
Rain pulang dengan wajah yang penuh dengan kekesalan.
Pertama kali dalam hidupnya, Mereka melakukan hubungan suami istri di rumah sakit dan itu di sengaja karena membutuhkan cairan itu di masukan ke tabung.
Luar biasa sekali memang pengalaman mereka.
Rain masih mengingat dengan jelas bagaimana Brandon yang panik saat melihat tabung kecil itu untuk memasukan cairannya.
" Sayang, Bagaimana ini, Tabung ini tidak muat untuk. " Brandon panik dengan apa yang mereka lakukan tadi.
Apalagi saat tabung itu memang lebih kecil dari senjata perangnya.
" Kenapa tidak bilang dari tadi ? Jadi bagaimana ?"
" Ahh...Sayang, Aku ingin keluar, Aahh...Raina..." Brandon meracau sambil dengan perasaan kalutnya membayangkan bagaimana tabung itu tidak muat dengan miliknya.
Padahal menurutnya itu juga sudah besar, Tapi tetap saja tidak muat.
" Aahh...Raina..." Brandon langsung mengambil tabung tersebut dan memasangkan di paling ujung senjatanya agar tidka tumpah-ruah.
Padahal, Walau begitu pun tetap saja tidak masuk karena ukuran milik Brandon di atas rata-rata milik manusia pada biasanya.
Entah lah, Rain juga tidak habis pikir dengan milik suaminya yang selalu membuatnya sesak namun enak bersamaan.
" Tidak muat sayang, Dia sampai keluar seperti ini. " Raina sampai menepuk keningnya sendiri karena melihat suaminya.
Tadi tabungnya yang tidak muat diameternya dengan milik Brandon, Dan kini juga masalah tabung itu lagi yang tidak muat dengan cairannya.
Luar biasa memang !
" Ah, Entah lah aku pusing !" Jawab Rain begitu saja dan memakai kembali celananya karena habis melakukan hubungan di luar nalarnya.
" Sayang, Ini bagaimana ? Calon anak-anak ku berceceran di lantai " Raina semain tidak habis pikir dengan apa di katakan suaminya.
" Rahang mu yang di pukul papa, Tapi kenapa Kepala mu yang gagar otak. "
" Bukan begitu sayang, Tapi ini bagaimana ?" Tanya Brandon lagi.
" Ahh...sudah lah aku pusing !" Rain pun meninggalkan suaminya ke kamar mandi.
Sementara Brandon masih degan dramanya bersama calon anak-anaknya yang berceceran di lantai.
__ADS_1
Akhirnya dia pun harus membersihkannya lebih duku dengan tissue yang telah di siapkan.
Tidak sampai di situ saja, Drama mulai lagi saat mereka membawa tabung tersebut ke ruangan dokter tadi untuk pemeriksaan lanjutan.
Rain ingin sekali menenggelamkan wajahnya saat ini, Dia benar-benar malu dengan apa yang tengah mereka hadapi saat ini.
Bukan hanya dokternya saja, Tapi para perawat di sana juga ikut tertawa dengan apa yang tengah mereka hadapi saat ini.
" Waw, Saya baru mengetahu ini bahwa ada yang berhasil memenuhi tabung ini. Bukan hanya itu saja, Tapi --"
" Bahkan saya rasa masih ada yang tidak masuk juga. " Sumpah demi apapun, Rain benar-benar malu sekali.
Ini adalah pengalamannya yang paling buruk dan memalukan.
" Sebenarnya saya kesulitan dok, Itu tidak muat dan masih tidak bisa menampung semuanya. "
Duaar !
Raina hanya bisa menelungkup kan wajahnya di meja dokter tersebut.
Apalagi semua orang yang menatap padanya dan tersenyum.
