Im The Queen ( Raina Queen Alexander )

Im The Queen ( Raina Queen Alexander )
Hari H


__ADS_3

" Sudah ayo cepat ! Jangan membuang waktu lagi, Acara sudah akan di mulai. " Tarisa hanya bisa menghembuskan nafasnya berat dan kesal.


Siapa yang tidak kesal karena sejak tadi suaminya selalu saja heboh seperti itu.


" Tenangkan diri kamu Alexander, Kamu itu gugup. Maka sejak tadi terus saja berisik. " Ucap Tarisa yang melihat suaminya yang terlihat gugur seperti itu.


Dan lihatlah, Tarisa selalu suka setiap kali melihat maha karya indah di punggung suaminya.


Tarisa tidak menyukai pria bertato, Tapi ada pengecualian untuk sang penguasa, Karena Tarisa mencintainya.



" Sudah cepat bersiap dan gunakan pakaian kamu, Acara tidak akan di mulai jika tidak ada kamu di sana. Selain kamu penguasa di sini, Kamu juga yang akan mendampingi Rain ke altar nantinya. " Alex menghembuskan nafasnya dengan berat.


Entah kenapa rasanya dia tidak baik-baik saja saat ini. Dulu saat dia ingin menikahi Tarisa dia tidak segugup ini.


Tapi kenapa Rain yang menikah dia yang gugup setengah mati ? Tangannya berkeringat dingin.


Hal itu pun di sadari istrinya, Karena Tarisa tau Alex sebenarnya berat untuk melepaskan putri mereka.


Tarisa menghampiri suaminya, Dan membelai rahang tegas suaminya dan mengusapnya dengan lembut.


Karena Tarisa tau, Suaminya membutuhkan kekuatan darinya, Dan Tarisa tau bahwa sentuhan darinya.


Terbukti Alex yang mulai tenang dan nyaman dengan sentuhan istrinya.


" Aku tau kamu gugup sayang, Tapi kamu harus bisa. Kamu lah yang akan mengantarkan Rain pada calon suaminya. Pada pria yang akan menggantikan tanggung jawab mu untuk menjaganya. Walau aku tau kamu tidak akan lepas tangan begitu saja dengan anak-anak, Tapi coba lah untuk kuat. Sekarang ayo pakai jasnya, Dan temui Rain kita, Mungkin Rain sudah selesai di Make Up. " Alex tidak menjawab apa yang di katakan istrinya.


Tapi dia malah langsung memeluk tubuh mungil wanita yang selalu membuatnya jatuh cinta hingga ke dasar terdalam.


Jatuh cinta pada Tarisa hingga tidak ingin lagi keluar dari belenggu yang di ciptakan ya sendiri untuk Tarisa. Karen nyatanya dia juga terbelenggu di dalamnya.


Alex terbelenggu oleh cinta yang di berikan Tarisa untuknya.


" Apa aku kuat Tarisa ? Apa aku kuat untuk menahan air mata ku untuk tidak menangis di depan Rain ? Bagaimana jika nanti saat aku menangis anak kurang ajar mu itu meledek ku ? Bagaimana nanti jika pemimpin sekte anak China kita berulah dan melakukan pembullyan pada ku ? Apa kau akan membela ku ?" Tarisa mengusap lembut kepala suaminya yang tengah merasakan kegundahan di hatinya itu.


" Aku yakin Sky tidak akan mengejek mu. Suatu saat dia juga akan merasakan hal yang sama dengan kamu jika dia memiliki anak perempuan. Jadi sudahi ini semua dan temui Rain. Aku akan melihat anak-anak yang lainnya lagi. Aku akan membiarkan mu bercerita pada Rain. " Alex membiarkan saja apa yang di lakukan Tarisa padanya

__ADS_1


Karena Alex tetaplah Alex yang tidak ingin di sentuh oleh siapa pun selain istrinya, Begitu juga dengan anak-anaknya yang lain.


Mereka hanya akan setia pada satu wanita dan tidak akan menyakiti hatinya.


Itu lah perintah mutlak yang di perintahkan Alex pada anak-anaknya.


Alex sudah selesai berpakaian dan seperti yang di katakan Rain padanya, Dia harus menemui Rain dan di sini lah Alex saat ini.


Dia berada di depan pintu ruangan Rain yang masih di rias.


Jantungnya berdetak kencang, Apalagi saat Alex berjalan menghampiri sang putri.


" Tuan--" Para perias pengantin langsung kaget saat melihat siapa yang datang.


Begitu juga dengan Raina, Apalagi saat mendengar Papa nya yang mengusir mereka semua.


" Keluar dan tinggalkan aku bersama putri ku !" Mendengar itu semua membuat Rain menatap tak percaya pada Papa nya.


