
" Mau kemana ?" Tanya Matheo saat melihat Raina bersama suaminya yang sudah terlihat rapi.
Walau berpakaian santai, Tapi itu memperlihatkan bahwa mereka akan keluar malam ini.
" Keluar cari makan. "
" Apa di sini tidak ada makanan ? Jika ingin makan di luar kenapa tidak menginap di hotel saja ?" Ini lah yang membuat Raina sebenarnya malas dengan kakak tertuanya.
Sky dingin dan kejam, Tapi ini lebih dingin dan lebih tak tersentuh lagi.
Bahkan dia tidak memiliki basa-basi sedikit pun terhadap mereka.
" Jika kami tinggal di hotel, Kakak akan di matah oleh Papa karena membiarkan kami tinggal di hotel. Apa kakak ingin di marah Papa ?" Hanya Raina dan Sky saja yang berani menjawab omongannya.
Raina dan Sky itu seperti kembar, Malah Raina dan Brandon tidak sama sekali memiliki kesamaan selain wajah mereka saja.
Selebihnya tidak ada lagi yang mirip.
" Sudah lah, Kami pakai mobil kakak. Eh, Tapi bukan kah di sini ada motor ? Kami pinjam motor saja. Ayo Hubby..." Raina mengajak suaminya pergi begitu saja dari rumah besar itu.
Sementara Brandon hanya bisa tersenyum kaku, Dia tidak tau harus bagaimana cara berinteraksi dengan kakak iparnya yang hanya di temuinya sekali sebelum ini.
Hanya bertemu saja, Jika untuk berbicara mungkin itu akan sangat sulit melihat kakak iparnya itu yang terlihat menjaga jarak dengan orang lain.
Apa kakak iparnya itu memang sangat pendiam seperti itu ? Entahlah itu bukan urusan Brandon.
' Jangan memikirkan hal lain hubby, Kak Matheo memang seperti itu. Dia itu introvert. Bahkan dia sangat anti bersentuhan dengan orang lain selain saudaranya. "
" Benar kah ? Berarti Kak Matheo lebih dingin dari pada Kak Sky ?" Raina mengangguk karena memang Matheo dan Sky itu terlihat sangat jauh berbeda satu sama lain.
" Itu saja sayang, Kita naik motor sport itu. Pasti itu milik Alta. " Raina menunjuk motor sport berwarna hitam yang terlihat sangat gagah berdiri di tempatnya.
" Siapa Alta ?"
" Anaknya Kak Matheo. Dia sekolah di London, Tapi ya begitu. Dia sama seperti Daddy-nya, Jadi ya seperti itu. Dia lebih suka di apartemen jadi ayo pergi. " Pembicaraan di antara keduanya terhenti.
__ADS_1
Sepanjang jalan menuju keluar dari hutan lindung itu, Brandon menatap kagum karena di setiap pohon yang berada di sisi jalan di pasang sebuah lampu untuk menerangi jalan mereka.
" Kamu sudah menyiapkan uang cash kan hubby ? Kita akan berburu makanan di pinggir jalan. "
" Apa itu sehat ? Kamu sedang mengandung sayang. Bagaimana soal kesehatannya ?"
" Aku akan baik-baik saja jadi sudah lekukan saja motornya dengan baik agar kita cepat sampai. " Akhirnya Brandon menurut dengan apa yang di katakan istrinya.
Mereka menikmati malam dengan saling memberikan kehangatan di mana Raina memeluk erat suaminya dari belakang.
Saat sampai di tempat tujuannya, Pasar malam di mana bukan pasar malam tempat bermain.
Tapi pasar malam yang memang sengaja menjajakan berbagai macam makanan khas Negara ini.
Bukan hanya itu saja, Mereka juga banyak menjual makanan luar negeri seperti ada Jajanan khas Korea.
Raina yang melihat itu semua langsung berbinar dengan wajah bahagia saat melihat begitu banyaknya makanan yang siap untuk di santapnya.
" Ayo Hubby..." Raina langsung menarik tangan suaminya menuju stand makanan yang membuatnya selera.
