
Raina berada di kantor suaminya, Masih berada si ruangan kerja di buaya gondrong kesayangannya.
Dia terus saja mengomel saat melihat wajah suaminya yang lebam karena pukulan dari sang Papa.
" Lihat ! Wajah kamu lebam begini. Ini robek, Kenapa tidak mengelak ? kenapa membiarkan Papa memukul kamu ?" Brandon hanya diam saja sejak tadi karena tidka di biarkan menjawab sepatah kata pun pada istrinya
Dia hanya bisa duduk diam memangku tubuh istrinya dan melingkarkan kedua tangannya di pinggang ramping sang hujan.
Brandon tidak berani menjawab karena pasti nantinya akan semakin panjang Omelan itu. Apalagi sejak tadi Rain terus saja memarahinya.
Cup...
Plak !
" Kenapa sayang ?" Tanya Brandon yang menatap heran pada istrinya.
" Kenapa apanya ? aku sedang marah, Tapi kamu malah mencium ku. Mau aku buat tambah sebelah kanan lagi luka di bibir kamu ?"
" Lakukan jika itu membuat kamu senang sayang. "
Plak !
" Auhh...sayang kenapa memukul ku lagi. " Brandon heran kenapa Rain suka sekali memukulnya
" Aahh...Sakit sayang. " Brandon memekik saat merasa bahunya di gigit oleh istrinya.
" Hiks...Hiks...Hiks..." Brandon kaget saat melihat istrinya yang menangis di pelukannya.
Apa dia salah karena telah membuat istrinya menangis ?
" Sayang kenapa menangis ? Aku salah apa ? Jika aku salah aku minta maaf oke. " Brandon merasa bersalah karena telah membuat istrinya menangis seperti itu.
" Raina...sayang..."
" Kenapa papa jagat sekali ? Kenapa Papa memukul kamu ? Lihat, Bibir kamu luka dan berdarah, Lalu luka lebam ini, Kamu tidak setampan itu lagi. Aku akan membuat perhitungan pada Papa. " Brandon tidak percaya bahwa istrinya menangis karena hal seperti ini saja ?
Raina menangis karena luka di wajahnya ? Tidak masuk akal menurut Brandon.
Oh tidak, Apa istrinya ini hamil ? Apa Raina seperti ini karena dia mengandung anaknya ?
Apakah itu artinya mereka akan segera mendapatkan momongan ?
Brandon langsung tersenyum membayangkan apa yang ada di pikirannya.
Dia begitu bahagia jika memang benar istrinya hamil dan mereka akan segera mendapatkan buah cinta mereka.
__ADS_1
Sementara Rain yang melihat suaminya tersenyum membuatnya semakin kesal.
" Kenapa menatap ku seperti itu ? Apa ada yang salah ?" Brandon terus saja tersenyum dan langsung membawa Rain berdiri.
" Hey, Kita mau kemana ? kenapa membawa ku seperti ini ? ayo turunkan aku sekarang. "
" Diam saja sayang. Aku kan mengendong kamu. Kita akan ke rumah sakit sekarang. " Rain semakin tidak mengerti dengan apa yang di lakukan suaminya ini.
Dia membawa Rain ke rumah sakit, Untuk apa ? siapa yang sakit ?
Apa suaminya yang sakit ? Tapi menurut Rain suaminya tidak sakit jadi untuk apa ke rumah sakit.
" Siapa yang sakit ? Aku tidak sakit ! jadi untuk apa kita pergi ke rumah sakit ?"
" Kamu memang tidak sakit sayang, Kuta tidak sakit. Tapi kita harus mengetahui sesuatu di sana. "
" Katakan apa maksud kamu Brandon ? Aku tidak mengerti maksud mu ! Jadi jangan membuat ku terus berpikir !" Rain sudah semakin kesal.
Bahkan dia juga malu karena menjadi bahan tontonan semua karyawan suaminya.
Dia yang hanya memakai celana pendek dan kaos dan sendal jepit di gendong begitu oleh suaminya dan melewati para karyawannya begitu saja.
Bahkan yang juga membuat Rain kesal adalah, Suaminya yang tidak menganggap mereka semua di sana yang terus saja menatap kagum pada keduanya saat ini
" Biarkan saja sayang, Yang penting kita tidak melakukan hal mesum di depan mereka. "
" Mau aku pukul lagi iya ? atau mau aku gigit lagi ? kenapa kamu bicara semudah itu ? Aku malu Brandon. aku malu By. " Ucapnya dengan perasaan kesal.
Rain malu sekali saat mereka menatap kagum dan beberapa dari mereka juga ikut berbisik bahwa mereka ingin menjadi Nyonya Raina dan memiliki suami seperti tuan Brandon.
Hal itu seakan membakar kepala Raina.
