INCOMPARABLE: Lord Of Darkness

INCOMPARABLE: Lord Of Darkness
Chapter 67. City of Death I


__ADS_3

tidak lama setelah aku membantai pasukan kerajaan, datanglah Gartia, Satan, dan 3 murid ku.


"Master! apakah kau baik baik saja?" tanya Irene


"Irene, aku baik baik saja" jawab ku kepadanya


"syukur lah" ucap Irene menghela nafas dengan lega


"Haha, Gartia, sekarang kita akan masuk ke dalam, apakah kau keberatan?" tanya ku kepadanya


"baiklah, aku mengikuti mu" ucap Gartia


"Raja, apakah anda sudah menyelesaikan nya?" tanya Satan


"Satan kah, aku sudah melahap semua yang berada di sini, dan menjadikannya energi murni kegelapan" jawab ku kepadanya


"Baiklah Rajaku"


"YOSH, sekarang kita masuk!" ucap ku dengan penuh semangat


"baik!"


kami mulai memasuki area Reruntuhan.


aku mengatakan kepada Gartia bahwa dia harus mengalahkan musuhnya sendiri tanpa bantuan.


ketiga murid ku juga akan melakukan hal itu, namun mereka akan di awasi langsung oleh Beelzebub.


aku tidak terlalu kuat untuk menahan kekangan dari para Perintah Tuhan.


jadi, aku sedikit membuka milik Beelzebub, mungkin sekarang dia setara dengan Satan yang telah di segel.


"baiklah, kita sudah memasuki area Reruntuhan Kuno ini, kalian berhati hati lah" ucap ku kepada mereka


mereka semua mengangguk kan kepala mereka.


baru saja kami memasuki reruntuhan, tiba tiba saja kami di serang oleh Undead.


"Gartia, di belakang mu!" ucap ku kepadanya


seketika dia pun sadar, dan menyerang Undead itu dengan tebasan pedang nya.


"HAA"


*Shring


Undead itu terpenggal kepalanya oleh Gartia.


"Fyuh, ku kira ini akan susah" ucap Gartia


namun, ucapan nya tidak sesuai dengan kenyataan nya.


Undead itu masih hidup walaupun tanpa kepala, cara menghancurkan nya yaitu cuma dengan dihancurkan berkeping-keping.


"apa!" Gartia terkejut


dia tidak menyangka bahwa Undead itu masih hidup, sesaat Undead itu ingin menebas nya, dia masih bisa menghindari nya walaupun ada sedikit goresan.


*bruaak


"uhh, sial" ucap Gartia


"Gartia, kau tidak boleh lengah saat dalam pertarungan" ucap ku kepadanya

__ADS_1


"baiklah, aku akan mengalahkan nya!" ucap Gartia menerjang Undead itu


Gartia menyerang Undead itu dengan sebuah jurus berpedang yang hebat .


Setelah mengeluarkan jurus itu, dengan sangat cepat Gartia bisa menebas Undead itu dengan mudahnya.


Undead itu mati karena di potong potong oleh nya.


"Hah, apakah aku sudah mengalahkan nya?" tanya Gartia kepada ku


"kau hebat" ucap ku dengan bertepuk tangan


"master, musuh itu sangat kuat, bisakah kami mengalah kan nya?" tanya Garou


"kalian murid ku, murid ku tidak ada yang lemah" jawab ku kepadanya


seketika mereka pun menjadi bersemangat, mereka siap bertempur untuk menjelajahi Ancient City.


sesaat kami sedang bersemangat, tiba tiba saja kami dikejutkan dengan hal terduga, lebih tepatnya semangat 3 murid ku dipatahkan begitu saja.


karena tiba tiba saja ada ratusan Undead yang mengepung kami, sekeliling kami sudah di kelilingi oleh Undead itu.


"a-a-apa.. bagaimana.. bisa kita.. mengalahkan nya?" ucap Garou dengan keringat dingin


nampaknya bukan hanya Garou yang ketakutan, Gartia pun juga sedikit ketakutan akan para Undead itu.


1 Undead saja sudah susah baginya untuk mengalahkan nya.


bagi Gartia, jika dia tidak belajar kekuatan dengan Satan, mungkin saja dia akan kalah tadi.


"Jangan takut, aku ada di garda terdepan" ucap ku memberikan semangat


"baiklah"


kami langsung menyerang Undead Undead itu dengan kemampuan kami, tentunya Satan juga ikut menggila di sana.


sedangkan Beelzebub hanya ditugaskan untuk melindungi murid murid ku, dia tidak di izinkan oleh Edzard.


aku, di sana hanya memperhatikan mereka semua. Walaupun tidak ikut bertarung, aku diam diam membunuh Undead juga.


