
Setelah pulang dari rumah sakit, Raina dan Brandon tidak langsung pulang, Mereka lebih memilih untuk jalan-jalan di sebentar di pusat kota dengan saling bergandengan tangan berdua sambil menikmati sore hari bersama.
Salju sudah mulai turun dan membuat udara cukup dingin.
Kami tidak bagi keduanya yang kini saling menghangatkan dengan berpegangan tangan.
" Kita makan lebih dulu. Kamu belum makan. Kita makan yang hangat-hangat oke ?"
" Oke Daddy..." Brandon tersenyum mendengar jawaban dari istrinya.
Raina menjawab dengan suara kecil dan menggemaskan layaknya seorang anak yang berbicara dengan sanga Daddy.
Sungguh hidup seperti ini bersama Raina benar-benar membuat kehidupan Brandon sangat sempurna.
Brandon seperti menjadi pria paling beruntung dan pria yang paling bahagia di dunia ini karena memiliki wanita yang cantik dan sesempurna istrinya.
Raina dengan segala tingkahnya membuat Brandon merasa nyaman dengan semua itu.
" Kiss Daddy..."
Cup...
" Thank you Daddy..." Raina begitu bahagia saat mendapatkan kecupan manis di pipinya dari sang suaminya.
Brandon berjalan membawa Raina menuju sebuah restoran di sana.
Merek banyak memesan makanan hangat seperti soup dan beberapa makanan hangat lainnya lagi.
Sampai tiba-tiba rauna menghentikan gerakan tangannya yang tengah menikmati soup di mangkuknya dan melihat ponselnya.
Melihat istrinya yang berubah seketika membuat Brandon merasa ada yang aneh dengan istrinya.
" Kenapa sayang ?" Tanya Brandon yang mulai panik saat melihat kedua mata istrinya yang menatap pada ponselnya.
" My Rain, Are you oke honey ?" Raina pun menunjukan ponselnya pada Brandon.
Brandon langsung mengambil ponsel istrinya yang tengah menunjukan sebuah foto yang menampilkan banyaknya makanan yang terlihat sangat lezat di sana.
__ADS_1
" Kenapa ? Ada apa dengan makanan ini sayang ?"
" Indonesian food ! Aku ingin semua itu. Mereka seperti tengah memanggil ku untuk datang menghampiri mereka. Itu, Ada yang namanya mie rebus, Lalu pecel lele, Ada kue talan, Lalu ada martabak telur dan martabak manis, Aku ingin semua itu. " Brandon terlihat menghela nafasnya berat.
Dia sudah panik karena dia pikir Raina kenapa-kenapa, Dan ternyata hanya menginginkan makanan seperti itu.
" Indonesia food ? Apa kita harus ke sana ?" Raina mengangguk dengan mantap.
" Bukan kah kita belum pernah melakukan bulan madu ? Bagaimana jika kita baby moon saja ? Aku ingin pergi ke Indonesia dan mengunjungi kak Matheo dan anak-anaknya, Kaka ipar ku itu juga sangat cantik. Dia mantan model terkenal. Ayo kita berangkat ke sana dan berlibur. "
" Kita sudah bulan madu sayang, Bahkan kita kabur saat itu. "
" Oh iya, Aku melupakan hal itu. Ayo kita berangkat malam ini juga. " Raina semakin berulah dan mengajak suaminya untuk pergi ke Indonesia saat itu juga.
Pergi ke Indonesia sudah seperti berangkat ke supermarket saja.
Beruntung mereka sama-sama terlahir dari keluarga kaya.
Bagaimana jika mereka terlahir dari keluarga kurang mampu ? Mungkin Brandon tidak akan bisa bersanding dengan Raina saat ini.
" Kalau kata Papa, Jangan seperti orang susah. Uang kamu banyak, Uang aku juga banyak. Kita bisa membelinya di sana. Ya, Ayo kita berangkat. " Brandon menghela nafasnya teratur berusaha untuk tetap tenang di saat istrinya yang begitu antusias dengan keinginannya.
" Ayo sayang, Baby Crocodile menginginkannya..." Rahang Brandon terbuka saat mendengar apa yang di katakan istrinya.
Baby Crocodile ? Apakah Raina mengatakan bahwa calon anak mereka itu bayi buaya ?
Apa memang Raina serius menganggapnya buaya Belanda ? Buaya gondrong seperti yang sering Papa mertuanya katakan ?
