Im The Queen ( Raina Queen Alexander )

Im The Queen ( Raina Queen Alexander )
Pagi Menyeramkan


__ADS_3

Ini adalah pertama kalinya Brandon tinggal di rumah mertua dan sarapan pagi bersama pula.


Karena sebelumnya mereka hanya sarapan bersama di hotel setelah pernikahan mereka di selenggarakan, Dan kali ini paginya di meja makan rumah mertua terasa sangat menyeramkan sekali.


Tapi ada untungnya karena Sky dan Matheo tidak berada di sini, Jadi masih sedikit terkendali.


Hanya ada Cloud sih pendiam dan Jupiter yang luar biasa bersama istrinya.


Ya, Istri karena Jupiter telah menikahi wanita bernama Elea dari Korea sana walau tidak di Restui dan sudah di buang oleh keluarganya, Tapi keluarga ini menyambutnya dengan baik.


Dan lihatlah betapa Jupiter sayang mencintai istrinya yang tengah mengandung seperti itu.


Brak !


" Papa !"


" Sayang !" Panggil kedua wanita yang paling di cintai Alexander secara bersamaan.


Rain dan Mama nya kaget saat melihat sang penguasa itu mengebrak meja makan mereka pagi ini.


" Apa yang kalian lakukan di kamar mandi tadi pagi hah ?" Brandon hanya menunduk saja karena tidak berani menjawabnya.


Tadi pagi, Setelah mereka lari pagi, Lebih tepatnya Brandon yang berlari keliling halaman rumah besar mertuanya, Dia tiba-tiba di suguhkan pandangan panas istrinya yang baru saja selesai mandi.


Melihat Rain yang baru saja keluar dari kamar mandi membuat Brandon langsung bergairah dan kembali menyeret Rain kembali ke kamar mandi dan melakukan penyatuan mereka.


Tidak banyak gaya, Karena waktu sudah mepet sekali.


Lagi pula Brandon dan Rain hanya bermain di depan wastafel saja.


Tapi ******* mereka tidak bisa membohongi siapa saja yang mendengar nya, Karena memang ******* Rain dan Brandon terdengar sangat luar biasa sekali.


" Tidak bisa kah tidak mengurusi Rain ? lagi pula Rain hanya mengambil beberapa barang-barang penting Rain dan akan ikut suami Rain ke Belanda. " Tiba-tiba raut wajah pria berkuasa itu langsung meredup.


" Aku kenyang !" Alex langsung meninggalkan meja makan karena dia sudah tidak berselera lagi.

__ADS_1


Tarisa mengerti apa yang di rasakan suaminya saat ini, Pasti dia merasa sangat kehilangan nantinya.


Karena rumah mereka akan semakin sunyi nantinya.


" Makan lah, Jangan khawatirkan Papa kalian. Biar Mama yang akan melihatnya. " Brandon merasa bersalah di sini.


Apa karena dirinya Papa mertuanya hingga tidak jadi makan ?


Sadar akan canggungnya sang Suami dari Kakak kembarnya, Cloud pun mengatakan bahwa tidak perlu memikirkannya.


" Biarkan saja Papa seperti itu kak. Jika seperti itu hanya kak Sky dan Mama lah yang bisa membujuknya. " Brandon pun mulai paham.


Dia cukup merasa lega dengan penjelasan dari Cloud.


" Benar kah Papa mertua tidak apa-apa ?" Tanya Brandon lagi karen sesungguhnya dia memang sangat tidak nyaman dalam situasi ini.


" Benar. Lebih baik kita makan dan ayo berkuda. " Brandon pun akhirnya sarapan dengan tenang bersama istri dan saudaranya.


Sementara di dalam kamarnya, Pria tua yang masih mempesona di usia tua hanya bisa menatap ke luar jendela kamar mereka.


" Kenapa menyusul ? apa kau sudah makan ?" Tarisa hanya menggelengkan kepalanya saja.


" Aku selalu menyukai aroma ini, Aroma pria yang sombong yang selalu memeluk ku setiap malam tanpa ikatan pernikahan. Pria sombong yang telah menipu ku dengan hutang palsu itu. "


" Cih...Kau mengungkitnya lagi. " Alex memang berdecak kesal.


Tapi dia tetap membiarkan wanita mungil itu memeluk tubuhnya dari belakang.


