Im The Queen ( Raina Queen Alexander )

Im The Queen ( Raina Queen Alexander )
Resah


__ADS_3

Besok Brandon harus berangkat ke Belanda hari itu juga, Tapi ada yang membuatnya resah saat hendak berangkat ke Belanda.


Hanya satu yang membuatnya resah, Hanya Raina saja yang membuatnya benar-benar tidak bisa berbuat banyak untuk itu.


Di begitu sulit untuk meninggalkannya, Maka jadi lah malam ini sebelum pergi ke Belanda dan meninggalkan istrinya, Brandon mengusap perut sang istri yang sudah tertidur dengan pulasnya.


Dan saat seperti ini pula lah Brandon bisa melakukan hal itu pada istrinya.


" Apa kau baik-baik saja nak ? Ini Daddy." Brandon mengusap perut istrinya dengan lembut bersamaan dengan sebuah senyum yang terbit di bibirnya.


Dia sangat menyukai dan selalu bahagia setiap kali melakukan hal ini. Andai saja Brandon bisa melakukan hal ini setiap saat, Pasti akan sangat menyenangkan sekali rasanya.


Di mana dia bisa mengusap dan memeluk istrinya, Brandon juga ingin bisa mencium perut Raina kapan pun dia mau.


Tapi apa mau di kata ? Brandon tidak bisa melakukannya karena sesuatu hal.


Mereka semua harus melindungi Raina yang tengah mengandung calon anak mereka. Maka untuk itu Brandon harus melindungi istrinya.


Bahkan Brandon akan melakukan hal apa pun untuk Raina dan calon anak mereka yang tengah berkembang di dalam diri istrinya.


" Sehat-sehat di dalam diri Mommy kamu nak, Jangan menyakitinya oke ? Jika menginginkan sesuatu, Buat lah Daddy yang merasakannya. Jangan membuat Mommy kamu sudah nak. Kamu harus menjadi anak baik oke ?" Senyum kembali terbit di bibir Brandon dan menghiasi wajah tampannya.


Dan tanpa sadar apa yang di lakukan Brandon membuat tidur sang istri terusik hingga Raina pun membuka kedua matanya.


Dia cukup kaget dengan Brandon yang mengusap perutnya dan belum tidur padahal ini sudah tengah malam.


" Kenapa bangun sayang ? Apa aku menganggu kamu ? " Brandon merasa bersalah karena telah mengangguk jam tidur istrinya.


Raina menggelengkan kepalanya, Walau awalnya dia memang terbangun karena merasa terganggu dnegan Brandon yang seperti berbisik tapi entah sama siapa.

__ADS_1


Lalu mengusap perutnya lagi. Sebenarnya apa yang di lakukan suaminya ini ? Tapi Raina tidak jadi menanyakan hal itu karena dia malah lapar dan menginginkan telur ceplok dnegan nasi hangat malam ini.


Dan entah mengapa juga membayangkan hal itu membuat Raina semakin bersemangat hingga air liurnya keluar begitu saja.


Brandon tersenyum saat menyeka air liur istrinya yang berada di sudut bibir Raina.


" Kenapa sayang ? Kamu menginginkan apa ?' Rain tersenyum dan dengan penuh semangat Raina mendudukkan dirinya ranjang dan memeluk suaminya dengan begitu manja.


" Katakan ingin apa heum ?" Tanya Brandon lagi dengan wajah bahagianya sambil terus memberikan ciuman di puncak kepala sang istri tercinta.


Raina yang mendapatkan balasan dari suaminya semakin mengencangkan pelukannya di tubuh Brandon seakan takut kehilangan suaminya saja.


' Aku lapar Hubby. "


" Lapar ? Bukan kah tadi sebelum tidur kamu sudah menghabiskan dua box salad buah, Sebatang coklat dan juga dua gelas susu sayang. " Brandon menatap tak percaya dengan apa yang di dengarnya saat ini.


" Iya, Aku memang sudah makan semua yang kamu sebutkan lagi. Tapi aku memang lapar saat ini. Aku ingin makan telur ceplok dengan nasi hangat sayang, Aku ingin telurnya 3 buah di ceplok saja, Sepertinya dengan keju juga enak. " Brandon jadi berpikir saat ini.


3 butir telur di ceplok, lalu di makan pakai nasi, lalu di tambah nadi hangat dan keju ?


Membayangkannya saja sudah membuat perut Brandon merasakan mual secara tiba-tiba.


Tapi lain dengan Raina yang menginginkannya. Mungkin saja itu efek dari kehamilannya mungkin.


" Ingin sekarang ?" Raina mengangguk dengan sangat antuasias lalu duduk di pangkuan suaminya untuk meminta gendong pada buaya gondrong kesayangannya itu.


Brandon pun mengerti dengan keinginan istrinya, Tapi sebelum itu dia memakaikan jubah gaun tidur istrinya agar tidak ada siapa pun yang melihat keindahan tubuh istrinya nanti.


Walau itu saudaranya sendiri, Tapi rasanya Brandon tidak bisa membiarkan itu begitu saja.

__ADS_1


" Let's go hubby..." Sungguh bahagia hati Brandon saat melihat bagaimana antusiasme istrinya yang begitu heboh saat mereka hendak keluar dari kamar dan menuju dapur.


Brandon membawa Raina menaiki lift agar lebih cepat sampai di lantai bawah dan membuatkan masakan yang di inginkan istrinya tadi.


Dia benar-benar melakukannya karena Brandon memang pandai memasak.


Bahkan hanya telur ceplok biasa saja pun bisa di ubah Brandon hingga memiliki rasa yang tidak biasa seperti itu.


Melihat makanan itu sudah tersaji di depan matanya dengan segelas air putih membuat Raina bertepuk tangan dengan girang menikmati makanan yang di sajikan suaminya.


Ini sudah jam 1 malam, Tapi mereka masih berada di dapur seperti ini ?


Sungguh luar biasa sekali bukan mereka itu ?


" Pelan-pelan sayang, tidak akan ada yang berani memintanya. " Dia menyeka nasi yang berada di sudut bibir istrinya hingga membuat senyuman Raina terbit begitu saja bahkan juga menampakan giginya yang tersusun dengan sangat rapi.


" Ini sangat enak Hubby, Ini benar-benar enak sekali. Aku suka ini. " Brandon cukup puas dan berbangga diri dengan apa yang di lakukan ya bisa membuat Raina tersenyum dengan begitu lebarnya.


Hanya dengan makanan sederhana saja pun istrinya itu bisa tersenyum dengan sangat lebar seperti itu.


" Habiskan lah jika kamu suka. Aku akan memasak apa pun yang kamu inginkan dan aku akan berusaha untuk mewujudkannya. " Raina kembali mengangguk dengan bahagia.


" Aku merasa seperti orang yang tengah mengandung. Tapi itu tidak mungkin karena memang---"


Ada jeda sejenak lalu Raina kembali melanjutkannya.


" Karena aku tidak percaya bahwa kecebong mu sangat luar biasa. "


...🐊🐊🐊 ...

__ADS_1


__ADS_2