Im The Queen ( Raina Queen Alexander )

Im The Queen ( Raina Queen Alexander )
Janji


__ADS_3

Ke-empat pria dewasa dengan berbagai karakter itu langsung kembali ke rumah sakit saya itu juga setelah mendapatkan kabar bahwa Raina sudah sadar.


Bukan hanya itu saja, Tapi yang membuat mereka heran adalah, Kenapa sampai seorang Sky bisa berteriak begitu kencang ?


Sebenarnya apa yang terjadi di sana hingga Sky bisa berteriak sebegitu kencangnya ?


Bahkan saat mereka hampir sampai di ruangan itu pun mereka masih bisa mendengar suara Sky yang tinggi dan seperti tengah menahan emosinya.


" Raina ! Bagaimana bisa kau membuat ku terlihat seperti orang gila seperti ini ? Apa maksud mu hah ? "


" Aku tidak maksa kakak untuk berjanji. Kaka sendiri yang menjanjikan hal itu pada ku !" Ingin sekali rasanya Sky mencekik leher adik perempuannya itu.


Tapi belum juga Aku sampai ke dekat Rain, Pintu sudah terbuka dengan paksa dan masuk lah 4 orang berbeda sikap itu.


Brak !..


" Rain sayang..." Brandon langsung menghampiri istrinya yang sudah duduk di ranjang nya dengan wajah yang juga sudah terlihat sehat dan baik-baik saja...Cukup mengherankan bagi Brandon, Tapi ya mau bagaimana lagi ?


Istrinya itu keturunan Alexander, Jadi sudah tidak heran lagi.


" Kamu baik-baik saja sayang ? apa yang sakit ? aku panggilkan dokter ya, Kamu istirahat dulu oke. " Sky hanya bisa memutar bola matanya malas melihat interaksi sepasang anak manusia itu.


Yang satunya lebay, Yang satunya entah lah, Sky tidak bisa menjelaskannya dengan kata-kata karena dia sudah terlampau kesal dengan adiknya itu.


" Dia baik-baik saja. Apa kau tidak melihatnya ? Dia sehat, Hanya saja otaknya yang tidak sehat !" Brandon menatap pada kakak iparnya dan menatap istrinya bergantian.


Sebenarnya ada apa ini ? Apa yang terjadi pada istrinya ? Kenapa Raina diam saja ?


Dan kenapa juga tiba-tiba rasanya jantung Brandon berdetak tidak tenang ?


" Sayang, Rain..." Brandon mencoba memanggil istrinya berharap Raina menjawabnya.


Dia mendekat dan menggenggam tangan Raina dan mengusap pipinya dengan lembut.


Berharap Raina mau bicara padanya.


" Si-siapa kau ?"


Jeder...


Semua orang bagai tersambar petir mendengar apa yang keluar dari bibir wanita yang masih dalam keadaan di perban kepalanya.


Tubuh Brandon menegang kaku saat mendengar apa yang di katakan istrinya.


Brandon terpaku dengan mata yang berkaca-kaca saat mendengar kata yang keluar dari bibir istri tercintanya.

__ADS_1


Raina bertanya siapa dirinya ? Tidak !


Ini tidak benar bukan ? Tolong katakan padanya bahwa ini tidak benar.


Brandon tidak bisa menerima Ini semua. Brandon tidak bisa.


Jangan sampai hal buruk terjadi pada istrinya, Dia tidak siap.


Sumpah demi tuhan dia tidak siap untuk semua ini.


Brandon benar-benar tidak siap untuk semua ini. Tolong jangan tuhan, Jangan biarkan ini terjadi padanya. Brandon tidak bisa menerima ini semua.


Dia tidak bisa.


" Rain, sayang...I-ini aku sayang...Ini aku. " Brandon berkata dengan suara yang bergetar.


Dia tidak bisa menahan kesedihannya saat ini. Dia tidka kuat dengan semua ini.


Bisa kah seseorang tolong tolong jelas kan padanya apa yang terjadi sebenarnya ? Sumpah demi apa pun Brandon tidak bisa menerima jika ini takdir yang di gariskan tuhan padanya.


Brandon akan memohon pada Tuhan untuk merubah takdirnya dan mengembalikan Raina padanya tanpa kehilangan apa pun.


" Rain...sayang..."


" Aku tidak mengenal mu, Si-siapa dia ? Lalu siapa kalian ?" Sky sudah mulai bosan.


Bagaimana bisa Rain berpikir untuk berakting seperti ini ?


" Jupiter Mars Alexander Guero !"


" Ya kak ?" Jupiter menjawab dengan penuh semangat saat mendengar kakak idolanya memanggil nama lengkapnya.


Betapa bahagianya Jupiter mendengar namanya di panggil oleh Sky selengkap itu.


Dia pun mendekat pada kakak terhebatnya sepanjang masa dengan penuh rasa bahagia.


