
Markus telah lebih dulu keluar dari ruangan menjijikan itu.
Dia memang bergelut di dunia gelap ini sudah sejak dulu sekali bersama taman,sahabat,rekan,bos dan sekarang menjadi keluarga karena anak-anak mereka yang sudah menikah.
Tapi jangan harap Markus mau melihat adegan-adegan menjijikan seperti itu.
Markus memang bos tempat hiburan tersebar di kota London, Tapi dia tidak pernah terjun langsung ke tempat itu.
Dia hanya memerintah anak buahnya untuk mengurus secara langsung ladang duitnya.
Dan menurutnya apa yang di lihatnya tadi benar-benar sangat menjijikan hingga membuatnya ingin segera selesai dan pergi dari tempat itu.
Terserah mau Mario ikut kembali ke London atau tidak, Tapi dia tidak ingin berlama-lama di sana.
Dor !
Markus langsung melepaskan sebuah tembakan saat salah satu dari anak buah Robert ingin melepaskan sebuah peluru panas padanya.
Sebelum itu terjadi lebih baik Markus yang lebih dulu memberikan hadiah itu pada mereka bukan ?
" Beraninya kau. " Mario langsung menghantam anak buah Robert yang hendak melepaskan pelurunya lagi pada Markus.
Tapi mereka tidak menyangka jika anak buah Robert akan sebanyak ini.
Bukan mereka tidak menduga, Karena ini semua sudah di perkirakan oleh Markus dan Mario.
Dor
Dor
Dor...
Acara tembak menembak terjadi begitu kentara hingga menyebabkan para wanita itu berlarian dengan suara teriakan yang histeris.
Ini semua memang sengaja di biarkan Markus dan Mario karena mereka akan melakukan sebuah rencana licik selanjutnya
Robert begitu kaget saat dia berhasil keluar dari ruangan tadi dan ternyata tempat ini sudah kosong dan tidak ada satu pun orang lagi di sini dan hanya tinggal seseorang pria tua yang sedang duduk dengan angkuh di kursi dengan sebuah pistol di tangannya.
Dia memainkan pistol tersebut di tangannya dengan mulutnya yang menghembuskan asap nikotin yang bisa merusak organ dalamnya.
Seseorang yang sangat di bencinya adalah Alexander Guero yang telah membunuh ayahnya di masa lalu.
Amarahnya langsung naik ke permukaan saat melihat pria sombong itu.
" Selamat datang Di club' murahan ini. " Mario hanya bisa mencebik saja mendengar sindiran dari Alex yang mengatakan bahwa club' miliknya murahan.
Jika dia berani, Rasanya dia ingin sekali menghantam wajah pria tua yang sombong itu.
Padahal Mario juga ingin memiliki sebuah kesempatan yang langsung di berikan oleh Alex pada Markus untuk memukulnya sekali saja.
Setidaknya dia telah puas karena telah berhasil menyerang pria itu.
Tapi dia tidak berani meminta itu karena itu akan sangat berbahaya.
" Aku akan menghabisi mu Alexander !" Ucapnya dengan amarah yang sangat menggebu.
Belum sampai dia menghantam Alex di sana dia sudah di hantam lebih dulu dengan seseorang yang berbadan lebih kecil darinya.
Tapi pukulannya cukup keras.
" Aku lah lawan yang kau inginkan bukan ? Aku sudah berdiri di hadapan mu saat ini. Apa yang kau inginkan ayo selesaikan. " Rahang Robert mengeras saat melihat siapa yang berada di depannya.
Yang berada di depannya adalah Galaxy Sky Alexander.
Pria yang sangat di inginkannya untuk memperkuat kekuasaannya.
" Galaxy Sky Alexander, Pria paling sombong di London. Aku sangat berterima kasih pada roh ayah ku yang masih menemani ku hingga saat ini. Demi tuhan aku akan membalaskan dendam ayah ku. Aku akan membunuh mu Alexander aku akan membunuh mu !" Dia kembali hendak menyerang Alex dan Sky langsung menghadangnya.
Terjadi pertarungan sengit di antara Sky dan juga Robert saat ini.
Bugh...
" Bertaruh 20juta dollar untuk ini ?" Mario sempat-sempatnya mengajak Markus untuk bertaruh dengan pertarungan di depan mereka saat ini.
" Aku akan membunuh mu Sky, Aku akan mencabut jantung mu. Aku akan melenyapkan mu dan seluruh keluarga mu. Aku akan membunuh kalian semua. " Saat ini tubuh Sky di kuasai oleh Robert karena Robert tengah di selimuti amarahnya yang begitu menggebu.
" Aku bersumpah akan melenyapkan kalian semua dengan tangan ku sendiri demi Daddy ku, Aku akan membalaskan dendam Daddy ku, Aku bersumpah atas nama Daddy ku Juan James Ramon, Aku akan membunuh kalian semua !"
Deg !
__ADS_1
Jantung Alex berdetak kencang saat mendengar nama itu.
