hanya dia saja yang berhak memiliki buaya tampannya itu.
" Jangan menatap ku seperti itu. Aku malu. " Brandon hanya tersenyum saja melihat istrinya yang seperti salah tingkah saat di tatap olehnya.
" Kamu cantik dengan dress itu sayang. Terlihat sangat berkelas apalagi dengan Stiletto nude, Kamu terlihat seksi dengan kaki jenjang mu. " Boleh kah Rain menenggelamkan buaya gondrongnya ini ?
Tapi bagaimana cara menenggelamkannya ? Sementara dia buaya, Sudah pasti hali berenang.
" Pabrik gula mu mulai beroperasi lagi kah ?" Brandon hanya tertawa saja menanggapi istrinya yang cemberut seperti itu.
__ADS_1
" Jangan menatap ku seperti itu. Mereka melihat ke arah ku saat ini. " Rain menutup wajahnya dengan kedua tangannya saat Brandon menatap penuh cinta padanya seperti itu.
Demi Tuhan Rain tidak kuat. Siapa yang tahan di tatap sedemikian rupa oleh pria tampan seperti suaminya ini ?
Rain yang istrinya saja salah tingkah, Apalagi orang lain ?
Tidak bisa di bayangkan bagaimana mereka jika di tatap langsung oleh Brandon seperti itu.
Dan hebatnya lagi, Brandon bisa begitu mencintainya seperti ini, Dan tidak menganggap semua orang yang berada si sekitar mereka.
Luar biasa memang. Tapi Rain suka yang seperti itu.
" Benar kah ? Kamu yakin hanya aku sayang ? "
Berrrr....
Sumpah demi apa, Brandon selalu menjadi orang gila jika berhadapan dengan Rain.
" Jangan seperti itu sayang. Aku tidak kuat menahan pesona mu, Aku takut menyakiti mu lagi. "
" Hahahaha....Kamu kalah. Maka jangan coba-coba membuat ku mencair seperti ice cream yang manis seperti setiap kata-kata mu itu. Sekarang ayo makan sebelum aku membuat mu tidak bisa bergerak karena panas dingin karena pesona ku ini. " Brandon menatap tak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini.
Benarkah dia melihat Rain tertawa seperti ini ? Apa sebegitu bahagia nya Rain hidup bersamanya ? Karena dari begitu banyaknya foto yang di milikinya, Brandon tidak pernah memiliki foto Rain yang tertawa selepas ini.
" Kamu memang hujan terindah ku Rain, Aku hanya ingin terus melihat mu tertawa dan tersenyum bahagia seperti ini. Jangan pernah menurunkan hujan badai mu sayang, Berikan pelangi yang indah, Karena Rain itu, Adalah hujan berselimut pelangi. Jadi lah hujan terindah untuk ku sayang. Untuk anak-anak kita kelak. Raina Queen Alexander, I Love you so much Baby, Love you more..." Brandon menatap Rain dengan penuh cinta
Dia berdoa dan berbicara dalam hatinya, Tapi tatapan matanya mengartikan semua yang di do'akan-nya dan Rain paham dengan apa yang di rasakan suaminya.
" Teruslah lah menjadi pelengkap hidup ku yang tidak sempurna ini Brandon, Aku tidak bisa menjanjikan apapun untuk mu, Tapi cinta ku, Aku hanya mencintai mu saja. " Kaget ?
Jelas Brandon kaget dengan apa yang di katakan istrinya.
Raina mengatakan hal seindah itu ? Raina kekasih hatinya mengatakan isi hatinya ?
" Terus cintai aku dengan cinta mu, Karena hanya aku yang boleh mendapatkan cinta mu. Jika sampai ada wanita lain yang mendapatkan cinta mu, Aku akan merebutnya kembali secara paksa. ingat itu. " Walau dengan ancaman, Tapi rasanya Brandon sangat merasa beruntung dengan apa yang di dapatkannya saat ini.
__ADS_1
...🐊🐊🐊...