Im The Queen ( Raina Queen Alexander )

Im The Queen ( Raina Queen Alexander )
Tragedi


__ADS_3

Setelah malam di mana Rain dan Brandon menginap di apartemen dan melihat juga bercerita setiap detail dari lukisan yang di buat suaminya, Rain kembali menjalani hari-harinya dengan baik bersama sang suami.


Bukan hanya itu saja, Brandon pun sama.


Keduanya tengah menjalani hari-hari bahagia mereka sebagai pasangan suami istri.


Tapi ada hal yang mengganjal di hati Brandon. Entah apa yang membuat hatinya tidak nyaman saat ini.


Yang pasti itu membuatnya tidak nyaman dengan perasaannya sekarang.


Begitu juga dengan apa yang dirasakan seorang pria penguasa di daratan Eropa.


Siapa lagi jika bukan sang penguasa Alexander ?


Di rumahnya dia tengah gelisah memikirkan sesuatu, dia juga merasakan apa yang seperti dirasakan menantunya di sana padahal mereka tidak sama sekali terlibat apapun bukan ?


Tapi entah mengapa juga perasaannya tidak enak.


Apa ini ada berhubungan dengan Rain ? atau anak-anak yang lain ?


Dia langsung menghubungi anak buahnya dan meminta kabar tentang semua kegiatan anak-anaknya bahkan sampai Matheo yang di Indonesia pun menjadi pikirannya saat ini.


Tidak perlu menunggu lama dia sudah mendapatkan semua berita tentang anak-anaknya dan ternyata semua baik-baik saja.


Tapi entah kenapa juga perasaannya tetap tidak enak. karena selama ini perasaannya tidak pernah salah mestinya juga tidak pernah salah untuk menebak keadaan.


" Kamu kenapa sayang ?" Tanya wanita bernama Tarisa yang menjadi pendamping hidup seorang Alexander selama ini.


Melihat istrinya yang datang menghampirinya alex pun langsung membuka kedua tangannya untuk minta Tarisa untuk masuk ke dalam pelukannya.


Dan Tarisa menurut, dia menghampiri suaminya dan masuk ke dalam pelukan hangat pria penguasa yang menjebaknya dan menjeratnya dengan belenggu cinta sang penguasa.


" Apa kau merasakan hal sama dengan yang kubrasakan saat ini ?" Tarisa menatap suaminya yang kini bertanya padanya.


" Merasakan hal seperti apa ?"


" Entahlah tapi aku merasakan ada yang terjadi sesuatu nantinya. pikiranku hanya tertuju pada Rain anak perempuan kita yang luar biasa itu. " Tarisa pun mengangguk Karena dia juga tahu apa yang dirasakan suaminya itu dia juga merasakannya.


" Aku bahkan sudah beberapa malam ini tidak bisa tidur memikirkan anak-anak. sebentar lagi juga kelahiran Elea, lalu Raina, entahlah akhir-akhir ini aku merasa was-was dengan kehidupan kita. sama seperti saat dulu aku baru menjadi istrimu. " Alex setuju dengan apa yang dikatakan istrinya.


karena dia juga merasakan hal yang sama seperti Tarisa.


" Tapi untuk saat ini aku mendapatkan kabar bahwa anak-anak baik-baik saja. bahkan Matheo pun juga sama. tapi semua itu juga tidak bisa menghilangkan perasaan gundah ku. Raina, pikiranku hanya tertuju pada anak itu. aku harus ke Belanda untuk membuktikannya sendiri. aku ingin melihat dengan mata kepala ku sendiri bahwa Putri kita baik-baik saja. Aku tidak akan tenang sebelum mengetahui keadaan putriku. " b Betapa beruntungnya Tarisa memiliki suami seperti Alex.


Bahkan instingnya sebagai ibu saja pun kalah dengan insting seorang Alexander pada anak-anaknya.


Entahlah padahal lebih banyak gen dirinya bukan daripada gen suaminya. Tapi tetap saja sifat anak-anaknya banyak yang menurun diri suaminya.


Menurut dari gen seorang Alexander Queen.

__ADS_1


" Aku ikut. " Pinta Tarisa dengan manja karena dia juga ingin melihat keadaan putranya.


" Ya sudah bersiaplah kita akan berangkat ke Belanda saat ini juga. Aku akan menghubungi Markus sebentar. " Akhirnya Tarisa pun bersiap untuk pergi ke Belanda untuk menemui putrinya.


Dan di rumahnya Raina engah bersiap untuk menuju ke perusahaan suaminya.


Seperti biasa, karena setiap siangnya dia akan makan bersama dengan sang suami.


Makanya dia bersiap untuk memiliki perusahaan Brandon.


" Mau ke mana sayang ? Apa ingin makan siang lagi bersama Brandon ? "


" Ya Mom, Rain akan makan siang dengan suami Raina. " Jawabnya pada Mom Airin.