Ada apa ini ? Kenapa rasanya Rain ingin menangis ?


" Pa..." Raina kaget saat melihat Papanya yang melihat Papa nya berlutut di hadapannya.


Terlihat sangat indah dan sangat luar biasa sekali.


" Gaun yang indah bukan ? Ini terlihat sangat cantik saat kamu kenakan sayang. " Air mata Rain sudah menggenang di pelupuk matanya.


inikah perasaan aneh yang di rasakan ya sejak tadi ?


" Apa ini berat sayang ? Apa sepatu kamu pas ? Jangan menggunakan heels, Nanti kaki kamu sakit. "


" Pa, Jangan seperti ini. " Rain sudah merasa dadanya ingin meledak saat ini.


Apalagi saat melihat Papa nya yang terlihat sangat berbeda seperti ini.


" My Rain, My Love and My Daughter, Are you Happy ?"


" Pa ! Please Stop it ! "

__ADS_1


" Im oke My Rain, Please don't Cry. " Alex mengusap air mata yang sudah jatuh dari Matta putri kesayangannya.


" Papa yang membuat Rain menangis. " Jawab Rain mulai emosional.


Dia tidak bisa terus seperti ini menahan sesak di dadanya.


" Papa harap kamu bahagia sayang. Hari ini, Papa akan mengambil tugas mulia, Tugas yang di impikan banyak ayah di muka bumi ini. Di mana seorang ayah akan mengantarkan putrinya berjalan di altar untuk menyerahkan tanggung jawab selanjutnya pada pria yang akan menjadi pendamping mu. Dan papa harap kamu bahagia Rain, Tidak ada hal lain lagi yang paling membahagiakan di dunia ini bagi orang tua selain melihat anak-anak mereka tumbuh dengan baik dan hidup dengan bahagia. Maka Papa minta terus lah bahagia, Sebentar lagi kamu akan menjadi istri dari buaya gondrong itu, Jangan lupakan Papa saat sudah menikah nanti. Sering lah berkunjung, Karena Papa---" Alex tidak bisa melanjutkan kata-katanya lagi saat dia mendapatkan pelukan dari putrinya.


Mereka berdua sama-sama menangis, Keduanya saling berpelukan dan menumpahkan tangis bahagia mereka.


Baik Alex maupun Rain, Mereka sama-sama orang paling egois, Tapi siapa yang tau kerapuhan di hati mereka.


" Rain sayang Papa, Rain sayang Papa, Rain sangat sayang dengan Papa. Jangan katakan apa pun lagi. Rain hanya menikah. Rain hanya berubah menjadi seorang istri, Tapi Rain akan tetap menjadi putri Papa, Rain akan tetap dan selalu menjadi anak Papa yang paling nakal. " Alex menggelengkan kepalanya, Dia tidak suka jika anak-anaknya di sebut nakal, senakal apapun mereka, Alex akan tetap mencintai mereka dengan sepenuh jiwanya, Dia akan melakukan apapun untuk putri tercintanya, Bukan hanya itu saja, Alex akan terus memastikan jalan yang di lewati anak-anaknya adalah jalan yang terbaik.


" Jangan menangis sayang, Papa baik-baik saja. Papa bukan menangis, Papa hanya bahagia saja, Lagi pula di sini banyak abu, Jadi air mata Papa keluar. "


" Rain tidak perduli itu, Rain tidak perduli. Rain ingin menangis bersama Papa, Rain ingin terus seperti ini bersama Papa. " Keduanya saling berpelukan hingga para pria klan Alexander datang ke Ruangan Rain.


Di sana ada Matheo, Sky, Thunder, Cloud dan juga Jupiter.


Mereka semua sudah memakai setelah yang sama dengan yang di gunakan Papanya.


" Kita harus segera bersiap. Pengantin pria sudah menunggu. " Mendengar suara putranya yang paling menyebalkan membuat Alex langsung menghapus air matanya.


" Jangan mengelak lagi Pa, Sky tau apa yang Papa Rasakan. Kami semua juga akan merasakan hal yang sama Nantinya. " Untuk kali ini, Sky tidak ingin mencari masalah apapun dengan Papa nya, Karena sejujurnya dia juga sedih bercampur bahagia hari ini.


" Ini bunga mu My Twin. " Cloud langsung menghapus air mata yang masih membekas di pipi kakak kembarnya.


Wanita yang selalu ingin di lindungi ya.


" Thanks My Best Brother. " Jawab Rain sambil memeluk adik kembarnya itu.


Nb: Sumpah ya Wee, Aku sambil nangis nulis part ini.


Part di mana Papa Alex pas ngusap gaun pengantin Rain.


Kok kayaknya nyesek banget 😭

__ADS_1


...💛💛💛...


__ADS_2