
Setelah pembicaraan tentang pernikahan mereka pagi tadi, Kini Cloud dan Eliza berada di taman belakang dekat kebun sayuran dan beberapa buah juga di sana.
Ke-nya masih sama-sama diam dan belum membuka suara sama sekali. Sampai tangan Cloud menganggap tangan Eliza baru lah wanita itu menghadap ke arah calon suaminya.
" Apa kamu bahagia ?" Eliza tersenyum hangat pada Cloud.
Dia memang merasa bahagia dan perasaannya cukup tenang saat ini.
" Apa kita bisa memiliki rumah sederhana ? Di mana kita memiliki tetangga ?" Cloud mengangguk.
" Aku akan menuruti apa yang kamu inginkan. Kita akan hidup bahagia berdua saat ini. Kita juga akan hidup bahagia bersama anak-anak kita nanti. " Eliza menggelengkan kepalanya.
Dia takut memiliki anak karena takut anaknya tidak bahagia memiliki ibu yang tidak percaya diri sepertinya.
" Aku takut memiliki anak. Aku takut jika suatu saat anak ku merasa malu memiliki ibu seorang pembunuh seperti ku, Aku seorang pembunuh Cloud..."
__ADS_1
" Tidak ada yang namanya pembunuh. Ibu mu begitu mencintai mu hingga dia mempertaruhkan nyawanya untuk melihat mu tumbuh dengan baik. Kamu itu wanita hebat El, Kamu cantik, Kamu baik dan kamu pintar. Dan ketulusan mu lah yang membuat ku jatuh cinta pada mu. " Eliza memejamkan kedua matanya saat merasakan hangatnya tangan besar Cloud yang berada di pipinya.
Eliza merasa terlindungi saat berada di dekat pria ini. Dia benar-benar merasa aman dan damai jika bersama Cloud.
" Lalu bagaimana jika kak Elina tau bahwa kita sudah menikah ?"
" Aku tidak perduli dengannya El, Jadi jangan memikirkan hal yang hanya membuat mu sakit hati. Sudah cukup kamu mengalah selama ini. Jadi mulai saat ini, Berpikir kan untuk kebahagiaan mu sendiri. Kau harus egois untuk bisa memiliki ku El. Aku mencintai mu, Aku mencintai Eliza jadi aku tidak bisa jika harus di paksa untuk mencintai Elina. Bahkan aku sudah jatuh hati sejak saat pertama kali melihat mu di Perta ulang tahun Rain waktu itu. Aku sudah menunggu ini cukup lama El, Jadi jangan membuat ku menunggu lagi untuk menikahi mu. " Eliza kembali meneteskan air matanya saat Cloud mengatakan hal yang semakin membuat perasaannya tenang.
Dia merasa damai jika seperti ini, Dia merasa terlindungi saat bersama Cloud.
" Jangan menangis lagi. Aku tidak ingin di cap sebagai laki-laki gagal karena telah membiarkan wanita yang ku cintai meneteskan air matanya. Amu tidak ingin melihat mu menangis seperti ini El, Jangan lagi aku mohon..." Eliza mengangguk dalam dekapan calon suaminya.
Cloud adalah sosok pangeran berkuda yang membawanya keluar dari kubangan penyiksaan yang selalu di alaminya dulu.
" Terima kasih karena telah menerima ku, Terima kasih karena telah menjadikan ku dan juga memiliki sebagai calon istrimu. Kelak jika aku berbuat salah, Tolong katakan pada ku di mana letak kesalahan ku. Jika kamu tidak mencintai ku lagi tolong katakan langsung pada ku dan berikan alasannya pada ku. Maka saat aku telah mengetahui alasan mu, Aku akan pergi meninggalkan mu tanpa meminta apa pun dari mu. " Cloud melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahu Eliza yang tengah menatap sendu padanya.
__ADS_1
Cukup lama Cloud menatap pada mata Eliza agar calon istrinya ini tau bahwa dia mencintai Eliza dan apa yang menjadi ketakutan Eliza itu tidak beralasan.
" Aku memang tidak mengerti bagaimana caranya membahagiakan wanita. Karena satu-satunya wanita yang selalu bersama ku adalah Raina. Aku memahaminya bahwa sudah seperti memahami seorang kekasih. Aku tidak mengerti bagaimana cara untuk meyakinkan mu dengan hati ku, Tapi aku akan berusaha untuk terus membahagiakan mu selama aku masih hidup. Aku ingin menikah dengan mu karena ketulusan cinta dan hati yang kamu miliki. Aku mencintai Eliza Wang karena memang dia adalah wanita yang sangat pantas untuk di cintai. Aku akan berusaha untuk selalu membahagiakan mu El, Jadi aku mohon jangan menjadi lemah karena hati mu sendiri. Karena hati itu adalah racun terbesar dalam kehidupan kita. Jadi bijak lah dalam menyikapi tentang hati kita El. "
" Tapi aku takut jika suatu saat aku tidak sesuai dengan apa yang kamu inginkan hingga membuat mu berpaling dari ku, Aku takut itu terjadi pada ku Cloud, Aku takut..." Sebenarnya wajah atau tidak sih merasakan ketakutan seperti ini ?
Kenapa Cloud merasa bahwa Eliza memiliki trauma tersendiri tentang pernikahan.
Apa dia mengalami trauma dan beban mental yang tengah di pendamnya selama ini tanpa di ketahui oleh siapa pun ?
" Jangan takutkan apa pun di dunia ini El. Takut lah akan kuasa Tuhan dan murkanya. Tuhan tidak akan membiarkan hambanya yang baik merasakan cobaan yang begitu berat. Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan itu sesuai dengan apa yang memang benar-benar kita butuhkan untuk hidup kita. Bukan untuk gengsi kita. " Eliza menatap dalam pada calon suaminya yang begitu sangat luar biasa menurutnya itu.
Sampai di mana Eliza memberanikan dirinya untuk mendekat pada Cloud dan mencium bibir pria itu.
Apa yang mereka lakukan saat ini terekam jelas oleh seluruh keluarganya yang mengabadikan momen yang sangat langka itu.
__ADS_1
Dan mereka akan mengirimkan semua itu ke ponsel manusia paling sabar dan paling lembut di keluarga klan Alexander.
...🐊🐊🐊...