
Cloud dan Eliza masih menikmati kebersamaan mereka berdua sambil berjalan di pinggi pantai.
Setelah membeli topi pantai untu Eliza tadi, Eliza meminta untuk berjalan sendiri karena dia tidak ingin di gendong oleh Cloud lagi.
Dia tidak ingin menjadi pusat perhatian banyak orang karena Cloud yang menggendongnya.
" El..."
" Ya ?" Jawab Eliza pada Cloud yang memanggilnya dengan sangat lembut.
Eliza juga menjawab dengan gak kalah lembutnya.
Mereka berdua bergandengan tangan sangat mesra. Keduanya terlihat begitu menikmati dengan apa yang tengah mereka lakukan saat ini.
" Apa aku harus melamar mu seperti orang-orang di luar sana ?" Eliza cukup tau diri tidak ingin meminta lebih pada pria yang telah begitu rela menunggunya selama ini.
Pria yang telah banyak berjuang untuknya.
" Apa lamaran itu harus ? "
" Katakan pada ku kamu menginginkan hal seperti apa ? Pernikahan impian kamu ?" Eliza malah tersenyum sambil terus menggerakkan kedua tangan mereka yang masih saling bertautan mesra.
Matahari juga mulai menunjukan sinar jingganya yang membuat pemandangan di tempat ini semakin indah.
" Aku tidak memiliki impian apa pun selain menikah di saat di pantai seperti ini. Apa kamu tau Cloud ? Jika ibu ku sangat menyukai pantai seperti ini, Dan aku juga menyukai pantas seperti ini. " Eliza terus saja berjalan sambil menikmati matahari yang semakin turun untuk kembali ke peraduannya.
Tanpa ragu Cloud malah menghentikan langkah Eliza yang membuat wanita itu langsung menatap pada calon suaminya.
" Cloud, Ada apa ?" Tanya Eliza menatap heran pada calon suaminya.
Tanpa Eliza duga, Cloud malah berlutut di depannya saat ini dan menggenggam tangannya.
Perasaan Eliza sudah tidak karuan saat ini kala melihat pria yang di cintainya berlutut di hadapannya saat ini.
" Eliza..."
__ADS_1
" Ya..." Terlihat Eliza tengah menahan air matanya yang entah mengapa seakan ikut memaksa untuk keluar dari tempatnya saat kembali mendengar suara lembut pria yang tengah berlutut di hadapannya saat ini.
" Aku meyakini bahwa perasaan yang ku miliki ini adalah cinta. Dan kamu tau bukan jika perasaan cinta itu tidak hanya di miliki seseorang saja ?" Eliza hanya bisa menganggukkan kepalanya karena dia sudah tidak sanggup menjawab apa pun lagi saat ini.
" Kisah ku tidak akan sempurna jika aku hanya menjalaninya sendiri. Aku membutuhkan wanita yang akan menemani kisah ku nantinya. Kamu El, Kamu yang aku inginkan untuk menemani kisah ku. Aku ingin kamu yang menjadi teman hidup ku untuk sama-sama belajar dan berbagi kisah untuk semua ini. " Terdengar helaan nafas dari Cloud yang sangat berat.
Dia kembali menarik nafasnya dalam sebelum melanjutkan apa yang ingin di lanjutkan ya pada Eliza.
" El, Aku tidak bisa menebak bagaimana kehidupan kita ke depannya, Tapi aku akan berusaha untuk terus membahagia kan mu. Aku akan berusaha keras untuk bisa membuat senyuman mu terus terukir dengan indah setiap harinya, Untuk itu maukah kamu menikah dengan ku El ?"
Tes...
Air mata Eliza sudah jatuh saat mendapatkan lamaran yang menjadi impian banyak wanita di luar sana.
Di mana dia mendapatkan pria seluar biasa Cloud ini, Tampan, Berasal dari keluarga kaya, Pintar dan mandiri. Yang lebih membuat Eliza merasa menjadi wanita paling beruntung adalah ketulusan hati Cloud yang sangat membuatnya bangga bisa memiliki pria itu.
