
Brugh...
" Brandon..." Raina terduduk di lantai kamarnya saat menyaksikan berita di televisi.
Di mana sebuah media internasional menyiarkan secara langsung bagaimana keadaan sebuah perusahaan ternama di Belanda bahkan yang di gadang-gadang akan menjadi pemenang perusahaan baru yang sukses.
Terhitung perusahaan R & B akan menjadi perusahaan terkemuka itu mendapatkan musibah sebuah bom di lingkungan kantor pusat hingga menyebabkan beberapa karyawan terkena Bom tersebut dan menjadi korbannya.
Dan hal itu pula yang menyebabkan perusahaan di liburkan dalam waktu yang belum di tentukan.
Yang membuat Tagline berita tersebut adalah di mana pemimpin perusahaan tersebut yang bernama Brandon Smith menantu dari klan Alexander tersebut.
Bukan hanya itu saja, Media menyoroti keluarganya juga di sana yang membuat Raina semakin berpikir keras untuk mengingat.
Dia seperti pernah menghadapi situasi seperti ini.
Tapi dimana suaminya ? Raina bahkan sudah mencoba menghubungi suaminya namun tidak ada tanggapan sama sekali membuatnya semakin tidak tenang.
Perutnya semakin kram dan tangannya juga bergetar saat memegang ponselnya.
" Brandon, Dimana kamu hubby, Kamu di mana ?" Air matanya semakin jatuh dengan sangat deras hingga membuat tangisannya terdengar oleh pelayan hingga mereka masuk ke dalam kamar sang Nona yang menangis di dalam kamarnya.
Sementara Alex dan yang lainnya, Mereka terlambat untuk menghentikan berita yang sudah naik, Di mana berita itu langsung hilang begitu saja bagai di telan bumi.
Apalagi saat dia mendapatkan telpon dari rumah bahwa Nona Raina terus saja menangisi suaminya membuat perasaan Alex semakin kacau.
Dia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan putrinya yang menantikan suaminya itu.
Terutama kandungannya, Alex takut terjadi apa-apa dengan calon anak Raina.
" Tenang kan diri ku Alexander, Semua akan baik-baik saja. Cloud sudah bersama Raina saat ini, Dia bisa mengatasi kembarannya. " Alex menatap ke arah Markus karena saat ini Mario yang mengemudi dan Steve yang berada di depan.
" Apa Raina ingin di bawa ke rumah sakit ?"
" Tidak ! Tidak ada satu pun yang boleh keluar dari mansion ku. Perketat semua penjagaan. Pastikan tidak ada satu pun pesawat yang boleh melintasi rumah ku. Jika sampai itu terjadi, Aku sendiri yang akan menghancurkan mereka semua. " Alex sudah dalam mode menyeramkan seperti ini tidak ada yang bisa membantahnya.
Markus dengan sigap menghubungi pemerintah, Dimana dia menyampaikan mulai saya ini tidak ada pesawat yang melintas di atas rumah Alex.
Tidak terkecuali. Jika sampai itu terjadi maka Alex sendiri yang akan menghancurkan mereka.
Sky yang juga mendapatkan kabar bahwa adiknya terus saja menangisi suaminya pun langsung pergi kembali ke rumah utama.
__ADS_1
Dimana saat sampai di sana dia terus saja berlari menuju kamar adiknya yang ternyata sudah ada Cloud di sana.
" Raina..."
" Kak..." Air matanya semakin deras keluar dari matanya saat melihat kakaknya di sana.
Begitu juga dengan Sky, Dia langsung menghampiri adik perempuannya itu dan memberikan pelukan hangat darinya.
" Suami Raina kak, Brandon...Brandon di mana kak ? Suami Rain...hiks..." Cloud menatap sendu pada saudaraku kembarnya yang terlihat begitu sedih dengan semua ini.
Sejak tadi dia mencoba menghubungi Brandon namun tidak mendapatkan jawaban apa pun, Hanya berakhir dengan operator yang menjawabnya.
" Kau percaya pada suami mu bukan ? Dia pasti akan pulang sebentar lagi. Percaya padanya, Dia akan baik-baik saja. "
" Tapi perusahaan kak, Perusahaan di bom, Itu artinya suami Rain berada di dalam bahaya. Suami Rain---"
" Raina..." Itu suara Papa-nya.
