Im The Queen ( Raina Queen Alexander )

Im The Queen ( Raina Queen Alexander )
Sistem Kerja


__ADS_3

Entah bagaimana caranya Raina bisa melihat dati rumah besar itu tanpa di curigai oleh orang-orang yang mereka tau bahwa mereka terus saja memantau rumah besar itu.


Tapi jelas bahwa Raina tidak sendirian, Bahkan dia di kawan dengan para penembak jitu di mobil lainnya lagi.


Sementara di dalam mobilnya Raina di kawal oleh Psikopat gila, Siapa lagi jika bukan Mario Lalu driver handal Markus dan Alex sendiri ?


Jangan tanyakan lagi apa keahlian Alexander yang menjadi penguasa itu.


Dia bisa menembak dengan mata tertutup hingga tepat sasaran.


Di dalam mobil itu hanya Raina sendiri dan dia di lengkapi dengan senjata kesayangannya.


" Ingat lah Rain, Kau itu wanita dan saat ini juga kamu juga tengah mengandung. Jangan sampai kamu melakukan hal-hal lain hingga menyebabkan kandungan kamu bermasalah. "


" Apa termasuk berhubungan itu juga masalah Pa ?" Tanya Raina dengan biasa saja.


Ingat saat ini dia bukan wanita polos lagi karena memang dia tidak hilang ingatan dan hanya pura-pura saja.


" Jangan berlagak bodoh Raina. Kau tadi malam mendesah paling kencang. Lagi pula apa yang kau lakukan pada Brandon sampai dia terus berteriak seperti itu Raina ? Apa kau tau jika kepala Papa ingin meledak saat itu ? Jika bukan karena Mama mu yang melarang Papa, Sudah di ledakan pintu kamat kalian itu. " Alex mengungkapkan kekesalan hatinya saat tadi malam dia mendengar suara-suara aneh yang di dengarnya dari kamar Raina dan Brandon.


Sungguh sangat luar biasa sekali menantu dan putrinya ini, Raina itu sangat ganas sekali mungkin.


Kenapa bisa mereka tau ? Jelas tau karena tadi pagi Alex melihat leher Brandon yang ada beberapa bekas kissmark buatan istrinya dan sialnya lagi istri dari buaya gondrong itu adalah putrinya.


Putri satu-satunya dari keluarga klan Alexander yang sungguh sangat luar biasa.


" Anggap saja itu angin lalu. Lagi pula tidak ada yang menyuruh Papa untuk mendengarkannya. Kami lupa untuk menghidupkan peredam suaranya. " Alex menggeram tertahan.


Rasanya dia ingin sekali menjitak kepala Raina. Tapi itu putrinya sendiri.


Dia tidak mungkin melakukan hal itu pada putri kesayangannya.


" Jika bukan putri ku, Sudah ku ledakan kepala mu ini. " Raina hanya menganggap acuh ucapan Papa-nya karena saat ini dia tengah fokus dengan coklat dan makanan lainnya lagi yang memang sengaja di bawa mereka dari rumah.


Jika bertanya kemana mereka akan pergi, Maka jawabannya adalah ke tempat di mana wanita yang telah menolong Raina berada.

__ADS_1


" Kau yakin ini tempatnya Rain ?" Raina hanya mengangguk saja menanggapi ucapan paman Markus.


Mereka langsung turun begitu saja untuk m masuki sebuah rumah kecil namun dengan fasilitas lengkapnya.


" Jangan khawatir Pa, Orang-orang Raina sudah mengaturnya. Mereka membuat seolah wanita ini mati karena korban pemerkosaan. Jadi mereka menganggap bahwa beban mereka sudah hilang saat ini. " Luar biasa sekali bukan pemikiran putri klan Alexander ini.


Dia bisa memikirkan hal sejauh itu untuk mempersiapkan semuanya.


" Ayo Pa. " Raina mengajak para lansia itu untuk masuk ke dalam rumah itu yang memang di kelilingi pohon rindang dan tempatnya juga sejuk.


Tidak hanya itu saja, Di rumah ini memang sangat sederhana dengan perlengkapannya.


Alex jadi berpikir bahwa jangan sampai Tarisa melihat rumah seperti ini. Karena ini memang tipe rumah impian wanita keturunan Ch*na asli itu.


