
Alex benar-benar merasakan kegugupan yang luar biasa. Jika dia bisa memilih lebih baik dia berperang melawan musuh dari pada harus berada di dalam situasi seperti ini.
Ini memang impian banyak ayah di dunia ini, Tapi saat ini yang di rasakan Alex adalah ledakan-ledakan hebat di dalam dirinya.
Di mana dia harus mengantarkan putrinya ke altar, Menyerahkan tanggung jawab selanjutnya pada pria yang telah di pilihnya secara langsung untuk sang hujan.
Tapi entah mengapa dia juga yang tidak rela melepaskannya, Padahal usia Rain sudah terbilang cukup dewasa menikah di usia 27 tahun.
Semua sudah bersiap, Di barisan pertama ada Aku dan Matheo yang memimpin jalan, Di barisan tengah ada Alex dan Cloud yang menggandeng Rain karena Rain ingin Cloud sendiri lah yang mengantarkannya ke altar bersama sang Papa yang sering di sebutnya Daddy, Ya terbawa tinggal di New York, Jadi Rain sering memanggil Alex Daddy.
Dan di barisan belakang, Ada Thunder beserta Jupiter yang menjadi lapisan terakhir untuk hujan terindah keluarga Klan Alexander.
Musik sudah terdengar di sana, Dan sebentar lagi Pintu akan di buka dan saat itu lah Alex akan mengantarkan Rain menuju sang pengantin prianya.
Siap kah Alex untuk semua ini ? Siap tidak siap dia harus siap dan memang ini adalah sebuah keharusan dan kewajiban yang memang harus di laksanakan nya.
" Ready Rain ?" Rain menganggukkan kepalanya saat Cloud bertanya apakah dia siap untuk semua ini dan Rain sudah siap untuk ini semua.
Dia siap melangkahkan kakinya untuk menapaki kehidupan rumah tangga yang akan di bina nya bersama Brandon.
Rain siap untuk semua resiko dan konsekuensinya. Di mana kehidupannya akan berubah setelah menikah nantinya.
Sementara Alex ? Setiap langkahnya mendampingi sang putri, Jantungnya terus saja berdetak dengan tak karuan.
Semakin mendekat ke arah Brandon, Semakin sesak sekali rasanya dada Alex.
Dan entah mengapa dia juga merasa bahwa air matanya semakin tidak bisa di kendalikan nya.
Karena semakin Alex berusaha menahannya, Maka akan semakin ingin keluar air matanya.
Sampai di mana dia sudah melihat Brandon di depan sana dengan senyuman indahnya seperti biasa, Tak lupa juga dengan matanya yang berkaca-kaca di sana juga lah Alex semakin tak karuan menahannya.
Tiba-tiba saja air matanya jatuh saat semakin dekat dengan Brandon karena Sky dan Matheo sudah membuka jalan untuk mereka bertiga.
__ADS_1
Alex sudah sampai di depan Brandon bersama Rain dan Cloud yang siap menyerahkan hujan terindah mereka pada buaya gondrong itu, Dan ini lah saatnya.
" Aku menyerahkan hujan terindah ku pada mu untuk kau melanjutkan apa yang telah ku berikan selama ini padanya, Dia hujan terindah ku, Bukan hanya aku saja, Tapi dia adalah hujan terindah kami semua, Dia hujan kesayangan kami, Dia adalah hujan kecintaan kami. Jangan pernah melukai fisiknya atau hatinya, Karena aku tidak pernah melakukan itu padanya. " Air mata Alex semakin tidak terkontrol lagi
Apalagi Rain melihat bahwa Papanya saat ini berusaha sekuat tenaga untuk menahan emosinya yang sial meledak.
" Aku sangat mencintainya, Jika tidak bisa mencintainya sebesar aku mencintainya, Jangan lukai hatinya. Jika tidak lagi bisa mencintainya jangan pernah mengatakan hal itu padanya, Datang dan temui aku, Katakan hal itu pada ku, Maka--aku yang akan menjemputnya. " Terlihat oleh semua orang bahwa Alex tengah mengusap air matanya, Dan itu adalah tangis haru yang di tunjukan Alex pada semua orang yang datang.
Itu adalah momen langka dan bersejarah, Di mana mereka bisa melihat air mata seorang Alexander.
" Pa--" Rain juga tidak bisa lagi menahan air matanya saat melihat Papa nya yang menitipkan air mata seperti itu.