" Menikah lah dengan ku El, Karena aku mencintai mu. " Air mata Eliza semakin mengalir dengan deras.
Dia tidak bisa lagi berkata-kata karena memang lamaran ini sangat luar biasa untuk ya.
" El..."
" Aku menerima mu Cloud, Aku juga ingin menikah dengan mu. " Cloud begitu bahagia karena Eliza menerima lamarannya.
Walau terbilang sangat sederhana tapi lamaran singkat ini begitu sangat berkesan karena memang Eliza begitu bahagia dengan apa yang di lakukan pria itu untuknya.
" Terima kasih El, Aku mencintai mu. "
" Aku juga mencintai mu. " Colour memasangkan cincin indah yang memang telah di persiapkannya sejak lama untuk Eliza.
Tapi baru bisa kesampaian saat ini dia melamar Eliza.
" Terima kasih..." Ucap Eliza saat melihat cincin yang indah melingkar di jari manisnya dari pria itu.
__ADS_1
Pria yang akan melindunginya dari segala bahaya, Pria yang mencintainya begitu tulus.
Pria yang memiliki hati seluas samudra seperti apa yang di katakan Raina.
" Kamu suka ?" Eliza kembali menganggukkan kepadanya karena saat ini Cloud kembali menghapus air matanya dan kembali memberikan kecupan manis di keningnya.
Cukup lama, Sehingga Eliza dapat merasakan bahwa cinta yang di miliki pria ini sangat luar biasa memang.
Benar-benar sangat luar biasa cinta yang di miliki pria ini.
" Aku senang jika kamu suka. Aku harap ini sebuah awalan baru untuk kita berdua. Setelah menikah kita akan menjalani hidup bersama dengan sangat bahagia. Di mana di dalam rumah sederhana yang kamu miliki itu hanya ada kita berdua. Aku dan kamu. "
" Terima kasih Cloud. Terima kasih karena telah mencintai wanita sederhana ini. Aku juga tidak bisa menjanjikan apa pun pada kamu, Tapi aku akan terus berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk kamu. Bukan hanya kamu, Tapi untuk anak-anak kita nanti. " Cloud mengusap pipi Eliza dengan lembut sehingga membuat wanitanya semakin nyaman dan bahagia dengan semua ini.
" Aku mencintai mu El..."
" Aku juga mencintai mu Cloud..." Eliza menjawab dengan tak kalah bahagianya dengan apa yang di katakan pria itu.
Kata cinta yang sangat sederhana tapi memiliki makna di balik semua kata-kata itu.
Mata mereka saling mengunci hingga Eliza memejamkan kedua matanya saat merasakan Cloud yang sudah mencium bibirnya.
Ciuman lembut yang membuatnya merasa menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini.
Sementara sepasang lansia yang tengah menikmati sunset dengan meminum buah kelapa muda itu terlihat sangat menikmati drama romantis yang tengah mereka tonton saat ini.
Apalagi sang wanita yang terlihat begitu kagum dengan anak laki-lakinya itu.
" Betapa bahagia Eliza di kamar dengan sangat romantis seperti itu ya ?" Alex menatap tajam pada istrinya yang dia sudah tau kemana arah pembicaraan wanita itu nantinya.
" Andai saja dulu pria menyebalkan itu melamar ku dengan romantis seperti ini pasti dulu aku tidak harus mencoba bunuh diri lagi di dalam bathub. Andai saja dulu--Hemphhh..." Bibir Tarisa langsung di bungkam oleh pria yang telah menemaninya selama puluhan tahun itu.
Dia tidak di biarkan untuk mengatakan hal apa pun lagi karena Alex tau apa yang akan di ucapkan oleh wanita yang begitu sangat di cintainya itu.
" Jangan berani mengatakan hal apa pun lagi. Termasuk acara bunuh diri mu itu. Apa kau tau bagaimana perasaan ku saat itu ? Tidak kan ?"
__ADS_1
...🐊🐊🐊...