
tujuan Edzard dan yang lainnya saat ini adalah Kekaisaran Britania. tetapi untuk sampai di sana membutuhkan waktu yang cukup lama.
dikarenakan seluruh Kerajaan maupun Kekaisaran telah hancur oleh serangan iblis. setelah selesai perang besar, seluruh orang bersatu untuk membangun kembali kekaisaran yang megah.
walaupun saat ini kekaisaran terbesar dipegang oleh tanah kebebasan El-Dorado. tetapi untuk hal kekayaan tanah Kebebasan El-Dorado jauh melebihi Kekaisaran Britania.
"hm? dimana Edzard? mengapa aku tak melihatnya?" Tanya Gartia yang sedikit heran
"oh master, dia katanya ada urusan sebentar. dia menyuruh kita untuk pergi ke kekaisaran Britania terlebih dahulu." ucap Garou menjawab nya
"apa? dia pergi tanpa memberikan sepatah kata pun kepada ku?" ucap Gartia dengan sedikit kesal
"tenang lah kakak Gartia, mungkin dia ada sesuatu yang ingin di selesaikan bukan?" ucap Irene menenangkan nya
"hah, dia masih saja berbuat semau mau nya."
-Gartia
"memang nya seberapa dekat kakak dengan master?" -Irene
"eh? eh? mengapa kau menanyakan hal hal memalukan seperti itu?" -Gartia
"Sudah lah sudah lah beritahu kami hihi" -Irene
"ngomong ngomong akulah yang pertama kali menjadi murid dari master kau tahu?" -Garou
"apa? kau ingin menyombongkan hal menyepelekan itu? Garou?" -Irene
"ha!? aku hanya mengatakan hal yang sebenarnya! mengapa! kau ngajak ribud!?" -Garou
"apa! ha! maju kau!" -Irene
seperti biasa, hari perhari Garou dan Irene selalu bertengkar saja. biasanya yang akan menghentikan pertengkaran mereka adalah..
"sudah lah sudah lah. kalian bukanlah anak kecil lagi, Garou dan Irene." ucap Gartia menghentikan pertengkaran
kalau Gartia tidak menghentikan mereka, maka hanya ada satu orang yang bisa menghentikan mereka selain Gartia..
"kalian seperti anak kecil, umur kalian itu lebih dari 30 tahu! karena kalian awet muda saja makanya kalian terlihat seperti berumur 23 tahun." ucap Dagruel kepada mereka
seperti biasa, Dagruel adalah seseorang yang paling dewasa diantara siapapun.
sedangkan untuk Satan dan Beelzebub. mereka tidak ingin untuk menghentikan pertengkaran antara Garou dan Irene.
menurut mereka akan menyenangkan jika ada pertarungan diantara anak anak jenius berbakat yang dianugerahi oleh surga.
tetapi.. untuk saat ini.. Satan dan Beelzebub terlihat cukup khawatir..
"Beelzebub, gunakan Feel Existence untuk melacak keberadaan dari Raja. kekuatan ku saat ini disegel, aku tak bisa merasakan kekuatan Raja dari jarak tertentu." ucap Satan kepada Beelzebub
"baiklah, Grand Commander." ucap Beelzebub menuruti perintah Satan
__ADS_1
kemudian Beelzebub pun meletakkan tangannya di tanah dan mengeluarkan sebuah gelombang energi yang memasuki tanah.
"Feel Existence"
Beelzebub mulai mencari-cari Edzard ke seluruh penjuru dunia yang ada. bahkan dia menemui para Perintah Tuhan yang sedang mencari informasi mengenai dunia ini di masing masing penjuru dunia.
...*Di suatu tempat di belahan daratan lain...
terlihat seseorang yang sedang duduk di atas sebuah atap rumah, kondisi saat itu adalah malam hari.
dia terlihat seperti seorang pria dengan penampilan yang sangat tampan dan gagah berani.
dengan rambut berwarna ungu dan pupil mata berwarna hitam kosong, dia bisa saja memikat hati wanita manapun sesuka hatinya.
"Barusan itu.. Feel Existence, apakah terjadi sesuatu disana?" ucap orang itu
dia adalah Belial, seorang Perintah Tuhan dengan Perintah Kehancuran. dia menyelidiki informasi di daratan lain selain Britania dan Tanah kebebasan.
Belial merasakan sebuah gelombang energi dari jurus Feel Existence yang biasa digunakan oleh para Perintah Tuhan.
"haruskah aku mengunjungi nya? sudah lama sekali tidak pernah bertemu dengan mereka, aku lelah mengawasi wanita itu terus." ucap Belial yang terasa sangat menderita
...*kembali ke tempat Beelzebub...
tampaknya, Beelzebub tidak menemukan tanda tanda keberadaan dari Edzard. dia bahkan sudah mencari ke seluruh dunia untuk mencari nya.
