Im The Queen ( Raina Queen Alexander )

Im The Queen ( Raina Queen Alexander )
Genggaman Erat


__ADS_3

Sepanjang perjalanan keluar dari bandara Schiphol Amsterdam, Brandon terus saja menggenggam erat tangan kekasih hatinya.


Dia benar-benar melakukan hal itu pada Raina, Seakan dia ingin menunjukan pada dunia bahwa Raina adalah miliknya, Tapi tidak bagi Rain.


Dia menatap kesal pada orang-orang di sekelilingnya.


Dimana para wanita itu menatap kagum pada Brandon yang berjalan dengan begitu gagahnya, Melihat itu semua rasanya Rain ingin mencongkel mata mereka dan memberikannya pada Liora dan Liona.


" Kenapa My Rain ??" Tanya Brandon melihat wajah kekasihnya yang cemberut seperti itu.


" Apa sebegitu terkenal kau di Belanda ??"


" Kamu sayang..."


Jeder....


Tubuh Rain seperti tersambar petir saat itu juga saat mendengar Brandon mengatakan sayang padanya.


Darahnya mengucur dengan deras, Dia tidak sanggup untuk berdiri dengan tegak lagi, Seakan tulang-tulangnya terlepas dari seluruh persendiannya.


" Raina..." Brandon kembali memanggil kekasihnya itu, Bahkan dia juga memberikan usapan lembut di pipinya dan menjadi bahan tontonan banyak orang yang berlalu lalang di dalam bandara tersebut.


" Menjauh..."


" Kenapa ? Kenapa aku harus menjauh Rain ?? Aku salah apa sama kamu sayang ??" Brandon masih mengira bahwa Raina marah padanya.


Padahal mah, Rain merasa dirinya sedang tidak baik-baik saja saat ini menerima perlakuan manis dari Brandon pun langsung pergi meninggalkan pria itu begitu saja menuju mobil yang mungkin saja sudah menunggu mereka di luar sana.


Melihat Rain yang meninggalkannya begitu saja membuat Brandon kembali mengejar Raina yang sudah lebih dulu meninggalkannya.


" Raina, Sayang...maafkan aku jika aku salah. Aku minta maaf..." Ulang Brandon lagi setelah berhasil menggapai tangan Raina.


Kini di tatapnya wajah Raina yang memang terlihat tidak baik-baik saja, Begitu juga dengan Rain.


Dia semakin memburuk saat melihat tatapan mata dari pria gondrongnya., Buaya Belanda kesayangannya itu.


" Rain..."

__ADS_1


" Tidak bisa kah tidak membuat jantung ku hampir meledak dengan semua perlakuan mu yang seperti ini ?? Jantung ku semakin memburuk saat menerima semua perlakuan mu, Darah ku semakin mengalir dengan deras, Kepala ku seperti mau meledak saat itu juga ! Apa kau tau apa itu artinya ,??" Brandon tersenyum mendengar penuturan yang keluar dari bibir mungil Raina.


Melihat Brandon yang terus saja tersenyum seperti itu membuat Rain semakin kesal.


" Sudah lah, Benar yang di katakan Papa, Jika kamu buaya Belanda !"


" Raina, Tunggu sayang..." Brandon kembali memanggil Rain dan mengikuti langkah wanita yang terlihat semakin lucu jika sedang merajuk seperti itu.


" Sebelah sini sayang..." Ucap Brandon lagi saat Raina melewati mobil yang akan mereka tumpangi.


Terlanjur malu, Rain langsung masuk ke dalam mobil yang pintunya sudah di buka oleh Brandon.


" Ya Tuhan, Kamu manis sekali Rain..." Gumam Brandon setelah menutup pintu mobilnya dan kembali pada kursi kemudi.


Saat dia sampai duduk di posisinya pun, Rain masih saja membuang pandangannya tidak ingin melihat ke arah Brandon dan Brandon memakluminya, Mungkin Rain malu pikirnya karena memang Rain tidak pernah di perlakukan seperti itu oleh pria.


" Pasang sabuknya sayang. " Sebelum Brandon memasangkannya, Rain sudah lebih dulu memasangnya hingga tidak memberi kesempatan bagi pria itu untuk memasangkannya.


" Aku mencintai mu Raina...." Brandon mengusap Surai indah milik Rain yang berwarna blonde tersebut, Bahkan aroma shampo rain tertinggal di telapak tangannya setelah mengusap kepala Raina.


Sementara Rain, Dia menyesal sekali ikut dengan pria ini tari, Dan karenanya juga lah jantung Rain berdetak tak karuan saat ini.


Dia benar benar kesal dengan pria itu, Kenapa Brandon terus saja menggodanya seperti itu ?? dan membuat kerja jantungnya menggila ??


