
" My Rain..."
Brugh...
Raina langsung memeluk tubuh pria berbadan besar itu, Pria yang telah membuatnya benci dan kesal saat sekolah dulu ternyata adalah jodoh yang telah di persiapkan Papanya, Jodoh yang benar-benar di tunggu untuk menjadi pendampingnya.
Brandon kaget saat Raina memeluk tubuhnya, Bahkan dia juga mendengar isakan kecil wanita yang paling di cintainya.
Benarkah Raina memeluknya lebih dulu saat ini ? Wanita yang sangat di cintai nya ini menangis dalam pelukannya ?
" Rain..."
" Jangan banyak bicara, Biarkan seperti ini dulu. Aku ingin merasakan apa yang selalu kau katakan pada ku ! Aku ingin merasakan cinta yang selalu kau agung kan, Aku ingin merasakan seluruh perasaan yang kau miliki untuk ku, Aku ingin merasakan semuanya Brandon. " Tangisnya semakin pecah kala Brandon juga membalas pelukannya.
Apalagi Rain juga merasakan usapan di punggungnya dari tangan besar buaya gondrongnya ini. Bukan hanya itu saja, Tapi Brandon juga menciumi puncak kepalanya dengan penuh kasih sayang.
Tidak sulit bagi Brandon untuk melakukan itu semua karena tinggi badannya, Dan Raina terus saja menikmati pelukan hangat dari buaya Belanda pilihan papanya.
Langit jingga, Mentari yang hampir masuk ke dalam peraduannya, Deburan ombak serta angin yang bertiup semakin menambah kisah romantis di antara keduanya, Sepasang anak manusia itu saling berpelukan dengan penuh kasih sayang.
Sampai di mana gengsi seorang Raina kembali lagi ke permukaan yang membuat Brandon hanya bisa tersenyum saja padanya.
" Jangan pernah berhenti mencintai. Cintai aku seterusnya. Aku tidak tau aku mencintai mu atau tidak, Tapi aku harap aku bisa membalas semua cinta mu, Maka ajarkan aku untuk bisa mencintai mu dengan hati ku. Ajari aku untuk bisa menjadi wanita yang pantas untuk mu. " Brandon tersenyum mendengar kata demi kata yang keluar dari bibir wanita yang terkenal sombong itu.
" Kenapa terus tersenyum ! Aku sudah menerima cinta mu, Seharusnya kau senang, Dan mengatakan sesuatu seperti yang sering di lakukan pria di dalam sebuah drama itu. Seharusnya kau juga mengatakan hal seperti mereka untuk ku. Bukan hanya tersenyum saja !" Raina merajuk melihat respon yang Brandon berikan padanya.
__ADS_1
Dia tidak menyangka jika Rain akan bersikap demikian padanya. Dan ini sangat membahagiakan bagi Brandon.
" Aku tidak ingin menjadi mereka seperti yang ada di drama, Karena itu bukan diri mereka sendiri, Itu hanya sebuah karakter yang di bangun oleh penulis ceritanya, Itu hanya skenario produsernya saja. Dan aku akan menjadi diri ku sendiri untuk mengajarkan apa itu cinta untuk mu, Aku kan memberikan seluruh yang ku miliki untuk kamu Rain, Mari sama-sama belajar untuk membangun sebuah rumah tangga yang indah, Di mana di dalamnya hanya ada aku, Kami dan anak-anak kita Rain." Entah mengapa Rain selalu terpana setiap kali mendengar kata-kata yang keluar dari bibir Brandon, Rasanya Raina merasa tenang dan terlindungi jika di dekat pria ini.
Ya walau dia tau, Bahwa dia juga bisa melindungi dirinya sendiri dari orang di luar sana yang berniat jahat padanya, Tapi Raina tetaplah seorang wanita yang membutuhkan perlindungan seorang pria.
Di mana ada kalanya dia ingin di Manja dan di perhatikan oleh seorang pria yang benar-benar sangat mencintainya, Dan Raina harap Brandon adalah pria yang tepat untuk melabuhkan hatinya, Rain berharap bahwa Brandon lah pelabuhan pertama dan terakhirnya.
