
Rain langsung menghempaskan tangan Sheera begitu saja setelah mencengkram dengan kuat.
Sheera bukanlah lawan yang seimbang dengannya, Bahkan bagi Rain, Tiga atau empat sekaligus pun Rain sanggup untuk menghadapinya.
Bukan hal sulit bagi Rain untuk menghadapi wanita manja dan lemah seperti Sheera itu.
" Jangan sesekali berani mengangkat tangan mu padaku jika tidak ingin aku mematahkannya saat itu juga !" Dia segera meninggalkan wanita itu begitu saja.
Wanita yang merasa kesakitan dengan apa yang di lakukan wanita tadi padanya.
Sheera heran, Kenapa wanita itu bisa sekuat itu ? Apa yang di makannya hingga bisa sekuat itu ?
" Aku akan membalas semua rasa sakit ku pada mu Raina, Aku akan membalas mu !"
" Dan aku akan menunggu saat di mana kau bisa membalas ku, Maka saat itu juga aku akan membalas mu berkali-kali lipatnya !" Bukan Rain namanya jika dia tidak membalas.
Jadi jangan harap dia akan diam saja saat ada orang yang hendak menjatuhkannya.
" Kenapa sayang ?" Tanya Brandon yang baru saja keluar dari ruang ganti dan melihat wajah istrinya yang sudah berubah masam seperti itu.
Apa yang membuat mood istrinya menjadi buruk seperti itu ?
" Sini. " Panggil Brandon pada istrinya.
Rain pun langsung menghampiri suaminya dan masuk ke dalam pelukan hangat dari buaya gondrongnya itu.
Usapan di punggungnya yang di lakukan Brandon benar-benar membuat mood Rain kembali membaik seketika.
" Aku kesal karena melihat makhluk astral di sini. Lagi pula sejauh ini dan seluas ini Eropa, Kenapa bisa bertemu makhluk itu di sini ?"
" Memangnya siapa ?" Tanya Brandon sambil mengurai pelukannya.
" Sudah lah, Jangan di bahas membuat mood ku rusak saja. Ayo pulang ke hotel saja, Aku ingin tidur dan di peluk oleh mu. " Brandon tersenyum saat pertama kali mendapatkan perlakuan manja Rain seperti itu padanya.
" Ayo, Kamu sudah lelah hari ini. " Akhirnya Rain dan Brandon langsung menuju hotel tempat mereka menginap.
Dan tiba-tiba saja Rain merasa kepalanya pusing hingga membuat Brandon panik.
" Kenapa sayang ? " Tanya Brandon yang mulai panik saat melihat Rain tiba-tiba memegangi kepalanya.
__ADS_1
" Aku pusing, Apa karena makan ice cream tadi ?" Brandon pun langsung panik dan mengecek keadaan istrinya yang merasa pusing.
Apalagi karena Rain baru saja makan ice cream tadi.
" Mana yang sakit sayang ? Sini biar aku lihat dulu. "
" Pulang saja ke hotel. Aku ingin tidur saja. " Brandon pun langsung berjongkok di hadapan istrinya agar Rain naik ke punggungnya.
Setelah Rain naik ke punggung suaminya, Dan saat itu pula dia tersenyum mengejek pada wanita yang diam-diam memperhatikan mereka berdua dari jauh.
Bersyukur Brandon tidak melihatnya, Maka Rain bisa begitu mudah menunjukan pada wanita itu bahwa hanya Raina lah yang berhak atas Brandon.
Ya, Sheera melihat itu semua. Melihat bagaimana perlakuan manis yang di lakukan Brandon pada wanita yang menjadi musuhnya sejak kecil.
" Kau jahat Brandon ! Kau benar-benar jahat ! Kenapa kau bisa begitu mencintainya sementara tidak ada sedikit pun celah di hati mu saat bersama ku. Dua tahun aku berusaha namun kau juga tidak menganggap ku sama sekali di hidup mu. Kau benar-benar jahat Brandon. " Kedua tangan Sheera terkepal erat saat melihat interaksi sepasang suami istri yang sangat mesra itu.
Bahkan dia juga melihat bagaimana saat Rain mencium pipi Brandon dan Brandon tersenyum bahagia karena hal itu.
" Thanks you. " Ucap Brandon sambil tersenyum pada istrinya saat merasa bahwa Rain mencium pipinya.