Jika sampai istrinya itu mengetahui rumah ini, Maka dia juga akan meminta rumah seperti ini dan hidup berdua saja di masa tua mereka.


Seperti yang selalu di idam-idamkan wanita tercintanya itu.


Wanita hebat yang sudah melahirkan 5 orang anak-anak yang sangat luar biasa untuknya.


Jangankan berpaling, Melirik wanita lain saja pun Alex tidak. Jadi jangan meragukan kesetiaan seorang Alexander.


Tok...Tok...


" Im The Queen. Raina Queen Alexander. " Ucapnya begitu bangga menyebutkan nama lengkapnya hingga pintu itu terbuka dengan sendirinya.


Cukup menakjubkan sekali memang putrinya ini untuk mempersiapkan segalanya.


" Pintu ini tidak akan bisa terbuka jika bukan dengan suara Rain dan Sidik Jari Raina juga. " Dia begitu bangga dengan apa yang telah di persiapkannya.


" Nona..." Perawat itu langsung menghampiri Raina sambil membawa putranya.


Dia begitu bersyukur bisa terlepas dari jerat pria menyeramkan itu.


" Perkenalkan mereka adalah keluarga ku, Aku kesini ingin menanyakan hal yang ku katakan waktu itu. "

__ADS_1


" Baik silahkan duduk lebih dulu Nona, Tuan..." Mereka pun langsung duduk setelah di persilahkan begitu saja.


" Katakan siapa yang menyuruhmu waktu itu. " Alex tidak ingin membuang waktu karena dia ingin segera menyelesaikan permasalahan ini.


" Aku tidka tau pasti siapa namanya Tuan, Tapi aku melihat bahwa sebelah tangannya ada tatto kepala naga. Bukan hanya itu saja, Pria itu juga memiliki mata yang sangat menyeramkan. "


Prak !


Alex melemparkan ponselnya dan memperlihatkan pada wanita itu sebuah foto pria yang memiliki tatto kepala naga di tangannya.


Perawat yang bernama Samantha itu langsung mengambil ponsel tersebut dan melihat sebuah foto yang memang menampilkan seorang pria dengan lengan yang bertatto kepala naga sepertu yang di katakannya tadi.


" Ini pria itu Tuan, Dia pria yang memberikan ku uang banyak, Dia juga mengatakan bahwa aku harus mengambil darah Nona Raina. Saya juga mendengar saat dia mencium darah Nona Raina dia mengatakan ingin memiliki Nona Raina untuk di jadikan istrinya. "


Rain langsung merebut ponsel Papa-nya dan melihat bagaimana rupa pria yang menginginkannya.


Dia begitu penasaran dengan pria yang berani menginginkannya itu.


" Buruk rupa ! Melihatnya saja aku sudah ingin meludahinya. Lalu bagaimana bisa dia mengatakan ingin menikahi ku. Ck, Menjijikan !" Jangan di ragukan lagi mulut tajamnya seorang Raina Queen Alexander itu.


Dia bisa mematahkan lawannya hanya karena ucapannya yang sarkas dan tajam.


Pantas saja jika dia di katakan dan di juluki wanita paling sombong di Eropa dan ternyata memang benar adanya.


" Bahkan jika dia tampan pun belum tentu aku mau dengannya. Buaya gondrong ku bahkan lebih panas dan lebih seksi dari pria buruk rupa itu. hueekk...Aku tidak Sudi melihatnya. "


" Jangan bicarakan hal lain Raina. Saat ini yang menjadi pusat masalahnya adalah pria itu. Dimana kita harus mencari titik keberadaannya saat ini. "


" Pria itu berada di Spanyol Tuan. Dia sering berkunjung ke sana untuk bermain dengan wanita-wanita yang menjadi budaknya. " Mario tersenyum gila.


Spanyol ? Itu adalah daerah kekuasaannya. Tidak kah pria itu takut bermain di negara kekuasaannya.


Bahkan Markus saja pun kelahiran Spanyol, Jadi itu akan lebih mudah baginya bukan ?


" Spanyol bukan ! Acabarás conmigo " Mario mengucapkan sebuah ancaman dengan bahasa spanyol yang berarti " Kau akan ku habisi "

__ADS_1


...🐊🐊🐊...


__ADS_2