Itu suara Papa Alexander yang selalu melindunginya walau dari jauh sekali pun.
" Brandon Pa, Brandon..." Tangisnya lagu dalam dekapan sang Papa.
Sementara Alex sangat mengkhawatirkan keadaan kandungan Raina yang katanya lemah.
Apalagi Tarisa, Istrinya itu sangat peka. Dia pasti akan meminta penjelasan lagi apa yang terjadi.
Karena wajar, Tarisa sudah menemaninya puluhan tahun, Jadi tidak mungkin rasanya jika wanita itu tidak mengerti dengan keadaan yang terjadi saat ini
Apalagi Tarisa sendiri sudah mengalami yang namanya penculikan hingga membuatnya ketakutan sendiri saat keluar dari rumah.
Dan itu lah salah satu alasan kenapa Tarisa betah di rumah dan alasan lainnya juga adalah suaminya Alexander.
" Brandon baik-baik saja. Percaya pada Papa oke. "
" Tapi ponselnya tidak bisa di hubungi Pa." Ucapnya lagi masih dengan air mata yang mengalir deras.
" Dia sudah jalan pulang. Saat ini Brandon masih dalam perjalanan. Dan maaf karena telah membuat Brandon berada di situasi seperti ini. " Raina melepaskan pelukan Papa-nya dan menghapus air mata yang masih mengalir di pipinya.
Lalu dia mengusap perutnya yang membuat para pria itu kaget.
" Kita akan baik-baik, Daddy kamu sedang menuju ke sini. "
__ADS_1
" Rain, Apa kamu---"
" Raina buka orang bodoh Pa. Raina tidak hilang ingatan karena itu hanya pura-pura saja. Lagi pula saat Raina sampai di rumah sakit, Ada beberapa orang yang bicara di depan ruangan Raina. Mereka bilang mereka tim medis. Dan saat dia masuk ke ruangan Rain, Wanita itu tampak berkeringat. "
" Apa maksud mu Rain ?" Tanya Papa-nya semakin tidak berpikir dengan apa yang di ceritakan putrinya.
" Nyawanya di ancam, Anaknya menjadi tawanan pria itu. Dan jika dia bisa mendapatkan darah Rain, Maka Raina memberikan saja dia mengambil darah Rain demi anaknya. Maka Rain minta padanya untuk membuat laporan palsu. Rain menjanjikan banyak uang padanya, Dan saat ini dia tengah menunggu di taman kota. Tolong berikan uang itu padanya. " Alex menghela nafasnya berat.
Dia memijat kepalanya yang berdenyut. Dia sudah sangat berpikir keras karena keadaan putrinya, Tapi ternyata semua ini hanya rekayasa.
" Dan ingat, Raina tidak akan melupakan janji kalian yang ingin membuatkan pesta dansa untuk Rain. Kakak juga harus menepati janji kakak. "
Duaarrr...
Kepala Sky berdenyut mendengar ucapan Raina yang semakin membuat kepalanya sakit.
Dua kali dia sudah di bohongi oleh Raina seperti itu.
Pertama di rumah sakit, Lalu sekarang juga kena.
" Kau dua kali mempermainkan ku Raina. "
" Kalian juga jahat merahasiakan kehamilan ku. Apa itu bukan jahat namanya ?" Sky menjambak rambutnya frustasi karena ulah Raina.
" Kau mau kemana ?" Tanya Alex yang melihat putranya pergi meninggalkan mereka begitu saja.
" Pergi, Lebih baik Sky pergi dari sini dari pada melihat drama ini. Menyebalkan ! " Benar juga yang di katakan Sky, Raina memang pandai sekali membuat drama.
Mendengar jawaban dari Sky membuat Alex juga ikut pergi bersamanya.
Ternyata mereka di prank oleh Raina yang sama sekali tidak hilang ingatan.
Setelah kakak dan Papa-nya pergi, Cloud menatap tajam pada Raina dan menghela nafasnya berat.
" Huh !"
Tok !
" Auh...Cloud..."
" Rasakan ! Biar otak mu kembali pada seperti semula. "
__ADS_1
...🐊🐊🐊...