Ini tidak benar, ini sungguh tidak benar ! Rain tidak tahan disini, Rain ingin keluar tapi ini masih di dalam mobil.


Maka jadilah dia yang terpaksa membuka Kaca di sampingnya.


" Aku merasa gerah disini ! Apa tidak bisa membuka kap di atas ini ?? aku sesak berada di ruangan sempit seperti ini dengan mu !"


" Sayang, Tolong buka kap mobilnya, Aku gerah..."


" Tidak akan ! Aku tidak akan mengatakan hal itu pada mu atau pada siapa pun ! Itu menggelikan. " Jawab Rain yang langsung menolak dengan mentah-mentah permintaan Brandon yang menurut Rain tidak masuk akal sama sekali.


" Ya sudah kalau begitu, Aku tidak akan--"


" Terserah mu ! Kau menyebalkan !" Rain kembali merajuk pada Brandon dan enggan melihat ke arah pria itu lagi, Walau Brandon terus memanggil namanya dan mengusap kepalanya juga.

__ADS_1


Bahkan tangan Brandon kembali menggenggam tangan Rain, Tanpa bisa rain menolaknya.


" Panas sayang, Aku tidak ingin sinar matahari menyengat kulit mu, Bertahan sebentar lagi oke, Kita akan segera sampai di makan GrandMa. " Ucapnya dengan lembut.


Dia tau Daun sedang kesal padanya karena dia terus menggoda wanita cantik kesayangannya itu, Tapi bagaimana lagi ?


Brandon terlalu gemas dengan Rain, Bahkan untuk melihat senyuman Rain saja rasanya sangat sulit sekali.


" Kenapa kalian para orang kaya mengeluarkan banyak uang hanya untuk sebuah pemakaman ?? Kakak ku juga begitu, Dia membangun sebuah taman yang sangat indah untuk mantan kekasihnya, Dan kau pun juga. Apa arti semua itu ??" Brandon tersenyum mendengar pertanyaan yang di layangkan Rain padanya.


Sungguh, Dia terlalu gemas dengan wanita cantik yang berada di sampingnya ini.


" Ayo turun sayang...Dan tolong bertuturlah dengan lembut di makam nanti, Oke. " Rain tidak menjawab, Tapi dia tetap membiarkan Brandon melakukan apapun pada dirinya.


Menggenggam tangannya, Bahkan juga memberikan kecupan manis di kepalanya.


Entah lah, Brandon merasa dia benar-benar sangat mencintai Raina, Hingga dia rela melakukan apapun demi Rain.


Bahkan jika seluruh hidupnya yang di minta Rain pun Brandon akan memberikan itu dengan suka rela, Karena memang dia sangat mencintai Rain.


Gila memang, Tapi cinta Brandon tidak gila ! Brandon dan cintanya benar tulus tanpa mengharapkan balasan dari Rain, Tapi dia yakin, Jika Rain juga memiliki perasaan yang sama dengannya, Tapi di tutupi atau lebih tepatnya tertutupi dengan sikap gengsi dan egoisnya.


Dan itu adalah PR terbesar bagi Brandon untuk bisa meluluhkan hati Rain yang sangat keras.


Ya, Setidaknya Rain tidak menolak sentuhan apapun yang di lakukan Brandon padanya, Seperti yang Rain lakukan saat Darius menyentuhnya.


" Beri salam pada GrandMa sayang, Beliau begitu sangat ingin bertemu dengan mu, Jadi maaf, Aku baru bisa membawa mu sekarang pada GrandMa, Walau terlambat setidaknya aku sudah mewujudkan impian terakhir GrandMa untuk bertemu dengan cucu menantunya. " Raina pun maju mendekat pada makan tersebut dan membaca ada sebuah alas Eliza Ester Syndre tertulis dengan indah di makam tersebut.


" Hem, Hay Oma...Im Raina, Maaf baru bisa datang berkunjung kesini dan mewujudkan permintaan terakhir Oma, Jangan salahkan dan jangan benci Rain ya, Salah kan saja cucu Oma yang tidak datang menemui Rain waktu itu. Jadi ini bukan salah Rain Oke. Jangan hantui Rain dengan arwah gentayangan Oma, Rain takut hantu. " Brandon menyungging kan senyumannya saat mendengar penuturan dari Raina yang terdengar sangat lucu di telinganya.


" Sekarang Rain sudah datang, Jadi Rain harap Oma beristirahat dengan tenang di sana, Doa Rain selalu menyertai Oma. "


" Jadi, Bisa Brandon memberikan cincin pilihan Oma ini untuk Rain sekarang ??" Bola mata Rain membuat sempurna saat Brandon membuka sebuah kotak cincin berwarna hitam dan menunjukan sebuah cincin berlian berwarna biru.



" Kau gila melamar ku di makam !"

__ADS_1


...🖤🖤🖤...


__ADS_2