INCOMPARABLE: Lord Of Darkness

INCOMPARABLE: Lord Of Darkness
Chapter 69. City of Death III


__ADS_3

Sesaat setelah kami bersiap siap, Abaddon langsung menekan aura kematiannya sampai titik terendah.


setelah dia menekan auranya, para Undead, Vampir, Drakula, dan Zombie mulai menyerang kami.


mereka bukanlah monster biasa, melainkan monster tingkat legendaris yang hampir menyamai seorang Demi-God.


walaupun begitu kami tak gentar sedikit pun, begitu juga Gartia dan 3 murid ku.


mungkin saking percaya dirinya mereka sampai lupa caranya ketakutan, pertarungan dimulai.


kali ini aku juga membantu menyerang musuh, tidak seperti tadi dan hanya melihat saja.


aku menggunakan Kapak Suci, Rhitta.


"hehaha, maju lahh!" ucap ku dengan sedikit bergairah


menurut ku, sudah lama sejak aku melakukan pertarungan seperti ini.


badan kaku, sudah tidak lama berolahraga, itu bisa menyebabkan penyakit, bukan?


baru saja aku mengayunkan satu tebasan Kapak milik ku.


*Bruuaakkk


aku tidak menyangka jika Kapak Rhitta memiliki daya hancur luar biasa dan juga sepertinya serangan ku ini amatir.


"ya ampun, puluhan langsung mati? apakah karena aku tidak bisa menggunakan Kapak dan hanya bisa berpedang?" ucap ku dengan kekecewaan


karena tidak ingin terlalu cepat mengalahkan musuh musuh nya, aku memutuskan menggunakan seni beladiri saja.


aku mengambil kuda kuda dengan kedua tangan di depan.


melihat pergerakan mereka dan dimana keberadaan mereka.


setelah semuanya siap..


*Fhuuus


aku menghilang dari tempat ku dan dengan cepat menghancurkan mereka menggunakan gerakan tangan yang indah serta sangat kuat.


*Bruakk


aku menghancurkan kaki Undead dengan kaki ku


*bruuk


lalu menghancurkan kepalanya dengan sikut milik ku


begitu juga seterusnya, jurus ini hanya mengandalkan 8 anggota tubuh fisik.


......


Seni bela diri yang hanya mengandalkan anggota tubuh fisik.


- Kepala


- Bahu


- Siku


- Tangan


- Pinggul


- Pantat


- Lutut


- Kaki


itu adalah 8 anggota tubuh yang mewakili jurus Ba Ji Quan.

__ADS_1


walaupun begitu, aku sama sekali tidak menggunakan gerakan pantat, kenapa? itu sedikit memalukan.


kembali ke pertarungan, aku bisa mengalahkan puluhan monster monster tingkat legendaris dalam waktu singkat.


sedangkan Gartia dan 3 murid ku nampak sangat kesusahan, bahkan mereka belum membunuh 3 monster.


untuk Satan, dia tampak menikmati nya, bahkan dia menjadi gila karena sudah lama tidak bertarung?


*tempat pertarungan Satan.


"Haha, haha, aku sudah lama tidak merasakan Gairah seperti ini!!" ucap Satan dengan sangat sangat bersemangat


dia langsung membunuh puluhan monster monster itu dalam satu gerakan.


dia sangat cepat, saking cepatnya hanya terlihat kilatan putih saja, itu pun karena kemeja putih yang dia pakai.


*Shriing Shriingg


Satan menebaskan apapun yang ada di hadapan nya dengan sebuah tangannya


tangannya bagaikan pedang yang sangat tajam. ya, itu adalah keahlian Satan.


walaupun keahlian nya sama seperti Beelzebub, namun kekuatan Satan yang sebenarnya terletak pada sebuah pedang.


dia bisa memadatkan kegelapan menjadi sebuah pedang, bisa di bilang dia menciptakan pedang dengan kegelapan.


......


Pedang yang terbuat dari esensi kegelapan murni, hanya bisa di buat oleh sang penguasa kegelapan dan mahkluk yang terhubung dengannya.


Saat itu, Satan sendiri lah yang memberitahuku bahwa dia memiliki atribut yang sama dengan ku.


itu adalah alasan mengapa dia bisa membuat pedang kegelapan, namun dia tidak menggunakannya sekarang.


dia harus memakai kekuatan sejatinya untuk menggunakan pedang itu.


melihat Satan yang menggila gila, aku tidak terlalu tega untuk menyuruh nya berhenti, aku hanya membiarkan nya menggila karena itu.


lalu aku melihat ke sisi lain, di tempat Gartia dan Abaddon berada.


nampaknya Abaddon hanya menjadi mentor dari Gartia, dia tampak mulai bisa membunuh 1 monster itu walau harus berusaha keras.


