Im The Queen ( Raina Queen Alexander )

Im The Queen ( Raina Queen Alexander )
Salam Cinta


__ADS_3

Steve sudah berada di ruangan tempat dimana Alex berada lengkap dengan alat bantu untuk menunjang kehidupannya.


Steve mengecek seluruh keadaan Alex dan alat-alat yang membantu untuk keberlangsungan Alex sendiri.


Dia bukan tidak percaya dengan tim dokter di sini. Hanya saja dia tidak akan tenang sebelum dia sendiri yang memeriksa keadaan teman sejatinya itu.


Setelah memastikan semuanya baik-baik saja, Steve bisa bernafas lega dan duduk di dekat penguasa itu.


" Apa kau tau bahwa istri dan anak-anak mu tengah menunggu mu di luar ?" Steve menarik nafasnya dalam sebelum kembali menghembuskannya perlahan.


Sebenarnya dia juga sesak melihat Alex seperti ini.


Ini adalah pertama kalinya Alex terbaring lama di atas ranjang rumah sakit. Jika dulu saat dia muda akan sangat mudah baginya mencongkel peluru itu dari dalam tubuhnya hanya dengan pisau dan alkohol saja.


Tapi kini, Pria tangguh itu tidak lagi setangguh jiwanya saat muda dulu.


" Istri mu tengah menunggu Alex. Dia terus saja menangisi mu. Apa kau tega meninggalkannya ? jika kau tega meninggalkannya biar aku saja yang menggantikan posisi sebagai suami dari Tarisa dan menjadi Paa sambung dari anak-anak mu yang hebat itu. " Monitor pemantau detak jantung Alex meningkat dua kali lipat.


Melihat statistik detak jantung Alex yang meningkat di monitor membuat Steve tersenyum setan.


" Aku berharap usia mu tidak panjang kawan agar aku bisa menikahi Tarisa. Ya setidaknya jika aku tidak bisa menikmati masa mudanya, Aku bisa menikmati masa tua bersamanya. " Steve kembali melihat ke arah monitor yang semakin menampilkan statistik perkembangan jantung Alex hingga dia juga melihat bahwa kedua tangan Alex mulai bergerak dan matanya juga mulai bergerak sekaan ingin terbuka.


" Jangan berani melakukan hal itu sialan. jika kau berani melakukan hal itu aku bersumpah akan membunuh mu walau alam kita sudah berbeda. " Alex berucap dalam hatinya karena dia tidak akan menerima semua itu.


Sampai mati pun dia tidak akan membiarkan siapa pun memiliki Tarisa walau dia yang lebih dulu mati.


Dia akan membunuh dan menghantui pria yang berani mendekati istri tercintanya.


Alex tidak akan membiarkan itu terjadi.

__ADS_1


" Tuhan, Tolong cabut saja nyawa Alex tuhan, Agar aku bisa menikahi istrinya itu. Agar aku bisa merasakan memiliki anak-anak yang sering membuat kepalanya pusing. Jika aku yang di buat pusing aku bisa meminum obat. Tapi kalau dia yang pusing uratnya akan menonjol seperti ingin putus. Jadi aku mohon cabut saja nyawanya tuhan..."


Tittttt.....


Monitor sampai berbunyi panjang dan tepat setelah monitor itu berbunyi mata Alex langsung terbuka dan menatap tajam pada pria yang telah berani menyumpahinya mati.


Nafasnya memburu hingga selang oksigennya bergeser.


Tapi dengan cepat Steve membenarkannya. Dan tangan Steve langsung di tepis oleh Alex karena rasanya dia ingin membunuh Steve saat itu juga.


" Jangan banyak bertingkah Alex. aku tidak mungkin melakukan hal itu karena aku masih menyayangi nyawa ku sendiri. Aku melakukan hal itu demi kau bisa membuka matamu. Dan terbukti itu berhasil bulan ?" Alex masih menatap tajam pada pria yang memakai pakaian biru khas rumah sakit di depannya itu.


Tiba-tiba saja dadanya merasa sesak dan sulit untuk bernafas.


Melihat itu Steve langsung memasangkan kembali alat oksigen untuk membantu Alex untuk kembali bernafas dengan baik.


