
Entah apa yang di lakukan wanita cantik itu, Tapi yang pasti dia membawa pria botak itu ke dalam mobil dan meninggalkan temannya yang satu lagi terkapar di jalan begitu saja.
Bahkan mobil Rain pun di biarkannya begitu saja di jalan.
Dia malah membawa mobil Jeep putih itu ke rumah orang yang katanya membayar kedua manusia tidak berguna itu untuk mencelakainya.
Brak !
Rain langsung turun dari mobil putih itu saat dia sudah sampai di tempat tujuannya.
Yang membuat Rain tidak habis pikir adalah, Mereka yang membuka gerbang begitu saja saat mobil yang di kendarainya masuk begitu saja.
Jika itu di rumahnya, Sudah pasti mobil itu akan di ledakkan saat itu juga jika berusaha masuk ke dalam lingkungan pribadi keluarganya.
Melihat istri dari salah satu pewaris rumah mewah ini yang turun dari mobil tersebut membuat para penjaga menatap tak percaya.
Apalagi setelah wanita itu turun, Dia juga membuka pintu belakang dan menyeret pria tanpa rambut yang bajunya banyak bersimbah darah.
" Cepat jalan !" Rain membentak pria itu karena dia sudah tidak bisa lagi mengontrol emosinya saat sampai di rumah menyeramkan ini.
Sumpah demi apa pun, Rain sangat membenci tempat ini. Terlebih lagi saat tempat ini mengingatkannya pada kejadian malam itu.
Malam di mana Brandon suaminya di rendahkan seperti itu membuatnya muak setengah mati.
" Cepat kata ku sialan !" Bentaknya lagi dan kini semakin gila dan menggelegar.
Terpaksa pria botak itu berjalan sambil menahan rasa perih di lehernya yang bekas di sayat wanita menyeramkan itu.
Bukan hanya itu saja, Bahkan wajahnya habis di hajar oleh perempuan berambut pirang yang sangat cantik tapi juga menyeramkan.
" Jalan kata ku sialan !"
Bugh...
" Ahhhkk..." Rain kembali menghajar pria botak itu hingga dengan langkah tertatih dia berjalan masuk ke rumah megah itu.
__ADS_1
Brugh...
Semua menatap kaget pada sosok pria botak yang mereka kenali.
Dan betapa kagetnya mereka saat melihat dengan siapa pria itu datang.
" Kenapa ? Anda kaget Nyonya Eve Smith ?" Aura membunuh terasa sangat kental di sini.
Jika mereka melihat kemarin wanita itu menyeramkan, Bahkan sampai berani memukul wajah Emson, Kini lebih parah lagi.
Wajah wanita itu lebih menyeramkan lagi dan kini terlihat seperti ingin memakan mereka semua hidup-hidup saat itu juga.
" Di mana letak sopan santun mu Nona Alexander ? " Grammy Eve berdiri di depan Raina dengan tongkat yang selalu di bawanya.
Mendengar apa yang di katakan nenek tua itu membuat senyum Rain terbit.
Bukan senyuman bahagia, Tapi senyuman setan yang bisa membunuh siapa saja.
Rain maju selangkah dan semakin berdiri tepat di hadapan wanita tua itu.
" Jaga ucapan mu Raina ! Di mana letak sopan santun mu kepada nenek ku ? Kau berani sekali mengancam kami hah ? apa kau pikir aku takut ?"
Rain mengalihkan pandangannya pada pria menjijikan itu.
Dia akan menghabisi pria ini, Dia sudah muak dengan pria sok hebat itu.
Plak !..
" Emnson !" Semua memanggil nama pria yang baru saja mendapatkan tamparan dafi wanita yang menjadi istri dari Brandon.
Klak !
Semua semakin menatap tak percaya dengan apa yang mereka lihat saat wanita itu menodongkan pistol tepat di kening Emson .
" Kau telah salah berani meninggikan suara mu pada ku Emson. Kau salah menjadikan ku target kalian. Kalian semua telah salah !" Dia menatap satu-persatu seluruh orang yang ada di dalam ruang keluarga keluarga Smith.
__ADS_1
" Kau berani mengancam putra ku hah ?'
Dor !
Pyaar...
" Aahhkk..." Mereka menjerit saat mendengar suara letusan dari pistol yang tengah di pegang wanita itu.
Bukan hanya itu saja, Mereka tidak menyangka jika wanita itu berani melakukan hal itu di rumah keluarga besar Smith.
" Jangan kalian pikir aku main-main dengan apa yang ku lakukan. Aku bisa saja membunuh pria menjijikan ini. Aku bukan wanita lemah seperti yang kalian pikir. Aku bisa saja meledakkan kepala pria ini di depan mata kalian semua. Apa ingin melihatnya ? " Rain kembali tersenyum saat melihat tidak ada satu pun dari mereka yang berani menjawabnya.
" Raina sayang..." Brandon langsung berlari memeluk istrinya saat mendapatkan kabar bahwa Raina pergi ke rumah keluarga besarnya.
Melihat suaminya yang datang membuat Raina menatap suaminya yang langsung memeluknya.
Rain paham sekali ketakutan yang tengah di rasakan suaminya saat ini.
" Aku baik-baik saja Hubby. " Brandon langsung melepaskan pelukannya dan mengambil pistol yang ada di tangan istrinya.
" Jangan lakukan lagi Rain. Aku mohon. "
" keluarga mu ingin mencelakai ku. mereka sengaja mengirimkan preman untuk menculik ku dan mencelakai ku. Lalu aku harus diam saja ? aku harus pasrah saat tau mereka ingin membuat ku celaka iya ? "
" Jika iya, Maka maafkan aku, Aku tidak bisa melakukannya. Aku akan membalas siapa saja yang ingin menyakiti ku. dan aku yakin bukan aku yang akan membalas mereka. Mereka hanya perlu menunggu saja apa yang akan mereka dapatkan dari apa yang mereka lakukan. " Rain kembali menatap sengit pada nenek dari suaminya.
" Terutama anda nyony Eve, Aku akan memastikan bahwa Anda akan hidup sudah setelah ini. Aku bersumpah untuk itu. Jika aku tidak bisa melakukannya, Jangan pernah panggil aku Raina Queen Alexander. Aku akan membalas apa yang kalian lakukan pada ku ! Aku bersumpah untuk itu. " Rain menunjuk tepat di depan batang hidung nenek suaminya.
Dia benar-benar sudah muak hingga tidak betah lagi berada di sana.
Maka dia memilih meninggalkan Brandon lebih dulu dari pada dia kembali terpancing emosinya.
Brandon menatap penuh kekecewaan pada seluruh keluarga ayahnya saat ini.
" Jangan pernah lagi menganggu Raina istri Brandon jika tidak ingin apa yang kalian miliki hancur begitu saja. Apalagi jika sampai mertua ku tau apa yang kalian lakukan pada Putri kesayangan keluarga Alexander, Brandon tidak akan bisa menjamin kalian atau pin menolong kalian. Jadi selamat menikmati atas kebodohan kalian sendiri yang akan membuat hidup kalian susah nantinya. " Brandon pun langsung pamit setelah mengatakan hal itu pada seluruh keluarganya dan bergegas menyusul istrinya yang mungkin tengah menunggunya saat ini
__ADS_1
...🐊🐊🐊...