
" Sayang tunggu, My Rain...Jangan marah. " Brandon berusaha mengejar Raina yang terlihat kesal padanya.
Pasti kesal, Rain berpikir bahwa Brandon melamarnya di makam, Padahal yang sebenarnya belum.
Brandon belum melamar Rain untuk melangkah lebih jauh lagi, Dia belum mempersiapkan semuanya.
Belum, Karena Brandon ingin melamar kekasih hatinya dengan penuh kejutan dan kebahagiaan.
Karena itu lah yang ingin di lakukan Brandon sejak dulu, Dia ingin menciptakan kenangan indah di setiap detik kehidupannya bersama Raina kelak.
Dia akan berusaha sebisanya untuk membahagiakan Rain dengan cinta dan harta yang di milikinya.
Hatinya, Cintanya dan seluruh hidupnya adalah milik Rain, Dan hanya untuk Rain.
Tidak untuk siapa pun lagi di dunia ini, Hidup Brandon hanya berputar dengan Raina sebagai poros kehidupannya.
Hanya Raina dan Karena Raina.
" Rain..." Brandon berhasil mengejar kekasihnya, Dia menarik nafasnya pelan dan menghembuskan nya perlahan.
Dia tau Raina yang mudah terpancing emosinya, Tapi dia harus terus bersabar untuk merubah sikap wanita itu, Karena dia yakin Raina adalah wanita yang lembut, Hanya saja kehidupan yang membuatnya seperti itu.
" Apa lagi ?? Apa nanti kau juga akan mengajak ku menikah di makam iya ??"
" Tidak sayang, Itu bukan lamaran My Rain, Itu hanya sebagai tanda bahwa aku telah memenuhi keinginan GrandMa untuk memberikan cincin itu sama kamu, Kata GrandMa itu cantik maka beliau memilih itu untuk kamu, GrandMa tau kamu suka warna biru, Jadi itu pilihannya. " Mendengar penjelasan dari Brandon membuat Rain terdiam.
Dia telah salah menilai Brandon dan berkata kasar padanya,.
" Maaf..." Ucap Rain dengan penuh sesal.
Melihat Rain yang merasa bersalah dan meminta maaf dengan tulus seperti itu membuat Brandon tersenyum.
Ini adalah awal yang baik, Karena setahu Brandon, Raina sangat susah mengatakan maaf pada siapa pun, Dan kali ini Rain meminta maaf padanya karena telah salah sangka.
" Its oke, Tidak masalah, Aku memakluminya My Rain..." Kenapa Rain selalu terpesona dengan setiap sentuhan yang di lakukan Brandon ?
__ADS_1
Padahal hanya sentuhan sederhana seperti ini saja mampu membuat Rain merasa nyaman dan terlindungi dengan semua cinta yang di miliki pria gondrong itu.
Duda kesayangannya, Buaya Belanda pilihan Papanya.
Tapi tunggu, Kenapa Rain mengatakan Duda kesayangannya ?? Kenapa Rain bisa berpikir seperti itu ??
Tidak ingin Brandon mengetahui isi hatinya, Rain pun langsung mengalihkan pembicaraan mereka berdua dengan alasan lapar.
Padahal yang sebenarnya, Rain tidak lapar, Karena di pesawat dari dia sudah banyak makan roti dan buah, Tapi karena alasan saja dia mengatakan lapar.
" Baik, Kita akan makan di pinggir sungai Amsterdam, Mau ??" Rain tidak menjawab, Tapi dia menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Brandon lagi dan lagi tersenyum sambil mengusap pucuk kepala sang hujan terindahnya.
Rain memang tinggi untuk ukuran wanita, Tapi karena tinggi badan Brandon yang luar biasa membuat Rain masih terlihat pendek di dekat Brandon, Lalu apa kabar Mama Tarisa yang tinggi badannya hanya 163 ?
" Aku mencintai mu Rain..." Ucap Brandon saat Rain hendak masuk ke dalam mobilnya.
" Kau ingin aku kekenyangan dengan kata-kata cinta mu iya ?"
" Jika begitu ayo cepat ! terlalu banyak berkata manis juga tidak baik ! Itu akan mengurangi usia mu !" Entah dari mana Rain mendapatkan kata-kata itu, Tapi yang pasti Brandon hanya bisa menahan tawanya.
Karena jika dia tertawa hujan terindah itu bisa memunculkan badainya, Maka dari itu Brandon lebih memilih mencari amannya saja.
