INCOMPARABLE: Lord Of Darkness

INCOMPARABLE: Lord Of Darkness
Chapter 112. Perjalanan Abaddon (Perang Holocaust 2)


__ADS_3

setelah melihat betapa hebat nya Verona dalam berperang, kini Abaddon pun membantu Verona untuk menyelesaikan seluruh kekacauan yang berada di sebelah barat di desa utama.


"Verona, aku akan membantu mu!" ucap Abaddon


dia datang dengan cara yang cukup kerem, yaitu terjun dari langit.


*BRUAK


tepat setelah Abaddon mendarat, dia langsung merapalkan mantra sihir untuk mengeluarkan sebuah sihir.


"Emi awon ofin Olorun, ti nbere ase lowo Oba"


sebuah rapalan mantra sihir yang hanya bisa di mengerti oleh Abaddon dan para perintah Tuhan.


setelah melepaskan rapalan mantra, tiba tiba saja secara mengejutkan. sebuah meteor kecil mulai berjatuhan dari langit.


*WHOOS WHOOS


seluruh orang yang melihat meteor meteor kecil itu langsung merasa kagum dengan Abaddon.


*DUAR DUAR DUAR


meteor pun berjatuhan


seluruh Undead yang terkena meteor milik Abaddon pun menjadi hangus tak tersisa sama sekali.


dalam sekali serang, Abaddon mampu mengalahkan ribuan Undead Undead itu dengan mudahnya.


"jadi itu kekuatan sang pemimpi kita? sungguh sangat hebat sekali" ucap Chyntia


dengan rasa kagum, Chyntia hanya bisa melihat serangan Abaddon dari jarak yang jauh.


untuk pasukan Revolusioner tidak ada yang terkena dampak dari serangan Abaddon, mereka langsung di pindahkan dengan sihir teleportasi.


"baiklah, bagian sini sudah selesai. Verona, segera tarik kembali pasukan mu dan kembali ke desa utama" ucap Abaddon kepada Verona


"baik! akan saya laksanakan!" ucap Verona


Abaddon pun pergi ke arah selanjutnya.


dia akan pergi ke bagian Utara dari desa utama. di sana juga sedang mengalami pertempuran yang sangat besar.


pertarungan yang di pimpin langsung oleh Rudra, sang ksatria terkuat.


untuk saat ini, awalnya serangan yang dilakukan Undead hanya berasal dari sisi Barat. namun, para Undead jumlahnya yang sangat banyak pun mengelilingi seluruh desa utama.


dengan jumlah yang mencapai 50.000 lebih Undead, mereka pun mengelilingi desa utama yang memiliki luas lebih dari 2.200 km².


dengan jumlah pasukan garda terdepan, mereka mambagi 4 divisi untuk melindungi desa utama dari 4 arah (Timur, Barat, Selatan, Utara).


kini Abaddon sedang menuju ke arah Utara yang di pimpin oleh Rudra.


...*Garda terdepan divisi Utara...


"MAJU! JANGAN YANG TERLUKA SEGERA MUNDUR! TIDAK ADA YANG BOLEH MATI" Rudra berteriak sangat keras demi mengatur alur pertarungan


dia berusaha mengambil kendali atas pertempuran di Utara, dia dipercayai untuk memimpin pasukan Revolusioner divisi Utara oleh Abaddon.


sekarang, Rudra sedang berjuang melawan puluhan ribu pasukan Undead yang memiliki kekuatan sama kuatnya.


*SHRING SHRIING


tebasan pedang panjang milik Rudra


Pedang panjang milik Rudra itu mampu membelah apapun yang terkena tebasan milik Rudra.

__ADS_1


jika Rudra saat ini melawan Dagruel, maka keduanya harus mempertaruhkan nyawa mereka demi merebut posisi pemenang.


bisa di bilang, pertarungan mereka akan berjalan dengan sangat sengit dan dahsyat. mereka akan melakukan pertarungan hidup dan mati.


Rudra adalah seseorang pemuda yang sangat terobsesi dengan kekuatan. dia akan mengakui dan menghormati siapapun yang memiliki kekuatan lebih kuat dari dirinya.


alasan mengapa ia menjadi pengelana ke seluruh dunia adalah karena dia ingin menjadi yang terkuat di antara siapapun.


dia ingin mengalahkan setiap orang kuat yang ia temui di perjalanannya. pada sampai akhirnya dia telah tiba di tanah kebebasan.


...*beberapa bulan yang lalu...


berbulan bulan yang lalu, pada saat sebelum Rudra direktur langsung untuk masuk ke dalam pasukan Revolusioner.


awalnya saat ia mengikuti untuk pergi berperang di kastil koral itu tidak lain hanyalah untuk menambah sebuah pengalaman baginya.


tujuan sebenarnya itu untuk mengalahkan langsung sang Raja Undead. namun gagal karena beberapa alasan.


sampai pada akhirnya Rudra bertemu dengan Abaddon. dia mendengar rumor yang beredar tentang kekuatan Abaddon yang sangat kuat.


jadi, saat pertama kali mereka bertemu, dia sangat menghormati Abaddon lebih dari apapun.


namun, pada saat direktur untuk menjadi pasukan Revolusioner army secara resmi.. Rudra menolaknya.