" Sekarang ayo ke dapur, Bukan kah kamu bilang bahwa kamu tidak akan kenyang jika hanya mendengar kata-kata cinta dari ku bukan ? Maka sekarang ayo temani aku memasak menu makan malam untuk kita. apa kesukaan kamu masih sama ? Steak Medium Well ?" Rain mengangguk dan membiarkan Brandon membawanya ke dapur.
Dan di dapur Rain hanya duduk saja dan minat pria itu yang sedang memasak untuknya.
Terlihat sangat kekar sekali punggung itu, Dan Raina sudah merasakan bagaimana nyamannya punggung Brandon.
Kenapa pria itu terlihat sangat seksi saat di dapur ?
punggung lebarnya, Rambut gondrong yang di ikat, Oh tidak ! Jangan lupakan lengan berotot itu terlihat begitu seksi saat lengan kemejanya di gulung.
Rasanya Rain tidak ingin membagi pemandangan ini pada siapa pun, Brandon hanya miliknya kan ?
Brandon hanya mencintainya kan ? Semoga saja iya. Jika Brandon hanya mencintainya.
" Kamu harus banyak makan buah sayang, Karena buah itu sangat bagus untuk kesehatan. "
__ADS_1
" Anak TK pun tau jika buah itu bagus. Yang tidak bagus itu orang yang memiliki penyakit hati iri dan dengki !" Raina menjawab dengan ketus pada Brandon.
Dia di anggap bayi oleh pria gondrong itu, Menyebalkan sekali !
Di keluarganya juga di anggap seperti anak kecil yang tidak boleh melakukan ini dan itu, Apalagi Mamanya.
Mamanya selalu menganggap Rain seolah dia masih kecil, Bahkan setiap paginya Rambut Rain selalu di sisir dan di beri vitamin oleh mamanya, Karena kata Mamanya agar rambutnya tidak rusak karena terlalu sering di warnai.
" Dan kita yang akan memiliki anak kecil. "
Uhuk...
" Rain..." Brandon kaget saat melihat Raina yang tersedak seperti itu.
Rain mengambil gelas yang di berikan Brandon padanya yang sudah di isi dengan air putih.
" Hati-hati sayang, Pelan-pelan makannya. "
" Kamu yang salah ! kenapa mengatakan hal itu ? Jangan bilang kamu ingin melakukan hal yang tidak-tidak ya ?" Rain menatap sengit pada Brandon yang selalu menatapnya dengan wajah teduh dan tatapan penuh cintanya.
Bahkan senyum selalu menghiasi wajah pria keturunan Philippines dan Belanda ini.
" Aku bisa saja melakukan hal itu pada mu saat ini Rain, Tapi aku tidak akan melakukannya karena aku tidak ingin merusak nama baik yang telah ku bangun dan ku perjuangkan selama ini. Aku tidak ingin menjadi laki-laki brengsek yang melakukan hal itu sebelum sah menjadi suami mu. Jika pun nanti kita menikah, Aku tidak akan maksa mu sayang. Aku akan menunggu mu sampai kamu siap menerima ku apa adanya, Dan siap menerima benih ku untuk kamu kandung. Satu lagi, Aku hanya ingin kamu lah satu-satunya wanita yang ku cintai, Dan satu-satunya pula pula ibu dari anak-anak ku kelak. "
" Awas saja jika berani macam-macam ! Aku akan meledakan bom atom mu hingga tak bersisa lagi. Aku ku buat dia tidak bisa berdiri lagi. " Ancam Rain pada Brandon yang ancamannya hanya mendapatkan senyuman saja dari pria bermata sipit itu.
__ADS_1
" Sudah sana masak ! Aku lapar. Aku tidak akan kenyang jika hanya mendengar kata-kata cinta yang keluar dari bibir manis mu itu ! Sudah seperti pemilik pabrik gula saja bibir mu itu ! manis sekali. "
...💛💛💛 ...