Im The Queen ( Raina Queen Alexander )

Im The Queen ( Raina Queen Alexander )
Pindah


__ADS_3

Hari ini Rain benar-benar akan pindah ke Belanda, Tapi saat hendak pergi dari rumah besar tempat nya tumbuh, Rain tidak mendapati pria yang menjadi cinta pertamanya berada di sana.


Rain ingin melihat pria itu mengantarkannya, Tapi kenapa tidak terlihat hingga saat ini ? dimana pria itu ?


" Sayang, Menunggu apa ?" Tanya Brandon saat melihat istrinya terus saja menatap rumah besar itu.


Bukan kah mereka sudah berpamitan ? Lalu apa yang di tunggu istrinya ?


" Aku tidak menunggu apa-apa, Tapi Papa ?" Sudah Brandon duga.


Pasti Papa mertuanya lah yang menjadi Kendala dari istrinya saat ini.


" Pergi temui Papa ke dalam sayang, Biar aku menunggu kamu di mobil saja. " Rain menggelengkan kepalanya.


Karena dia tidak ingin pergi sendirian, Dia ingin Brandon bersamanya.


Menemani nya untuk berbicara dengan Papanya.


" Tapi sayang, Aku mu jika harus bertemu dengan Papa kamu. " Brandon merasa canggung sekali dengan semua ini.


Dia masih takut jika harus bertemu dan berhadapan langsung dengan Papa mertuanya.


Dia takut sekali berhadapan dengan pria penguasa itu.


" Sudah ayo, Temani aku. Aku tidak berani menghadapi Papa sendirian. " Lah, Lalu apa kabar Brandon jika Rain saja tidak berani menghadapi Papa nya lalu Brandon apa ?


" Tapi sayang--" Rain langsung menarik tangan suaminya dan menghampiri Papa di kamarnya.


" Ayo cepat buka pintunya sa-yang..." Kedua bola mata Brandon langsung membulat dan bahkan hampir keluar saat mendengar Rain yang memanggilnya sayang walau agak ragu tapi itu sudah menjadi sebuah kemajuan pesat untuk hubungan mereka.


" Baik, Lah mari kita hadapi badai di dalam sini. "


Plak !

__ADS_1


" Auuh...sayang..." Brandon kaget saat bahunya di pukul oleh istrinya seperti itu.


" Buka badai, Tapi bencana alam !" Ke-duanya tertawa pelan menanggapi apa yang mereka katakan berdua tadi.


Sampai saat mereka membuka pintu kamar Papa nya, Aura berbeda sudah sangat terasa di sana.


Karena memang kamar ini sangat jarang sekali mereka datangi.


Terlebih lagi menurut anak-anak klan Alexander, Kamar ini adalah kamar paling menyeramkan karena dulu mereka sering sekali mendengarkan suara-suara tak kasat mata yang membuat bulu kuduk mereka merinding bahkan Kaka mereka, Sky sering sekali menggebrak atau hanya sekedar menendang pintu besar itu saat terdengar suara menyeramkan bagi mereka anak-anak dari seorang Alexander.


" Papa..." Panggil Rain pada Papa nya yang ternyata ada di balkon kamar paling megah di rumah ini.


" Papa..." Alex masih saja diam karena dia sudah menduganya bahwa putrinya ini pasti kan menghampirinya ke kamar.


Dan benar saja, Rain bersama suami gondrongnya datang ke kamar ini untuk bertemu dengannya.


" Pa, "


" Maaf jika aku telah kurang ajar dan membawa putri Papa. Tapi tolong izinkan aku membahagiakannya. Bukan berarti aku mengatakan bahwa Rain tidka bahagia selama ini bersama keluarganya, Tapi berikan aku kesempatan untuk membahagiakan putri tercinta Papa. " Brandon menghampiri Papa mertuanya yang masih duduk di kursinya.


Dan Brandon, Dia malah berlutut di hadapannya, Di hadapan Papa mertuanya.


" Pa, Rain memang putri Papa dan sampai kapan pun akan menjadi putri Papa, Tapi saat ini Rain juga istri Brandon. Jadi biarkan Brandon menanggung tanggung jawab ini selanjutnya, Biarkan Rain ikut Brandon dan Brandon akan berjanji untuk membahagiakannya sebagai istri Brandon. Brandon janji Pa. " Alex menatap pada pria gondrong yang telah berjuang keras untuk menggapai putri tercintanya.


