
setelah Abaddon mendirikan sebuah kastil dari jarak yang sangat jauh, dia mulai menggunakan jurus nya untuk membangkitkan Undead-Undead.
"Undead Creation"
dengan menggunakan jurus
Abaddon mampu memanggil mayat hidup sebagai pelayan utama nya.
tentu saja itu bertentangan dengan hukum alam baka.
dari dalam tanah, di sekitar kastil yang dia bangun. muncul banyak sekali Undead dengan tingkat Tinggi - Hebat.
dengan memunculkan jumlah monster yang mencapai ribuan, itu sudah cukup untuk mengancam umat manusia yang berada di Tanah kebebasan.
dengan begitu, dimulai lah Revolusi yang sebenarnya dimulai.
*Keesokan harinya
di dalam kedai, Abaddon dan Paman Eas sedang berbincang bincang mengenai kondisi kali di seluruh Tanah kebebasan.
Paman Eas adalah seorang informan, dia selalu menyediakan informasi yang di dapatnya kepada pelanggan nya. tetapi, Abaddon sendiri juga tidak mengetahui dari mana dia mendapatkan informasi itu.
"akhir akhir ini, seluruh warga sangat di buat terkejut oleh kemunculan sebuah kastil di ujung barat sana." ucap Paman Eas
"benarkah!? darimana kau mengetahui hal seperti itu?" tanya Abaddon dengan penasaran
"huahaa, itu penasaran, kalau mau tahu kau bisa bertanya ke orang yang lebih ahli dari ku"
dengan kebanggaan diri yang dimiliki Paman Eas, Abaddon pun mendecikan lidah nya.
"Tch"
dia tidak menyangka, bahwa dalam 1 hari saja sudah menyebarluaskan info tentang kastil koral hingga ke seluruh Tanah Kebebasan.
lalu, Abaddon sendiri juga bingung, dari mana Paman Eas mendapatkan informasi yang begitu penting dalam beberapa jam.
'hey hey hey, aku sendiri tidak tahu dia mendapatkan informasi seperti ini dari mana.. aku ingin sekali merekrutnya di dalam Revolusi Army' ucap Abaddon dalam hati
menurut Abaddon, Paman Eas akan sangat berguna jika dia menjadi Intelegensi dari Pasukan Revolusioner.
dengan begitu, seluruh upaya pasukan akan menjadi lebih ringan.
di saat sedang berbincang bincang dengan paman Eas, Abaddon merasakan Fluktuasi energi kegelapan yang berada di dekatnya.
*!!!
dia melihat tajam ke suatu tempat.
"ehm, paman Eas, aku ingin keluar dulu sebentar" ucap Abaddon berpamitan
__ADS_1
"uh!? kemana kau pergi? Abaddon?" tanya Paman Eas
Abaddon tidak menjawab pertanyaan nya, dia hanya melambaikan tangannya kepada paman Eas.
*CREAAK
dia pun keluar dari kedai toko.
seseorang menunggunya tepat di samping kedai toko itu.
"aku hampir tidak mengenalimu karena penampilan manusia mu.. Azazel.."
Abaddon pun menyapa Azazel.
dengan wujud aslinya, Edzard sangat menentangnya karena akan menimbulkan kesan buruk di setiap manusia.
jadi, dia memutuskan untuk menyuruh The Commandments menggunakan wujud seorang manusia dengan menggunakan jurus Manifestasi Body Spiritual.
semua The Commandments bisa menggunakan jurus itu, terkecuali Abaddon. walaupun dia adalah ahli sihir terbaik di antara The Commandments, tetapi anehnya dia tidak bisa menggunakan jurus itu.
"Lama tidak bertemu, Abaddon. bagaimana kabar mu? sepertinya kau menjalankan perintah Raja dengan sangat baik bukan?" tanya Azazel kepada Abaddon
Abaddon dengan senyuman pun menjawab "tentu saja.. aku lah yang di utus oleh nya.."
"hm.. baiklah.. kau terlihat cukup tampan jika kau ada kulit?" ejek Azazel kepada Abaddon
tubuhnya memang Undead, sebuah kerangka mayat yang hidup. di berikan jiwa dengan kekuatan Lord Of Darkness.
tetapi.. itu sebuah penghinaan baginya..
"Azazel.. apa mau mu! dasar bodoh! jika tidak ada yang penting, maka pergilah jauh jauh! kau mengganggu penyelesaian ku!" ucap Abaddon yang akan memasuki kedai
dengan nada pelan, Azazel mengatakan "Raja sudah memasuki penyempurnaan pil abadi tertinggi, kuharap dirimu tidak menggangu"
Abaddon sempat berhenti seketika, dia hanya menganggukkan kepalanya dan masuk ke dalam kedai kembali.
"heee! dari mana saja kau! Abaddon!" tanya Pama Eas dengan menawarkan sebuah gelas bir
"haha, tidak ada apa apa, mari lanjutkan!"
karena Rajanya sudah memasuki penyempurnaan pil abadi tertinggi, maka dia harus segera menyelesaikan pekerjaan nya.
"mari melangkah ke tahap selanjutnya"
Abaddon bergerak lebih cepat dari biasanya, dia mengatur seluruh anggotanya revolusi untuk menjadi sangat kuat.
dengan menggunakan pengetahuannya di dunia fana, dia mengajar kan cara memakai pedang, sihir, dan lain sebagainya.
setelah beberapa hari, akhirnya mereka sudah siap untuk pergi berangkat menuju kastil milik para Undead.
__ADS_1
"mari kita berangkat!!!" ucap Abaddon dengan penuh semangat
"WOAAH!!"
"BASMI KEJAHATAN!!"
"AYO PERGI!"
"WAAAHH!!!!"
semua orang juga sangat bersemangat.
"TUNGGU!!!"
tepat sebelum mereka berangkat, Paman Eas datang dengan nafas terengah engah.
"Paman Eas? ada apa?" tanya Abaddon
"di barat.. desa sekitar barat, semuanya telah habis di hancurkan oleh Undead.." ucap paman Eas
*!!!
*!!
*!!
*!!!
semua orang terkejut.
"Bagaimana bisa!"
"kita memang harus menghentikan ini..!"
"jika tidak dihentikan! maka akan semakin banyak korban berjatuhan!"
"benar! ayo cepat!"
semuanya bersemangat untuk menghentikan Undead Undead itu.
"terimakasih atas informasinya, Paman Eas, sekarang kami akan berangkat!" ucap Abaddon
ratusan anggota pasukan Revolusioner, Abaddon sebagai pemimpin dari semua orang itu.
seluru orang yang memiliki dendam, kebencian, kemarahan, semuanya terhadap Undead itu.
mereka akan segera pergi untuk menghentikan Undead Undead itu, apapun yang terjadi.
...TO BE CONTINUED...
__ADS_1