" Terima kasih untuk apa ?" Tanya Rain yang merasa mu sendiri karena dia berani mencium Brandon seperti itu.
Tapi dasarnya Rain yang memang tidak bisa menolak pesona buaya gondrongnya, Maka bibirnya dengan lancang dan tak tau malu mengecup pipi suaminya itu.
" Karena telah mencium pipi ku. " Benar kan dugaannya bahwa Brandon.
" His...mana ada aku mencium pipi mu, Itu--em...itu apa ya, Ahhhh sudah lah pokoknya aku tidak mencium pipi mu. " Rain langsung menyembunyikan wajahnya di antara rambut gondrong suaminya.
Dia begitu mu karena telah lancang mencium pipi Brandon.
Rain ingin menenggelamkan dirinya saat itu juga di Palung Mariana, Dia tidak sanggup jika harus melihat wajah tersenyum suaminya yang pasti terlihat sangat menyebalkan.
Rain tidak kuat jika begitu terus.
" Ahhh...Sudah, Jangan terus menggoda ku. Perhatikan jalannya, Nanti bagaimana jika aku terjatuh ? Lalu calon anak-anak kita berlarian keluar karena kaget saat Mommy-nya terjatuh ? Sumpah demi Plangton yang baikan dengan Tuan Crab, Rain benar-benar menyesali perbuatannya.
Bukan hanya itu saja, Rain juga menyesali dengan apa yang telah dia katakan tadi.
Bagaimana bisa dia mengatakan anak-anak mereka akan berlarian keluar ? Lagi pula kenapa Rain bisa berbicara sebodoh itu ?
__ADS_1
Kenapa dia mendadak seperti menjadi orang linglung saat bersama suaminya seperti ini ? kenapa ?.
Rasanya Rain ingin sekali mendaki pegunungan himalaya, Dan berteriak dari atas sana bahwa dia menyesali apa yang telah di katakannya barusan pada Brandon.
" Kalau begitu, Aku akan mengeceknya, Apakah calon anak-anak kita sudah menemukan perkemahannya atau belum ? Jika belum aku yang akan membantu mereka semua untuk membangun kemah mereka, Agar mereka bisa menetap dan bertahan di sana. "
Pluk !
" Jangan mengada-ada ! Mana ada seperti itu. Kemah, Kamu pikir anak-anak ku apa ? Kenapa tidak sekalian saja kamu mencarikan mereka kayu bakar untuk membuat api unggun !" Jawab Rain dengan kesal pada suaminya.
Sementara yang di pukul tadi hanya bisa tersenyum saja menanggapinya.
Lalu jika tidak tersenyum Brandon harus bagaimana ?
" Ide bagus sayang, Atau sekalian saja dia Carikan ikan di sungai agar mereka semua bisa makan dengan baik. " Mendengar jawaban dari suaminya membuat darah Rain langsung mendidih.
Dia tidak menyangka jika Brandon bisa menanggapi percakapan mereka yang absurd seperti itu.
" Dasar suami--"
" Tampan !" Jawab Brandon memotong ucapan istrinya sebelum dia mendengar kata-kata yang mungkin saja tidak enak untuk di dengarnya.
" Aahhh...Brandon Smith, Kamu menyebalkan !!!" Teriak Rain sambil memukuli bagi suaminya.
Raina benar-benar sangat kesal sekali dengan suaminya.
Rain kembali merasa bahwa saat ini dia tengah bertengkar dengan bocah sombong di sekolahnya dulu.
" Sstt...Jangan berteriak sayang, Nanti tenggorokan kamu sakit. "
" Biarkan saja ! Kamu menyebalkan. Kamu benar-benar menyebalkan Brandon Smith. Kamu menyebalkan !" Teriak Rain lagi yang mengungkapkan kekesalan hatinya pada Brandon.
" I Love you too..."
" Huaa...Papa, Mama Brandon menyebalkan, Brandon menyebalkan Mama, Papa..." Rain berteriak frustasi dengan apa yang di alaminya saat ini.
Brandon memang sangat menyebalkan sekali, Dia bisa membalikan semua yang di katakan nya, Dan itu membuat Rain kesal dengan setiap jawaban yang di berikan Brandon padanya.
...💛💛💛 ...
__ADS_1