
Rain terus saja berkeliling perusahaan suaminya, Tanpa dia sadari dia sudah terlalu jauh memasuki perusahaan suaminya dan menemukan begitu banyak kejanggalan di dalamnya.
Dan saat dia kembali ke ruangan kerja suaminya, Ternyata Brandon sedang menerima tamu seorang perempuan dan laki-laki yang si duga Rain sebagai asistennya.
Tapi yang membuat Rain tidak memperdulikan semua itu karena adanya Luna di dekat sang suami.
" Sayang, Dari mana saja ? " Tanya Brandon mengabaikan rekan kerjanya saat melihat sang istri yang baru saja membuka pintu ruangan kerjanya.
Rain menatap Brandon sejenak, Lalu dia merasa bahwa wanita yang sejak tadi berbicara dengan suaminya kini tengah menatap padanya.
Sudah seperti seorang Ahli Fashion yang tengah menilai pakaian yang tengah di kenakannya.
" Dari bawah, Banyak kejanggalan di perusahaan kamu. Selesaikan saja pekerjaan kamu, Aku ingin istirahat, Lagi pula tidak nyaman berada di dekat kamu jika ada orang lain yang menilai ku dengan rendah. " Rain menghampiri suami gondrongnya dan tanpa rasa sungkan atau malu, Dia memberikan sebuah kecupan manis di bibir suaminya dan langsung masuk ke ruang pribadi milik suaminya.
Dia langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur sang suami dan tengah memikirkan sesuatu.
Suaminya memang benar-benar tampak dan pasti banyak buaya betina berbagai macam jenis yang bisa saja tengah mengincar suami gondrongnya.
Lagi pula kenapa Brandon bisa setampan itu ? Dulu saat pria itu masih menyebalkan dia tidak setampan ini, Lalu kenapa sekarang Brandon bisa setampan itu ?
Wajahnya, Rambut gondrongnya, Kulitnya yang sedikit kecoklatan dengan tubuh kekarnya yang di hiasi tato yang hampir memenuhi punggungnya membuat siapa saja pasti akan berpikir bahwa Brandon adalah pria yang memang patut untuk mereka perjuangkan.
Tapi siapa sangka, Jika wajah pria yang sangat tampan itu menyimpan begitu banyak maha karya di seluruh tubuhnya.
Selama ini yang memiliki tato di tubuhnya hanya Papa nya saja, Tapi Brandon ?
Bahkan milik Brandon lebih banyak dari apa yang di miliki Papa nya.
" Melihat begitu banyak wanita yang berada di sekelilingnya membuat ku ingin mencekik leher mereka satu-persatu. Lagi pula kenapa suami ku bisa setampan itu Tuhan ?" Erang Rain dengan frustasi menelungkup kan wajahnya di bantal sambil menendang-nendang kakinya di udara.
Dia harus kuat mental dan batinnya menghadapi suaminya yang memang memiliki ketampanan yang luar biasa itu.
Entah apa yang akan di lakukan Rain jika sampai benar ada wanita yang terang-terangan berani menginginkan suaminya.
__ADS_1
Bukan hanya mencekik lehernya saja, Mungkin Rain juga bisa membelah isi perutnya dan membuang mayatnya ke lautan.
" Akan ku pastikan tidak ada satu pun semut yang mendekati pabrik gula milik ku ! Karena yang berhak memiliki seluruh pabrik gula ku hanya lah aku. Jika sampai para semut itu berani merebut pabrik gula ku lihat saja apa yang aku lakukan pada semut-semut nakal itu. "
" Semut ? Apa kamu di gigit semut sayang ?" Rain kaget saat tiba-tiba saja suaminya masuk ke dalam ruangan pribadi ini.
Dia kira buaya gondrong yang memiliki pabrik gula itu masih membicarakan tentang kerja sama mereka dengan semut yang kekurangan gula itu.
" Sayang...apa kamu di gigit semut ? Jika iya biar aku akan memanggilkan on untuk membersihkan ruangan ini sayang. " Rain hanya memutar bola matanya malas dan merentangkan kedua tangannya pada pemilik pabrik gulanya itu.
Brandon yang mengerti kode dari istrinya langsung menghampiri wanita yang aslinya manja tapi dia terpaksa mandiri karena keadaan yang terpaksa membuatnya mandiri dan mendewasakan dirinya sendiri.
" Mana yang di gigit semut sayang ?" Tanya Brandon pada istrinya yang dia pikir tadi memang di gigit semut.
Tapi kenyataannya tidak !
" Di bagian dada dan leher ku !" Jawab Rain sekenanya saja karena memang bagian dada dan lehernya habis di gigit semut tadi malam.
