
Brandon sangat antusias dengan kehamilan istrinya, Tapi dia tidak bisa mengekspresikan degan bebas karena saat ini bukan waktu yang tepat untuk mengumumkan tentang kehamilan istrinya.
Dia dan keluarga istrinya saja yang mengetahuinya.
Bahkan mereka juga harus banyak hati-hati dengan semua ini. Jika tidak hati-hati semua akan berantakan.
Sementara Raina yang melihat ke posesifan suaminya dan para saudaranya membuatnya cukup heran.
Heran dengan semua yang menurutnya janggal.
Dari mulai Brandon yang menuntunnya selayaknya wanita yang sakit parah belum lagi papa-nya yang selalu bertanya apa yang di inginkannya.
Itu cukup membuatnya aneh dan bertanya-tanya tentang ada apa sebenarnya.
" Sebenarnya ada apa ini ? Kenapa kalian semua aneh ? Dari Brandon yang memperlakukan Rain seperti orang mengidap penyakit keras lalu Papa yang selalu menanyakan apa yang Rain inginkan. Itu terlihat aneh bukan ?" Alex dan Brandon hanya bisa saling menatap satu sama lain.
Mereka sama-sama tengah memikirkan apa mereka terlihat sangat mencolok saat memperlakukan Raina seperti ini ?
" Aneh kenapa ? Apa salahnya jika memperlakukan putrinya seperti ini ? Tapi jika kamu tidak suka yasudah ! Sana bermain saja dengan suami mu. " Dari pada pusing menanggapi Raina yang sekarang lebih baik dia pergi saja.
Dan biarkan pria gondrong itu yang pusing menghadapi istrinya itu.
" Rasakan kau, Kau hadapi saja ibu hamil itu. Aku sudah menghadapi situasi seperti mu berkali-kali. Jadi selamat mencoba. " Brandon memelas mendengar apa yang di katakan Papa mertuanya.
Sementara Alex dia tidak lagi memperdulikan menantunya yang seperti tengah meminta bantuannya, Namun apa perdulinya ?
Itu istrinya Brandon, Jadi biarkan saja Brandon yang menghadapinya.
Kenapa harus Alex juga ikut turun tangan walau itu putrinya, Tapi bukan berarti Alex juga terlibat masalah.
" Pa, "
__ADS_1
" kau hadapi saja istri mu itu. Itu bukan urusan ku lagi. " Alex benar-benar meninggalkan menantinya yang seperti meminta pertolongan darinya.
Tapi sekali lagi, Alex tetap tidak perduli dan meninggalkan mereka begitu saja.
Kembali pada Raina yang tengah asik memakan ice cream rasa strawberry membuat Brandon menatap tak percaya pada istrinya yang sudah menghabiskan 3 mangkuk ice cream sedang.
Begitu hebat dan dasyatnya kah calon anak mereka itu ?
Rasanya Brandon ingin menyapa calon anak mereka dan mengatakan bahwa dia adalah bagi buaya kesayangan mereka, Brandon juga ingin mengatakan pada calon anaknya itu bahwa dia akan memiliki ibu yang begitu cantik dan luar biasa.
Namanya Raina, Ratunya hujan terindah dalam hidup Brandon.
Hah...Membayangkan itu semua membuat Brandon mendesah lelah dengan semua ini.
Andai saja dia bisa menceritakan secara langsung perihal kehamilan istrinya pasti itu akan sangat luar biasa sekali.
Brandon benar-benar sangat excited dengan kehamilan istrinya, Namun tidak bisa melakukan hal itu bukan ?
Itu pun saat Rain benar-benar terlelap dalam tidurnya di pelukan Brandon.
" Hubby, Kenapa terus menatap ku seperti itu ? Memangnya apa ada yang salah dengan ku ?" Brandon menggelengkan kepalanya.
Kemudian dia memeluk dan Raina dan mengecup puncak kepala istrinya berulang kali.
Rasanya sangat membahagiakan sekali bisa memili Raina seutuhnya dan kini kebahagiaan Brandon di gandakan oleh tuhan dengan hadirnya malaikat di dalam diri istrinya.
Sungguh itu adalah anugrah terbesar dalam hidupnya saat ini.
" Kenapa kalian aneh sekali By ? Tadi Papa dan sekarang kamu. Sebenarnya apa yang terjadi sih ? kenapa kalian sangat aneh, apalagi Cloud, Bahkan sebelum berangkat bekerja dia menanyakan apa yang aku inginkan. Jupiter sih planet raksasa itu juga mengatakan dia akan membelikan ku coklat dan waffle ? Yang lebih aneh lagi kak Sky, Dia juga mengatakan akan membelikan cake kesukaan ku. Bukan kah itu semua aneh ?" Brandon tersenyum mendengar cerita istrinya yang merasa bahwa keluarganya sangat berbeda.
