
Aura di meja makan terasa sangat horor, Semua menatap pada Papa Alexander yang tengah menyatukan kedua kepalan tangannya di meja makan dan mata tajamnya menyorot pada sepasang anak manusia yang menurut semuanya pasti mereka tersangkanya.
" Apa yang telah di perbuat kak Rain dan kakak ipar ?" Bisik Jupiter pada Cloud kakaknya.
" Jangan banyak bertanya jika tidak ingin terlibat perang lintas negara. " Jupiter pun mengangguk karena memang dia tidak ingin terlibat dalam masalah perang lintas negara yang bisa saja membuatnya terjerumus nantinya.
" Papa kenapa ? apa makanannya tidak enak ? apa Mau Rain minta chef untuk masak yang lainnya lagi ? " Tanya putri tercintanya yang terlihat lebih ceria dari biasanya.
Mereka semua berkumpul di rumah penguasa pertama karena memang pria itu yang memintanya.
Kini rumah penguasa itu penuh dengan seluruh anggota keluarganya.
Hanya tidak ada Alta saja, karena dia lebih suka belajar dan menyendiri di apartemennya.
Jadi dia tidak pernah bergabung, dan yang membuat Alex heran kenapa malah Leo anaknya Thunder suka sekali bermain dengan manusia dingin itu ?
" Apa malam mu sangat menyenangkan Rain ?"
Gubrak !
Brandon ingin bersembunyi saja saat ini.
Tolong, Dia tidak sanggup jika harus berurusan dengan keluarga istrinya yang sulit untuk di jelas kan seperti ini.
Sementara Raina yang di tanya seperti itu malah menjawab dengan sangat polosnya.
" Menyenangkan. Memangnya kenapa pa ?" Sungguh luar biasa kamu Raina.
Kamu bisa menjawab dengan begitu mudahnya tanpa merasa beban yang di tanggung suami kamu itu Raina.
Mendengar jawaban dari Raina putrinya, Alex semakin menatap tajam pada Menantu pria satu-satunya.
Brandon yang di tatap seperti itu semakin merasa nafasnya semakin tercekat dan semakin sempit rongga dadanya.
" Sebenarnya Brandon sudah ingin mengaktifkannya Pa, Tapi Raina--"
Brak !
__ADS_1
Alex menggebrak meja makan sangking kesalnya.
Semua orang menatap pada pria itu yang terlihat sangat kesal pada menantunya.
" Seharusnya kau mencabutnya lebih dulu bodoh ! Apa kau tau aku mendengarkan itu semua seperti ingin meledak kepala kum Bahkan rasanya aku ingin meledakan kamar itu agar tidak terdengar suara-suara aneh yang bisa membuat telinga ku terbakar !" Baik Raina dan Brandon mereka hanya bisa menunduk saja.
Bukan Raina tidak tau apa yang di katakan Papa-nya, Tapi memang bagaimana lagi ?
" Papa juga dulu seperti itu. Lagi pula papa kan sudah dewasa, Bukan lagi dewasa, Bahkan Papa sudah bisa di katakan memasuki usia senja jadi di mana salahnya ? sementara kamu dulu ? Rain dan Cloud saat itu masih berusia 10 tahun, Tapi kami sudah sering mendengarkan suara-suara mengerikan itu. Jadi bukan kah karma itu ada ?"
Meledak sudah isi kepala Alexander hingga berceceran. Tarisa, Dia lah satu-satunya orang yang paling menahan rasa malu karena kini masa lalu mereka kembali di bahas di meja makan dan itu semua karena ulah suaminya itu.
Sky tersenyum seolah mengejek Papa-nya yang tengah menahan amarahnya saat ini.
Sadar akan apa yang di lakukan Sky, Alex pun langsung mengumpat pada anaknya itu.
" Benar yang di katakan Rain, Bahkan mereka sudah terkontaminasi sejak usia dini, Jadi tidak perlu di ragukan lagi praktek langsungnya. "
" Bajingan kau Galaxy Sky Alexander ! Aku akan membunuh mu !" Alex mengacungkan garpu ke arah putranya saat ini.
Tapi bukan Aku namanya jika dia tidak melawan.
Putranya itu ingin pensiun dini ? Lalu perusahaan mau bagaimana ?
