
Rain sangat luar biasa hebohnya, Dia bingung harus memakai pakaian apa nanti, Karena ini adalah kencan pertamanya bersama Brandon.
Tidak, Ini bukan kencan biasa baginya, Dulu dia pernah melakukan hal itu dengan Brandon, Jadi dia juga tidak tau pakaian apa yang di sukai atau tidak di sukai oleh Brandon.
" Sayang, Kenapa ini berantakan sekali ??" Tanya Tarisa yang melihat ruangan ganti putrinya berserakan seperti itu.
Banyak gaun, Jeans, kaos, dan jaket atau Hoodie berserakan di sana.
Tarisa datang menghampiri putrinya dan membantu membereskan semuanya.
" Mom ? "
" Ya sayang ?? kenapa ??" Tanya Tarisa yang merasa bahwa putrinya ini membutuhkan sesuatu.
" Brandon mengajak Rain pergi, "
" Pergi ??" Raina mengangguk.
" Kemana sayang ??" Kali ini dia menggelengkan kepalanya karena tidak tau Brandon mengajaknya kemana.
" Brandon tidak mengatakan ingin mengajak kamu kemana ??"
" Dia hanya bilang ingin mengajak Rain pergi jalan-jalan, Tapi tidak tau kemana. " Tarisa paham, Bahwa Raina bingung ingin mengenakan baju yang mana dan seperti apa yang di sukai pria itu.
Karena dulu juga Tarisa berusaha untuk terlihat cantik di depan suaminya.
Dan Alex paling marah jika Tarisa memakai gaun yang memiliki pendek di atas lutut, Alex akan marah dan bisa saja merobek gaun tersebut, Apalagi jika memiliki belahan dada yang rendah.
Memakai Hells saja Tarisa di larang, Bahkan pernah di buang begitu saja.
" Apa yang kau sukai soal penampilan ??"
" Rain lebih suka memakai pakaian santai, Tidak terlalu heboh tapi elegan, mewah dan mahal. " Senyum Tarisa mengembang mendengar jawaban dari putrinya.
" Ini saja, Pakai yang ini, Lagi pula udara di luar tidak terlalu baik, Mama takut kamu sakit. " Rain mengangguk lagi dan tersenyum untuk sang Mama.
" Thanks Mom, Love you...Muacchhh..." Kecupan di pipinya menandakan bahwa Rain menyukai pilihannya dan itu membuat Tarisa tersenyum bahagia.
Apalagi saat Tarisa membantu menyisir rambut sang putri, Sangat halus dan indah, Tapi entah kenapa Rain selalu tidak percaya diri saat melihat rambutnya mulai menghitam, Maka dia akan langsung pergi ke salon untuk kembali mewarnainya.
Entah apa yang membuatnya malu dnegan warna rambutnya yang hitam legam, Tapi yang pasti Rain sangat takut jika rambutnya berwarna hitam.
Maka dia selalu ke salon setiap bulan untuk mewarnai rambutnya.
__ADS_1
" Apa kamu menyukai Brandon ??" Brandon terdiam, Dia tidak tau harus menjawab apa.
" Rasakan segalanya dengan hati kamu sayang, Jika Papa dan saudara-saudara kamu sudah menyetujuinya, Itu berarti memang dia adalah yang terbaik. Coba bedakan saja, Bagaimana perlakuan para laki-laki itu pada Brandon dan Siapa yang kemarin ??"
" Darius Mom. " Raina menjawab pertanyaan Mamanya soal Darius.
" Ya, Darius, Terlihat sangat berbeda bukan ?? Darius memang di terima, Tidak terluka atau apapun karena mereka tidak terlalu menyukainya, Tapi Brandon ?? Bahkan dia berani melawan kakak mu demi kamu, Bukan kah itu sesuatu yang luar biasa ?? " Rain masih memikirkannya.
Karena apa yang di katakan Mamanya memang ada benarnya juga, Tapi kenapa hatinya masih seperti ragu.
" Ragu itu biasa, Maka yang harus kamu lakukan adalah percaya dengan apa yang telah Tuhan garis kan lewat para pria yang menjaga kamu sayang, Jadi percayalah pada mereka sayang."
" Ahhh...Mom...Rain ingin menangis..." Tarisa pun memeluk putrinya.
Karena dia tau, Walau bagaimana pun Raina tetap seorang wanita yang memiliki hati selembut itu, Tapi dia menutupinya dengan semua sikap sombong yang orang-orang sematkan padanya, Itu semua demi membangun benteng tinggi hingga membuatnya kuat.
