
setelah melahap kastil Dewata Tertinggi, aku dan para Perintah Tuhan pergi mencari portal dimensi yang menghubungkan dengan dunia milik kakek tua, serta keberadaan 7 kota kuno.
"itu dia, portal dimensinya ada di sana, mari kita kesana" ucap ku kepada para Perintah Tuhan
"baik tuanku"
kami semua menghilangkan sayap milik kami, dan terjun bebas dari langit.
*Fyuus
"hahaha, seru sekali!!!"
*bruakk
kami telah sampai di permukaan
"baiklah, jadi ini kah? portal dimensi itu.."
*!!
Satan terkejut dengan aura yang tidak familiar dari dalam portal dimensi
"Tuan ku, sepertinya bukan hanya aku saja yang merasakan aura ini. melainkan para Perintah Tuhan yang lain juga merasakannya"
"aura apa itu?"
"banyak sekali aura dari berbagai macam Dewa, Dewi, dan Malaikat dari dalam sana. aku khawatir bahwa dunia itu diciptakan oleh para Dewa, Dewi, dan Malaikat."
"...jika di bandingkan dengan kalian, aku memang kurang berpengalaman dalam hal bertarung, namun tidak perlu khawatir, kita semua bersama"
"Terimakasih atas kebaikan anda kepada kami.."
"baiklah baiklah, mari kita masuk"
tanpa basa basi, kami semua masuk ke dalam portal dimensi.
*!!
"urkk, apa ini?! kepala ku.." aku merasakan kesakitan yang mendalam
"Tuan, ini pertama kalinya anda melewati Distorasi Ruang dan Waktu"
"benar juga.. aku akan menahannya"
ini seperti perjalanan selama bertahun tahun, aku tidak mengerti bagaimana cara kakek tua melewati Distorasi Ruang dan Waktu ini
tidak lama setelah itu, kami semua sampai di dasar laut
"urrp"
'laut?'
"mari naik"
kami semua berhasil naik ke atas tanpa sebuah halangan.
"apa ini?? ternyata sebuah dunia yang baru?"
"tuan, portal dimensi ini menghubungkan dengan 2 dunia berbeda"
"...memang begitu? kalau begitu dalam perjalanan kali ini kita tidak perlu terburu buru bukan?"
"Kami hanya mengikuti anda"
"....hahh baiklah kalau begitu"
kami terbang untuk mencari sebuah daratan.
"akhirnya ketemu juga, mari kita turun"
"baik tuan"
kami semua turun dengan hati hati ke permukaan, kalau langsung terjun dari atas, kemungkinan besar permukaan itu akan hancur.
"baiklah, sekarang dimana kita?"
"Tuan, seperti di dekat sini ada sebuah kota"
"benarkah? kalau begitu mari kesana"
"baik tuan"
"sebelum itu.. selain Satan bisakah Perintah Tuhan yang lain masuk kedalam bayangan ku?"
"tidak bisakah kami mengikuti anda tuan" ucap Asmodeus
"penampilan kalian mengerikan, lalu kalau bersamaan seperti ini bisa menimbulkan kecurigaan"
"baiklah tuan"
selain Satan, mereka pun masuk ke dalam bayangan ku.
aku melanjutkan perjalanan dengan Satan menuju kota yang disebut kan
di dalam perjalanan, kami tidak mengobrol apapun dan hanya diam.
karena terlalu canggung, aku memulai obrolan dengan Satan.
"kalian tercipta dari apa?"
"kami tercipta dari kegelapan"
"kalau begitu, sekuat apa kalian?"
"...saat ini yang terlemah dari kami (Astaroth) hanya bisa mengalahkan 10 Great God (Dewa Besar) secara bersamaan"
'10 Great God? kau bercanda' ucap ku dalam hati
__ADS_1
"bagaimana dengan kau? yang terkuat?"
"... saya tidak mengetahuinya tuan, mungkin saya bisa menghancurkan Damaskus (alam surgawi pertama, tempat tinggal para Dewa dan Dewi peringkat 1)"
"sangat kuat"
"terimakasih atas pujian anda"
"ngomong ngomong, siapa yang menciptakan kalian?"
"kami di ciptakan oleh Raja A---"
"apa? aku tidak mendengarnya"
"Tuan ku, sepertinya ada larangan bahwa anda tidak boleh mengetahui asal usul kami sampai pada waktu tertentu"
"haah, ini sedikit rumit"
"maafkan saya"
"tidak apa apa, toh bukan salah mu juga"
di tengah perjalanan kami, secara tiba tiba muncul banyak hewan hewan buas.
itu berupa singa, harimau, dan macan.
"ini hanyalah hewan kecil"
"biarkan saya yang mengurusnya tuan"
"baiklah"
setelah mendapat kan izin dariku, Satan langsung membabat abis seluruh monster yang ada di sana dalam hitungan detik.
"saya sudah menghabisi hama yang menghalangi jalan sang Raja"
"terimakasih, kalau begitu mari lanjutkan perjalanan"
kami melanjutkan perjalanan menuju kota yang disebut kan, namun, aku menemukan sekumpulan bandit yang siap merampok orang.