" Aku tidak perduli sayang. Yang penting kita harus segera memastikan sesuatu yang ingin ku pastikan. " Raina semakin menatap heran pada suaminya.
Sebenarnya apa yang di maksud Brandon ini ?
Apa yang ingin di pastikan pria gondrong itu hingga begitu memaksanya untuk ikut ke rumah sakit dan memeriksakan sesuatu.
Entah apa yang di periksakan mereka pun Raina tidak mengerti.
Biar kan saja terserah apa yang ingin di lakukan suaminya. yang penting masih di tahap wajar bagi Rain.
Kini sepasang suami istri tersebut sudah sampai di rumah sakit internasional kota Amsterdam Belanda, rumah sakit terbesar di kota tersebut.
" Jika sampai yang kita lakukan ini membuang waktu saja aku akan pastikan bahwa kamu akan menyesal. " Rain mengancam suaminya.
__ADS_1
" Biar kan aku turun dan jalan sendiri. jangan berani-beraninya menggendong ku lagi jika tidak ingin aku akan marah padamu. " Brandon hanya tersenyum saja mendengar apa yang dikatakan istrinya.
Dia membawa Raina menuju ruangan dokter yang entah sejak kapan sudah di siapkan oleh asistennya.
" Dokter obgyn ? kita mau apa ke sini ? pemeriksaan apa yang kamu maksudkan ? jangan bilang jika kamu berpikir bahwa aku telah hamil ?" Brandon hanya menganggukkan kepalanya saja menanggapi pertanyaan istrinya.
Senyum manis terus terukir di bibir buaya gondrong kecintaan Raina, Karena memang buaya gondrongnya selalu tersenyum seperti itu.
" Tidak ada salahnya jika kita memastikannya lebih cepat bukan ? Dan aku harap dia akan segera hadir di sini. tidak peduli dia sendiri atau berdua bertiga dan berempat yang pasti aku harap dia telah hadir di rahim wanita hebat sepertimu. " Raina membulatkan kedua matanya saat mendengar apa yang di ucapkan suaminya.
" Kamu pikir aku apa ? kucing bisa hamil sampai 4 seperti itu ? yang tidak-tidak saja ! aku tidak ingin dikatakan ingin membuka ternak seperti saat starla hamil. aku takut akan koma juga seperti dirinya jika melahirkan 4 orang anak. "
" Kenapa berpikir seperti itu sayang ? tidak akan ada yang koma dan tidak akan ada yang kenapa-kenapa. aku akan memastikan bahwa kamu akan sehat selalu bersamaku Dan anak-anak kita. aku berjanji untuk itu. " Brandon berusaha meyakinkan istrinya bahwa dia dan mereka semua akan baik-baik saja.
karena dia akan berusaha sebisa dan semampunya untuk melindungi Raina dan anak-anak yang kelak.
" Terserah ! Ayo cepat masuk dan segera selesaikan ini semua !" Mereka pun akhirnya masuk ke ruangan dokter tersebut untuk melakukan pemeriksaan ayang di inginkan suaminya.
Namun hasilnya masih tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan.
" Tidak perlu bersedih nyonya, masih banyak waktu lagi. atau ingin kita melakukan pemeriksaan lanjutan mungkin tuan dan nyonya sudah ingin memiliki momongan dan kita bisa memulai program hamilnya dari sekarang. " Raina sedikit berpikir dan melihat ke arah suaminya.
Dia dan Brandan saling menatap dan mereka sepakati bahwa mereka akan secepat mungkin melakukan program kehamilan.
Dan inilah saatnya, mereka akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk program kehamilan mereka lebih tepatnya program kehamilan Rain.
" Baik jika seperti itu, Kita bisa melakukan pemeriksaan secara terpisah. Baik anda mau pun Tuan, Akan melakukan pemeriksaan sendiri. Tapi sebelum itu, Silahkan ikuti perawat dan ini. " Dokter tersebut memberikan sebuah botol tabung seperti tempat obat pada Raina dan Brandon.
" Tolong pastikan bahwa Cairan suami masuk ke dalam ini untuk di lakukan tes selanjutnya. "
" What ? Maksudnya kami berhubungan badan dan sper*a suami ku masukin ke dalam sini ?" Dokter tersebut hanya tersenyum saja.
" Yang benar saja ! "
" Ayo lakukan sayang. Kita akan memulai semuanya dari sekarang. "
" Hey Brandon ! Jangan membuat ku semakin malu. " Ucap Rain pada suaminya yang menarik tangannya begitu saja mengikuti perawat tersebut.
Ini gila ! Ini benar-benar gila !
...🐊🐊🐊...
Maaf ya Genk, ada beberapa typo dan udah aku benerin, Tadi tiba-tiba kepala ku pusing dan mata ku kabur 😭
Doakan aku sehat selalu ya genks 😭
__ADS_1