
setelah Gartia, Satan, Beelzebub dan juga 3 murid Edzard tengah melakukan perjalanan untuk menuju kota Manwile.
Kota Manwile adalah salah satu dari puluhan kota yang dimiliki oleh Kekaisaran Britania saat ini.
kota Manwile adalah kota terdekat dengan lokasi mereka saat berada di reruntuhan kuno tersebut. maka dari itu, mereka lebih memutuskan untuk pergi ke kota Manwile.
di saat mereka sudah sampai di kota Manwile, mereka langsung memasuki kota untuk melihat lihat isi kota.
"Woah! jadi ini kah kota Manwile! kota yang baru di bangun pasca perang besar melawan iblis?" ucap Garou dengan sangat bersemangat
"tidak disangka sangka, bahkan di kota saat ini menjual buku buku tentang sihir juga." ucap Irene yang pergi ke salah satu toko terdekat
"kalian semua, kita harus mencari sebuah penginapan untuk beristirahat sejenak bukan? ayo kita keliling sebentar" ucap Gartia kepada Garou dan Irene
kemudian, mereka pun berkeliling kota untuk mencari sebuah penginapan. di saat mereka berjalan jalan, mereka juga melihat lihat seluruh kota yang sangat indah.
mereka tidak menyangka, hanya dalam kurun waktu 2 tahun dapat membuat sebuah kota yang indah.
setelah berkeliling cukup lama, akhirnya mereka menemukan sebuah penginapan untuk tempat beristirahat.
mungkin karena Garou dan Irene tidak terlalu sabar dalam melihat lihat kota, setelah di penginapan mereka meminta izin pamit kepada Gartia.
"kakak Gartia, aku akan pergi untuk berkeliling kota dahulu ya" ucap Irene kepadanya
"hey Irene, kau ingin mengikuti ku ha? aku lah yang ingin berkeliling kota ini tahu!" ucap Garou kepadanya
"apa katamu ha! aku lah yang pertama meminta izin nya!" balas Irene kepada Garou
"tenang tenang, kenapa kalian tak pergi bersama saja?" ucap Gartia memisahkan mereka
"tidak"
"tidak"
mereka pun pergi sendiri sendiri.
"haah, aku seperti memiliki seseorang anak berusia 10 tahun. lagipula mereka itu tumbuh cepat sekali ya." ucap Gartia dengan sangat heran
"uh, kakak Gartia, kalau begitu aku juga ingin melihat lihat isi kota. ada sesuatu yang ingin kulakukan." ucap Dagruel
"oh ya? jarang sekali dirimu ingin pergi seperti ini, Dagruel. kalau begitu pergilah, jangan lupa untuk kembali di saat matahari terbenam." ucap Gartia kepadanya
"terimakasih kak" ucap Dagruel
melihat Dagruel, Irene dan Garou. entah kenapa Gartia hanya tersenyum senyum sendiri melihat tingkah kelakuan mereka.
"Gartia, sekarang apa yang ingin kau lakukan di saat seperti ini? Raja sedang menghilang, apakah kau ingin mencarinya?" tanya Satan kepada Gartia
"oh iya? dia masih menghilang ya, kalau begitu apakah kalian akan mencarinya?" jawab Gartia
lalu seketika, kali ini yang membalas Gartia bukan lah Satan, melainkan Beelzebub.
"tidak perlu, dia sudah datang." ucap Beelzebub menolehkan wajahnya ke suatu tempat.
__ADS_1
"hm? apa yang sedang kalian lakukan bertiga tiga an di sini? apakah kalian sudah memesan kamar untuk beristirahat?" tanya Edzard kepada mereka
Satan yang melihat Edzard pun langsung menghampirinya.
"selamat datang, Raja. engkau pergi kemana saja?" tanya Satan kepadanya
"tidak perlu khawatir, Satan. aku memiliki urusan ku tersendiri. dan juga ada sesuatu yang ingin ku katakan kepada kalian bertiga." jawab Edzard dengan tenang
Edzard mengetahui apa yang dikhawatirkan oleh Satan. dia berusaha membuat Satan tenang dengan caranya sendiri.
"apa yang kau ingin bicarakan?" tanya Gartia kepada Edzard
"pertama, kita cari tempat duduk terlebih dahulu agar obrolan kita ini bisa sedikit lebih tenang." ucap Edzard kepada mereka
...*Di suatu tempat di kota Manwile...
di bagian yang tak diketahui tempat nya, Irene sedang berjalan jalan menyusuri tempat tempat yang ada di kota.
tadi, dia melihat ada toko sihir yang berada di dekat pintu gerbang masuk ke kota.
maka dari itu, dia melihat lihat tempat lainnya, siapa tau saja ada tempat toko penyihir seperti tadi.