Dari pada dia basah terkena air hujan, Lebih baik diam maka dia akan selamat dari hujan badai.
" Ingin makan apa Rain ??" Tanya Brandon yang kembali menggenggam tangan Rain.
Rain juga tidak habis pikir, Kenapa Brandon terus menggenggam tangannya ? Seakan takut terlepas saja, Seperti takut Rain pergi meninggalkannya.
" Apa yang enak di sini ?? Saat aku di sini, Aku tidak menikmati makan siang ku karena istri mu, Aku harus melewatkan makan siang ku begitu saja. "
" Maaf kan aku Rain, Aku tidak bisa melindungi mu dari Sheera. "
" Jangan menyebut namanya ! Rasanya aku ingin mencekik lehernya ! Aku melarang mu menyebut namanya lagi ! Kau paham ??"
__ADS_1
" Kamu sayang, kamu. Coba biasakan untuk mengatakan kamu. " Brandon mencoba kembali mengingatkan Rain untuk bisa bersikap sopan layaknya wanita anggun dari keluarga baik-baik sepertinya.
" Aku tidak terbiasa. " Jawabnya dengan ketus.
" Maka coba untuk membiasakannya sayang, Bagaimana jika kita menikah nanti lalu memiliki anak-anak luar biasa ? Apa kamu bisa menjawab jika suatu saat mereka bertanya kenapa Ibu mereka memanggil ayah mereka dengan kata ' Kau ' ??"
" CK, Menikah ! Apa sudah begitu yakin ingin menikahi ku ??"
" Apa yang harus ku ragukan lagi ?? Cinta mu memang belum keluar dari bibir mu, Dan aku juga belum mendengarnya, Tapi aku yakin jika suatu saat nanti aku akan mendengar itu secara langsung, Karena saat ini pun aku yakin di hati mu, Bahwa kamu sudah mencintai ku, Hanya saja kamu tidak tau bagaimana cara mengatakan itu padaku, Dan aku tidak akan memaksanya sayang, Aku juga bukan pria yang sempurna, Tapi aku ingin menyempurnakan ketidaksempurnaan ku dengan hadirnya kamu, Maka aku yakin hidup ku akan sempurna, Karena kamu yang menyempurnakan semuanya. " Ya Tuhan Brandon, Terbuat dari apa kau ini ??
Kenapa kau bisa berkata begitu indahnya ?? kenapa kau bisa mengatakan hal seindah itu hingga membuat seroang Raina yang terkenal sangat sombong dan angkuh itu tidak bisa berkata-kata lagi setelah mendengar setiap tutur kata dan bahasa mu ?
Pria keturunan mana kau ini ? Apa kau keturunan Malaikat ?? Atau semacamnya ??
Kenapa hati mu bisa seluas itu ?? Kau bisa dengan begitu sabarnya menghadapi wanita arogan itu ?? Kau sungguh sangat luar biasa Brandon, Kau benar-benar luar biasa Buaya Belanda kesayangannya ibu-ibu komplek perumahan Noveltoon, Kau memang buaya gondrong kesayangan mereka.
Apalagi pesona mu, Otot mu, Dan tato di dada dan punggung mu itu berhasil mengalahkan para suami mereka, Bahkan cucian mereka yang menumpuk di pagi hari pun bisa mereka tinggalkan hanya karena mengetahui kau hadir di pagi hari,.
Bahkan meraka ada yang terkena sindrom bucinnya kamu ke Raina.
Ulekan sambel, dan sayur di wajan mereka bisa mereka tinggalkan begitu saja demi kamu Brandon, Dan beruntunglah kamu karena banyak di cintai mereka, Tidak seperti Max yang begitu mereka benci dulunya 🤣🤣
Kau sangat beruntung sekali Brandon Smith...
Oke, Mari kita kembali pada kisah mu dan Air hujan itu.
" Pandai sekali bibir mu itu mengatakan hal semanis itu. Tidak salah jika Papa menyebut mu Buaya Belanda, Karena memang kamu buaya yang suka membuat hati wanita berdenyut dan meleleh karena kata-kata manis mu itu. "
" Termasuk kamu lah ??"
Skak !
Raina tidak bisa berkutik lagi, Karena apa yang di katakan Brandon benar adanya.
Dia juga termasuk dalam katagori tersebut.
__ADS_1
...💛💛💛...