"maaf, saya menolak untuk mengikuti pasukan anda" ucap Rudra dengan lantangnya


"apa? apa alasan mu mengatakan hal itu?" tanya Abaddon


"saya mengakui bahwa anda itu kuat, bahkan sangat kuat. saya bisa melihatnya hanya dengan intuisi yang saya miliki." -Rudra


"jika kau sudah tahu bahwa aku kuat, lalu apa alasan mu tidak ingin mengikuti ku untuk berperang?" -Abaddon


"karena tujuan saya adalah untuk menjadi nomor 1 di dunia. saya mengakui untuk saat ini saya memang tidak bisa mengalahkan anda, namun suatu saat saya akan mengalahkan anda dengan usaha yang saya hasilkan sendiri!!" -Rudra


"aku mengagumi tekad mu yang kuat, sayang nya kau tak akan pernah bisa menggapai impian mu" -Abaddon


"maaf saja ya, tapi itu memang benar"


-Abaddon


tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Abaddon membawa Rudra ke suatu tempat dengan sihir teleportasi nya.


*WHOOS


tanpa di sadari oleh Rudra, dia telah berpindah ke suatu tempat yang jauh dari desa utama.


"dari mana kau berasal?" tanya Abaddon


"Britania raya" jawab Rudra


"apakah kau mengenal Arthur?" -Abaddon


"tentu saja aku tahu! kau tahu dia?!" -Rudra


"tentu saja, dia memiliki pedang Exicaliburn yang sangat kuat" -Abaddon


"tentu saja! aku sangat ingin memiliki pedang yang sangat kuat seperti itu!" -Rudra


"kalau begitu.." -Abaddon


Abaddon pun mengambil sebuah pedang panjang yang ada di dalam ruangan dimensi miliknya sendiri.


sebuah pedang yang saat itu dirampasnya di tempat dewata tertinggi. menurut nya itu sangat cocok di pakai oleh Rudra.


"pakai itu, pedang yang bahkan Exicaliburn bukanlah tandingan nya" ucap Abaddon

__ADS_1


"apa? mana mungkin ada pedang yang lebih kuat dari Exicaliburn! pedang itu bahkan diturunkan dari langit!" -Rudra


Abaddon pun mengambil kembali pedang yang dipegang oleh Rudra secara cepat. saking cepatnya Abaddon mengambil pedang itu, bahkan Rudra pun tak bereaksi terhadap itu.


*SHRING


Abaddon menebaskan pedang itu


*BRUAAK BRUUUK BRUAAAK


tebasan yang dihasilkan oleh Abaddon sangatlah dahsyat, bahkan bisa di bilang sangat lah kuat.


tanah sampai terbelah menjadi 2, lalu juga gunung yang sangat besar yang berada tepat di depan Rudra.. terbelah menjadi 2.


"ah.. ap-apaan itu.." ucap Rudra dengan sangat terkejut


"bergabung lah dengan ku, kau tidak akan bisa menjadi yang terkuat selama dia masih ada di sini" -Abaddon


"apa..? apa alasan ku tak bisa menjadi yang terkuat?" -Rudra


"ada seseorang yang bahkan kekuatannya jauh melampaui ku, dia berada di dunia ini." -Abaddon


"bisa membelah gunung dengan mudahnya.. bahkan ada yang jauh lebih kuat darimu..? siapakah itu?" -Rudra


"Tuan dari 10 perintah tuhan, Edzard Wesley." -Abaddon


pada saat itu, Rudra pun akhirnya bergabung ke dalam pasukan Revolusioner.


...*kembali ke saat ini...


*BRUAAK


dengan pedangnya yang dapat menghancurkan apapun yang terkena tebasan nya. Rudra kini menjadi sangat kuat dari sebelumnya.


pedang baru yang dia dapatkan membuat pergerakan nya menjadi sangat mudah dan bisa lebih leluasa.


pedang panjang yang diberikan oleh Abaddon adalah pedang panjang dengan kedua sisinya sangat tajam. bahkan sehelai kertas lembut saja bisa terpotong tanpa harus menggerakkan nya sedikitpun.


lalu, berat pedang nya yang sangat ringan itu adalah faktor utamanya. rata rata kesulitan dalam pedang adalah beratnya.


jika seseorang tidak kuat mengangkat yang berat berat, maka mereka tidak akan bisa mengangkat pedang panjang.


pedang panjang milik Rudra itu sangat lah ringan, saking ringan nya dia (Rudra) saat mengangkat pedangnya. berat pedang Rudra saat ini adalah 5KG.


*WHOSS WHOOSS


dengan enteng nya, Rudra mampu menebaskan pedang nya secara leluasa tanpa harus


kelelahan.


"haha, pedang ini bahkan sanga ringan dan nyaman, aku akan memberimu nama Caliburn" ucap Rudra


dengan kekuatan nya yang bertambah sangat kuat, dia pun secara sendirian melawan Undead Undead itu.


Abaddon pun melihat Rudra dari atas langit dengan rasa yang sangat kagum.


"bagus Rudra, kau harus menjadi kuat! aku akan membawa mu kepada Raja pada saat waktunya telah tiba" gumam Abaddon


menurut Abaddon, Edzard akan sangat senang jika Abaddon membawa 4 orang jenius dengan kekuatan yang kuat.


bahkan, Abaddon akan lebih diperhatikan dari pada para perintah Tuhan yang lainnya.


'cih, aku harus cepat cepat menyelesaikan ini' ucap Abaddon dalam hati nya


walaupun Rudra terlihat bisa melawan Undead yang ada, namun dia tidak bisa mengalahkan semuanya. karena jumlah Undead yang dia lawan itu berjumlah puluhan ribu.

__ADS_1


Abaddon juga akan tetap membantu nya, dia juga sangat tergesa gesa akan keinginan nya untuk menyelesaikan tugas dari rajanya.


...TO BE CONTINUED...


__ADS_2