"Kau haru memfokuskan energi mu pada area sekitar mu dan jangan terganggu akan hal lain" ucap Abaddon memberitahu kesalahan Gartia


"baik!" ucap Gartia menuruti perintah Abaddon


Gartia mulai melakukan apa yang di perintahkan Abaddon, dia masihlah kesulitan menyebarluaskan energinya ke sekitar nya.


dia membutuhkan tempat tenang untuk berlatih seperti itu, namun itu akan memakan waktu yang sangat lama.


jika ingin melakukan nya dalam waktu singkat, langkah pertama adalah dengan cara berada di keadaan hidup dan mati.


posisi saat ini sangatlah cocok bagi Gartia, jika dia tidak bisa menyebarluaskan energinya seperti apa yang dikatakan Abaddon, maka dia akan mati dengan sia sia.


"haha, aku mendukungmu, Gartia!" ucap ku dengan senyum


aku kembali ke pertarungan ku sendiri, aku tidak menggunakan seni beladiri lagi, melainkan menggunakan pedang.


pedang yang kugunakan adalah pedang yang ku dapat di kastil Dewata Tertinggi.


*Beberapa waktu lalu di kastil Dewata Tertinggi


sebelum bertemu dengan Dewata Tertinggi.


"hm~ hm~ hm~" aku berjalan jalan di kastil Dewata dan menemukan sesuatu


"hm? apa itu Pedang? keren sekali! tapi itu lemah. hanya untuk membunuh mahkluk fana apa gunanya" ucap ku dengan kekecewaan


walaupun pedang itu keren, tapi itu sangatlah lemah dibandingkan dengan pedang peninggalan 3 agung.


aku lanjut pergi untuk mencari keberadaan Dewata Tertinggi.

__ADS_1


tidak lama kemudian, aku kembali lagi ke pedang itu dan mengambilnya serta memasukkan nya ke dalam SUB-SPACE..


"Bodo amat sama lemah, yang penting keren, hehe" ucap ku dengan bahagia


pedang nya sangat keren, lumayan untuk pajangan.



ilustrasi pedang di ambil dari Google


*kembali ke pertarungan


"hah, aku tidak menyangka aku akan memakai mu" ucap ku dengan melihat pedang itu


setelah berkata kata seperti itu, aku langsung menebaskan pedang ku kepada para mahkluk itu.


seketika puluhan monster lenyap seketika.


"apa! sial! tenyata kau bisa menghapus suatu keberadaan mahkluk fana ya!" ucap ku ke pedang itu


aku tidak menyangka bahwa pedang ini bisa menghapus suatu eksistensi mahkluk fana, pantas saja di khususkan untuk membunuh mahkluk fana.


melihat itu, aku jadi bersemangat.


"hehe, hahaha, ayo lakukan" ucap ku dengan bergairah


aku langsung menggunakan jurus berpedang mahkluk Immortal.


......


gerakan pedang yang sangat cepat, dapat membawa kepunahan bagi siapapun yang terkena jurus ini.


setelah aku mengeluarkan jurus itu, aku bergerak menebaskan pedang ku ke arah monster monster itu dan menuju ke dalam reruntuhan.


saking cepatnya, orang yang melihat ku hanya bisa melihat monster monster itu terbunuh.


Gartia yang melihat itu pun sangat terkejut, pasalnya dia merasa kasihan terhadap semua monster yang menjadi tempat bermain ku dan para Perintah Tuhan.


Gartia tidak bertarung lagi, karena Satan, Abaddon, dan Beelzebub telah menghancurkan para monster monster itu.


awalnya mereka menahan diri, tetapi setelah melihat tuannya mulai menggila dan mengeluarkan jurus tingkat Immortal.


mereka ikut naik darah sampai pada titik tertinggi, dan tepat setelah Edzard melancarkan jurusnya, Satan dan Beelzebub menghilang dan langsung membunuh banyak monster dengan mudah nya.


untuk Abaddon, dia masih lah di tempatnya, namun dia nampak mengeluarkan suatu gumpalan energi dan melemparkan nya.


*Syuuh


Abaddon melemparkan gumpalan energi itu


seketika..


*Duuaaarrr


suara ledakan berskala besar terjadi


itu adalah ledakan dari gumpalan energi milik Abaddon, walaupun radius ledakannya hanya 100 meter, tapi itu memusnahkan segala sesuatu yang berada di dalam radius nya.


"Haah, ini sudah sampai titik dimana aku merasa kasihan terhadap musuh ku sendiri" curhat Gartia


3 murid ku yang melihat itu juga merasakan hal yang sama


"kakak Gartia, sebenarnya siapa master Edzard dan 3 bawahan nya itu?" tanya Irene


"aku tidak tau" jawab Gartia


"Apa Kaka beneran tidak tau?" tanya Garou


"aku tidak tahu, suatu saat kita akan mengetahui nya" ucap Gartia


...TO BE CONTINUED...

__ADS_1


__ADS_2