Tadi juga Papa nya juga merasakan hal sama, Dan kini lebih parah lagi.
" Im oke Rain, Im oke. Papa hanya minta terus lah bahagia dalam hidup mu, Kau adalah hujan terindah kami, Maka Hujani lah rumah tangga mu dengan cinta yang kau miliki. Terus lah menjadi ratu di dalam rumah mu. Karena Kamu adalah Ratunya. Terus lah bahagia Sayang. " Alex menyerahkan Raina pada Brandon.
Dengan tangan bergetar Brandon menerima tangan sang pujaan hati yang sudah di serahkannya.
Dari tempatnya Brandon bisa melihat bahwa wajah sang hujan tengah banjir dengan air matanya.
" Aku menerima semua tanggung jawab ini, Aku akan mencintai dan terus menyayangi Raina seumur hidup ku. " Jawab Brandon yang telah bersiap untuk melanjutkan acara mereka.
" Ready My Rain ? " Raina hanya mengangguk saja.
Acara akan berlangsung, Di mana pengucapan janji setia sehidup semati akan mereka ucapkan di hadapan banyak orang berbatas namakan Tuhan.
" Raina Queen Alexander Guero, Im Brandon Smith, Meminta mu sebagai istri ku, Karena aku mencintai mu. Aku ingin kau menjadi satu-satunya wanita dalam hidupku, Aku menerima mu dalam sadar ku, Aku bersumpah untuk terus mencintai mu dalam suka dan duka ku, Sehat dan sakit ku, Aku menerima mu dalam sadar ku. " Brandon telah mengucapkan janji sucinya untuk sang hujan.
Cukup lama Rain menetralkan detak jantungnya, Sampai dia siap untuk mengucapkan janji sucinya.
" Brandon Smith, Aku Raina Queen Alexander Guero, Menerima mu sebagai suami ku, Aku bersumpah untuk terus mencintai mu dalam suka dan duka, Sehat dan sakit, Aku--menerima mu dengan sadar ku. " Brandon tersenyum setelah berhasil mendengarkan janji suci yang di ucapkan Raina untuknya.
Kini mereka sudah sah menjadi sepasang suami istri di mata hukum dan agama.
__ADS_1
Dengan perasaan bahagia bercampur haru Brandon membuka Kain Veil yang menutupi wajah cantik istrinya.
Di usap Brandon dengan lembut sisa air mata yang masih membanjiri Mata sang istri.
" Don't cry my Rain, Don't cry Baby..."
Bugh...
" Jangan terus menggoda ku ! " Raina menjadi kesal saat ini.
Apalagi saat melihat senyum Brandon yang terlihat seperti mengejeknya, Raina benar-benar kesal di buatnya.
" Aku tidak menggoda mu Rain, Aku hanya mencintai mu dan sangat mencintai mu sayang. "
" Dasar buaya Gondrong menyebalkan. " Brandon merasa lega saat melihat Raina yang sudah bisa marah-marah padanya lagi.
" Pejamkan mata mu sayang, Kita akan melakukan ciuman lagi, Jangan lupa bernafas. Karena aku tidak akan melepaskan mu malam ini. " Kedua mata Rain melotot tajam menatap Brandon.
Raina bukan orang bodoh yang tidak mengerti arti kode dari pria yang terlihat sangat tampan hari ini dengan setelan tuxedo putihnya.
Tapi Rain tidak tau bagaimana caranya kerjanya.
" Jangan di pikirkan Sayang, Untuk saat ini biarkan aku mencium bibir mu dulu, Dan nanti malam kita akan memikirkan hal selanjutnya. " Brandon langsung menarik tengkuk Raina dan mencium bibir sang hujan terindah.
Saat keduanya saling berciuman dengan mesra, Gemuruh tepuk tangan menggema di pinggir pantai yang sudah di sulap sedemikian rupa untuk acara pemberkatan keduanya.
Dan Alex masih saja memeluk istrinya, Karena sejak tadi air matanya tak henti-hentinya mengalir.
Dia begitu bahagia dengan semua ini.
Semua janji yang telah di penuhinya pada Raina.
__ADS_1
Brandon melepaskan tautan bibir keduanya dan mengusap bibir tipis Raina yang bertambah volumenya karena ciuman mereka tadi.
...💛💛💛...