
Brandon menjadi tidak fokus bekerja saat memikirkan istrinya di rumah.
Apakah Rain sudah bangun? Istrinya baik-baik saja kan ?
Dia kepikiran karena tadi malam Brandon bermain dengan cukup brutal, Dan dia takut menyakiti istri tercintanya itu.
Maka dia mencoba menghubungi istrinya dan beruntung Rain mengangkat panggilan telepon darinya.
" Sayang...apa kamu baik-baik saja ? Sudah bangunlah ?" Rain hanya bisa memutar bola matanya malas saat Brandon menghubunginya melalui panggilan Vidio.
Dia tidak menyadari jika wajah istrinya saat ini tengah cemberut.
Kenapa Rain cemberut seperti itu ? apa karena istrinya marah ?
" Rain, Kenapa kamu marah sayang ? Maaf jika aku terlalu kasar tadi malam. Aku takut menyakiti mu, Aku--"
" Berhenti minta maaf ! aku tidak selemah itu. aku ini keturunan banteng Afrika, Jadi jangan anggap aku remeh hanya karena buaya gondrong seperti kamu saja. " Berbicara seperti itu masih dengan wajah kesalnya.
Apalagi saat melihat Brandon yang tersenyum dengan begitu manisnya membuat Rain semakin kesal.
Apalagi Mom Airin yang memperlakukannya seperti bayi.
Itu sangat menyebalkan baginya.
" Apa kamu sudah mandi sayang ? Aku akan pulang nanti siang untuk menemani mu makan siang sebagai ganti aku tidak bersama mu saat pagi tadi. "
" Kamu tanya aku sudah mandi atau belum kan ? Biar aku menjawabnya sekarang. Aku sudah mandi dan di mandikan oleh Mom Airin. Aku juga sudah berdandan dan itu juga karena Mon Airin yang mendandani ku. Jika kamu juga bertanya apa aku sudah makan atau belum, Aku akan menjawabnya bahwa aku sudah makan ! Aku makan di suapi Mom Airin dan itu sangat memalukan sekali. Aku mandi di keramasi Mom Airin dan Mom tertawa melihat bagian leher dan dada ku yang bekas dari ulah putranya itu !" Bolehkah Brandon tertawa saat ini ?
Sumpah demi apa pun, Bahwa istrinya itu terlihat sangat menggemaskan sekali.
Rain yang marah-marah seperti itu sangat menggemaskan bagi Brandon.
" Ya, Tertawa lah terus ! Tertawa sesuka mu. Kamu senang bukan jika aku di anggap bayi oleh Mom Airin ? kamu senang bukan ?"
" Maafkan aku sayang, Tapi Mommy memang seperti itu. bahkan jika dulu aku pulang ke rumah, Mommy juga memperlakukan ku sebagai bayinya. Jadi terima saja apa yang di lakukan Mommy pada mu. "
" Dasar menyebalkan ! aku akan membunuh mu nanti. Lihat saja. Tunggu aku di kantor. Jika sampai kamu berani makan di luar bersama Client mu, Maka aku akan menghancurkan perusahaan mu itu. " Bukannya meredakan emosi istrinya, Brandon malah semakin membuat Rain kesal karena ulahnya.
" Love you My Rain..." Kedua bola mata Rain langsung membulat saat mendengar apa yang di ucapkan suaminya.
Dia itu tadi marah dengan suaminya, Bukan malah mengatakan cinta.
Jadi untuk apa Brandon menjawab kata cinta seperti itu ?
__ADS_1
" Dasar menyebalkan...Hua...Mommy...." Rain menjerit tragis karena terlalu kesal dengan suaminya.
Sementara Brandon merasa sangat bahagia saat ini.
Hubungannya dengan Rain memang tidak seromantis yang di lihat banyak orang, Tapi cinta yang di milikinya dan cara Rain mencintainya itu sangat luar biasa sekali.
Maka Brandon tidak memperdulikan apa yang di katakan orang tentang istrinya, Yang terpenting hanya Brandon lah yang mengetahui istrinya seperti apa.
Persetan dengan mereka yang mengatakan Raina sombong, Karena Brandon tidak akan memperdulikan itu sama sekali.
" Terima kasih Tuhan, Kau telah merestui cinta ku untuk wanita yang sangat ku cintai. " Brandon begitu sangat bersyukur dengan apa yang di dapatkannya saat ini.
Di rumah megahnya, Rain tengah bersiap untuk untuk pergi ke kantor suaminya. Dia akan berkunjung ke sana dan membawakan makan siang untuk buaya gondrong kecintaannya itu.
" Rain, Mau kemana sayang ?" Tanya Mom Airin yang melihat menantunya sudah siap dengan penampilannya lagi.
Berbeda dengan apa yang di lakukan ya tadi.
Rain yang melihat Mom mertuanya di sana hanya bisa menghembuskan nafasnya berat.
Pasti ada lagi yang ingin di lakukan Mommy-nya.