" Masih ada Thunder, Ada Cloud juga dan satu lagi jangan lupakan anak bule yang menyebalkan itu. Mereka bisa duduk di perusahaan untuk menggantikan Sky. "
" Tidak ! "
" No !"
" Tidak !" Alex tersenyum menang saat mendengar penolakan dari ketiga anaknya lagi.
Mereka jelas-jelas menolak saat Sky mengatakan ingin pensiun dini.
Bukan mereka tidak mampu, Tapi mengurus perusahaan raksasa itu tidak mudah. Mereka yang mengurus cabang saja bisa gila, Lalu bagaimana jika mereka mereka duduk di perusahan inti ?
" See ? Kau kalah Sky. " Sky hanya mencebik saja.
__ADS_1
Saat dia hendak kembali protes, Perut istrinya Jupiter berbunyi sangat nyaring karena memang dia sudah lapar sejak tadi.
" Maaf semuanya, El--"
" Makan dan habiskan makanan mu ! Lain kali jangan menunda makan mu jika memang lapar ! Bukan hanya untuk mu saja, Tapi untuk kalian semua para wanita. Jika lapar makan saja. Jangan menunggu kami. " Semua mengangguk.
Tapi ada satu orang yang menaikan tangannya dan sudah Alex duga, Pasti menantunya yang paling kaya itu akan berulah lagi saat ini.
" Jangan membuat Ku kesal Alisa. Aku tau kau itu lapar, Jadi makan saja. " Alisa menggelengkan kepalanya karena memang dia tidak lapar sama sekali.
" Alisa hanya ingin mengatakan bahwa Alisa hamil Pa, Alisa ingin Papa yang mengambilkan Mangga merah di depan sana."
Duuuaaaar....
Alex benar-benar tidak tahan lagi, Dia sudah tidak tahan lagi untuk berlama-lama di meja makan ini.
Dia sudah tidak tahan lagi, Jika dia semakin lama di sini, Maka kepalanya akan semakin ingin meledak saat itu juga.
Sadar akan suaminya yang hampir meledak Tarisa pun mencoba menenangkan suaminya.
Tapi Alex suaminya itu sudah terlanjur kesal hingga dia tidak bisa lagi mencegahnya.
" Sumpah demi Tuhan, Aku akan menebang pohon mangga keramat itu dengan tangan ku sendiri Tarisa. Aku akan merobohkan pohon itu hingga ke akarnya ! Aku akan meratakan pohon mangga itu dengan tanah ! Dan sumber dari pohon mangga keramat itu adalah kau. " Tunjuk Alex pada Sky yang masih menatap tak percaya dengan apa yang di katakan Papa-nya.
Kenapa dia yang di salahkan disini ?
Kenapa selalu dia ?
" Apa salah Sky ? Kenapa Sky yang di salahkan ?" Tanya Sky dengan tidak terima akan tuduhan dari Papa-nya.
" Lalu salah siapa ? Pohon mangga itu ada karena istri ku ngidam ingin makan mangga yang berwarna merah ! Dan apa kau tau bagaimana asal-usulnya ? Itu karena mama mu yang mengeringkan bijinya, Lalu dia menanamnya di pot, Setelah tumbuh di pot Aku juga lah yang memindahkan pohon itu ! aku Sky, Aku. Dan saat istri mu ngidam mangga merah itu juga yang bersusah payah memanjatnya dengan berakhir jatuh dan pinggang ku sakit. " Ucapnya dengan menggebu menceritakan asal muasal pohon mangga keramat yang buahnya tidak pernah berhenti dan tidak ada habisnya itu. Bahkan pohon itu tetap bertahan hidup di saat cuaca dingin seperti saat itu karena sudah memasuki musim dingin.
" Dan sekarang, Kau, Istrimu itu membuat kepala ku juga ingin pecah Thunder, Istri mu membuat ku sakit kepala ! Kalian semua--aaahhhkkk ! " Teriaknya dengan frustasi.
Dia tidak memperdulikan lagi bagaimana anak dan menantunya yang melihat reaksinya saat ini.
" Kalian semua menyebalkan ! Kalian semua para keturunan orang Ch*na sangat menyebalkan ! Kalian menyebalkan !"
__ADS_1
...🐊🐊🐊 ...