"Gartia, Garou, Dagruel, Irene, Mereka semua sudah berkembang pesat.


terakhir Dagruel dan Irene berada di tahap Rendah tingkat 5 bukan? senarang mereka berada di tahap Menengah, hahahaha" ucap ku dengan bangga


aku sangat bangga karena pelajaran yang kuberikan itu berguna untuk mereka.


"mari kita lihat pertarungan Gartia"


aku pergi ke tempat Gartia, ngomong ngomong aku menggunakan jurus untuk menghilangkan ku dari tembus pandang.


aku memperhatikan pertarungan Gartia dari atas.


Gartia tampak sangat kesulitan untuk mengalahkan para Undead itu, walaupun kesulitan dia tetap berjuang untuk mengalahkan mereka.


*Shring shring


"uh, mereka tidak ada habisnya, bisa bisa energi ku habis duluan" ucap keluh kesah Gartia


walaupun mengeluh, dia tetap membantai para Undead itu.


......


memungkinkan Gartia melakukan serangan rentetan kuat dengan pedangnya itu, jurus ini sangatlah kuat. namun kelemahannya adalah memakan banyak energi.

__ADS_1


setelah mengeluarkan jurus itu, seketika Gartia menghilang dari tempat, dan seketika puluhan Undead kalah dalam sekali serang, serta bentak ledakan ledakan terjadi akibat serangan nya.


walaupun sangat cepat, gerakan Gartia masih bisa ku lihat dengan sangat jelas.


dia memiliki 8 gerakan dalam jurus itu, gerakannya tidak bisa berhenti, atau lebih tepatnya 8 gerakan jadi satu.


gerakan pertama dia menerjang lurus ke depan, makanya sebelum dia mengeluarkan jurus itu, dia pergi menjauh.


gerakan kedua dia menebaskan pedangnya ke arah sisi kanannya, serta mengambil mengambil ancang-ancang untuk berputar.


setelah dia memutar kan badannya, dia menebaskan pedangnya ke sisi kirinya.


gerakan ketiga dia melakukan serangan tebasan cepat dengan pedangnya di kedua arah.


gerakan ke empat dia mengalir kan energi nya ke dalam pedang nya, setelah itu menancapkan nya di tanah, hal itu membuat tanah sekitar berguncang tak stabil.


setelah itu dia mengambil gerakan kelima, yaitu menebaskan energi pedang nya ke sekitar nya.


gerakan ke enam, entah memakai apa dia bisa menarik Undead di sekitar nya dan menghantam nya dengan pukulannya, pukulannya di di lapisi dengan energi nya.


gerakan ke tujuh dia menepuk kan kedua tangannya dan mengumpulkan seluruh energinya di kedua tangannya.


terakhir kedelapan, dia memusnahkan area di sekitar nya dengan energinya.


alhasil puluhan Undead mati tak tersisa.


"jurus yang sangat kuat" ucap ku memujinya


aku memuji kekuatan Gartia yang begitu kuat, sekarang aku akan pergi memperhatikan 3 murid ku.


aku pun pergi ke tempat murid murid ku bertarung.


di sana mereka tampak sangat bersemangat menghancurkan Undead itu.


Garou, dia dengan kecepatan miliknya menebaskan tangan nya kepada Undead Undead itu, sepertinya dia sudah belajar cara mengendalikan energi.


Dagruel, dia dengan tubuh besarnya mempu menghantam dan menghancurkan Undead itu berkeping-keping.


Irene, dia sudah belajar buku sihir sebelumnya, seharusnya dia bisa mengendalikan mana nya untuk mengeluarkan sihir. dia selalu mengeluarkan sihir penghancur untuk memusnahkan Undead.


ya walaupun skala ledakan sihirnya kecil, tapi itu efektif karena dapat mengurangi jumlah Undead yang ada.


untuk Satan, tidak usah di bilang, dia telah membunuh hampir 100 Undead yang ada- tidak, dia hampir memusnahkan seluruh Undead.


Satan hanya menunggu perintah ku untuk memusnahkan seluruh Undead yang ada.


Sedangkan Beelzebub, dia menjaga murid murid ku untuk tidak terbunuh.


aku tidak menyuruh nya bergerak sampai musuh mengancam nyawa murid ku.


"baiklah, mungkin saatnya aku beraksi"


melihat mereka semua sedang bertarung dengan seru, aku tidak tega untuk ikut campur.


jadi, aku memutuskan untuk tidak ikut campur untuk sementara.


"ahh, aku sedang menunggu kalian" ucap ku dengan tersenyum


menurut ku, ini sudah saatnya kita memasuki reruntuhan lebih dalam.


"lagipula Undead di sini itu.. hah, aku harus mengatakan apa kepada mereka? lupakan, yang terpenting kita bisa memasuki reruntuhan semakin dalam"


...TO BE CONTINUED...

__ADS_1


__ADS_2