" Tenang sayang, Mom tidak akan menganggu kamu lagi kok. Mommy hanya tanya saja. "
" Maaf, Bukan maksud Rain seperti itu. Tapi Rain kesal karena Mom membuat Rain seperti bayi. Itu menyebalkan. " Mom Airin dan Dad Aeron hanya tertawa saja saat melihat wajah kesal menantunya.
" Ke perusahaan suami Rain. Dia harus mengganti jam makan Rain yang di lewatkan bersamanya. Rain sudah bilang, Jika sampai dia berani makan siang dengan client, Rain akan membunuhnya. "
" Memangnya mau jika Brandon mati ?"
" Tidak ! No, Jangan seperti itu. Rain hanya--ahh...iya maaf kan Rain, Rain tidak akan berbicara kasar lagi. Tapi tidak janji jika itu dengan orang jahat. Seperti keluarga Daddy. " Dad Aeron pun merasa bersalah dengan menantunya yang tidak di perlakukan dengan baik oleh keluarganya.
Sementara putranya di sambut dengan penuh kebahagiaan dan tangan terbuka.
Tapi tidak bagi menantunya itu.
" Sorry, Rain tidak menerima permintaan maaf Daddy, Karena yang salah bukan Daddy. Seharusnya yang minta maaf itu keluarga Daddy. Sudah lah Rain berangkat Mom, Dad. " Rain pun pergi ke kantor suaminya.
Kali ini Rain pergi bersama supir karena dia malas membawa mobilnya sendiri.
Suasana hatinya yang tadinya baik-baik saja, Langsung berubah menyeramkan saat mendengar dari ruangan suaminya bahwa ada pembicaraan tidak enak di dalamnya.
Brak !
__ADS_1
Rain langsung membuka pintu ruangan kerja suaminya.
Dan betapa kagetnya mereka saat melihat siapa yang baru saja masuk ke ruangan kerja Brandon.
" Rain..." Panggil Brandon yang kaget saat melihat istrinya sudah sampai di sini padahal belum waktunya makan siang bukan.
Brandon hendak menghampiri istrinya, Tapi Rain lah yang lebih dulu datang ke arahnya dan langsung menunjuk wajah pria yang menatap mesum padanya kemarin.
" Jangan pernah berani menunjuk suami ku dengan tangan mu jika tidak ingin aku mematahkannya saat ini juga. " Emson sepupu Brandon semakin merasa tertantang untuk memiliki wanita sombong dan angkuh itu.
Apalagi jika di lihat, Bahwa Wanita itu bukan wanita sembarangan.
Selain dari keluarga terpandang, Raina istrinya Brandon juga bukan wanita lemah seperti istrinya yang hanya bisa menangis dan menunduk saat dia marah.
" Jaga ucapan mu gadis sombong. " Grammy-nya Brandon maju untuk menghadang Rain yang ingin melukai cucu kesayangannya.
" Grammy, Jangan sakiti Raina. Jika Grammy menginginkan setengah harta Brandon, Brandon akan memberikannya. Tapi jangan sakiti istri Brandon . " Rahang Rain semakin mengetat saat mendengar apa yang di katakan suaminya.
Benar dugaannya jika keluarga Ayah mertuanya ini adalah keluarga yang tamak.
" Jika sampai kamu berani memberikan sepeser pun harta mu pada mereka, " Tunjuk Rain pada keluarga suaminya.
Dia tidak lagi memikirkan sopan santunnya saat ini.
Yang penting dia harus memukul mundur lebih dulu parasit itu.
" Demi Tuhan aku tidak akan memaafkan mu. Aku akan pulang ke rumah orang tua ku dan tidak akan pernah kembali pada mu lagi. " Brandon menatap istri tercintanya.
Dia tidak ingin kehilangan Rain, Dia tidak sanggup jika harus berpisah dengan istrinya.
Tidak akan. Brandon tidak akan membiarkan Rain pergi darinya.
" Apa kau menjadi seorang pengecut dan bersembunyi di balik ketiak istri mu Brandon ? Atau kau menjadi budaknya saat ini ?" Brandon sudah emosi saat dia di tubuh seperti itu.
Sebelum Brandon menghantam Emson, Tangan Rain sudah lebih dulu menghantam pria angkuh itu hingga menyebabkan sudut bibirnya pecah.
Bugh...
" Rain !"
" Emso !" Panggil Brandon dan Grammy bersamaan saat melihat Emson yang di hantam Raina tadi.
__ADS_1
" Jangan pernah merendahkan harga diri suami ku. Aku bisa diam saat kau menghina k,u Tapi aku tidak akan tinggal diam jika kau berani merendahkan suami ku ! Kau ingat itu Manusia hina ! Sampah masyarakat ! Pencemar udara sehat saja kau ini ! Menjijikan !" Umpat Rain yang merasa sangat kesal dengan pria gatal itu.
...🐊🐊🐊...