Belum hilang kecurigaan Raina, Daddy Mario sudah datang dengan begitu banyak paperbag di tangannya dan berteriak heboh.
__ADS_1
" My Lovely girl, How are you ? Apa kau baik-baik saja ? Look at that, Daddy membawakan banyak barang keluaran terbaru. Ini keluaran merk Dior, Ini cocok untuk ibu hamil. " Mata Brandon tanpa sengaja melotot menatap pria tua yang masih tampan di usia tuanya itu.
Sadar dengan apa yang di katakannya tadi, Mario langsung mencari alasan lain berharap Raina mengerti.
" Daddy jadi membayangkan bagaimana jika kamu hamil nanti, Oh God kau akan terlihat sangat cantik dan memukau Rain, Kau pasti akan terlihat sangat luar biasa. Oh Daddy tidka sabar menantikan saat dimana kau hamil dan mengandung anak mu nanti, Lalu perut mu membuncit seperti ini. " Mario memperagakan kedua tangannya yang membentuk bulatan di depan perutnya sendiri.
Melihat tingkah dan kekonyolan Daddy Mario membuat Raina tersenyum bahkan dia tertawa lepas melihat Daddy-nya seperti itu.
Begitu juga dengan Mario yang melihat Raina tersenyum seperti itu sudah membuatnya bangga, Setidaknya memiliki Raina saja sudah cukup walau bukan anak kandungnya, Tapi Mario juga sayang menyayangi Raina.
Bahkan dulu juga lebih sering Mario yang mengunjungi Raina saat di New York dari pada Alex sendiri sebagai ayahnya.
Sementara Brandon, Dia juga menatap penuh senyuman saat melihat istrinya yang tertawa dnegan tingkah konyol Daddy Mario yang terus saja membuat istrinya tertawa dengan tingkah konyolnya.
Siapa sangka, pria yang terlihat konyol seperti itu pada aslinya dia adalah seorang psikopat gila yang sangat suka menyiksa lawannya dengan hal-hal yang sangat mengerikan.
" Apa kau bahagia itu Rain ? Melihat mu tertawa lepas seperti itu benar-benar membuat Papa seperti menjadi pria yang gagal. Papa telah gagal menjadi teman mu sayang. Papa telah gagal untuk membahagiakan mu. Bahkan Papa cemburu dengan Mario yang bisa membuat mu tertawa seperti itu. Sementara Papa sendiri ?" Alex menatap Raina yang terus saja tertawa di ruangan baca bersama suaminya dan teman gilanya itu.
Alex memantau semua itu dari ruangan kerjanya, Alex melihat rekaman cctv yang menampilkan kebahagiaan Raina yang terlihat sangat lepas saat bersama Mario.
Bahkan Mario bertingkah seolah dia tengah bermain dengan putri kecilnya.
" Ayo naik princess, Daddy akan baik-baik saja, Daddy bisa menjadi kuda untuk mu seperti waktu dulu lagi. " Tapi Raina tetap menggelengkan kepalanya saja karena dia tidak ingin melakukan itu pada Dad Mario.
" Kenapa princess ? apa kau meragukan Daddy ? kau harus ingat bahwa Daddy ini paling muda di antara ketiga pria tua itu. Alex, Markus dan Steve hanya Daddy lah yang paling muda. Dan tolong jangan tanyakan siapa yang paling tua, Kau sudah tau pasti jawabannya. Kita tidak bisa mengatakan hal itu di sini, Karena di sini banyak cctv dan mungkin saja saat ini pria itu sedang melihat kegiatan kita saat ini. " Mario mencari camera cctv dan saat dia menemukannya, Mario langsung bergaya di depannya.
" Hallo bung, Kau harus mengakui itu bahwa aku lah yang paling muda di sini. Aku lah yang paling muda di antara kalian. Walau aku tau siapa yang paling tua di antara kita, Aku tidak akan mengatakannya. Aku masih ingin berumur panjang dan melihat calon cucu ku nanti. Katakan pada ku oke saat kau menambah cucu lagi nantinya. Aku mencintai mu Alex, Saranghae. " Mario semakin bertingkah bahkan dia juga membuat simbol hati dari kedua jarinya seperti orang-orang Korea sana yang menyatakan cinta dengan bentuk hati seperti itu dari jari mereka.
" Alexander Guero, Saranghae." Luar biasa kau Mario.
Bahkan kini kau semakin aneh dan membuat kepala pria yang sedang kau ajak bicara di cctv itu berdenyut karena melihat tingkah konyol mu yang seperti itu.
__ADS_1
...🐊🐊🐊...