Sebuah nama yang menjadi dasar ketakutan Matheo dulu.
Dasar dari sebuah keinginan Matheo untuk menetap dan tinggal di Indonesia jauh dari keluarganya.
" Aku akan membunuh mu..."
Bugh...
Sku terjatuh dan Lalu tubuhnya langsung di kuasai oleh Robert yang semakin menggila.
Saat Alex hendak menolong putranya sebuah peluru melesat dengan cepat dan menembus Dadanya.
Dor...
" Alex..."
" Papa..." Sky berteriak saat melihat Papanya yang langsung terjatuh dan memuntahkan darah dari mulutnya.
Melihat itu semua jiwa iblis di dalam diri Sky langsung bangkit.
" Bajingan !" Sky kembali menghajar pria itu hingga tidak terkendali lagi.
Sementara Markus dan Mario langsung membawa Alex untuk masuk ke dalam mobil dan di larikan ke rumah sakit.
Mereka tidak menyangka jika Alex akan tertembak seperti ini.
Entah dari mana sebuah tembakan itu datang, Tapi Markus telah memerintahkan anak buahnya untuk mencari tau siapa yang telah berani melepaskan sebuah tembakan itu.
Dia benar-benar tidak menyangka jika Alex bisa terkena tembakan seperti itu.
" Tolong jaga istri ku, Pastikan dia terus tersenyum setiap ha-ri. "
" Jangan banyak bicara brengsek ! Omong kosong apa yang kau katakan itu hah ! Lebih cepat bodoh ! Kemudikan mobil ini lebih cepat lagi sialan ! " Markus mengumpat Alex dan Markus sekaligus.
Sumpah demi apa pun, Jika dulu dia sangat takut hingga bersikap bodoh saat Lisa melahirkan Alisa, Maka saat ini ketakutannya sangat berbeda.
Markus benar-benar sangat takut, Dia takut kehilangan pria tangguh yang telah memungutnya dari jalanan dan membuatnya menjadi salah satu pria yang terpandang di Daratan Eropa ini.
Walau statusnya hanya asisten sejak dulu dan sekarang, Tapi Alexander adalah dunia Markus.
Dia sudah bersumpah atas nama Tuhan, Bahwa dia akan mengabdi seumur hidupnya untuk pria yang tengah terbaring lemah seperti ini.
Tidak terhitung lagi dengan jarinya berapa kalia Alexander menghadapi maut seperti ini tapi selalu lolos.
Dan begitu juga dengan saat ini, Karena Markus berharap bahwa Alex juga akan baik-baik saja dan bisa terus berdiri bersama mereka.
" Kenapa udaranya dingin sekali ? apa aku akan selamat Markus ?"
" Berhenti bicara omong kosong Alexander ! kau akan selamat. Kau akan pulang pad sekeluarga mu. Kau harus kuat demi anak-anak dan istri mu. Kau bilang ingin melihat anak Raina yang hebat, Kau ingin melihat anaknya Jupiter. Kau sudah berjanji pada Tarisa mu untuk hidup lebih sehat lagi bodoh !"
" Aku sudah bahagia Markus, Ada anak-anak yang luar biasa, Menantu ku yang luar biasa. "
" Cukup Alexander, Cukup ! jangan bicara omong kosong, Kau akan selamat. aku tidak bisa mengeluarkan pelurunya karena terlalu dalam sekarang diam dan simpan tenaga mu !" Alex mengangguk dengan menampilkan senyumannya.
Dia tersenyum karena dia tidak salah memilih Markus sebagai sebuah rekan yang solid.
Rekan yang selalu menemaninya selama puluhan tahun. Rekan yang sangat bisa di andalkannya.
Sementara di rumah besar itu, Tarisa yang baru saja hendak kembali ke kamarnya tiba-tiba saja merasa dadanya sangat sesak.
Entah apa yang membuatnya sesak seperti itu.
Apa penyakit jantung bawaannya kembali kumat ? tapi kenapa harus sekarang ?
Di rumah tidak ada Alex dan juga Sky, Di luar rumah sedang tidak baik-baik saja.
Maka dia tidak boleh sakit, Dia harus tetap kuat untuk semua ini.
Dia terus memegangi dadanya yang terasa sesak sambil terus berusaha untuk menangkan dirinya.
Dia tidak boleh sakit, Dia tidak ingin semakin menambah beban pikiran suaminya.
Tapi entah mengapa pikirannya tertuju pada Alex.
Inilah mengapa Tarisa ingin mereka hidup sederhana saja. Dia ingin menikmati sisa hidupnya bersama Alex dengan tenang tanpa ada drama seperti ini lagi.
Jantung nya selalu saja sakit seperti ini setiap kali Alex di luar sana dan menghadapi bahaya.
__ADS_1
Walau suaminya tidak pernah mengatakan hal itu, Tapi Tarisa tau bahwa jika Alex sudah keluar bersama Markus itu pasti ada sesuatu yang tidak beres.