"di sini banyak sekali orang ya.. entah apa yang terjadi pada Britania." ucap Irene yang melihat lihat sekitar
'kota di seluruh Britania tidak lah sebagus dan seindah ini. bahkan saat ayahku masih lah menjadi seorang Count, kota yang di pimpinnya tidak sebagus dan seindah ini.' ucap Irene dalam hatinya
dia benar benar terpesona dengan keindahan yang dimiliki oleh kota Manwile.
"hm?! Itu dia! toko sihir" ucap Irene dengan sangat bersemangat
"permisi, apakah boleh masuk?" ucap Irene dengan sopan
lalu, seseorang penyihir dengan penampilan nenek tua keluar dari balik tirai.
"oh ho anak muda, ada gerangan apa kau-- tunggu, usia mu tidak sebanding dengan penampilan mu, adik." ucap penyihir itu dengan sedikit terkejut
"ah maaf, aku menggunakan suatu jurus sihir untuk melakukan pemberhentian penuaan pada diriku" ucap Irene kepadanya
"apa! pemberhentian penuaan! apakah kau seorang penyihir agung!?" tanya nenek tua dengan terkejut
"bisa di bilang seperti itu, nek." jawab Irene dengan ragu
"hm.. lalu, ada apa kau menghampiri toko ku ini?" -Nenek tua
"saya melihat ada toko sihir, jadi saja mengunjungi tempat ini untuk membeli sesuatu." -Irene
"adik, toko ku tak sebagus toko yang ada di Magical City, seharusnya kau berbelanja sihir di sana." -Nenek tua
"tidak apa apa nek, aku tak memandang perbedaan apapun dengan toko yang bagus ataupun jelek. kita adalah penyihir, yang saling berbagi dan belajar satu sama lain." -Irene
mendengar ucapan Irene, nenek tua itu menjadi terkesima akan wibawa Irene.
"begitu ya.. kalau begitu kau bebas memilih jenis sihir apapun." -Nenek tua
__ADS_1
"benarkah! baiklah kalau begitu aku tak akan sungkan!" -Irene
kemudian, Irene pun pergi untuk mencari cari buku sihir yang ingin dia pelajari.
nenek tua itu pun kemudian pergi masuk ke dalam tirai meninggalkan Irene sendirian. dia berniat untuk mengambil sesuatu yang ada di dalam rumahnya.
setelah beberapa menit, nenek tua itu kemudian memanggil Irene ke hadapan nya.
"adik kemarilah." ucap nenek tua itu
"ada apa nek? aku belum menemukan satu buku sihir yang kuinginkan." ucap Irene kepadanya
"kalau begitu, mau kah kau mendengarkan suatu cerita yang ingin ku ceritakan?" -nenek tua
"boleh, apa cerita itu?" -Irene
"pada masa Deomilitan (1000 tahun lalu dari masa kekaisaran Britania), lahir lah seseorang yang memiliki bakat penyihir yang sangat hebat. dalam kurun waktu 20 tahun, dia dapat menjadi penyihir yang hebat bahkan melebihi seorang Penyihir Agung. walaupun dia itu hebat, tetapi dirinya sangat baik dan rendah hati.
dia tergila gila dengan sihir, dia emmbuat berbagai eksperimen dengan segala jenis sihir untuk menciptakan sebuah sihir baru. di akhir hayatnya, dia hanya bisa menciptakan 1 buah sihir yang hebat, dan kau tahu jenis sihir apa yang dia ciptakan?" -Nenek tua
"aku tak tahu." -Irene
"itu adalah sihir perpindahan dimensi." -nenek tua
"sihir perpindahan dimensi?! memangnya ada hal seperti itu!" -Irene
"ya, dan aku memiliki buku ini." -nenek tua
kemudian, nenek tua itu memberikan sebuah buku tentang sihir perpindahan dimensi.
"kau bisa mempelajari ini." -nenek tua
"nenek, apakah kau yakin?" -Irene
"iya, kau itu sangat mirip dengan nya yang dalam legenda, jadi aku percaya padamu." -nenek tua
"terimakasih nenek, aku akan menjaga nya." -Irene
"kalau begitu pergilah, aku ingin beristirahat." -nenek tua
"tapi nek, ini kan baru tengah hari?" -Irene
"sudah lah pergi saja" -nenek tua
kemudian, Irene pun keluar dari toko sihir nenek tua itu.
"ya ampun, semoga kau baik baik saja. nenek tua, aku akan pergi dahulu ya." ucap Irene yang pergi berniat kembali ke penginapan
...*di dalam toko sihir...
"akhirnya.. aku berhasil mewariskan ilmu pengetahuan yang diciptakan secara turun temurun itu.. semoga pilihan ku ini benar.." ucap nenek tua itu
"ah.. saat nya beristirahat.. selamanya.."
__ADS_1
...TO BE CONTINUED...