" Baby Crocodile ? Kamu serius menganggap ku buaya sayang ?" Raina kembali mengangguk kan kepadanya dengan yakin.
Dia memang menyebut anak mereka dengan sebutan Baby Crocodile.
" Jika kamu buaya, Papa itu banteng sayang. Bahkan Mama sering menyebut Papa dengan sebutan banteng Afrika. Itu memang sangat cocok dengan papa yang memiliki kulit coklat Tan khas pria bule, Dan wajahnya yang menyeramkan. Bukan kan itu sudah sangat bisa memvisualisasikan semua itu ?" Brandon tidak habis pikir dengan istrinya yang semakin hari semakin menjadi itu.
Raina semakin banyak berbicara dan semakin cerewet selama kehamilannya ini.
" Kamu harus tau, Bahwa buaya itu adalah hewan yang sangat setia. Mereka hanya akan menikah dengan satu pasangan saja. Jika salah satu pasangan mereka mati, Mereka tidak akan mencari pasangan baru lagi. Maaf, Bukan maksud ku menyamakan kamu dengan buaya, Tapi memang kesetiaan seekor buaya itu memang kenyataan. Karen black, Buaya kesayangan ku hanya setia pada kekasihnya yang telah meninggalkannya lebih dulu karena virus waktu itu. Hingga saat ini, Black masih setia menyendiri. Pernah sekali aku dan Papa membawakan buaya betina baru. Bukannya senang, Black malah mengamuk dan hampir saja membuat biaya betina itu mati. Maka sejak saat itu lah kami membiarkan Black sendiri. Dia hanya akan patuh dengan ku dan kak Sky saja. " Brandon mendengarkan dengan seksama apa yang di katakan istrinya tadi.
__ADS_1
Sementara di ruang rawatnya, Telinga Alex berdengung dan terasa panas.
Melihat suaminya yang mengusap telinganya dengan kasar membuat Tarisa menghampirinya.
" Kenapa ? Apa telinga kamu sakit ?"
" Bukan sakit, Tapi telinga ku berdengung. ini pasti ada yang sengaja menceritakan Ku. Anak-anak ku yang berani menceritakan ku hanya ada dua, Satu Langit tertinggi mu, Dan satu lagi Hujan terindah mu. " Tarisa hanya memutar bola matanya malas mendengar perkataan suaminya.
Selalu saja seperti ini. Jika Anak-anak mereka melakukan hal yang membanggakan akan menjadi anak suaminya, Tapi jika anak-anaknya melakukan hal yang tidak baik seperti ini akan menjadi anaknya.
Sungguh tidak adil sekali banteng Afrika ini.
" Kau berani mengumpat ku ya ?
" Kalau iya kenapa ? Kamu ingin marah ?"
" Kau--" Alex menatap sengit dan penuh permusuhan pada istrinya yang semakin tua semakin berani saja padanya.
" Kenapa ? Apa kamu pikir aku takut ? Kau tidak takut lagi dengan kamu. Kamu sudah tua, Kamu sudah tidak sekuat dulu lagi. Sementara aku ? Kau masih lebih muda sepuluh tahun atau berapa ya ? aku lupa tapi yang jelas aku jauh lebih muda dari mu. Jadi aku bisa hidup bahagia dengan anak-anak ku. " Alex semakin menatap sengit dan penuh permusuhan pada istrinya itu.
Dia tidak menyangka jika Tarisa akan mengatakan hal seperti itu.
" Lalu kenapa kau terus saja menangis kemarin ? Kenapa ? Kau tidak sanggup ku tinggalkan kah ? "
Skak !
Tarisa terdiam. Dia tidak bisa menjawab suaminya lagi karena memang dia tidak bisa dengan semua itu.
" Ah...sudah lah, Jangan membalas hal itu. Aku ingin tidur. " Tarisa langsung naik ke tempat tidur suaminya dan langsung memeluk tubuh kekar pria tua yang masih memiliki pesona yang luar biasa itu.
" Jangan bicara lagi, Aku merindukan mu. "
" Ck, Dasar kau Tarisa, Mama-nya anak-anak Ch*na. "
" Dan kamu sangat mencintai ku. !" Jika sudah begini mana Alex bisa membantah lagi karena memang dia sangat mencintai istrinya.
...🐊🐊🐊...
__ADS_1