"bagaimana? kau menemukan Raja?" tanya Satan kepadanya
"Maaf kan aku Grand Commander. aku tidak menemukan Raja dimana pun di dunia ini." jawab Beelzebub
"benar, kau hanya perlu percaya kepada Raja mu sendiri. untuk saat ini, dia tidaklah terkalahkan di dunia ini." ucap Beelzebub menenangkan nya
Satan dan Beelzebub ditengah tengah kekhawatiran nya pun hilang karena perilaku berisik dari Gartia dan 3 murid Edzard.
"sudah kubilang aku dan Edzard itu tidak memiliki hubungan apa apa!" ucap Gartia dengan tegas
"apa! kalau begitu aku masih memiliki kesempatan!" -Irene
"Apa maksudmu kesempatan itu hah?" -Gartia
"tidak kakak! lupakan saja!" -Irene
"kau berbicara aneh! katakan!" -Gartia
"Tidak!!" -Irene
Satan dan Beelzebub hanya melihat mereka dengan sangat heran dan juga bingung oleh keadaan sendiri.
"Lihat itu, Grand Commander. mereka tak tampak khawatir sedikit pun, kau tahu alasannya?" tanya Beelzebub kepada Satan
"yeah, aku mengetahuinya. itu karena mereka percaya bukan? kepada Sang Raja?" jawab Satan dengan senyuman tipis
__ADS_1
"hmph, aku tahu kau hanya mengkhawatirkan Raja kita bukan?" -Beelzebub
"benar, aku terlalu mengkhawatirkan nya sampai sampai tidak mempercayai nya sedikit pun. aku merasa sangat hina, Beelzebub. maafkan aku." -Satan
"Tidak perlu khawatir, apakah karena kau mengingat kejadian itu?" -Beelzebub
"ya.." -Satan
"Tenang saja. Raja kita adalah orang terpilih bahkan oleh dirinya sendiri. walaupun dia tak terbuat dari kegelapan, tetapi dia akan membawa seluruh kegelapan menjadi kebangkitan sang Lord Of Darkness." -Beelzebub
mendengar kata kata Beelzebub yang bagus itu, Satan pun mengangkat kepalanya ke atas langit. dia mulai mengingat beberapa kenangan masa lalu saat bersama Addison.
...*Ratusan Juta tahun lalu, disuatu tempat...
jauh sebelum Edzard terlahir di Planet Nebula, Addison bersama dengan 10 Perintah Tuhan sedang berada di suatu tempat di alam semesta yang indah.
dia duduk di atas sebuah batu yang besar, sedangkan para Perintah Tuhan lainnya berlutut dihadapannya.
tidak diketahui dimana lokasi mereka berada, namun yang pasti lokasinya sangat jauh dari planet Nebula dan sangat dekat dengan Surga.
"lihat lah, Bintang bintang itu indah bukan?" ucap Addison kepada mereka
Addison tersenyum lebar melihat bintang bintang yang berkilauan indah itu. namun dalam sekejap mata, senyuman nya itu berubah menjadi sebuah kerutan di kening miliknya.
"yang menciptakan para bintang yang indah itu adalah oara Dewa! mereka tinggal di surga! dan jauh di atas langit! terhindar dari kekacauan! dan sebuah penakluk yang agung!" ucap Addison dengan amarah nya
"Raja. engkau bisa saja menghancurkan seluruh mahkluk yang anda sebutkan barusan, mengapa engkau tak melakukan nya?" tanya Satan kepadanya
"hmph.. kau ingin tahu? mengapa aku tak melakukan hal seperti itu?" jawab Addison
para Perintah Tuhan pun bertanya tanya dan melontar kan pendapat mereka masing masing secara bersamaan.
mendengar pendapat aneh yang diberikan oleh para Perintah Tuhan, Addison pun tertawa terbahak bahak.
"Hahahahaha, kalian itu sangat lucu ya, ahahha."
"anda baik baik saja? Raja?" tanya Satan dengan khawatir
"baiklah.. aku akan memberitahukan alasan yang sebenarnya kepada kalian." ucap Addison
"benarkah? kalau begitu tolong beritahu kami." ucap Satan dan yang lainnya
"aku sempat berkomunikasi dengan-nya untuk sementara waktu. dia berbicara bahwa ini bukan lah saat nya untuk mengguncangkan mereka semua." ucap Addison
"tidak! ini belum lah saat nya untuk bangkit dan mengguncang kan mereka dari tahta mereka."
"tetapi, kita sudah kehabisan waktu." ucap Addison kepadanya
"biar kuberitahu kau satu hal. seseorang akan lahir di tempat yang jauh di sana, dia akan melampaui mu beserta para pasukan mu saat ini. dia akan bangkit menjadi orang terkuat yang pernah ada. dia akan melengserkan mereka dari tahta mereka. aku tidak menyalahkan mu, di saat anak itu tiba, aku mau kau melakukan..."
"baiklah, aku akan mengikuti perintah mu." ucap Addison mengangguk kan kepalanya
__ADS_1
Addison mengikuti kata kata seseorang dengan sangat patuh, entah siapa orang yang bisa memberikan perintah kepada Addison.
...TO BE CONTINUED...