" Aku tau kamu merasa kehilangan anak-anak, Tapi tugas kita untuk membesarkan mereka sudah selesai. Kini tugas kita hanya memantau kehidupan anak-anak yang sudah berumah tangga. Hanya tinggal Cloud lagi. " Alex setuju dengan apa yang di katakan istrinya


Tapi entah mengapa rasanya berat sekali melepaskan Rain.


" Rain putri kita satu-satunya , Tidak bisakah di tinggal di rumah ini saja bersama kita ?" Tarisa membalik tubuh suaminya dan mengajak Alex duduk di kursi dekat balkon kamar mereka.


" Ini memang sudah takdir sayang. Rain itu wanita, Bagaimana pun, Seorang istri memang harus ikut suami bukan ? Kemana pun suami pergi istri harus ikut. Begitu juga dengan Rain, Kita harus melepaskan Rain demi kehidupan rumah tangganya sayang, Biarkan Rain menjalani semua ini dengan sendiri nya. dan kita harus menerima keputusan ini. " Alex terdiam.

__ADS_1


Dia malah memeluk istrinya, Dia seperti merasa menjadi muda lagi setiap kali bersama istrinya.


" Aku telah mendapatkan kehidupan yang luar biasa ini. Karena ada kau, Dan anak-anak. bagaimana hidup ku tanpa adanya diri mu Tarisa ? Apa aku akan hidup sebahagia ini ?" Tanya Alex pada istrinya.


Tarisa hanya tersenyum saja.


" Jelas kamu bahagia. Aku cantik, Aku juga bisa memberikan anak-anak yang luar biasa seperti itu. Kamu memang harus banyak bersyukur karena memiliki istri seperti ku. Bukan malah mengejek ku orang Ch*na. " Alex hanya memutar bola matanya malas.


" Kau memang cantik, Tapi kau tidak akan memiliki anak-anak yang luar biasa itu jika aku tidak setiap hari membajak ladang mu. Jika tidak ada aku kau tidak akan hamil dan memiliki anak-anak yang sering membuat kepala ku sakit. Apalagi bayi lontong mu itu. " Alex kembali mengingat bagaimana dulu saat dia sering di respotkan dan di buat kesal dengan ulah bayi lontong itu.


Bagaimana bisa anak usia satu tahun bisa menggeret seekor singa betina.


Hanya Sky yang bisa dan itu menurun pada kedua anak kembarnya sekarang.


" Dia anak kesayangan mu. Dia yang begitu manja dengan mu saat kecil. Dia selalu ingin bersama kamu setiap saat. aku jadi cemburu karena Sky terlalu manja pada mu. " Memang benar.


Sky dulu sering bersama nya hingga sering ikut ke kantor juga.


" Iya aku mengingatnya, Aku juga mengingat bagaimana saat anak itu di culik, Dia tidak menangis sama sekali. Aku sudah panik setengah mati memikirkan bayi lontong itu menangis. Tapi aku tidak tau bahwa dia begitu tenang hingga membuat ku begitu bangga padanya saat anak seusianya di culik dan menghadapi bahaya. " Tarisa setuju dengan apa yang di katakan suaminya bahwa Sky memang luar biasa sekali.


" Maka untuk itu, Ikhlaskan Rain untuk memulai hidup barunya. Hanya Belanda bukan ? Kita bahkan bisa pulang pergi menjenguknya. Jangan seperti orang sudah saja !" Alex melotot mendengar ucapan Tarisa.


Dia kembali mengingat bagaimana dulu saat-saat pertama kali Tarisa hidup bersamanya.


" Aauuhh... sakit sayang..."


" Rasakan kau ! Kau semakin tua semakin berani melawan ku ya ! Apa kau pikir aku sudah tua jadi tidak bisa membuat mu menjerit lagi iya ?" Tarisa langsung menelan ludahnya kasar.


Jika sudah seperti ini, Dia tidak akan selamat lagi.


Habis lah sudah dia kali ini.


" Aahh...aku tidak pernah bilang kamu lemah. kamu tetap kuat seperti dulu. Kamu tetap ganteng Afrika kesayangan ku. "


" Benar kah ? ayo kita coba. Bagaimana banteng Afrika ini saat berkunjung ke ladang manis mu. " Habislah sudah Tarisa.

__ADS_1


Kau tidak akan bisa lepas jika sudah seperti ini.


...💛💛💛...


__ADS_2