" Jangan menangis sayang, Sekarang ayo turun, Mungkin saya Brandon sudah menunggu kamu di bawah. "
" Mama akan menemani kamu ke bawah jadi ,ayo...sayang. " Rain pun ikut bersama mamanya saat sang mama menggenggam erat tangannya, Seolah ada perasaan yang di tekan Mamanya dan Rain tau itu.
Dan benar saja, Saat Rain sampai di bawah, Ternyata pria itu sudah berada di bawah dengan kemeja coklat dan kenapa selalu membuka kedua kancing kemejanya ??
Apa dia ingin memamerkan dada bidang bertato itu ??
Tapi mau bagaimana lagi ?? Di kancing pun percuma karena itu semakin membuat dada bidang itu tercetak dengan sangat jelas.
Brandon yang melihat Rain baru saja turun pun langsung tersenyum.
Kenapa hanya berpakaian seperti itu saja Rain terlihat sangat cantik ?
" My Rain...."
" Berani melangkah dari tempat mu dan sampai mencium putri ku, Akan ku terak kan rahang mu !"
" Sayang jangan begitu. " Tarisa membela Brandon, Karena menurutnya Alex sudah keterlaluan.
" Aku hanya melindungi putri ku dari buaya Belanda ini. "
" Tapi buaya Belanda yang kamu bilang itu adalah pria pilihan mu sendiri. Jadi kenapa repot sekali ??" Alex terdiam.
Dia lupa bahwa Brandon adalah pria pilihannya sendiri untuk Rain.
__ADS_1
" Mau kemana kalian ??" Tanya Alex saat melihat Rain dan Brandon memakai baju yang berwarna senada.
" Brandon ingin membawa Rain ke Belanda sebentar Pa, Untuk pergi ke makam GrandMa, Karena sejak dulu GrandMa ingin bertemu dengan Rain, Tapi GrandMa sudah meninggal sejak 3 tahun yang lalu. Jadi Brandon ingin membawa Rain ke sana. " Rain bisa bernafas lega, Karena beruntung mamanya memilihkan gaun untuk nya.
" Bawa pengawal ! Jika sampai kau berani macam-macam dengan putri ku, Maka aku sendiri yang mencabut jantung mu !"
" Saya bersumpah tidak akan melakukan apapun pada Rain hingga mengecewakan anda Tuan, " Alex mengangguk.
Dia percaya pada Brandon untuk bisa menjaga putrinya.
" Kami pamit Tuan, Nyonya..."
" Hati-hati, Jaga Raina, Putri kesayangan kami. " Ucap Tarisa pada Brandon yang akan membawa Raina pergi ke Belanda hari ini.
Jadi jangan heran, Alex saja bisa makan siang di Belanda bersama Markus, Lalu kenapa Rain dan Brandon tidak bisa pergi ke makam ke Belanda ??
Brandon menggandeng tangan Raina karena mereka memang akan segera berangkat ke Belanda, Bahkan saat di dalam mobil pun rasanya Brandon tidak ingin melepaskan genggaman tangannya.
" Jangan lepaskan tangan ini My Rain, "
" Kenapa ??" Tanya Pada Brandon.
Bukannya menjawab, Brandon malah mencium punggung tangan kekasihnya itu.
" Karena aku sudah sangat lama menantikan hal ini, Jadi biarkan aku untuk selalu menggenggam tangan mu, Tanpa aku harus takut lagi kamu menerimanya atau tidak. " Rain terpana dengan setiap kata yang di tuturkan oleh pria gondrong itu.
Papanya bahkan menyebut Brandon dengan sebutan Buaya Belanda.
Dan memang benar, Brandon memang buaya Belanda, Apalagi pakaian yang seperti itu rasanya membuat Rain ingin sekali mengancingkan kemejanya.
" Berhenti dulu !"
" Untuk apa Rain ??"
" Aku bilang berhenti !" Terpaksa brandon menghentikan mobilnya di pinggir Jalan.
" Kenapa Rain ?? Apa yang---" Brandon kaget saat melihat Kepala Rain yang tiba-tiba mendekat padanya.
Bahkan Brandon dapat mencium aroma yang menenangkan dari rambut kekasihnya itu.
" Apa tidak bisa mengancing semua kancing ini ?? untuk apa seperti ini ?? ingin memamerkan dada itu pada orang-orang ?? Dan membuat para wanita menjerit histeris melihat tato mu itu ?? Iya ??" Brandon tersenyum.
Raina menunjukan sikap posesifnya sekarang Dan Brandon menyukai itu.
__ADS_1
...🖤🖤🖤...