Di mana Brandon terus menatap ke sana karena menjajakan makanan yang sepertinya terlihat manis.
" Kenapa Hubby ? Apa jamu menginginkan itu ?" Brandon melihat ke arah istrinya.
Jujur dia menginginkan makanan yang putih di tengahnya seperti di isi dengan gula merah dan banyak lagi lagi makanan penutup yang terlihat sangat menggiurkan baginya.
" Apa itu aman ? Maksud ku apa itu bisa di makan ?" Sumpah jika ini bukan suaminya, Mungkin Brandon sudah di marah oleh Raina saat ini.
" Kamu tidak akan mati jika memakan itu. Dan aku juga juga penasaran. Jadi ayo. " Raina kembali membawa Brandon ke penjual yang satunya.
Di mana Brandon baru tau bahwa kue putih yang tengahnya di beri gula merah itu bernama kue putu. Lalu ada klepon dan ongol-ongol yang terlihat seperti jelly tapi sebenarnya itu bukan Jelly.
Terlebih lagi katanya penjualnya ini bisa mengobati panas dalam.
Dia tidak percaya, Tapi saat Raina menjelaskannya Brandon baru mengetahuinya semuanya.
__ADS_1
Sumpah demi apa pun, Brandon sangat tertarik dengan makanan manis yang sangat enak itu.
" Itu apa ?" Tanya Brandon dengan bahasa Inggris.
Tapi Raina mengajari suaminya untuk mengerti bahasa Indonesia yang dia sendiri menguasainya.
" Itu bandrek. Cocok untuk menghangatkan tubuh di musim yang tidak menentu ini Tuan tampan. "
" Jangan berani menggoda suami ku ibu. Karena percuma saja suami saya tidak mengerti apa yang ibu katakan. " Penjual tersebut hanya tersenyum saja melihat perempuan cantik yang bisa bahasa Indonesia tapi logat dan gaya bicaranya terlihat seperti orang barat.
Wong Londo kae.
" Hahah...maaf Non, Ini Bandrek untuk suaminya. Saya tambahin susu sedikit biar lebih mantab. " Raina mengambil gelas tersebut dan memberikannya pada Brandon.
Dari aromanya saja Brandon sudah sangat menyukainya.
Dan saat Brandon menikmatinya, Dia benar-benar merasa terpukau dengan rasa minuman yang tengah di nikmatinya.
Terasa hangat, Panas dan juga ada rasa manis dari susunya.
Benar-benar perpaduan yang sangat luar biasa.
Saat Rauna dan Brandon masih menikmati semua itu, Tiba-tiba saja ada seseorang yang menabrak suaminya begitu saja hingga saat pria itu hendak pergi setelah meminta maaf, Raina langsung sigap menarik tangan pria tersebut.
" Bukan kah aku sudah minta maaf Nona ? Jadi bisa tolong lepaskan aku. Aku ingin pulang karena istrinya pasti tengah menunggu ku. " Raina hanya tersenyum miris melihat akting pria tersebut.
" Kau ingin mengembalikannya secara baik-baik atau kau ingin aku mengambilnya secara paksa dan mematahkan tangan mu itu baru kau mengembalikan apa yang telah kau ambil dari suami ku ?" Pria tersebut masih bersikeras bahwa dia tidak mengerti apa yang di katakan wanita berambut pirang tersebut.
Mengerti bahwa saat ini mereka tengah di copet saat ini.
" Apa kau tau jika suami ku ini pernah membunuh orang dengan mencincang nya sampai halus ? Dia bahkan menggilingnya dengan mesin penggilingan sampai hancur tak bersisa lagi, Apa kau ingin mencobanya ?" Melihat raut wajah Brandon yang menyeramkan seperti itu membuat pria tadi langsung memberikan dompet yang memang di ambilnya.
Lalu Brandon memberikan 2 lembar uang merah dan memberikannya pada pria itu.
" Pergi sebelum aku membunuh mu !" Brandon mengatakan dengan bahasa Inggris tapi raut wajahnya terlihat sangat sangar dns menyeramkan.
__ADS_1
...🐊🐊🐊...