Im The Queen ( Raina Queen Alexander )

Im The Queen ( Raina Queen Alexander )
Kehancuran


__ADS_3

" Sial ! Rahang ku berdenyut setelah mendapatkan pukulan dari buaya itu. " Markus hanya bisa memutar bola matanya malas mendengar apa yang di katakan sahabat gilanya itu.


" Seharusnya kau sadar diri ! usia mu dan usianya jauh berbeda. Rahang mu dan tulang-tulang mu tidak sekuat dulu. Apa kau tidak melihatnya tadi ? Bahwa menantu mu itu sedikit pun tidak bergeser dari posisinya berdiri saat mendapatkan pukulan dari Alex. "


" Sialan ! Berani sekali kau ?" Umpatnya pada Markus.


Dia baru mengingat bahwa pukulannya tadi memang bisa membuat Brandon terluka, Tapi posisinya sedikit pun tidak bergeser dari tempatnya.


" Terserah mu ! Lagi pula untuk apa lagi kita bersusah payah datang ke sini ? kau bisa mengirimkan anak buah mu untuk meratakan bangunan ini. " Markus masih menatap tak percaya dengan apa yang di katakan Alex tadi.


Dia ingin melihat langsung bagaimana kesombongan para penghuni bangunan jaman dahulu ini.


Bangunan yang menjadi pusat kesombongan keluarga Smith.


Berita yang di dapatkannya juga, Bahwa besannya juga sudah tidka tinggal di sana.


Itu artinya, Alex bisa lebih leluasa menghancurkan mereka.


Sementara para penghuni bangunan megah itu mulai ketar-ketir saat mendapatkan kabar dari pengawal bahwa ada pria bernama Alexander dan Markus datang berkunjung dan ingin bertemu langsung dengan Nyonya besar Eve.


" Lambat sekali ! Robohkan saja pagar ini ! Aku bersumpah akan menghancurkan bangunan ini hingga rata dengan tanah. Mereka telah berani mengusik putri ku dan membuat ku menunggu seperti ini. " Cibir Alex lagi.


Karena ini adalah pertama kalinya dia menunggu seperti ini.


" Kenapa tidak kau bawa saja bom rakitan dari markas ? Tidak perlu membuang waktu seperti ini. " Alex menatap sengit pada Markus.


" Kenapa kau tidak mengatakan hal itu sejak tadi bodoh ? Jika begitu kita bisa melihat pertunjukan resmi di sini. " Markus hanya bisa bersabar saja dengan pria yang semakin tua semakin cerewet dan banyak bicara itu.


" Jangan terlalu banyak mengumpat ku. Kau pun sama !"


" Kau yang lebih parah. " Balas Markus tak mau kalah.


Enak saja dia yang selalu di salahkan padahal bukan dia yang salah.

__ADS_1


Tak lama gerbang sudah di buka, Dan dengan segara Alex mencapkan gasnya untuk masuk ke halaman rumah besar itu.


Brak !


" Ternya aku masih handal dalam mengemudi. "


" Dan kau hampir membuat Lisa menjadi janda. " Mana Alex perduli.


Mereka hampir saja menambak sebuah bus anak sekolah di depan mereka tadi jika Alex tidak segera membanting stir mobilnya, Mungkin mereka akan terluka parah.


" Buktinya Lisa masih istrimu sekarang bukan ? Jadi jangan banyak bicara lagi !" Keduanya amsuk ke dalam rumah itu walau belum di persilahkan masuk.


Keduanya masuk ke dalam rumah megah tersebut dengan wajah angkuhnya.


Tidak ada lagi wajah gila seperti saat mereka hanya berdua tadi.


Kini wajah keduanya terlihat sangat menyeramkan.Apalagi Alex, Tatapannya sangat mengintimidasi dengan aura yang sangat dominan.


" Rumah yang cukup besar dan megah. Tapi sayangnya aku tidak menyukainya. Rumah ku lebih megah dari ini. Bahkan rumah yang di miliki menantu laki-laki ku satu-satunya lebih dari ini. Jadi apa menurut mu jika bangunan ini kita hancurkan saja ?" Alex masih menelusuri rumah tersebut lagaknya seperti sang pemilik tempat itu.


" Apa maksud anda berbicara seperti itu ? Kami tidak mengenal anda. Jadi jangan bertingkah seolah anda lah yang terhebat. " Alex menatap pada wanita tua yang sudah memakai tongkat itu.


Alex memperkirakan jika usianya di atas 80an.