" Kau memang telah menjadi suami dari putri ku, aku juga telah rela memberikan tanggung jawab yang ku jalani selama ini untuknya, Dia putri ku yang paling luar biasa. Jika dia marah jangan pernah bertanya kenapa dia marah, Ajak saja dia bertarung jika dia marah. Atau ajak saja dia ke salon untuk memperbarui warna rambutnya, Atau berikan saja seluruh kartu sakti mu padanya, Dia akan dengan senang hati melakukannya untuk mu. " Rain yang tadinya ingin menangis tidak jadi menangis karena Papa nya memberikan aibnya pada Brandon.


" Papa jangan seperti itu !" Decak Rain karena dia merasa di permalukan saat ini.


" Pergi lah, Setiap akhir pekan kalian harus pulang ke sini dan itu perintah. Bahkan Sky juga ikut kecuali memang Matheo, Karena itu tidak mungkin dia terbang lebih dari 16 jam untuk menginap satu hari saja."


" Renovasi dulu kamar Rain, Jangan sampai nanti kalian mendengar suara mengerikan dari kami. "


" Rain, Sayang..." Brandon merasa malu dengan apa yang di katakan istrinya karena dia tidak ingin Rain berbicara seperti itu.

__ADS_1


" Biar kan saja. Dulu Papa juga begitu. Sering membuat kami merasa terganggu saat tidur . "


" Sialan ! anak kurang ajar. " Kata Alex yang merasa di permalukan oleh anaknya saat ini.


" Ayo pergi sayang, Lama-lama di sini nanti Papa bisa nangis. " Rain langsung menarik tangan suaminya untuk pergi karena dia tidak bisa menahan perasaan harunya karena wajah Papa nya saat ini tidak seperti biasanya.


" Pergi lah ! Pergi sana !" Usir Alex karena dia juga merasakan apa yang Rain rasakan.


Sulit sekali rasanya menahan perasaan harunya, Satu-persatu anak-anaknya sudah menikah dan usia Alex semakin tua pula.


Ada satu yang mengganjal di hatinya saat ini, Rain putrinya yang sering membuat kegaduhan dulu kini sudah menikah dan mendapatkan suami yang begitu sangat luar biasa seperti Brandon.


Alex tidak salah pilih dengan pilihannya yang memilih Brandon sebagai pendamping dari putrinya.


Di bawah sana, Alex melihat Rain yang mau masuk ke mobil yang akan mengantarkan mereka ke bandara untuk pergi ke rumah mereka.


" Da, Pa..jangan merindukan Rain Jangan lupa uang Jajan Rain, Jika Papa lupa Rain akan menghubungi Papa. " Ucap Rain sambil melambaikan tangannya ke arah Papa nya yang melihat mereka dari atas balkon kamarnya.


" Suami mu kaya ! Papa pengangguran jadi minta saja pada suami mu. "


" Love you Pa, Rain sayang Papa..." Ucapnya lagi sambil terus melambaikan tangannya ke arah Papa nya karena di bawah Mamanya mengantarkan mereka bersama Cloud dan Jupiter bersama istrinya.


" Ya, Papa juga mencintai mu Raina..." Rain mengusap air matanya yang jatuh di kedua pipinya saat mendengar kata-kata cinta dari Papa nya.


" Sudah sayang, Jangan menangis, Papa juga akan sedih jika melihat kamu bersedih. " Brandon langsung merangkul istrinya dan masuk ke dalam mobil mereka.


Dan benar saja, Saat Rain dan Brandon masuk ke dalam mobil, Rain langsung menangis di dalam pelukan suaminya.


" Jangan menangis sayang, Kita masih bisa pulang pergi ke rumah papa kapan pun yang kamu inginkan. Lagi pula rumah kita hanya di Belanda, Bukan di Zimbabwe seperti yang kakak katakan. "


" Jangan banyak bergaul dengan Kak Sky, Dia berbahaya dan jangan bermain dengan Jupiter karena dia itu lintah darat !"


...💛💛💛 ...

__ADS_1


__ADS_2