" Hati-hati sayang, Jangan lupa dengan supir ya. " Rain pun mengangguk dengan ucapan sang ibu mertua karena dia tau bahwa dia tidak lagi bisa mengendarai mobil sesukanya.


" Rain pergi Mom. " Rain pun pergi ke luar untuk menuju mobil yang sudah di siapkan supirnya setelah pamitan pada Mom Airin.


Di perjalanan menuju perusahaan semua berjalan dengan lancar.


Ponsel Raina tidak bisa di hubungi, Maka dia menghubungi Mommy-nya di Rumah.


" Hallo Mom, Di mana Rain ?" Terdengar aneh bagi Mom Airin karena Brandon menanyakan keberadaan istrinya.


" Raina ? Bukan kah sejak tadi Rain sudah berangkat ke kantor kamu ? Sudah sekitar 15 menit yang lalu. "


Deg !


Dia pun langsung keluar dari ruangan kerjanya saat mendapatkan kabar bahwa Rain telah pergi menuju perusahaannya.


Entah mengapa perasaannya semakin kalut. Perasaannya semakin tidak karuan saat ini.


Dia benar-benar tidak tenang memikirkan istrinya.


" Aku mohon sayang, Angkat ponsel kamu. Lagi pula di mana supir yang membawa mu sayang. " di dalam mobilnya, Rain baru tersadar akan ponselnya yang tidak aktiv karema tadi lowbet dan dia mengisi dayanya.


Dia pun langsung teringat dan mengaktifkannya.


Dan betapa kagetnya Rain saat ponselnya hidup begitu banyak panggilan tak terjawab dari Brandon dan juga Papa-nya.


Bukan hanya itu saja,Rain juga mendapatkan panggilan dari Cloud saudara kembarnya.


Kenapa mereka semua ? Kenapa berebut menghubunginya ?


Akhirnya Rain mengangkat panggilan telepon yang baru saja masuk dan itu dari Cloud.


" Hallo Cloud, Ada--"


" Di mana kau sekarang ?" Rain kaget dengan pertanyaan dari Cloud saat ini.

__ADS_1


Tidak biasanya Cloud menghubunginya begini.


" Aku ? kenapa bertanya seperti itu ?"


" Aku tanya di mana kau Raina ?" Suara Cloud mulai meninggi karena tidak mendapatkan jawaban dari kakaknya.


" Kenapa kau marah ? Apa salah ku hingga kau membentak ku ?" Tanya Rain dengan suara yang tak kalah tingginya.


" Raina ! aku tanya di mana kau saat ini ? Jawab aku di mana kau sekarang ?" Cloud semakin emosi karena Rain tidak menjawabnya.


" Aku sedang di jalan menuju perusahaan suami ku ! kenapa rupanya ?"


" Dengan siapa Kau Rain ? Tolong hentikan mobilnya sekarang. "


" Memangnya kenapa ? Aku bersama supir ku tadi, Tapi dia kembali ke rumah karena sakit perut. Aku menyuruhnya untuk naik taksi pulang ke rumahnya dan aku mengendarai mobilnya sendiri. "


" Hentikan mobilnya Raina ! Hentikan mobil mu !" Ucap Cloud semakin panik.


" Kenapa memangnya ? apa kau meragukan ku ? aku bahkan bisa mengendarai mobil ini lebih cepat lagi. Akan ku tunjukan pada mu bahwa aku bisa membawa mobil ini. Lihat, Saat ini aku menambah kecepatannya. "


" Hentikan ku hilang rain, Hentikan !' Ucap Cloud lagi dengan berteriak.


Perasaannya semakin panik saat mendengar Rain yang menambah kecepatannya.


" Tapi kenapa ?"


Dugh...


Ponsel Rain Jatuh ke bawah saat dia melewati polisi tidur di jalanan.


Dia langsung berusaha mengambil ponselnya dengan menurunkan kecepatan mobilnya.


Namun tiba-tiba mobilnya tidka bisa di rem dan bahkan Rain melihat bahwa kecepatan mobil itu semakin bertambah walau Rain tidak menambahnya.


" Cloud, Tolong aku Cloud, Mobilnya tidak bisa aku kuasai. "


" Raina ! Lompat Rain, Lompat. " Cloud yang mendengar suara Rain panik pun langsung panik juga.


Tapi sayang, Rain tidak akan bisa mendengar apa yang di katakan adik kembarnya karena ponselnya di bawah sana.


" Brandon, Tolong aku, Sayang tolong aku. " Air matanya turun begitu saja saat mengingat suaminya.


Rain berusaha untuk tenang dna berusaha mengambil ponselnya dan beruntung berhasil dan dia bisa kembali bicara pada saudaranya.


Tapi belum sempat Rain bicara pada Cloud, Mobilnya sudah di hantam oleh sebuah truk di depannya.


Brak !


" RAINA !"

__ADS_1


...🐊🐊🐊 ...


__ADS_2