Mungkin saja sudah memasuki 90 tahun karena sudah terlihat sangat tua. Tapi sayangnya masih saja bersikap sombong.


Alex pun langsung duduk di sofa yang tidak di tempati sama sekali di sana. Bahkan dia juga belum di persilahkan duduk oleh mereka tapi Alex sudah duduk begitu saja mengabaikan tata Krama kesopanan dalam bertamu.


" Menurut mu Markus, Jika aku meledakan tempat ini bersama pemiliknya bagaimana ? apa kita harus menghancurkannya dengan alat berat dan mengubur pemiliknya juga ?" Alex menatap Sengit pada banyak orang yang berada di dekatnya.


" Apa maksud kedatangan anda ke sini ? aku tidak mengenal anda dan sekarang silahkan pergi. Aku tidak mengenal anda dan tidak ingin mengenal anda. "


Brak !

__ADS_1


Alex menggebrak meja tersebut dengan sebelah kakinya yang memang sengaja dia naikan di meja tersebut.


" Jangan berlagak tidak tau Nyonya Eve ! Tidak ada di dunia ini yang tidak ku ketahui tentang anak-anak ku. Bukan aku tidak tau jika kematian suami anda juga ada sangkut pautnya dengan perselingkuhan anda hingga hubungan terlarang itu menghasilkan seorang putra bernama Simone Alerac Smith. Bukan begitu Nyonya ?" Tubuh Grammy Brandon menegang kaku saat mendengar apa yang di katakan pria menyeramkan itu.


" Ats dasar apa and berani berniat mencelakai putri ku hah ? Walau aku yakin Putri ku bisa melawan merkea tapi Anda dan seluruh keluarga anda tidak menyukai putri ku ! Apa kalian tau bahwa aku bisa membalas apa yang kalian lakukan berkali-kali lipat dari apa yang kalian perbuat ? Apa ingin melihat bagaimana rasanya mencabut dan mencongkel mata seseorang ? Mata orang-orang yang berani menatap sengit pada putri ku sialan !" Alex sudah tidak bisa lagi menahan kemarahannya saat mendapatkan kabar bahwa Rain berada di dalam bahaya.


Jika saja putrinya tidak sekuat itu, Pasti tubuh putrinya sudah terbujur kaku mungkin ? Atau berakhir di rumah bordil.


" Kalian semua telah salah menjadikan putri ku target kalian. Apa kalian tau jika aku ini orang yang sangat dermawan ? Apa yang kalian lakukan pada Raina ku, Maka aku akan membalasnya berkali-kali lipat. "


" Jangan pernah mengancam ku ! Aku tidak takut dengan ancaman mu !" Alex tersenyum pada menatap wanita tua yang terlalu sombong itu.


Padahal kini, Mereka tengah dalam gonjang-ganjing krisis perusahaan.


" Ponsel ? Apa kalian tidak ada yang menyadari bahwa sejak tadi ada ponsel yang berdering ? " Alex semakin mengembangkan senyum setannya saran mendengar suara dering ponsel yang terus saja berbunyi sejak tadi.


" Angkat lah, Karena setelah ini kalian akan mengemis pada ku !" Alex pun tinggal menunggu saja berita apa yang di terima keluarga ini.


Dan saat melihat wajah pria yang terlihat mesum itu langsung pucat dan Alex sudah menduga apa yang terjadi di balik sambungan teleponnya.


" Bagaimana ? Sudah selesai ? Berapa lama lagi perusahaan kalian akan bertahan ? Aku rasa bahkan untuk melihat matahari pagi saja kalian akan sulit nantinya. "


" Ada Apa Emson ? Kenapa kau terlihat panik?" Istri dari pria itu langsung menghampiri suaminya yang terlihat pucat pasi seperti itu.


" Kenapa ? sudah jatuhkan ? berapa lama lagi dia bertahan ?" Alex semakin memancing emosi yang pemilik rumah yang sombong itu.


" Apa yang kau lakukan pada perusahaan suami ku hah ? Apa maksud mu majukan hal ini ?"


" Jangan pernah berani meninggikan suara mu di depan ku jika tidak ingin saat ini kalian langsung mari di tangan ku sendiri . " Alex semakin murka dengan nenek tua yang membuatnya semakin gila itu.


" Selamat menikmati akibat dari perbuatan kalian pada putri ku. Dan aku akan menunggu saat kalian Mengemis di hadapan putri ku ! "


...🐊🐊🐊...

__ADS_1


__ADS_2