"siapa kalian?" ucap ku kepada bandit
"tidak usah basa basi, serahkan harta berharga kalian!!" ucap bandit itu
"baiklah jika itu yang kalian-"
sebelum aku menyelesaikan perkataan ku, kepala mereka langsung terpisah dari leher mereka.
"huh? Satan, kenapa kau melakukannya?"
"maaf tuan, emosi saya meningkat karena mereka berani menodongkan pedang kepada mu"
"haah, terimakasih kalau begitu, tapi kita belum sempat menanjak sesuatu kepadanya"
"saya mengetahui nya"
"apa itu?"
"apa? kalau begitu tunjukkan jalannya"
"baik tuan ku"
Satan menunjukkan jalan nya kepada ku, tidak lama setelah itu, kami sampai di markas para bandit.
setelah kami sampai, kami mengambil tindakan secara bersembunyi di semak semak.
aku melihat 2 orang yang sedang mengobrol.
"apakah kau bisa melakukan pekerjaan dengan benar!?" ucap salh satu orang itu(orang 1)
"bos, di tengah perjalanan saya ketahuan oleh penjaga kota itu" ucap orang 2
"kau hanya menangkap satu anak yang tidak berguna" ucap orang 1
"maaf bos"
"panggil anak itu"
"saya akan panggilkan"
setelah itu, orang 2 pergi mencari anak kecil itu.
"aih, apakah langsung ku habisi seluruhnya?"
"Tuan, biarkan saya saja yang menghabisi nya"
"kau? baiklah.."
"baiklah kalau begitu-"
"Tunggu!"
"ada apa tuan?"
"nanti, kalau menghabisi mereka nanti saat ada perintah dariku"
"maaf kan saya tuan"
"baiklah lupakan"
lalu, datanglah orang 2 membawa seorang anak kecil ke hadapan bos mereka
"jadi inikah?" ucap orang 1
"benar boss, kurasa dia cukup berbakat" ucap orang 2
"hm?"
__ADS_1
orang 1 itu menendang kaki nya ke arah anak kecil itu, alhasil dia terjatuh kesakitan
"aduh"
"apanya berbakat! dia lemah seperti ini! kau membohongi ku!!?"
"tidak bos, saya tidak berani"
"woah woah, bukankah tidak baik memperlakukan anak kecil dengan kasar?" ucap ku muncul dari semak semak
sentak, mereka pun terkejut karena tidak merasakan hawa keberadaan ku.
"kau, siapa kau?" ucap orang 1
"bos, mundurlah" ucap orang 2
"tidak perlu tau siapa diriku, kalian memperlakukan anak kecil secara kasar, bukankah itu sedikit keterlaluan?"
"diam kau" ucap orang 2
tiba tiba, orang 2 itu maju menyerang ku dengan pedang nya.
"aih, perlawanan yang sia sia"
tanpa pedang dan aliran energi kegelapan, aku bisa menebaskan kepalanya hanya dengan gerakan tangan.
"akh?" kepalanya pun terjatuh
*!!
orang 1 terkejut melihat itu
"si-siapa kau?"
tiba tiba saja, kami di kepung oleh sekumpulan bandit bandit
"mungkin lebih dari 20?" ucap ku sambil menghitung
"apa yang kau katakan..!" ucap orang 1
para bandit itu menunggu perintah dari orang satu itu untuk menyerang ku.
"hey anak kecil! apakah kau ingin diselamatkan?" ucap ku kepadanya
"a-ada apa?"
"apakah kau ingin bebas dari sini?"
"apakah kau bisa?"
"tentu saja, ini hal yang mudah"
dengan mengeluarkan air mata, dia meminta tolong kepada ku "hiks, tolong selamatkan aku"
setelah mendengar itu, aku tersenyum.
"Satan, lakukan tugas mu"
"baik tuan ku"
Satan dalam hitungan detik membabat habis seluruh yang ada, terkecuali orang 1.
"ahk, ahk, a-apa yang t-terjadi ini!!!" orang 1 terlihat sangat tertekan dan langsung pingsan
"boleh kah saya langsung menghabisi nya?"
"boleh"
tanpa basa basi, Satan langsung menginjak kepalanya sampai hancur berkeping keping.
"kau sudah bebas, aku akan pergi dulu"
tiba tiba saja, anak kecil itu menarik baju ku
"hey, ada apa?"
"bisakah aku, aku ikut dengan mu?"
"hey, perjalanan kita itu sangat mengerikan"
"aku ingin ikut dengan mu"
"...yakin kah dirimu?"
"aku, aku yakin!"
aku tersenyum "baiklah"
kami ber-3 melanjutkan perjalanan kami menuju kota.
"siapa namamu?"
"aku tidak punya nama"
"bisakah aku memberikan mu nama?"
"benarkah?!"
"benar"
"baik, kalau begitu beri aku nama"
"melihat dari rambut mu, dan juga keberanian mu, aku akan memberi mu nama Garou"
"Garou, itu nama yang indah"
"benarkah? ahaha"
__ADS_1
"iya iya"
...TO BE CONTINUED...