" Jangan bertingkah Alexander. Kau masih membutuhkan ini. Jadi jangan berlagak jika kau masih sekuat dulu. Karena kenyataannya kau tidak sekuat itu. " Alex tidak bisa menolak lagi.


" Tenangkan diri mu. Aku memberimu waktu sepuluh menit. Jika kau sudah tenang maka kau bisa di pindahkan ke ruang rawat inap dan bertemu keluarga mu. Sejak tadi istri mu terus saja menangis. Bahkan Sky tidak menampilkan ekspresi apa pun selain wajah datarnya yang menyeramkan. Bukan hanya itu saja, Dia masih memakai bajunya yang berlumuran darah. Entah apa yang di lakukan putra mu itu. Tapi aku yakin dia telah membuat daging cincang tadi. " Alex tidak menghiraukan apa yang di katakan Steve.


Dia hanya memejamkan matanya sambil mengatur nafasnya sesuai arahan dokter cabul itu agar bisa langsung bertemu istrinya.


Dua menit sekali Steve memeriksa detak jantung Alex serta denyut nadinya pula.


Di menit yang ke 7 Steve melihat bahwa keadaan Alex sudah baik-baik saja dan dia menghubungi tim medis lainnya untuk menyiapkan ruangan terbaik di rumah sakit itu untuk Alex.


Awalnya mereka tak percaya dengan apa yang di katakan dokter tersebut, Karena mereka berpikir jika Alex tidak akan sadar.


Itu artinya Alex akan koma, Tapi apa yang terjadi saat ini ? Mereka di buat tercengang dengan berita yang mereka dapatkan.

__ADS_1


Sementara di luar ruangannya, Keluarga Alex menatap heran pada beberapa perawat yang berlalu lalang keluar masuk ke sebuah ruangan dan beberapa perawat juga masuk ke ruangan Alex.


Hal itu membuat Tarisa semakin menangis karena dia semakin berpikirnya buruk karena sudah hampir satu jam Steve berada di dalam tapi belum juga keluar.


" Tenangkan diri Mama, Yakinlah jika Papa akan baik-baik saja. " Ucap Cloud yang berusaha membuat Mama-nya tenang.


Di ruangannya, Alex tengah di persiapkan untuk pindah ke ruang rawat inapnya.


" Kau siapa ?"


" Jangan banyak bicara. Aku tidak akan membiarkan hidup mu tenang setelah ini. Kau telah berani mengatakan ingin menikahi istri ku. Bersiap saja lah. "


" Tidak kah kau berterima kasih pada ku ? Jika tidak ada aku mungkin saja kau sudah koma. " Alex tidak perduli dengan apa yang di katakan Steve.


Karena dia hanya ingin cepat ke luar dari ruangan itu dan bertemu istrinya.


" Jangan banyak bicara ! Cepat bawa aku keluar dari ruangan sempit ini. " Perawat dan dokter menatap heran dengan interaksi antara pasien bernama Alexander itu dan dokter yang mengaku dokter senior keluarga klan Alexander.


Ternyata mereka mengakui kehebatan pria itu.


" Bawa penguasa itu keluar sekarang. Jangan sampai dia meratakan rumah sakit tempat kalian bekerja ini. Karena dulu dia sering melakukan hal itu. "


" Sialan kau !" Semakin tak percaya mereka melihat Alex yang terlihat sudah sehat seperti itu.


Padahal sebelumnya pria itu tidak menunjukan respon apa pun terhadap dirinya sendiri.


Tapi setelah dokter itu datang, Alex langsung sadar dan terlihat sehat.


Mereka pun langsung membawa Alex ke luar ruangan. Dan melihat pintu ruangan yang terbuka dan mendorong ranjang pasien membuat air mata Tarisa semakin mengalir dengan deras karena pikiran buruk semakin menguasainya.

__ADS_1


" Jangan menangis. Aku belum mati jadi kau tidak perlu menangisi ku seperti itu. " Tarisa merasa air matanya sia-sia saja karena telah menangisi suaminya seperti itu.


...🐊🐊🐊...


__ADS_2