" Mana ? sini coba aku lihat biar aku berikan minyak kayu putih. "
" Kenapa tidak bisa sayang ?" Tanya Brandon yang merasa heran karena istrinya bilang tidak bisa di beri minyak kayu putih bekas gigitan semutnya
" Memang tidak bisa ! Bagaimana mau di beri minyak kayu putih, Sementara semutnya saja sebesar ini. " Tunjuk Rain pada Brandon.
Melihat Rain yang menunjuk dan mengatakannya semut membuat Brandon hanya bisa tersenyum saja.
Dia di katakan semut oleh istrinya, Karena dia membuat banyak maha karya di tubuh sang istri.
Lucu sekali bukan istrinya yang ketua dan cerewet ini ?
" Sebenarnya aku ini apa sayang ? Semut atau buaya ? " Rain juga berpikir sebenarnya suaminya ini apa ?
Semut atau buaya seperti yang sering di katakan ya ?
__ADS_1
" Aku juga bingung, Badan kamu besar seperti Buaya. Tapi kamu mengigit dan meninggalkan bekas merah seperti semut. Lalu bibir dan kata-kata mu itu, Manis seperti Gula. Bukan hanya gula biasa, Tapi pabrik gulanya sekalian !" Jawab Rain dengan absurd.
Dia juga tidak menyangka jika mereka bisa terlibat pembicaraan yang super absurd seperti ini.
Di mana pembicaraan mereka di isi dengan hal sepele tapi membuat hubungan keduanya semakin dekat bahkan Rain juga semakin berani mendekat dan manja padanya.
" Nanti, Mommy dan Daddy menyuruh kita untuk datang ke rumah mereka. Kita akan di kenalkan ke para keluarga besar. Mereka yang tidak bisa datang secara langsung ke acara pernikahan kita ingin bertemu langsung dengan anggota baru keluarga Smith yang paling mereka tunggu selama ini. Karena pria yang di sebut buaya gondrong, Semut nakal dan pemilik pabrik gula ini terlalu gila mencintai wanita yang mereka bilang hujan. "
" Huh ! Kenapa bisa segila itu ? Aku tidak ingin memiliki suami gila !"
" Katakan lah aku gila, Karena memang aku tergila-gila pada mu My Rain, Cinta ku dan semua yang ku miliki hanya untuk mu dan hanya karena kamu. Aku tidak akan pernah bosan mengatakan hal ini karena memang aku sangat mencintai mu, Sangat-sangat mencintai mu My Rain..." Entah mengapa setiap kali Brandon mengatakan kata cinta pada Rain membuat hati wanita hujan itu selalu berdebar hebat dan tak karuan.
Dia selalu merasa melayang dengan kata cinta yang keluar dari bibir suaminya.
Suami tampannya, Suami buaya gondrongnya, Semut nakalnya dan pemilik pabrik gula terbesar se-Eropa.
" Lalu, Bagaimana jika salah satu dari keluarga mu ada yang tidak menyukai ku ? bagaimana jika aku tidak bisa mengontrol diri ku dan membalas setiap kata pedas atau tidak suka yang mereka katakan pada ku ? Apa kamu akan malu ?" Brandon menggelengkan kepalanya.
Dia mengusap pipi lembut istrinya dan memberikan kecupan manis di bibir mungil itu.
Cup...
" Aku mencintai mu dan kamu istri ku, Jadi tidak ada yang bisa menentang itu. Aku memilih mu karena aku mencintai mu. Tidak ada yang bisa menentang keputusan ku karena aku yang memiliki hidup ku dan aku berhak memilih siapa pun itu untuk berada dalam hidup ku. Bukan dia atau mereka !" Jawab Brandon dengan tegas.
Dan karena ketegasan Brandon lah Hati Rain menjadi tenang.
Bukan dia takut pada siapa pun, Tapi kita sebagai manusia tidak bisa memaksa kan orang untuk menyukai kita atau tidak, Maka Rain hanya membentengi dirinya dengan apa yang telah di lakukannya selama ini.
" Baik jika begitu. Ayo pulang, Aku harus berdandan untuk malam ini. Eh tapi tunggu, Apa pekerjaan mu sudah selesai ? Jika belum aku pulang saja duluan. Lagi pula aku membawa mobil sendiri. "
" Aku sudah selesai dan Ayo kita pulang. Kita masih memiliki waktu berapa jam sebelum acara bukan ? jadi masih sempat untuk berkunjung di danau karena buaya ini ingin menikmati danau yang indah itu. "
Plak !.
__ADS_1
" Dasar buaya gondrong !"
...🐊🐊🐊...