Apa kakaknya sekarang sudah menganggapnya satu Genk ? Apakah ini artinya bahwa Jupiter bisa mengetahui rahasia makanya dengan wanita menyebalkan yang saat ini tengah sakit dan kehilangan ingatannya itu.


Mengingat itu Jupiter juga merasa sedih. Walau Raina itu menyebalkan, Tapi darah tetap lah darah dan Jupiter menyayangi kakaknya itu.


" Pukul kepala wanita itu ! Dia hilang ingatan !"


" Hah ? Apa kak ? memukul kepala kak Rain ?" Sebelah alis Sky terangkat saat mendengar pertanyaan dari adik bungsunya itu.


" Iya pukul kepalanya sekarang ! Jika kau ingin menjambak rambut pirangnya itu Jambak saja ! Bukan kah selama ini kau ingin menjambak rambutnya ? Maka lakukan lah sekarang. " Jupiter menggeleng.

__ADS_1


Sementara Jupiter hanya menatap tak percaya dengan apa yang di katakan kakaknya ini. Terlebih lagi Brandon.


Dia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang terjadi saat ini.


Dia sungguh tidak mengerti apa pun di sini.


Tolong seseorang jelaskan padanya apa yang terjadi.


" Apa kau berpikir bahwa dia sakit ? Dia amnesia ?" Dengan polosnya Jupiter mengangguk menjawab pertanyaan kakaknya dan jawaban dari Jupiter membuat Sky kembali menghela nafasnya panjang.


" Apa kau juga berpikir bahwa wanita itu hilang ingatan ?" Tanya Sky beralih pada Brandon yang masih bingung dengan keadaan ini semua.


" Tanyakan pada saudara kembarnya ! Sejak di dalam perut mama mereka sudah berbagi makanan. Jadi tanyakan pada pria yang memiliki wajah yang sama dengannya apa yang terjadi. Jika dia masih berpura-pura juga, Pukul kepalanya dengan linggis !" Sky hendak meninggalkan ruangan itu tapi tidak jadi karena mendengar suara adik iparnya yang masih tidak mengerti dengan situasi yang tengah mereka hadapi saat ini.


" Sebenarnya ada apa ini kak ? Sumpah demi apa pun aku tidak mengerti sama sekali. Apa yang terjadi hingga Kakak berteriak memanggil nama istri Brandon ? Pengawal bilang bahwa kakak berteriak dan mengumpat istri Brandon. Sebenarnya apa yang terjadi ?" Sky kembali menarik nafasnya dalam sebelum dia meledak dan ingin mencekik leher Rain.


" Sudah ku katakan bahwa istri mu baik-baik saja. Tidak tidak sakit ! Tapi yang sakit otaknya !"


" Apa maksud kakak Raina itu hilang ingatan begitu ? Jika iya apa bisa kita menghabiskan uang Kaka Brandon ? apa kita bisa bermain game sampai pagi ? Bertaruh dengan harga yang tinggi ?"


" Jupiter Mars Venus Merkurius Pluto ! beraninya kau ?" Suara Rain sudah menggelegar karena perkataan dari adik bungsunya.


Dia tidak menyangka jika Jupiter akan bahagia di atas penderitaannya.


Melihat Raina yang berteriak seperti itu membuat Brandon semakin kaget.


Terlebih lagi Jupiter. Bukan kah kakaknya itu hilang ingatan ?


Lalu bagaimana bisa memanggil namanya dnegan penuh penekanan dan intonasi yang tinggi ?


" Rain..."


" Istri mu itu hanya berakting saja ! Dia tidak sakit ! tapi otaknya yang sakit. Bukan hanya kalian saja yang di topinya. Aku juga di tipunya tadi. Maka aku katakan bahwa dia tidak sakit ! Tapi otaknya yang terganggu ! Otaknya bergeser karena terhantam stir mobil. Jadi jika belum balik, Hantam saja lagi dengan linggis tadi ! Biar dia ingat siapa kau. " Brandon menatap pada istrinya yang terlihat menghembuskan nafasnya.


" Aku baik-baik saja. Aku hanya pura-pura saja. "


" Dasar kau nenek sihir ! Wanita berambut putih menyebalkan !" Umpat Jupiter mengungkapkan kekesalan hatinya karena merasa telah di bohongi oleh Raina.


Padahal tadi dia sudah ikut sedih bersama kakak iparnya yang gondrong itu karena melihat keadaan istrinya yang hilang ingatan.


Dan ternyata itu hanya sebuah prank dan kebohongan saja.


" Kau menyebalkan Rain..." Ucap Cloud untuk pertama kalinya pada Raina.


Karena dia juga sempat berpikir bahwa Rain tidak baik-baik saja. Namun ternyata apa ?

__ADS_1


Saudarinya itu hanya berakting saja.


...🐊🐊🐊...


__ADS_2