Apalagi sampai bujang tua itu sampai di sini berarti keadaan sudah tidak terkendali lagi.
maka mereka datang ke sini.
Saat Tarisa sampai di depan pintu kamarnya dan masuk ke kamarnya bersama sang penguasa itu, Entah mengapa dia seperti mendapat bisikan untuk melihat ke kamar Cloud.
Entah apa juga yang bisa membawanya melangkah kan kaki mungilnya kesana.
Dia mendengar dari luar kar Cloud bahwa putranya itu tengah menghubungi seseorang.
Awalnya Tarisa biasa saja dan hendak kembali ke kamarnya, Namun saat mendengar Cloud menyebut tentang Papa-nya Tarisa tau bahwa ini tidak baik-baik saja.
Jantungnya semakin berdetak kencang, Jantungnya semakin memompa dengan kecepatan dua kali lipat lebih cepat hingga membuatnya memberanikan diri untuk membuka pintu kamar putranya.
Tarisa berusaha melakukannya sepelan mungkin agar tidak terdengar oleh Cloud.
Pintu sudah terbuka sedikit, Dari tempatnya dia sudah mendengar bahwa Cloud tengah berbicara dengan seseorang yang kemungkinan sedang menyampaikan sesuatu pada anaknya.
Mungkin itu kabar tentang suaminya.
" Papa ku akan baik-baik saja ! Papa ku tidak akan mungkin terluka !" Dari tempatnya Tarisa berdiri dia sudah bisa melihat bagaimana tangan putranya yang terkepal erat menandakan bahwa berita yang di terimanya tidak baik.
Sampai Tarisa menguatkan dirinya untuk baik-baik saja, Dia kembali di hantam dengan sebuah berita yang membuat dunianya runtuh seketika.
" Papa ku tidak akan mungkin mati ! Papa ku tidak akan meninggalkan kami semua ! Tidak mungkin !"
Brugh...
Cloud langsung melihat ke belakang dan apa yang menjadi ketakutannya terjadi.
Di sana Mama-nya sudah terduduk di lantai sambil memegangi dadanya dan berlinang air mata.
" Ma..." Cloud langsung menghampiri Mama-nya yang terlihat begitu terpuruk di tempatnya.
" Ma...Ayo Cloud bantu berdiri ya. " Tarisa menggelengkan kepalanya.
Dia ingin mendengar berita yang di terima putranya tadi.
Dia ingin mendengar kabar berita tentang suaminya. Tarisa ingin mengetahui kabar tentang suaminya.
Tarisa harus mendengar kebenaran itu. Dia berharap bahwa apa yang di dengarnya tadi tidak benar.
Dia berharap bahwa Alexander pria terhebatnya akan baik-baik saja dan berada dalam lindungan Tuhan.
Tarisa sangat berharap untuk itu.
" Ka-takan apa itu benar sayang ? " Tanya Tarisa dengan air mata yang terus saja mengalir dari kedua mata indahnya yang sudah tua itu.
Dia sangat berharap bahwa Cloud mengatakan bahwa berita itu tidak benar.
" Colour, Katakan pada Mama nak, Apa itu benar ?" Ulangnya sekali lagi berharap Cloud akan menjawabnya.
" Cloud sayang...Mama bertanya sayang, Tolong katakan bahwa itu tidak benar nak, Tolong katakan pada Mama bahwa itu tidak benar sayang, Tolong katakan itu salah. Papa kamu baik-baik saja kan Nak ? Papa kamu--"
" Papa tertembak Ma, Saat ini keadaan Papa tidak baik-baik saja, Papa di larikan ke rumah sakit karena tidak sadarkan diri dan kehilangan banyak darah, Papa---"
" CRISTIAN ALEXANDER...."
Grep !
Cloud langsung memeluk Mama-nya yang menjerit histeris memanggil nama Papa-nya dengan dengan penuh emosional.
Cloud tidak sanggup melihat kesedihan yang begitu luar biasa dari Mama-nya.
Sementara Tarisa, dia terus menjerit histeris memanggil nama suaminya.
" Aku mohon jangan tinggalkan aku Alexander, Aku mohon jangan tinggalkan aku, Aku mencintai mu Alexander, Aku sangat mencintai mu, Jangan tinggalkan aku ALEXANDER, Aku bersumpah akan membenci mu jika kau sampai meninggalkan ku, Aku mohon jangan tinggalkan aku...Hiks..." Cloud semakin mengeratkan dekapannya pada tubuh wanita mungil yang terus saja menangis memanggil nama suaminya.
Wanita yang telah melahirkan mereka semua. Wanita yang begitu mencintai Papanya dengan sepenuh hati.
Ikatan cinta mereka memang sungguh sangat luar biasa sekali, Cloud belajar banyak dari Mama dan Papa-nya.
Tapi kini, Wanita rapuh itu seperti kehilangan separuh nyawanya saat mendengar berita itu.
" Aku mohon jangan tinggalkan aku Alex, Aku mohon..."
...ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜...
__ADS_1