" Tidak apa-apa Tuan, Berarti anda sehat. dan semoga juga ini juga sehat dan keduanya sehat agar bisa segera mendapatkan momongan. "
" Sudah selesai nyonya. Nanti akan di informasikan lagi jika hasil labnya sudah keluar. "
" Baik ! Kami permisi. " Rain langsung menarik tangan suaminya dan bergegas keluar dari ruangan penuh dengan beban mental bagi Rain.
Dia tidak habis pikir, Bagaimana bisa suaminya bisa bertahan di sana dengan semua kejadian memalukan itu.
" Sayang, Tunggu pelan-pelan jalannya. "
" Biarkan saja ! Ini sangat memalukan sekali !" Brandon pun mengerti dengan apa yang di rasakan istrinya karena sebenarnya pun dia juga malu.
Rain tidak lagi menjawab suaminya, Karena mereka langsung pulang setelah kejadian memalukan itu.
Bahkan saat sampai di rumah pun dia masih saja cemberut dengan suaminya, Rain juga tidak menjawab sapaan dari kedua mertuanya.
Karena dia langsung masuk ke dalam kamarnya dan membersihkan dirinya dengan segera.
" Aahhhkk ! Aku bisa gila jika begini !" Rain berteriak di bawah guyuran air yang keluar dari shower.
__ADS_1
Air itu membasahi seluruh tubuhnya hingga ujung rambut sampai ujung kaki.
Di bawah sana, Brandon di hadang oleh Mom Airin untuk meminta kejelasan dari apa yang membuat Rain berlari keluar rumah begitu saja hingga tidak memikirkan penampilannya lagi.
" Raina marah dan kesal pada Brandon Mom. " Ucap Brandon yang ikut bergabung dengan kedua orang tuanya.
" Kenapa sayang ? Kenapa Rain marah ?" Tanya Mom Airin lagi.
Brandon menarik nafasnya dalam sebelum menghembuskan ya dan menceritakan semuanya.
Semua di ceritakan Brandon dari awal hingga akhir yang mana membuat Raina marah dan kesal.
" Hahaha..." Dad Aeron tertawa keras membayangkan apa yang terlah terjadi antara Raina dan Brandon.
Bahkan Dad Aeron juga sampai tidak bisa menahan air matanya karena tidak tahan lagi dengan apa yang di alami anak dan menantunya tadi.
" Dad, Jangan tertawa. "
" Sorry Son, Tapi Dad tidak bisa menahannya lagi. Lagi pula kenapa kenapa kamu tidak meminta ukuran jumbo ? kenapa malah memilih mengambil ukuran yang biasa saja ? "
" Dad, Jangan seperti itu. " Mom Airin menegur suaminya yang terus saja mentertawakan putranya yang juga terlihat malu dengan semua yang mereka alami.
" Oke fine, Sekarang susul istri mu dan bujuk dia. Atau ajak saja ke rumah lama mu, Tempat di mana semua lukisan tentang dirinya. Aku yakin dia pasti akan luluh atau ajak dia saja menginap di sana. " Brandon menatap Daddy-nya dan langsung tersenyum.
Kenapa dia tidak bisa berpikir sampai ke sana ?
" Thanks Dad, Brandon akan membawa Rain ke apartemen saja. Karena semua sudah Brandon pindahkan ke apartemen."
" Terserah mu. " Branson langsung berlari menuju kamarnya.
Dia akan membawa Raina ke apartemen untuk menunjukan semua lukisannya selama ini tentang diri wanita itu.
" Raina sayang, Tunggu aku ya. Aku akan memberikan mu kejutan istimewa. Jadi jangan meninggalkan ku dulu. " Brandon menghampiri istrinya yang baru saja keluar dari kamar mandi dan memberikannya kecupan manis di keningnya.
" Love you My Rain. "
" Huh, Dasar menyebalkan !" Umpat Rain setelah Brandon masuk ke dalam kamar mandi.
Dia apa harus berdandan karena suaminya bilang akan mengajaknya pergi dan memberikannya kejutan bukan ?
Baik lah, Dia kan berdandan untuk suaminya.
__ADS_1
...🐊🐊🐊...